
Disini lah Valencia dan Si kembar Claire dan Clark, mereka mendatangi perusahaan Cortie. Valencia meminta supir untuk pulang saja, dan nanti bisa menjemput Luna dan Rosse ke sekolah, karena ia akan pulang bersama suaminya.
Valencia dan kedua anak kembarnya, berjalan mendekat ke resepsionis.
“Mbak, Pak Cortie nya ada di ruangan ?” tanya Valencia ramah.
Walaupun ia adalah istri seorang CEO pemilik perusahaan CC Grup, tetapi ia tetap harus mengikuti aturan perusahaan, jadilah ia bertanya mengenai suaminya ada atau tidak diruangan.
“Maaf apa ibu sudah membuat janji dengan Pak Cortie ?” tanyanya sopan.
“Belum mbak, tapi Pak Cortienya ada ?” tanya Valencia lagi.
“Sebentar saya tanya sekretarisnya ya bu, boleh tunggu dikursi sebelah sana dulu bu. Saya akang menghubungi sebentar” jawabnya sopan.
Namun, hal tak terduga terjadi. Karena salah satu resepsionis mencibirnya.
“Ngapain sih ketemu pak bos kita, mau ngegoda pak bos ya ?” cibirnya.
“Ih,kamu ga sopan banget sama orang tua”.tegur Resepsionis yang melayani Valencia tadi.
“Ngapain sopan kalau datang cuma mau jadi jalang” jawabnya ketus.
“Mulut lo bisa sopan dikit ga sih, gue bosan satu tempat kerja sama lo.” ucapnya kesal seraya melakukan panggilan telfon.
Gadis itu, menepis tangan rekannya yang sedang menghubungi sekretaris Cortie.
“Lo apa-apaan sih,Jul. Gue lagi menghubungi sekretaris Pak Cortie. Jangan memperlambat keadaan, bisa ?” tegur gadis itu.
“BODOH AMAT” ucapnya dan menatap jijik kearah Valencia yang juga mendengar cibiran resepsionis itu.
“Sabar ya bu, saya usahain menghubung sekretaris pak bos. Maaf tindakan tak terpuji teman sama bu” ucapnya meminta maaf kepada Valencia.
“Nggak papa mbak, hubungi saja.” balasnya sopan.
“Mi, tapan kita ketemu papi. Klaile nantuk” ucapnya dengan mata terkantuk-kantuk.
“Sabar sayang, kakaknya lagi hubungi sekretaris papi” ucap Valencia dan meminta Claire merebahkan kepalanya di paha Valencia.
“WOI KALO MAU TIDUR PULANG KERUMAH, JANGAN DI SINI” bentak Julie
“Lo bisa sopan ga sih sama orang tua. Malu sama umur,” sarkas Millie
“TERSERAH GUE” jawabnya ketus.
“Maaf bu,kata sekretaris pak bos, beliau sedang meeting di luar. Sebentar lagi pulang.” ucap Millie.
“baiklah saya akan tunggu disini saja” balasnya.
“tapi anak ibu, sudah tertidur. Kasihan bu,” ucap Millie.
“hehehe nggak papa, mba” jawab Valencia.
Resepsionis yang bernama Millie itu beranjak dan berjalan menuju Valencia dan duduk disamping Clark yang menahan kantuknya. Maklum jam segini anak-anak akan mengantuk. Millie memangku Clark dan mengatakan jika ingin tidur, tidurlah. Millie menepuk bokong Clark pelan.
“Akh maaf saya merepotkan kamu” ujar Valencia. Hal tak terduga resepsionis ini membantunya tanpa disuruh
“Nggak papa bu, saya suka anak kecil” jawabnya tersenyum.
“Caper lo” sindir Julie.
Sindiran itu tak dianggap oleh Millie, baginya Julie hanyalah angin yang cuma lewat hehe. Sampai tak berapa lama, mobil yang dikendarai Cortie dan Assistentnya memasuki pelataran perusahaan.
Cortie dan Assistentnya turun sedangkan sang sopir pergi memakirkan mobil. Cortie yang melihat istrinya menunggu di depan resepsionis dan tengah mengobrol pun mempercepat langkahnya.
“Sayang....” panggilnya
Valencia yang sedang mengobrol dengan Millie pun menoleh ke sumber suara.
“Mas...” jawabnya
“Kamu kemari tidak menghubungi mas. Tahu gitu mas akan cepat kembali keperusahaan.” ucapnya menyesal.
“gapapa mas, aku ditemani Millie disini.’ jawabnya tersenyum
“Terima kasih Millie, sudah menemani istri saya” ucapnya.
Julie dan Millie yang mendengar bahwa ucapan pak bosnya menelan salvinanya. Terlebih Julie yang mengata-ngatai istri atasannya.
“Akh nggak papa, pak” jawab Millie kikuk.
“Oh ya sudah, kita keruangan mas. Aaron tolong bawa clark, kasihan Millie.”titahnya kepada Aaron.
“baik, bos” lalu ia mengambil Clark dari pangkuan Millie. Hal itu membuat jantung Millie maupun Aaron berdebar kencang.
“Maa.. maaf” ucap Aaron gugup.
Telinga Aaron memerah dan juga pipi Millie ikut memerah. Valencia yang melihat itu tentu tertawa kecil, membuat Cortie menaiki alisnya. Valencia mengangkat dagunya kearah kedua sejoli itu.
Claire sudah di gendongan papinya,tampak ia sangat pulas begitu juga Clark.Sebelum pergi Valencia memberikan petuah kepada Julie.
“Dengar baik-baik, jangan menilai seseorang dari covernya tapi lihatlah apa dia seperti yang kamu kira atau tidak. Jangan-jangan kamu ya yang ingin menggoda suami saya ?” sindir Valencia.
“Maaf bu” ucapnya takut.
“Ada apa sayang ?” tanya Cortie heran.
“Tidak apa-apa, hanya sedikit memberi wejangan hehe” candanya.
Mereka pun meninggalkan Julie yang menahan takut,sedangkan Millie ia kembali berkerja tanpa menghiraukan Julie. Biarlah itu urusan dia dengan istri bos.
Disebuah rumah sederhana, tampak seorang anak kecil tengah bermain dengan pengasuhnya sedangkan sang Daddy sudah pergi bekerja.
“Onti, apa daddy siang ini pulang kelumah ?” tanyanya.
__ADS_1
“Aunty, tidak tahu sayang.Apa kamu ingin bertemu daddy ?” tanya pengasuh anak itu.
“Boleh, onti. Ala lindu daddy” ungkapnya.
“hahaha baiklah kita hubungi daddy Ara”.
Tut... tut..
“Hallo, Ale ada apa ?” tanya Daddy Ara
“Hallo tuan, nona Ara ingin bertemu tuan” ucapnya
“Oh, bawalah Ara ke perusahaan CC Group karena saya akan meeting di sana. Minta supir mengantar kalian” titahnya.
“Baik, tuan.”
Tut..
“Ayo sayang bersiap, kita susul Daddy Ara.” ucapnya kepada anak asuhnya
“Oke siap” jawab Ara senang.
Beberapa menit kemudian, Ara dan Aleysa telah siap, tak lupa meminta supir rumah mengantarkan mereka ke CC Group.
Selama perjalanan,Ara bernyanti ria. Ia tak pernah lagi menanyakan keberadaan mommy nya. Entah peduli atau tidak jawabannya. Tidak tahu.
Setelah beberapa menit kemudian, sampailah mereka di perusahaan CC GROUP. Ale menghubungi Daddy Ara. Namun tak diangkat olehnya.
“Haduh, ini tanyanya gimana ?” tanyanya bingung.
“Ayo, Onti kita ketemu daddy” ucapnya senang.
“Ayo.”
Mereka berdua berjalan menuju resepsionis. Disana hanya ada Millie, karena Julie dipecat oleh Cortie karena sudah mengata-ngatai istrinya.
“Permisi mbak”
“Iya, ada yang bisa saya bantu ?” tanya Miliie sopan.
“Saya ingin bertemu Pak Ardio, beliau mengatakan sedang meeting di perusahaan ini”. ucapnya kepada Millie.
“Sebentar ya mbak, saya hubungi sekretaris Pak Cortie”
“baik mba”
Aleysa dan Ara menunggu Miliie menghubungi seseorang, tak lama Millie memberitahukan letak ruangan yang dipakai untuk meeting.
“Daddy” teriak Ara
Setelah mereka masuk keruangan meeting. Ardio meminta maaf atas keributan yang disebabkan oleh anaknya. Untung saja meeting telah selesai.
“Hai, princess daddy” sapa Ardio.
“Ini anakmu Ar ?” tanya Cortie.
“Ia ini anak gue” jawabnya bangga.
“Ara, mau main bersama adik kembar ?” tanya Cortie.
“Adik kembar ?” tanyanya balik
“Anak om Cortie, sayang” jawab Ardio
“OMm Kolti ?” tanya lagi
"Hah?! nama gue berubah Ar” keluh Cortie
“HAHAHA”
“Ayo temui adik kembar” ajak Cortie
Di sinilah mereka, Ara sedang bermain dengan Claire dan Clark sedangkan Aleysa berbincang dengan Valencia. Mereka tampak akrab bukan, padahal mereka belum pernah ketemu.
“Kapan-kapan mainlah kerumah, ajak Ara pasti dia senang” ucap Valencia
Ara, memang jarang bermain bersama teman-teman. Setiap pulang sekolah ia akan langsung pulang kerumah dan bermain bersama pengasuhnya.Mommy nya tak pernah pulang untuk sekedar melihatnya. Entah sejak kapan, mendengar cerita Aleysa membuat Valencia marah. Bagaimana bisa seorang ibu meninggalkan anaknya dengan pengasuh bahkan menyapanya saja tidak pernah.
Tak terasa hari sudah sore, kini mereka semua bersiap untuk pulang. Ara yang masih ingin bermain bersama kedua anak kembar itu merengek ingin main kerumah kembar, tapi karena daddnya membujuk untuk makan es krim di restoran membuat Ara tak lagi merengek, ia meminta sang daddy menggendongnya.
Sesampainya didepan kantor, Cortie dan Ardio berpisah, mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Tanpa mereka sadari, seseorang mengumpat kesal karena hampir ketahuan.
“Sial, kenapa mas Ardio bisa bersama Cortie. Kalau begitu aku harus berhati-hati lagi.” ucapnya dan segera pergi dari persembunyiannya.
Dimansion Cortie,mereka kedatangan tamu tak diundang, siapa lagi kalau bukan Lucia. Ia memerintah Rosse dan Luna untuk membersihkan rumah karena ia akan mengadakan arisan dengan teman-temannya.
“Pel yang bersih, karena teman-temanku akan datang kemari” perintah Lucia.
“Baik” jawab keduanya.
Tak lama datanglah teman-teman arisan Lucia. Ia menyambut baik teman-temannya tak lupa ia menyuruh Rosse dan Luna untuk menyiapkan hidangan mewah untuk teman-temannya.
“Wow,jeng Lucia ternyata kaya melintir ya” ucap Ibu 1
“Hahaha iya jeng” jawabnya malu-malu.
“Jeng, anak sama istri kamu mana kok nggak kelihatan ?” tanya ibu 2
“ suami sama anak aku lagi diluar negeri” jawabnya angkuh.
“wauw, makin banyak duit ini” ledek ibu 3
“Hahaha”
__ADS_1
Tawa mereka menggema, Rosse dan Luna kelelahan. Mereka berdua tertidur ditangga karena membersihkan rumah dari mereka pulang sekolah. Mereka juga belum ada makan apapun dan hanya minum itupu hanya setengah cangkir kecil dibagi berdua. Karena Lucia tak mengijinkan mereka makan dan minum apapun dimansion itu.
Maid lainnya tak diijinkan Lucia untuk menginjak Mansion utama, jadilah tak ada yang membantu kedua anak itu.
Tak lama mobil yang dikendarai Cortie memasuki kawasan mansion. Valencia yang melihat banyak mobil parkir dihalaman mansion menjadi heran. Apa dirumah ada tamu ?
“Mas, apa kita kedatangan tamu ?” tanyanya heran
“Mas juga nggak tahu sayang” jawabnya juga bingung.
“Kemana satpam dimansion ini ?”
Itulah yang dipikirkan oleh keduanya,Claire dan Clark turun setelah dibukakan pintu oleh maminya.
“Hati-hati sayang” tegur Valencia.
“Ciap Mami” jawab keduanya, berjalan sambil bergandengan tangan. Keduanya tak sabar ingin bertemu dengan Rosse dan juga Luna.
“Itu seperti suara tante Lucia “ ucap Valencia.
Mereka pun masuk dan...
“APA-APAAN INI, SIAPA YANG MENGIJINKAN KALIAN BERPESTA DI MANSIONKU !!!” bentak Cortie
“Cortie kamu apa-apaan sih “ ucap Lucia pelan, sungguh ia malu terhadap teman sosialitanya.
“TANTE YANG APA-APAAN, INI MANSIONKU BUKAN PUNYA TANTE. SADAR DIRI KENAPA HAH ?”
“Ini juga mansion tante suka-suka dong” ucapnya tak terima.
“PERGI KALIAN SEMUA,”
“nggak bisa gitu dong, tante sudah bagus-bagus berkumpul kamu larang”
“INI MANSIONKU BUKAN MANSION MU, KAMU HANYALAH ORANG ASING YANG DI TAMPUNG KAKEKKU. PERGI”
“sialan !!!” ucap Tante Lucia
Cortie menarik kuat tangan Lucia, ia tak perduli dengan kesakitan yang ia mau wanita itu pergi dan tidak membuat kekacauan lagi. Melihat Lucia ditarik paksa oleh Cortie membuat ibu-ibu sosialitas bergegas pergi, karena takut di KDRT hehe.
Teriakan tak terima Lucia masih terdengar, Valen heran melihat Lucia yang selalu semena-mena nya dan ia juga heran kemana perginya para maid.
“MAMI !!!!”
Terdengar suara kembar yang berteriak memanggilnya, Valencia bergegas mencari anak kembarnya. Namun, mata nya melotot meliat keadaan Rosse dan Luna yang terbaring lemas di anak tangga.
“ROSSE LUNAAAA” teriaknya.
“Apa yang terjadi dengan kalian, nak ?” ucapnya seraya membangunkan kedua anak itu.
“Sayang apa yang terjadi ?” tanya Cortie panik.
Belum juga turun emosinya ditambah lagi ia melihat kedua anak perempuan tertua terbaring lemas dengan bibir yang pucat.
“Aku nggak tahu mas, badan keduanya sangat panas hiks..hikss”
“Sayang dengar mas, tolong hubungi dokter Anne” titahnya.
Ia akan mengangkat satu persatu tubuh kedua anak itu. Tak lupa sikembar mengikuti papinya dari belakang. Sedangkan Valencia menghubungi dokter Anne.
Selang beberapa menit....
“bagaimana keadaan anak-anak saya, dok ?” tanya Valencia panik plus khawatir
“keduanya mengalami dehidrasi. Dimana kondisi saat cairan tubuh yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan cairan tubuh yang keluar.”
“Apa keduanya bekerja keras dan lupa makan dan minum ? salah satu dari mereka memiliki penyakit maagkronis” jelas Dokter Anne.
“diantara mereka berdua siapa dok ?” tanya Cortie sedangkan Valencia menangis memeluk tubuh keduanya.
“Nona Luna, tuan” jawab Dokter Anne.
“Maagkronis merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika lapisan lambung menjadi meradang dalam jangka waktu yang lama. Maag memang tidak berbahaya namun jika maag berubah menjadi maag kronis maka dapat menimbulkan komplikasi hingga mengancam nyawa.”
“Cara mengatasi Maag Kronis pertama, cobalah untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu yang mungkin menyebabkan gejala. Pemicunya itu seperti makanan pedas, kafein, alkohol, dan merokok”
“Kedua, makan perlahan dan kunyah makanan dengan saksama. Hindari makanan berlemak atau berminyak, karena dapat memperburuk lapisan perut.”
“Yang terakhir, pastikan Luna untuk banyak berolahraga dan minum banyak air setiap hari. Ini akan membantu Luna dalam menjaga sistem pencernaan Luna agar berfungsi lebih baik.” jelas dokter Anne.
“baik dok, terima kasih. Nanti bayarannya saya transfer ke rekening dokter”. ucap Cortie dan meminta Maid sulung mengantar Dokter Anne ke depan.
“Mas...” panggil Valencia.
“Ia sayang, ada apa ?” tanyanya
“Apa kita baru saja belajar IPA BIOLOGI dengan Dokter Anne ?” tanya Valencia.
“Mas, mikirnya juga begitu sayang” jawab Cortie
Tak lama mereka berdua tertawa lucu, apa-apaan hari ini. Tanpa mereka dua sadari Claire dan Clark tertidur ditengah Luna dan Rosse. Mungkin karena lelah menunggu.
“Ya ampun mas, lihat lah mereka ?” tegur Valencia.
Cortie melihat anak kembarnya tertawa geli, tampak keduanya menyayangi Rosse dan Luna. Lihatlah keduanya masing-masing memeluk kakak angkat mereka.
“Mas, ayo kita bersih-bersih. Kita dari tadi belum mandi sedangkan kembar tadi diurus sama Maid tengah.”
“Ayolah, mas sudah gatal ini. Sekalian ehem-ehem boleh” goda Cortie
“Ih, mas Cortie mesum...” ledek Valencia.
Keduanya pun keluar dari kamar tamu menuju kamar mereka yang di lantai atas.
__ADS_1
“Berbahagialah kamu Vale, karena besok adalah hari kesedihanmu. Aku akan secepatnya merebut Cortie darimu. Kamu akan mati untuk kedua kalinya Valencia. Aku MEMBENCIMU.”