
Tepat tengah malam, Valencia dan Cortie terbangun lebih tepatnya Valencia terbangun karena lapar dan ia membangunkan suaminya untuk mencari makan karena perutnya sudah berbunyi.
"Mas, aku lapar !" ucap Valencia memegang perutnya yang barusan berbunyi sangat keras.
"Hm, coba kita lihat di dapur apa ada sisa makan malam !" ajaknya menggandeng tangan sang istri.
"Iya mas, ayo !"
Keduanya pun pergi keluar kamar menuju dapur yang terletak di lantai satu. Mereka menuruni tangga dengan sangat hati-hati, bahkan keduanya tidak menggunakan alas kaki.
Setelah sampai di ujung anak tangga, Cortie merasa bulu kuduknya sedikit meremang udara malam ini sangat dingin apalagi hujan yang turun sangat deras membuat suasana di mansion sedikit menyeramkan.
"Yang, badan mas merasa sedikit meremang" ucapnya sambil menggosok-gosok pelan tekuk lehernya.
"Apaan sih, mas cuma angin malam doang !" ucap Valencia pelan padahal ia juga menahan rasa takutnya.
"Hish, tapi beneran sayang ! Lihat nih bulu-bulu tangan mas berdiri !" ucapnya kesal.
"Yaudah, ayo jalan mas !"
Keduanya jalan dengan sangat pelan, Valencia memeluk erat lengan suaminya. Begitu juga sebaliknya,Cortie memeluk pinggang istrinya.
"Mas dikit lagi kita sampai di dapur," ucap Valencia pelan.
"Iya sayang, sebentar lagi !" ucapnya tak kalah pelan.
Sampailah mereka di ruang dapur, Valencia mencari-cari saklar lampu dapur.
Click !!!
Valencia menemukan saklar lampu dan segera menyalakannya. Ketika Valencia membalikan badannya betapa terkejutnya ia melihat sosok manusia yang bersandar dinding pembatas ruang makan dan ruang dapur melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"ASTAGA NAGA, KUNAIKI DELMAN PAK TUA !!" teriak Valencia dan membuat Cortie yang tengah jongkok membuka lemari es berdiri secara tiba-tiba sehingga kepalanya terantuk pintu kulkas.
BUGH !!!
"Ahh," ringis Cortie karena toples tupperware terjatuh menimpa kepalanya.
"Mas,!" teriak Valencia ketika mendengar suara barang jatuh.
Valencia berlari menghampiri suaminya begitu juga dengan sosok yang menatap Valencia dan Cortie ketika mereka berjalan mengendap-ngendap melewati pintu kamar tamu.
"Mas, nggak apa-apa ?" tanya Valencia.
"Shhh, sakit kepala mas ! Sudah terantuk ketimpa toples tupperware mami, juga !" ucapnya kesal.
"Ya lagian kalian berdua kenapa jalan mengendap-ngendap gitu !" tegur sosok itu.
Mendengar suara lain, Cortie menoleh dan melihat mertuanya bersedekap dada melotot melihat dirinya yang mengomel.
"Pa.. papi " cicit Cortie.
"Kalian berdua itu kenapa ? Tengah malam seperti maling !!" ucap-nya kepada anak dan menantunya.
Kini mereka bertiga duduk di kursi mini yang ada di dapur.
"Lapar papi !!"rengek Valencia.
"Halah, tadi kemana aja kalian berdua !" ucapnya sinis.
"Lagi buat cucu baru," celetuk Cortie dan membuat Papi Egind tersedak saat minum air putih dingin.
Uhuk … uhuk…
"Menantu kurang duit !!" ucap Papi Egind kesal.
"Eh… eh Pi, ulang-ulang !!" ucap Cortie tak terima dikatain menantu kurang duit.
"Maumu apa ?" tanya Papi Egind.
"Mau makan pi, lapar !!!" rengek Cortie yang dari tadi tidak makan karena mertuanya ini selalu mengajaknya mengobrol.
"Yaudah makan, " ucap Papi Egind tanpa merasa bersalah.
"Ck !!"
Mereka bertiga pun makan dengan tenang, rupanya Papi Egind juga lapar sehingga ia mengambil sisa makanan yang dimasak oleh anaknya di kuali.
"Loh, papi pake kuali makannya ?" tanya Cortie tak percaya
"Lah emang kenapa ? Papi makan langsung dari kuali ?" tanya Valencia heran.
"Ya aneh, yang. Masa makan langsung dari kuali ?" tanyanya heran.
"Ya suka-suka papi dong !" seru Papi Egind.
"Hissh, memang ya !" dumel Cortie.
"Udah makan lagi !!" tegur Valencia jengah.
Ketiganya makan dengan tenang, setelah selesai makan dan minum Papi Egind pergi meninggalkan kedua orang tersebut. Baginya karena sudah kenyang, ia bisa tidur dengan nyenyak.
Tak lama kedua pasangan suami istri itu telah selesai makan, Valencia meletakan bekas piring,gelas dan kuali yang ia pakai ke dalam wastafel. Kemudian, kedua pasangan suami istri itu kembali ke kamarnya, untuk melanjutkan mimpi indah mereka berdua .
Pagi harinya terlihat Valencia dan Cortie datang paling akhir dari yang lainnya untuk sarapan bersama. Mereka berdua tanpa rasa bersalah duduk di samping Claire yang memandang mami-nya dengan penuh selidik.
"Ada apa, sayang ?" tanya Cortie kepada anaknya yang melihat istrinya sedemikian rupa.
"Papi sama mami, mau buat adik lagi ?" tanyanya to the point.
"Ha ?! Siapa yang bilang ?" tanya Valencia kaget ia sampai tak jadi menyendok nasi untuk suaminya karena mendengar ucapan Claire.
"bibi Zulfa, " jawabnya santai.
Semua orang menatap Zulfa dengan tatapan yang membuat Zulfa meringis.
"Kamu ngomong apa sama anak saya ?" tanya Valencia curiga.
"Ah, nggak ada apa-apa nyonya !" ringisnya.
"Awas ya kalo kamu ngajarin anak saya yang tidak-tidak, saya pecat kamu !!" ucap Valencia tegas.
"Ba..baik nyonya !" ucapnya takut.
"Sial !" ucap orang itu.
Setelah selesai sarapan bersama, Cortie dan anak-anak yang lain berangkat menuju tempat masing-masing,Cortie terlebih dahulu mengantar semua anak-anaknya pergi ke sekolah.
Kini di mansion tinggal Valencia dan anak-anak serta baby sitter, sedangkan orang tua Cortie dan Valencia pergi ke mansion putri bungsunya dan berencana akan menginap lama di sana.
"Mami, adik Aulola badannya panas sekali !" aduh Baby Richard kepada Valencia
Mendengar itu Valencia mendekati Aurora, benar badannya sangat panas. Valencia meminta tolong baby sitter 2 untuk menelpon adik iparnya untuk datang ke rumah .
Satu jam kemudian,
"Maaf kak, aku telat tadi di jalan sangat macet!" ucapnya tak enak.
"Udah nggak papa, Bar. Tolong periksa Aurora ya badannya sangat panas" ucap Valencia cemas.
"Baik kak" ucapnya lalu memeriksa keadaan keponakannya ini.
"Aurora ada makanan yang nggak bisa dia makan kak ?" tanya Bara kepada kakak iparnya.
"Hm setahu kakak nggak ada deh," jawabnya ragu.
"Tapi keadaan Aurora, ia alergian kak! Apa makanan yang dimakan Baby Aurora tadi pagi ?"
"Dia makan telur dadar dan udang crispy dok," ucap babysitter 1.
Bara menganggukan kepalanya, dan ia menyimpulkan bahwa Aurora alergi dengan udang dan telur. anak-anak lebih rentan mengalami alergi karena saluran pencernaan belum matang dan sempurna. Organ tubuh juga masih belum bisa mencerna jenis makanan tertentu dengan baik sehingga terjadi efek samping pada tubuh.
"Perasaan kita nggak ada nghidangi telur sama udang untuk anak-anak," ucap maid sulung.
"Iya betul, untuk anak-anak dan orang dewasa kita pisahkan" timpal maid bungsu 3.
"Bagaimana bisa Baby Aurora alergian, siapa yang menyuapi Baby Aurora tadi ?" tanya maid bungsu 2.
__ADS_1
Degh !!
"Tadi yang nyuapin Baby Aurora itu, Kak Loudry!" ucap babysitter 5.
"Seriusan ?"
"Iya serius, soalnya dia makan sambil suapin Baby Aurora," ucap babysitter 5.
Mendengar itu, maid bungsu 2 mendatangi nyonya nya yang masih melihat Baby Aurora yang terpasang infus di tangan kanannya. Sedangkan Dokter Bara sudah kembali ke rumah sakit, lantaran dirinya ditelpon oleh pihak rumah sakit tempat ia bekerja.
"Nyonya ….." panggil maid bungsu 2 dan langsung membisikan sesuatu ditelinga Valencia.
Valencia mengerutkan alisnya keatas seolah dia bertanya " tahu dari mana ?" begitulah dan maid bungsu 2 melihat kearah babysitter 5 sebagai jawaban.
Valencia beranjak dari ranjang Baby Aurora dan berjalan mendekati babysitter 5 dan maid lainnya.
"Apa benar ?" tanya Valencia kepada babysitter 5.
"Benar nyonya, saya lihat sendiri bila Kak Loudry yang menyuapi baby Aurora sambil makan juga " ucap babysitter 5.
"Baiklah panggilkan dia ke ruang kerja suami saya," ucap Valencia
"Kalian berdua tolong jaga baby Aurora sebentar," ucapnya lagi kepada maid bungsu 2 dan 3.
"Baik nyonya," jawab keduanya.
Valencia keluar dari kamar anaknya dan berjalan ke ruangan kerja suaminya, sambil memberikan pesan singkat kepada suaminya.
30menit kemudian, belum ada tanda-tanda jika babysitter yang dimaksud Valencia datang ke ruangan kerja suaminya. Hal itu justru membuat Valencia kesal sekaligus emosi.
"Kemana babysitter itu, sudah 30 menit aku menunggu !" ucapnya kesal.
1 jam kemudian,
"Ck !! Apa Cintia nggak benar-benar ngasi tahu rekannya ya ?" ucap Valencia mulai meragukan kejujuran babysitter 5.
Hingga tiba-tiba pintu ruang kerja suaminya terbuka dari luar.
Ceklek !!
Terlihat Cortie dan juga babysitter 2 memasuki ruangan tersebut, yang membuat Valencia heran kenapa keduanya masuk bersamaan dan lihat, suaminya sudah berganti pakaian kasual.
"Loh, sayang kamu disini ?" tanya Cortie kaget.
"Kenapa kamu kaget,mas? " tanya Valencia curiga.
"Kamu katanya lagi ikut bibi ke mini market yang ?" tanya Cortie bingung.
"Siapa yang bilang ?" tanya Valencia yang ikutan bingung.
"Dia…!" tunjuk Cortie.
"Kamu bilang apa sama suami saya? Kamu itu saya tungguin sejam lebih disini buat nemuin saya, kenapa kamu baru masuk bersamaan dengan suami saya !!" Bentak Valencia.
"Loh, tunggu-tunggu yang. Maksudnya gimana ? Loudry bilang dia dimintai kamu buat ngurusin mas, terus dia juga bilang kamu suruh mas dan Loudry tunggu di ruang kerja mas ! Mas nggak tahu apa-apa, makanya mas kaget lihat kamu sudah disini !!" ucap Cortie kesal sekaligus bingung.
"Jadi tadi kamu diurusi sama babysitter anak-anak mas ? Dan kamu nggak langsung temui saya ?" tanya Valencia kepada babysitter 2.
Cortie makin bingung dengan situasi sekarang benar apa yang ia katakan kepada istrinya jika babysitter inilah yang mengatakan hal itu kepadanya.
Itu artinya ia sudah melakukan kesalahan besar yang membuat sang istri marah kepadanya.
"Kamu diurusin sama dia kan mas ?" tanya Valencia.
Sungguh jika benar ia sangat kecewa dengan suaminya tanpa bertanya kepadanya terlebih dahulu.
"Be.. benar sayang, mas.. mas nggak tahu" ucapnya gugup.
"Kenapa mas nggak tanya Vale, telfon atau cari tanya sama penghuni lainnya, jangan begini mas !! Vale kecewa sama mas !!" ucap Valencia.
"Dan kamu, kemasi barang-barangmu !! Kamu saya PECAT !!!" teriak Valencia.
Setelah mengatakan itu, Valencia keluar dari ruang kerja suaminya tanpa mengindahkan panggilan suaminya.
"Akhhhh !!!" teriak Cortie lalu ia menatap babysitter 2.
"Kemaskan barang-barangmu dan angkat kakimu dari sini !!!" Bentak Cortie.
"PERGI !!!" teriak Cortie, namun bertepatan dengan pintu terbuka babysitter memeluk tubuh Cortie dengan erat.
Ini kesempatannya untuk membuat semua orang beranggapan jika dirinya dan Cortie memiliki hubungan khusus, apalagi posisi Cortie yang membelakangi pintu dan terlihat jika Cortie seperti membalas pelukan babysitter 2.
"CORTIE APA YANG KAMU LAKUKAN !!!" suara bariton itu membuat Cortie terkejut ia tahu itu adalah suara Daddy Archie, Cortie segera mendorong babysitter 2 dengar keras sehingga babysitter 2 itu terjerembab kelantai kramik.
BUGH !!!
AH !!! Shhh !!!...
"Apa yang kamu lakukan !!" teriak Cortie kepada babysitter 2.
"Kamu yang apa-apaan Cortie, kamu menyakiti menantuku dengan berselingkuh dengan babysitter anak-anak ?!" bentak Daddy Archie.
"Dad, ini nggak seperti yang daddy lihat !! Percaya dengan Cortie, Cortie nggak mungkin ngelakuin itu semua dad !!" belanya.
"Tapi ini yang daddy lihat !!"
"Dan kamu, kemasi barangmu dan angkat kaki dari mansion ini !!! PERGI !!" teriak Daddy Archie.
"Tapi saya menyukai tuan Cortie dan saya hamil anaknya !!" teriak babysitter 2 membuat Daddy Archie dan Cortie terkejut.
Cortie yang mendengar tuduhan babysitter 2 semakin emosi, tanpa kata ia menelpon polisi untuk datang ke rumahnya tak lupa ia menghubungi Dokter Anna untuk datang kerumahnya dan membawa rekannya yang seorang dokter kandungan.
Mendengar itu membuat babysitter 2 ketakutan, ia memohon kepada Cortie agar tidak memanggi ketiga orang itu. Babysitter 2 berusaha untuk pergi dari sana dan akan membereskan barang-barangnya. Namun, itu tak membuat Cortie melepaskannya, jika benar ia yang menghamili babysitter anak-anaknya maka ia akan membuktikan sendiri dia yang berbuat apa dia yang dituduh.
Daddy Archie menyetujui apa yang anaknya lakukan, kali ini ia akan menuntas semua permasalahan ini namun, bukan berarti ia memaafkan putranya yang telah menyakiti hati menantunya.
"Pengawal !!!" teriak Daddy Archie yang kebetulan kedua pengawal itu sedang ikut bersama Daddy Archie yang kembali ke mansion untuk mengambil barang istrinya yang tertinggal.
Namun, ketika kembali ia malah mendapati menantunya yang menangis keluar dari ruang kerja putranya karena penasaran Daddy Archie ingin mengetahui apa yang terjadi dan ketika membuka pintu, ia melihat putranya dan babysitter anak-anak sedang berpelukan.
Hal itulah yang membuat Daddy Archie emosi dan membentak putranya, dan apa ini babysitter itu mengatakan hamil anak putranya. Tanpa mereka sadari bila Valencia mendengar obrolan mereka, ia kembali untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Namun, kabar buruk yang ia dengar membuatnya kecewa berat dengan suaminya itu.
"Eh, nyonya ada disini !" tegur maid sulung mengejutkan mereka semua disana.
Ketiganya menoleh ke arah Valencia yang berdiri di ambang pintu.
"Sayang…" ucap Cortie.
"Diam disana !!" ucap Valencia dingin.
"Maaf menyela tuan, nyonya. didepan ada dua dokter wanita dan beberapa polisi" ucap maid sulung.
Valencia mengerutkan dahinya, dia nggak salah dengarkan dengan perkataan maidnya ini. Siapa yang memanggil polisi dan dua dokter ?pikirnya.
"Ayo kita segera kesana!" ajak Daddy Archie.
Kedua pengawal memegang kuat babysitter tersebut dan tak membiarkan babysitter itu bebas berjalan. Semuanya pergi ke lantai bawah,ternyata disana semua orang telah berkumpul.
"Selamat sore Dokter Anna dan Dokter Vloe" sapa Daddy Archie dan lainnya.
"Selamat sore pak polisi " sapa Daddy Archie kepada ketiga polisi itu.
"Silahkan duduk," titah Daddy Archie.
"Langsung saja dok, tolong untuk periksa babysitter kami ini katanya dia sedang hamil !" ucap Daddy Archie seperti biasa.
"Baik tuan," ucap keduanya dan mengajak babysitter itu ke kamar tamu untuk diperiksa.
"Vale ikut," ucapnya dingin.
Keempat orang itu pergi ke kamar tamu diikuti oleh kedua pengawal yang sedari awal diperintahkan untuk menjaga baby sitter agar tidak lolos. Baby sitter itu memberontak karena ia tidak ingin diperiksa oleh Dokter Vloe.
Di ruang tamu, Cortie dan ketiga polisi itu sedang mengobrol santai sedangkan anak-anak di minta untuk bermain di ruang bermain yang ditemani oleh babysitternya masing-masing. Untuk anak-anak yang lain mereka pergi ke ruang makan untuk makan sore karena mereka baru pulang dari ekstrakulikuler..
Di dalam kamar tamu, Valencia mengunci pintu kamar dan meminta Dokter Anna segera memeriksa keadaan babysitter 2, kemudian Dokter Vloe meminta babysitter 2 untuk test kehamilan menggunakan testpack.
"Ini testpacknya, disana ada cara penggunaannya. Setelah itu bawah benda pipih itu kemari !" ucap Dokter Vloe.
__ADS_1
"Ba..baik," ucapnya sebenarnya ia enggan untuk menerima test pack tersebut. Tapi ketika melihat tatapan Valencia yang datar dan dingin itu membuat nyalinya menciut.
Ketika babysitter akan masuk ke dalam toilet, Valencia lebih dulu mengatakan akan menemaninya di dalam, hal itu membuat babysitter 2 itu menolak dan meminta akan melakukannya sendiri.
"Kita tunggu saja, nyonya !" ucap Dokter Anna yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.
25 menit kemudian, babysitter keluar dengan perasaan takut dan gugup. Selama itu ia berada di toilet untuk memikirkan bagaimana caranya ia kabur dari sana.
"Lama sekali kamu, orang test urine nggak sampe setengah jam ya. Buat pake test pack juga 10 menit udah cukup !!" ucap Valencia kesal.
"Sabar nyonya," ucap Dokter Vloe takut. Karena ini pertama kalinya ia melihat Nyonya Valencia marah besar.
"Mana testpacknya !" pinta Valencia tanpa menjawab ucapan Dokter Vloe menadahkan tangan kanannya meminta testpack pada babysitter 2.
Babysitter 2 itu takut memberikan testpack tersebut hingga membuat Valencia merebut testpack tersebut dari tangan babysitter 2 dan langsung melihat hasilnya.
Degh !!!
Degh !!!
Deghh !!!
Jantung babysitter 2 berdegup kencang, dirinya bergemetar hebat, keringat dingin mengalir deras melewati pelipisnya.
Valencia menatap babysitter anak-anaknya, lalu ia memberikan hasil testpack itu kepada Dokter Vloe dan keluar dari kamar tersebut begitu saja.
Melihat Valencia yang seperti itu, kedua dokter tersebut langsung melihat hasil testpack dan …
"Ini ngomongnya gimana ?" bisik Dokter Vloe kepada Dokter Anna.
"Ya ngomong apa adanya saja," bisiknya balik.
Keduanya menatap babysitter itu dan mengajaknya untuk keluar dari kamar tamu menghampiri mereka yang ada diruang tamu.
Pintu terbuka, kedua pengawal itu langsung memegang kedua tangan babysitter 2. Membuat babysitter 2 itu kesal kembali, lantaran dirinya seperti maling yang tertangkap basah.
"Permisi tuan," ucap Dokter Vloe.
Semua orang menoleh kearah dua dokter itu taklupa ketiga orang yang ada dibelakangnya, Cortie tak melihat istrinya diantara mereka.
"Langsung saja!" titah Daddy Archie.
"Baik tuan,"
"Jadi hasilnya negatif dan nona ini tidak hamil sama sekali" jelas Dokter Vloe.
Mendengar perkataan Dokter Vloe, Daddy Archie bisa bernafas lega ia menepuk pundak anaknya. Bahkan amarah yang ia pendam tadi sirna ketika hasilnya negatif dan itu artinya putranya Cortie tidak menghamili babysitter cucu-cucunya.
Cortie juga bernafas lega, akhirnya dirinya membuktikan bahwa ia tak ada main serong dengan babysitter anak-anaknya dan kali ini iya akan meminta maaf kepada istrinya karena dengan tanpa sengaja telah menyakiti hati istrinya itu.
Babysitter 2 memohon agar dirinya tidak dijebloskan kepenjara lantaran ia sudah memfitnah majikannya, ia juga memberontak ketika polisi itu hendak memborgolnya.
Ia berteriak meminta maaf karena sudah membuat keluarga ini berantakan, tapi ini semua bukan kemauannya ia juga dijebak oleh salah satu rekannya.
Ia meraung menangisi nasibnya yang diadu domba oleh rekannya sendiri. Memberontak membuat ia semakin tak dipedulikan oleh Cortie dan juga Daddy Archie.
Melihat kepergian babysitter 2 bersama beberapa polisi itu, Cortie bergegas menemui istrinya untuk meminta maaf.
Sedangkan kedua dokter itu pamit untuk kembali ke rumah sakit dan Daddy Archie mengijinkannya, bersamaan juga Daddy Archie dan kedua pengawalnya kembali ke mansion Alice dan Alden.
Ceklek !!
"Kosong, Vale kemana ?" tanyanya dalam hati.
Ia mencari istrinya di kamar mandi tapi tidak ada, lalu ia mencari Valencia di Walk in Closet tetap saja tidak ada. Kemudian ia keluar mencari di kamar anak-anaknya, tetap saja tidak ada.
Ting !!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Cortie, Cortie membaca pesan itu semakin dibuat bingung dan ia kembali ke kamarnya dengan hati yang bimbang dan galau. Ia tak tahu dimana keberadaan istrinya itu. Namun ketika ia membaca pesan yang barusan dikirim itu, ia berusaha untuk terlihat seperti biasa.
"Bagaimana bisa ?!" ucap Cortie kesal.
"Sial !!" ucapnya lagi.
Hingga makan malam pun datang, ia tak melihat istrinya duduk diantara yang lain. Ia juga menatap salah satu dari orang yang dicurigai, berusaha untuk bersikap seperti biasa agar tidak dicurigai oleh orang tersebut.
Ia mengikuti apa yang disampaikan oleh seseorang yang mengirimkan banyak pesan di sore hari.
"Papi, mami mana ?" tanya Clark.
"Mami mungkin sedang dikamar, papi juga belum melihat mami!" ucap Cortie.
"Ada apa dengan nyonya, tuan?" tanya maid tengah.
"Tidak tahu bi, mungkin karena kejadian sore tadi," ucapnya melemas.
Makan pun Cortie tak nafsu, ia hanya makan sedikit saja, setelah selesai makan ia kembali ke ruang kerjanya.
Di Ruang kerja ternyata Cortie tak sendirian, sebelumnya ia mendapat pesan untuk membawa makanan dan minuman ke lantai atas, hal itu membuat semua orang di ruang makan bertanya-tanya, untuk siapa makanan dan minuman itu.
Cortie hanya menjawab dirinya akan makan lagi di ruang kerjanya, dan mereka mengangguk paham dengan apa yang dilakukan Cortie namun tidak dengan satu orang itu.
"Ini makan dan minum, jangan sampai sakit !" ucap Cortie sembari memberikan nampan yang berisikan makanan dan minuman.
"Ya, makasih !"
Cortie berjalan ke arah meja kerjanya, ia mengerjakan pekerjaan yang ia tunda tadi di kantor. Sambil menunggu seseorang itu menghabiskan makanannya.
Beberapa saat kemudian,
"Ekg !" Cegukkan kenyang.
"Uh, kenyang!"ucapnya dan membereskan sisa makanannya.
Orang itu menatap Cortie dengan tatapan mata mengantuk karena kenyang. Cortie yang menyadari dirinya di tatap sedemikian rupa, menoleh ke arah sosok yang baru saja menyelesaikan makanannya.
"Ada apa ?" tanya Cortie.
"Hm, kenyang !"
"Ck ! Cuci tangan dan mulutmu, jangan kebiasaan !" tegur Cortie.
"Iya sabar !" ucapnya ketus.
"Ada apa sebenarnya ini ?" tanya Cortie bingung.
"Coba lihat keluar dulu, ada orang apa nggak ?" tanyanya balik bertanya.
Mendengar itu, mau tak mau Cortie beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang didepan.
Sedangkan orang yang ada di dalam ruangan Cortie masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Ceklek !!
"Kamu kenapa disini ?" tanya Cortie bingung dan kaget melihat wanita itu berada di depan ruang kerjanya.
"Ah, nggak tuan. Tadi saya hendak melihat jendela balkon itu," jawabnya gugup.
"Balkon di ujung sana bukan disini, ini mana ada balkon!" ucap Cortie kesal.
"Ah, maaf tuan !" ucapnya.
Tapi ia masih berdiri di depan ruangan Cortie yang mana membuat Cortie risih dengan keberadaan wanita itu.
"Tunggu apa lagi !!" bentak Cortie,jengah ? Pastilah !! Merusak mata memandang.
"Ba.. baik tuan," ucapnya pergi dari sana dengan hati yang kesal karena tidak bisa mendekati tuannya itu.
Setelah kepergian wanita itu, Cortie mengunci pintu ruangannya dan mengaktifkan peredam kedap suara agar tak terdengar sampai keluar ketika ia dan sosok itu berbicara.
"Bagaimana, perusuhnya sudah pergi dari sana ?" ucap sosok itu.
"Ck ! Udah !" ucapnya kesal.
"Yaudah, sekarang lihat ini!" tunjuknya agar Cortie melihat rekaman CCTV tersembunyi itu.
"Dari kapan ini ?"
"Sebulan lalu," jawabnya.
__ADS_1
Keduanya pun mengamati rekaman CCTV itu sebagai bukti jika wanita itu bergerak lebih dari kejadian sore tadi.