Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
053.


__ADS_3

Hari minggu pagi, seluruh keluarga bersiap-siap untuk pergi ke Mauerpark Berlin mereka tidak jadi pergi ke Grunewald Forest lantaran cuaca yang tak mendukung.


Anak-anak sempat kecewa lantaran tak jadi pergi piknik, namun Cortie menjanjikan mereka pergi ke Mauerpark Berlin di hari minggu sebagai ganti hari jumat kemarin.


Namun kekecewaan itu terganti dengan senyuman bahagia dari anak-anaknya, karena hari ini mereka mengunjungi Mauerpark taman linier publik di distrik Prenzlauer Berg Berlin atau "Taman Tembok", yang mana mengacu pada statusnya sebagai bekas bagian dari Tembok Berlin dan Jalur Kematiannya. Taman ini terletak di perbatasan distrik Prenzlauer Berg dan Gesundbrunnen bekas Berlin Barat .


Semua orang sudah bersiap dan masuk ke dalam bus yang telah di sewa oleh Papi Egind dan Daddy Archie. Mereka juga mengajak keluarga yang lain untuk join dan bertemu disana. Maka dari itu Papi Egind dan Daddy Archie hanya menyewa 2 bus besar.


Karena perjalanan jauh dan memakan waktu 2 jam anak-anak yang tadinya antusias menjadi loyo karena mereka terkena macet setengah jam. Ada yang merengek hauslah, lapar lah dan banyak lagi hingga, mereka telah sampai di tempat tujuan.


"Loh, anak-anak kok pada loyo ?" tanya Ardio menatap anak-anak yang turun dari bus dengan keadaan tak semangat.


"Biasa, gara-gara macet !" ucapnya Cortie.


"Ayo-ayo kita berkumpul disana !" ajak Mommy Alica yang menggandeng tangan cucu-cucunya, begitu juga dengan Mami Emili.


Mereka semua menuju ke tempat yang sudah ada keluarga Mama Arianna dan keluarga besannya juga, sehingga Cortie sekeluarganya menghampiri mereka.


Mereka bergabung menjadi satu menikmati alunan musik. Saat ini mereka berada dipertunjukan Karaoke Bearpit


Area panggung batu melingkar dengan amfiteater di sekitarnya terletak di lereng bukit tepat di seberang lapangan basket taman. Konon katanya bila akhir Februari 2009 sebuah pertunjukan karaoke informal akan diadakan di sana untuk pertama kalinya. Jika cuaca memungkinkan, "Pertunjukan Karaoke Bearpit" di amfiteater terus berlanjut setiap tahunnya dan sejak saat itu acara reguler tersebut di gelar di taman pada hari Minggu sore dan kemungkinan juga untuk mengunjungi pertunjukan di musim semi hingga akhir musim gugur.


"Biasanya di sini ramai sore, tapi sekarang lihatlah orang-orang pada berkumpul disini," ucap Ardio berbisik di telinga Cortie.


"Namanya juga hari minggu," ucap Cortie.


"Iya sih, hari minggu" timpal Ardio.


"setiap Minggu sore ribuan orang pasti berdatangan. Apa lagi jiika penonton menyukai penyanyinya, mereka akan bernyanyi dan bersorak bersama dan membuat mereka merasa seperti seorang bintang, " ucap Aaron yang memangku baby Roro.


Sedangkan para istri, mereka memilih untuk pergi ke pasar loak


Pasar loak dibuka setiap hari Minggu sejak tahun 2004,Flohmarkt am Mauerpark telah populer di kalangan penduduk lokal dan turis. Sementara pendatang baru di kancah pasar loak Berlin, itu menjadi tempat favorit cepat. Kios-kios longgar memenuhi sisi barat taman dan menawarkan koleksi mode baru dan vintage, piringan hitam, CD, memorabilia dan barang antik GDR, sepeda, dan nicknack lainnya.


Hari sudah semakin siang, mereka mengeluarkan makanan dan minuman yang dibawa dari mansion. Tak lupa juga cemilan untuk anak-anak kecil, agar mereka tidak kelaparan ketika makanan sudah habis.


Semuanya makan siang bersama disana, seperti biasa babysitter yang akan menyuapi anak asuhnya, tidak ada yang berani berkomentar secara langsung karena mereka juga lapar dan ingin makan.


"Makan yang bener," tegur babysitter 2 kepada Baby  Aulia.


Tampaknya apa yang dilakukan babysitter 2 membuat Mami Emili kesal, bagaimana bisa ia menyuapi anak berusia 2 tahun seperti menyuapi orang dewasa.


"Kamu terlalu kasar !" tegur babysitter 5. Ia tidak menyukai sikap kasar rekannya kepada baby Aulia tampak sekali jika anak itu ingin menangis.


"Apaansih, Cin!" ucapnya tak suka apalagi semua orang menatap dirinya.


"Aulia sini biar kakak suapin ya," ucap babysitter 5 kepada Baby Aulia.


Baby Aulia segera duduk di samping babysitter 5, bersama Baby Aurora yang masih disuapi oleh Cintia.


Tak lupa Cintia juga menyuapi Baby Aulia terlihat jika bayi itu sangat kelaparan. Valencia dan Cortie melihat itu, mereka sepakat untuk menggantikan babysitter baru. Karena mendengar cerita Mami Emili dan Papi Egind membuat Valencia tak terima apalagi mereka juga melihat ada bekas biru di badan salah satu anak angkatnya.


"Apa sehabis ini kita pulang saja ya " ucap Cortie tiba-tiba.


"Kenapa, Cort ?" tanya Ardio.


"Udah nggak nyaman disini, anak-anak juga udah teler" tunjuknya kepada anak-anak yang kini tengah rebahan di karpet bulu yang sudah dilapisi tikar dibawahnya.


"Teriknya buat udara panas banget ?" ucapnya.


"Ayolah kita berkemas untuk pulang," ajak Daddy Archie.


Semuanya pun bergegas membereskan barang-barang mereka tak lupa para bayi yang tertidur mereka gendong.


Karena terburu-buru mereka tidak sempat mengecek siapa saja yang sudah ada di dalam bus.


Anak-anak yang tertidur, terpaksa di pangku oleh orang tua. Tak lama bus berjalan meninggalkan tempat Manuerpark Berlin. Selama dalam perjalanan pulang mereka semua tidur karena kelelahan.


Begitu juga dengan keluarga Dokter Nic dan keluarga besannya yang pergi menggunakan mobil pribadi mereka memilih disupir jadi mereka bisa tidur selama perjalanan pulang, apalagi sekarang mereka terkena macet.


*


*


*


"Fotoin gue dulu dong," pintanya.

__ADS_1


"Iya sebentar !!"


"Jangan lama, mumpung kita berada di sini" ucapnya kepada rekan kerjanya.


"Iya sabar dong, ini juga udah mulai mau fotoin kamu !!" teriaknya kesal.


Kedua orang itu saling memfoto satu sama lain,hingga mereka berempat berselfie ria sebelum menghampiri keluarga majikannya.


"Eh, selfie-selfie dulu !" ajak Zulfa.


"Hayuk-hayuk " ucapnya mereka heboh.


Cekrek .. cekrekk..


"Uh, candid banget sih ini"


"Iya gemes banget sumpah haha!!"


"Lagi-lagi, puas-puas dong. Pulang juga sore banget kita jadi aman !!"


Setelah puas berfoto mereka berempat jalan ke pasar loak untuk membeli banyak barang di sana.


"Wow, ini bagus loh !!" ucapnya kepada rekannya.


"Serius ?!"


"Iya coba kalian bertiga lihat ini,"


" Serius kan ?!"


"Iya serius, ayo kita beli jadi couplean !!"


"Ayo beli,"


Ketika hari sudah menjelang sore, keempat orang itu kembali ketempat dimana majikannya berkumpul.


Mereka belum sadar jika majikannya sudah pulang, dengan langkah riang nan gembira mereka berempat ketawa-ketiwi sambil menggoda pria yang mereka lewati.


"Hai, onkel !!"


"Hai, ganteng !!"


HA HA HA HA tawa mereka berempat menggelegar, bahkan salah satu dari mereka sampai terduduk saking lucunya, bahkan gaya mereka seperti anak remaja yang berusia 16 tahun.


Hingga ketika mereka sampai di lokasi dimana majikannya berkumpul, keempatnya tak menemukan majikannya.


"Loh, mereka kemana ?"


"Loh, kok kosong ?"


"Lah, mereka pindah kemana ?"


"Kok kita nggak dikabari,"


"Aduh, coba tanya orang disana ayo!!" ajaknya kepada ketiga rekannya.


Sedangkan dimansion, Valencia tengah mengomel karena tidak menemukan keberadaan keempat babysitter anak-anaknya.


"Kemana sih mereka ?!"  omelnya kesal.


"Pasti tidur lagi !" ucap Mommy Alica yang sama kesalnya, karena mereka sudah dari tadi mencari keempat babysitter itu untuk membantu Cintia memandikan anak-anak.


"Pecat saja, orang begitu tidak akan disiplin dikasih kesempatan bukannya perbaiki malah di rusak kembali !" ucap Daddy Archie yang juga jengkel dengan kelakuan keempat babysitter itu berbeda dengan Cintia yang kemana-mana selalu bersama dengan majikannya.


"Cin, coba kamu telfon rekanmu itu. Tanya mereka dimana ?" titah Cortie.


Cintia langsung menghubungi salah satu rekannya, ia mencoba menelfon yang lain tapi sama saja tidak ada yang tersambung.


"Nggak ada jawabannya, tua !" ucap Cintia.


"Aduh, bagaimana ini ? Kemana mereka berempat pergi !!" ucapnya dalam hati.


"Ini sudah jam makan malam, sebaiknya kita makan terlebih dahulu" ajak Mami Emili.


Sedangkan ditempat lain :


" Terpaksa naik angkutan, hih !!" ucapnya kesal.

__ADS_1


"Mana ponselku mati juga," ucapnya kesal.


"Aku juga"


"Aku juga"


"Iya sama,"


Sudah dua jam mereka berada di angkutan karena mereka harus mengikuti rute bus tersebut. Terpaksa harus naik angkutan yang memutar, sudah tiga jam lamanya mereka berada di angkutan tersebut sehingga tepat jam 9:30 mereka berempat tiba di depan gerbang mansion majikannya.


"Huh, akhirnya sampai juga"


"Iya, aku pusing naik angkutan "


"Huekkk huekkk, huu mama aku nggak kuat !!"


"Ayo kita masuk,"


Ketika mereka hendak membuka gerbang, Satpam yang tidak tahu juga akan ada orang yang masuk ke dalam mengunci gerbang secara otomatis kemudian pergi kekamarnya yang berada disamping pos satpam.


"Loh, kok nggak kebuka !!" ucapnya sambil menggeser alat yang biasa mereka buka ketika ingin masuk kedalam mansion.


"Masa sih, coba aku !"


Tetap saja mereka tidak bisa membukanya, mereka juga mengedor-gedorkan gerbang tersebut, namun tak ada hasilnya.


"Apa kita akan tidur di depan gerbang ?"


"Aku nggak mau !!"


"Ya terus kita harus bagaimana ?"


"Tidurlah hayuk, aku capek dan ngantuk "


Mau tak mau mereka tidur duduk menyandar pintu gerbang. Hingga keesokan harinya, satpam kompleks terkejut melihat keempat perempuan tidur di depan mansion orang kaya raya. Ingin membangunkan namun, takut dikira ia akan melakukan hal-hal yang tidak baik.


Maka dari itu ia menelpon pemilik mansion tersebut dan mengatakan jika ada empat orang wanita tertidur di depan gerbang mansion.


1,5 jam kemudian,


"Udah tau dimana letak kesalahan kalian ?" tanya Cortie kepada mereka berempat.


Keempatnya hanya menunduk tanpa tahu ingin menjawab apa lagi.


"Kenapa diam saja !!! Buka mulut kalian !! Ngomong !!" bentak Cortie.


Ia paling tidak suka dengan orang yang diam, untunglah anak-anak sedang bermain di ruang bermain bersama Cintia dan juga maid bungsu 2.


Jika mendengar bentakan dari suara Cortie mungkin mereka menangis ketakutan.


"Maafkan kami tuan,"


"Kami salah,"


"Ampuni kami, jangan pecat kami"


"Kami akan lebih rajin lagi,"


"Kalian selalu membuat kesalahan,dua hari kemarin Baby Ettha kepalanya bocor ulah kalian, kemarin juga kalian buat anak saya Aulia terjatuh dari kursi, dan sekarang kalian ikut ke mauerpark malah kalian asyik sendiri, nggak ada dari kalian yang bantuin Cintia !!"


"Kalian itu jalan sambil kerja, bukan jalan-jalan doang !!"


"Mikir dong !! Kami mengajak kalian pergi biar nggak stress, ini bukan kalian yang stress tapi kamis semua dibuat stress !" Omel Cortie panjang lebar.


"Sudahlah, kembali bekerja ! Kalian saya hukum selama dua bulan mengasuh anak-anak saya tanpa bantuan Cintia !" titahnya.


"Loh nggak bisa gitu dong, tuan !!"


"Cintia kan juga babysitter anak-anak masa kami yang kerja !"


"Iya tuan,"


"Terima nggak terima kalian harus lakuin apa yang diperintahkan oleh anak saya, jika kalian tidak mau silahkan tinggalkan mansion ini!" Sela Daddy Archie.


"Lebih baik begitu, tinggalkan mansion ini !" Timpal Papi Egind.


Mau tak mau mereka berempat mengiyakan perintah tuannya dan mereka langsung mengerjakan apa yang diperintah majikan mereka.

__ADS_1


Walau hati mereka berat karena Cintia lepas kerja selama dua bulan.


__ADS_2