
“MANA CEO KALIAN ? PANGGIL DIA !!!” teriaknya.
“PANGGIL CEO KALIAN !!!” teriaknya lagi.
Sudah beberapa satpam yang menghadang pria dan wanita itu, tidak tahu kenapa tiba - tiba saja mereka datang dengan berantakan seperti habis terkena musibah.
“PANGGILKAN PENGECUT ITU, BERANINYA IA MEMENJARAKAN PUTRI KESAYANGANKU !!!” teriak wanita itu.
“PANGGILKAN SEGERA !!!” teriaknya lagi.
Salah satu dari mereka berlari ke dalam perusahaan untuk meminta bantuan resepsionis agar dapat menghubungi Assistent Aaron dan mengatakan ada masalah di halaman kantor.
Resepsionis itu langsung menghubungi Assistent Aaron. Namun ketika menghubungi Assistent Aaron, Cortie bersama istri dan anak - anaknya keluar dari lift.
Satpam tersebut, langsung bergegas mendatangi Cortie dan lainnya.Ia memberitahukan bahwa ada dua orang yang tengah mengamuk di luar kantor.
Cortie yang mendengar itupun meminta sang istri dan anak-anaknya untuk kembali keruangannya dan menunggu di sana, ia akan melihat ke depan siapa yang sudah membuat masalah di kantornya.
Setelah mengatakan itu dan memberikan Baby Icad ke gendongan istrinya, Cortie berjalan dan diikuti oleh satpam yang menghampirinya tadi.
“Sayang, kita tunggu papi di mejanya tante Millie ya..,” ajaknya.
Dengan menggendong Baby Icad dan menggandeng putri kembarnya, mereka berjalan menghampiri Millie yang terus - menerus menghubungi seseorang.
“Aduh, Mill kamu sudah menikah tapi masih saja pergi bekerja. Kenapa tidak resign saja ? “ tanya Valencia heran.
“Kalau resign, saya bosan di apartement kak,” jawabnya.
“Apa kamu belum isi ?” tanya Valencia pelan.
“hehe belum ada tanda - tanda kak,” jawabnya sendu.
“Sabar - sabar, nanti juga di kasih kok” ucap Valencia menenangkan Millie.
Assistent Aaron dan Millie telah menikah empat bulan yang lalu, namun sampai sekarang mereka belum di karuniai seorang anak. Walaupun belum dikaruniai seorang anak mereka tetap akan menunggu dan bersabar.
Sedangkan Cortie, ia langsung berhadapan dengan kedua orang tua Vania. Terlihat Nyonya Vaire mengata-ngatai Cortie tanpa tahu anaknya lah yang bersalah tapi masih menyalahkan orang lain.
Namun ada hal yang membuat seluruh kantor gempar dengan perkataan Nyonya Vaire yang mengatakan CEO mereka sudah menghamili putri semata wayangnya.
Valencia terkejut, memang benar jika suaminya belakangan ini sering lembur bekerja, terkadang menginap di kantor. Apa benar suaminya menghamili anak dari wanita paruh baya itu.
“Kamu menghancurkan anakku dan sekarang kamu memenjarakannya ?” ucapnya marah.
“Aku tidak pernah menyentuh putrimu !!” teriak Cortie.
“Halah, maling mana ada mau ngaku !!” balasnya teriak.
__ADS_1
“Kamu harus menikahi anakku !!” teriak Nyonya Vaire.
“Untuk apa aku menikahinya, bersetubuh saja tidak” jawabnya santai.
“Kurang ajar kamu !! kamu pikir anakku pelacur ?!” bentaknya tak terima.
Valencia yang mendengar itu, menitipkan Baby Icad kepada Millie sedangkan dirinya menghampiri suaminya yang masih bertengkar dengan kedua orang tua siapa.
“Kamu harus tanggung jawab, anak saya hamil karenamu !!” teriak Nyonya Vaire.
“Apa yang harus suamiku pertanggung jawabkan,’Nyonya ?” tanya Valencia.
“Sayang kenapa kamu kesini ?” tanya Cortie heran, bukannya ia menyuruh istrinya kembali ke ruangannya lalu kenapa istrinya menyusulnya kesini.
Bukannya menjawab, Valencia bertanya kembali kepada Nyonya Vaire.
“Apa yang harus suamiku pertanggung jawabkan,’Nyonya ?”
“Anakku hamil karena suamimu ini,” jawabnya tegas.
“Apa benar begitu suamiku ?” tanya Valencia lembut dengan tatapan tak biasa.
GLEK !!
“Tidak sayang,” jawab Cortie takut - takut, ia takut istrinya mengamuk. Bukan mengamuk kepada dirinya, tapi mengamuk kepada kedua orang dihadapannya.
“ Bagaimana nyonya, kalau kita lihat CCTV di kantor ini “ ajak Valencia.
Valencia yang sudah jengah dan juga suasana sudah sangat sore serta waktunya karyawan pulang pun, mengajak suaminya untuk pulang tanpa menghiraukan kedua orang tua Vaire.
Tak lupa Valencia menghampiri Millie dan membawa Baby Icad kedalam gendongan kanggurunya, sedangkan Cortie menggendong kedua putrinya mereka berjalan melewati Nyonya Vaire yang baru tahu jika Cortie sudah memiliki anak.
Sedangkan Tuan Lichen memikirkan cara agar bisa menjebak Cortie, Tuan Lichen mengajak istrinya untuk pergi dari sana. Karena para karyawan Cortie sudah banyak keluar kantor bergegas untuk pulang dan juga ada yang melihat mereka adu mulut.
“Apa yang harus kita lakukan,’Pi ?” tanya Nyonya Vaire.
“Papi, masih memikirkan cara lain. Tapi kita harus membebaskan Vania terlebih dahulu,” jawab Tuan Lichen.
“Pokoknya kita harus bisa menjebak Tuan Cortie atau kita bunuh saja istrinya,’pi “ ucapnya tersenyum.
“Hm, ide bagus mi” jawabnya.
Keduanya pun pulang menyusuri jalanan yang macet karena banyak orang yang baru pulang bekerja.
Sedangkan di sisi lain, Cortie dan Valencia sama - sama diam memikirkan kejadian hari ini.
Celoteh dari Baby Icad pun tidak keduanya hiraukan, sedangkan si kembar sudah molor karena kecapean bermain di ruangan papinya.
__ADS_1
“Apa mimpi itu nyata ?” ucap Cortie dalam hati.
“Apa yang di katakan Mas Cortie akan terjadi ?” ucap Valencia dalam hati.
Keduanya sama - sama memikirkan perkataan bibi malaikat, tidak tahu berapa kali Cortie di datangi bibi malaikat dalam sebuah mimpi yang mana akan terjadi musibah besar di keluarganya.
Cortie semakin gelisah, ia menatap kearah istrinya berharap jika semuanya baik - baik saja walau ia akan berjuang untuk menjaga keluarganya sendiri.
Valencia yang memalingkan wajahnya ke arah Cortie, mengerutkan alisnya heran, ada apa dengan suaminya.
Namun, karena mereka telah tiba di mansion Valencia mengurungkan niatnya untuk bertanya. Valencia membangunkan kedua putrinya tetapi Cortie membiarkan anak - anaknya tidur dan ia yang akan mengendong kedua putrinya.
Cortie langsung membawa kedua putrinya ke kamar anak - anak, sedangkan Valencia membawa Baby Icad dan segera memandikannya.
Beberapa saat kemudian, Rosse memanggil kedua orang tua angkatnya untuk makan malam, sedangkan Luna membangunkan kedua adik angkatnya.
Sedangkan dikediaman Tuan Lichen, kedua orang itu sedang di datangi tamu misterius, tamu itu mengajak Tuan Lichen bekerjasama menghancurkan hubungan Cortie dan Valencia.
Dengan semangat kedua orang tua Vania menyetujui kerjasama itu dengan syarat putrinya Vania bisa dibebaskan. Tujuan orang misterius itu adalah menghancurkan kebahagiaan Cortie dan Valencia.
Keesokan harinya, sesuai rencana mereka tuan misterius membebaskan Vania dengan jaminan tak terduga hanya untuk sebuah rencan yang mana nantinya Vania akan diikutsertakan untuk masuk kedalam rencana kedua orang tuanya.
Pagi ini entah kenapa Valencia ingin pergi ke mall bersama sahabatnya yang baru pulang dari Jepang dua hari yang lalu, tanpa mengajak Baby Icad dan si kembar Valencia menitipkan anak - anaknya kepada Aleysia yang sedang berkunjung bersama Ardio yang mengantarnya ke mansion.
Awalnya Cortie tak mengijinkan istrinya tapi rayuan mujarab istrinya membuat Cortie mengiyakan sang istri untuk pergi dengan sahabatnya dengan syarat ia di antar oleh supir 2.
Cortie berpesan kepada supirnya untuk tidak mengebut saat menyetir dan selalu memeriksa keadaan mobil untuk jaga - jaga, melihat keposesifan sang suami membuat Valencia menggeleng - gelengkan kepalanya dan tersenyum.
Setelah kepergian Cortie dan Ardio, sahabat Valencia menghubunginya dan mengatakan bahwa ia sudah berada di perjalanan menuju mall tersebar di Jerman.
“Pak, ayo kita berangkat..” ajak Valencia.
“Baik, Nya” jawabnya dan keduanya pun masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, seseorang di balik pohon mengabarkan bila target sudah keluar dari kawasannya dan memerintahkan seseorang untuk mengikuti Valencia dari belakang.
Selama perjalanan, Valencia dan Cortie berbalas pesan via whatsapp dimana Cortie terus bertanya sudah dimana ? sudah sampai ? Kamu baik - baik ? atau apa gitu.
Valencia hanya menjawab seperlunya dan ia mengerutkan alisnya ketika mendengar perkataan supirnya, bila mobil mereka sedang diikuti.
Valencia melihat kebelakang, benar saja sebuah mobil hitam mengikuti kemana mereka pergi hingga Valencia meminta supirnya untuk menambahkan gas.
Valencia menghubungi suaminya dan mengatakan bahwa mobil yang di tumpangnya diikuti oleh sebuah mobil, dan entah apa yang terjadi setelahnya mobil yang di tumpangi Valencia menabrak pembatas jalan dan beberapa kali berguling sedangkan mobil yang mengikuti mobil Valencia berhenti dengan jarak yang cukup jauh.
PYAR !!!!!
Foto pernikahan Cortie tiba - tiba jatuh membuat Aleysia dan lainnya terkejut, sedangkan di kantor foto Cortie dan Valencia yang di pajang oleh Cortie tiba - tiba terjatuh dan pecah, sedangkan Cortie ia terus memanggil istrinya karena sambungan telepon itu masih terhubung beberapa menit lalu dan sekarang sudah terputus.
__ADS_1
Dengan jantung yang berdebar - debar Cortie menghubungi istrinya dengan perasaan yang tak tenang.
Tiba - tiba Asisten Aaron menyelonong masuk dan mengatakan bahwa .............