
Di sinilah mereka berkumpul, sesuai apa yang di sampaikan oleh Villia setelah Vania atau orang yang berwajah Vania di bawa ke rumah sakit. Ia akan menceritakan semuanya kepada keluarganya.
Terlihat Cortie tidak bergeser sesentipun dari Villia duduk, hari ini adalah hari yang sangat bahagia, ia juga tak menyangka pertemuan dua bulan yang lalu di Großer Wannsee adalah pertemuannya dengan sang istri tercintanya.
“Iya dan aku di tolong sama Daddy Nic,” jawabnya tersenyum.
“Daddy Nic, siapa sayang ?” tanya Cortie.
“Daddy Nic, adalah Dokter Nicolaus dan anaknya yang bernama Dokter Noberto atau Dokter Berto, yang memeriksa Baby Icad dua bulan yang lalu karena alergi susu sapi,” jelasnya.
“Jangan bilang, yang nyusui Baby Icad adalah kamu, ‘Nak “ terka Mommy Alica.
“He he he, iya mom” jawabnya malu -malu.
“Sayang, tidurlah di sini !!” pintanya pada sang istri.
“ Tapi......,”
“Apa kamu mau minta ijin dulu sama keluarga Dokter Nic ?” tanya Papi Egind.
“Vale telepon dulu, Pi “ ucapnya dan segera menghubungi Mommy Ve.
Beberapa menit kemudian, Valencia telah selesai menghubungi Mommy Ve.
“Sudah,” ucapnya sambil membenarkan posisi Baby Icad yang sudah tertidur.
“Kalau sudah, ayo makan dulu “ ajak Mami Emili.
“baik....,” jawab mereka semua.
Sedangkan di Mansion Daddy Nic,
“Apa Vale masih kerja jam segini ?” tanya Daddy Nic.
“Iya dan dia akan menginap di mansion suaminya,” ucap Mommy Ve lirih.
“Apa yang momi pikirkan ?” tanya Berto.
“Huft, mansion sepi nggak ada Vale, padahal mommy sudah sayang banget sama anaknya,” keluhnya.
“Mommy,Kak Vale wajar pulang kesana dimana suaminya berada. Apa mommy tidak senang jika Alina kemari ?” tanya Bero.
“Bukan gitu, Mommy cuma sudah terbiasa ada Vale !” serunya.
“Alina juga terbiasa sama mommy, apa mommy tidak suka Alina “ rajuknya.
Semua orang menoleh kearah Alina yang memasang wajah cemberut, bukan ia marah dengan perkataan Mommy Ve ia hanya ingin menggoda calon mertuanya itu dengan wajah cemberut.
“Atak Alina tuh,” teriak Gerrie.
“Hai Gerrie, “ sapa Alina.
“Aduh, Gerrie sudah besar ya sekarang !” pekik Mama Ariana.
“Hallo, Mama Ali- ana “ ejanya.
Yang mana membuat mereka tertawa mendengar Gerrie yang memanggil Mama Ariana dengan mengeja menjadi dua nama.
“Aduh, lucu sekali. Nama mama jadi dua orang,” ucapnya dan mencium pipi Gerrie.
“ Ha ha ha, Mama Ali-ana tudah jangan cium-cium ilang wangina nanti !” pekik Gerrie kegelian.
“Papa Alga, tolongin Gellie ..,” ucapnya meminta pertolongan Papa Arga.
__ADS_1
“Awas ya pa !” ancam Mama Arianna yang memberikan ulti kepada Papa Arga.
“Aduh, Gerrie papa nggak berani nih,” ringisnya.
“Papa Alga payah !” sungutnya kesal.
“Ayo, sudah - sudah, mari kita makan !” ajak Daddy Nic.
Seperti biasa Mama dan Papa Alina akan menanyakan keberadaan Valencia, karena merasa kurang ketidakhadiran Valencia. Mommy Ve menceritakannya kepada Mama Ariana dan juga Papa Arga. Mendengar itu Mama Ariana mengatakan hal yang sama dan membuat Alina semakin cemberut.Berto hanya tersenyum melihat tingkah calon istrinya yang sangat menggemaskan.
Setelah itu, mereka makan dengan lahap.
Keesokan harinya, seperti biasa Valencia akan menggunakan nama Villia di lingkungan kantor dan ketika di mansion ia akan menggunakan nama asli. Ini ia lakukan untuk membuat mereka tidak mengetahui dirinya yang masih hidup.
“Selamat pagi,” sapa Villia seperti biasa.
Ia kemudian berjalan menuju meja kerjanya,baru saja ia duduk sekretaris 2 berjalan menghampirinya dan menceritakan kejadian kemarin ketika ia pergi ke mini market di samping apartemennya.
“Serius ?!” tanyanya terkejut.
“Serius, Vill. Gila banget nggak sih !” ucapnya sedikit ngeri.
“terus, apa yang terjadi selanjutnya ?” tanya Villia kepo.
“tidak tahu, aku nggak berani lihat he he he !” tawanya malu.
“Ais, ceritamu tidak ada endingnya !” ucap Villia kesal.
Sekretaris 2 itu hanya tertawa, moodnya hari ini sangat baik sekali. Apalagi semenjak kedatangan Villia ia dan rekannya tak pernah merasa bosan dalam bekerja, tak seperti seniornya yang cuti melahirkan bawaannya tegang dan tegang, mau bergerak sudah terlem duluan.
Terlalu serius pembawaannya yang mana membuat mereka jarang untuk terlibat dalam pembicaraan.
Waktu makan siang pun tiba, Cortie mengirim pesan kepada sang istri untuk makan siang di ruangannya, ia juga telah memesan makanan kesukaan sang istri, rekan Villia mengajaknya untuk makan siang bersama di kantin, namun dengan sangat berat Villia menolak halus, ia sudah janji makan siang dengan suaminya.
Keduanya hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Villia yang sedang merapikan meja kerjanya. Setelah rapi ia bergegas untuk pergi keruangan suaminya.
“Mas, “ panggil Villia.
“Akh, sayang masuklah. Sebentar lagi makanannya akan datang,” ucapnya tersenyum.
Cortie bangun dari kursi kebesarannya dan menghampiri sang istri sembari menunggu Asisten Aaron yang membeli makan siang untuk mereka bertiga.
20 menit kemudian, Asisten Aaron datang membawa banyak makan dan tak lupa ia juga membeli banyak rujakan.
“Wow, Asisten Aaron beli rujakan ?” tanya Villia.
“Iya nyonya, saya lagi ngidam hehe,” ucapnya malu.
“berapa usia kandungan Millie ?”
“dua bulan lebih, ‘Nyonya” ucapnya tersenyum.
“Sudah - sudah, ayo kita makan terlebih dahulu,” tegur Cortie.
“Siap !” jawab keduanya.
Selama makan, mereka bertiga tidak ada yang membuka suara. Asisten Aaron serasa sudah biasa melihat pemandangan romantis itu, ia juga bersyukur kembalinya nyonya mereka yang asli.
Dua bulan ini ia dan juga bosnya, sangat ingin membenturkan kepala karena pusing dengan tindakan Nyonya Palsu.
40 menit berlalu, masih kurang 10 menit lagi waktu makan siang habis. Villia membereskan bungkus - bungkus makanan dan mengumpulkannya menjadi satu di dalam keresek hitam dan membuangnya ke tempat sampah.
“Mas, Vale balik keruangan kerja Vale ya,” Pamitnya.
__ADS_1
“Sebentar sayang,” ucap Cortie.
Asisten Aaron sadar diri dan tempat, jadi ia memilih pergi dari hadapan makhluk halus di depannya.
“Ada apa, ‘Mas ? tanya Villia.
“Cium dulu biar semangat yang,” manjanya.
“Astaga hahaha,” tawa Villia pecah.
Villia langsung mencium pipi Cortie, Namun Cortie ingin istrinya mencium bibirnya sebagai vitamin kesehatan sejati.
Ketika Villia hendak mencium bibir suaminya, seseorang datang dan nyelonong masuk keruangannya.
PRANK !!!
“KALIAN !!!” teriaknya.
Sedangkan di sekolahan Rosse dan Luna, kini keduanya baru saja kembali dari kantin. Seperti biasa Geng Cheryl dan lain - lainnya sering mencari gara - gara dengan Rosse. Ia masih tak terima jika Ainsley lebih memilih Rosse yang NOTE BONE hanyalah anak beasiswa di sukai oleh Kapten Basket dan terpopuler di SMA CC.
Oh, BIG NO ! masa ia kalah dari anak beasiswa, tidak bisa. Ia harus merebut Ainsley bagaimanapun caranya.
“Si Cheryl kenapa gangguin, kamu terus sih !” ucap Luna kesal.
“Entahlah Lun, yang diucapnya pasti sama terus !” balas Rosse kesal.
“emang, Kak Ai beneran pacaran sama kamu, Ross ?” tanya Luna bingung.
“Lah, orangnya aja nggak ada nembak aku gimana pacarannya !” celetuk Rosse.
“Beneren ?!” tanya Luna tak percaya.
“1000 persen benar !!” serunya semangat.
“baiklah,” jawab Luna pelan, karena guru killer sudah masuk karena ini adalah jam terakhir mereka, jadi akan sedikit tegang dengan mata pelajaran.
Selama proses belajar - mengajar, Rosse maupun Luna sama - sama fokus belajar dan tanpa mereka sadari jika laki - laki yang beberapa menit lalu mereka bicarakan menatap Rosse tersenyum.
Dua jam kemudian, bell pulang berbunyi. Siswa - siswi dengan cepat membereskan buku - buku pelajaran dan segera ingin pulang, namun kelas mereka ada kendala sehingga membuat mereka harus terlambat pulang.
“Kelas kita kenapa ?” tanya Rosse dan Luna.
“Nggak tahu, bapaknya !” tmpal teman di belakang Rosse.
Ternyata ada beberapa pengumuman yang ingin ia sampaikan terkait tugas yang ia berikan sedangkan di tempat lain,Ainsley masih setia menunggu Rosse dan Luna tapi sudah setengah jam keduanya belum ada keluar gerbang.
45 menit kemudian, Rosse dan Luna baru keluar gerbang Ainsley yang melihat itu pun langsung memanggil keduanya.
“ROSSE, LUNA !!” panggilnya, membuat keduanya menoleh kearah Ainsley.
“Ada apa kak ?” tanya Luna.
“Aku boleh ngomong bentar sama Rosse nggak ‘Lun ?” tanyanya.
“Oh boleh,” jawab Luna santai.
“Rosse, aku tunggu di tempat biasa ya. Mau jajan !” serunya mengipas -kipas uang pemberian Ainsley.
“Wah, maling duit !!!” teriak Rosse malu saudaranya ini sangat mata duitan.
Kini tinggallah keduan anak remaja ini, Ainsley mengajak Rosse duduk di salah satu kursi dekat pos satpam.
Tanpa keduanya sadari Cheryl dan teman - temannya melihat kedua orang itu sedang berbicara serius bicara dengan Ainsley yang memegang tangan Rosse dan tersenyum.
__ADS_1
“Awas aja lu, !!” ancam Cheryl
Kemudian, Cheryl mengajak teman - temannya untuk pergi dari sana dan menunggu esok hari, ia akan membuat Rosse kehilangan muka di SMA CC.