
“Bagaimana papi akan mengatakan kepada mamimu, nak ? keadaanmu seperti ini, maaf jika papi lalai menjaga kalian “ ucap Cortie menyesal.
CEKLEK !
“Bagaimana keadaan, ‘Claire ?” tanya Daddy Archie kepada Cortie.
“Claire kekurangan cairan, sepertinya mereka tidak memberikan Claire makan dan minum,” jawab Cortie tanpa menoleh lawan bicaranya.
“SIALAN !!!” umpat Daddy Archie.
Cortie diam, ia menatap anaknya yang masih memejamkan matanya. Papi Egind membelai wajah cucunya, ia yakin ketika bangun nanti Claire pasti akan menangis.
“Kalian cuma bertiga, ‘Dad ? tanya Cortie yang baru menyadari hanya ketiga orang itu saja yang datang.
“Iya,”
“Ardio dan lainnya ?” tanya Cortie lagi.
“Ardio pulang untuk menemani istrinya melahirkan,” jawab Papi Egind.
“Aleysia melahirkan ?”
“Iya,”
“Ooo,”
‘hanya itu ?” tanya Daddy Archie tak percaya.
“Lalu daddy mau Cortie jingkrat - jingkrat seperti apa ?” bukannya menjawab, Cortie malah memberikan pertanyaan balik kepada Daddy Archie.
Papi Egind dan Asisten Aaron hanya bisa menggelengkan kepalanya. Asisten Aaron berjalan ke sofa untuk merebahkan dirinya, sungguh ia sampai melupakan istrinya yang berada di apartemen, apalagi istrinya sedang hamil muda. Rasanya ia ingin pulang menemui istrinya Millie.
Tring !
+498........................
“mas, aku menginap di mansion Nyonya Valencia,”
“Nyonya menyuruhku untuk datang dan aku sudah dijemput oleh anak buah Tuan Besar”.
Begitulah kira - kira pesan dari sang istri, Asisten Aaron meminta sang istrinya untuk mengirim foto buka ia tak percaya hanya saja ia ingin tahu seperti apa orang yang menjemput sang istri, ketika Millie mengirimkan foto tersebut, Asisten Aaron bernapas lega.
Daddy Archie, Papi Eginda dan Cortie berjalan ke sofa yang ada di ruangan itu. Mereka berempat asyik sendiri, ada yang menonton berita, ada yang bermain ponsel, ada yang menutup mata saking lelah dan ada yang membaca berita online di ponselnya.
“Ron, istrimu dijemput anak buah Daddy karena istriku memintanya untuk menginap di mansion,” ucap Cortie memberitahukan kepada Asisten Aaron.
“Baik tuan, istri saya sudah memberitahukan kepada saya tentang hal itu,” jawab Asisten Aaron.
“Oh, baguslah” jawab Cortie.
“HUHUHU “
“Eh seperti ada yang menangis ?” tanya Cortie.
“Nggak ada yang menangis,” ucap Papi Egind.
__ADS_1
Karena memang tidak ada yang menangis, namun tiba - tiba tangisan itu kembali terdengar yang membuat keempat orang itu merinding.
“Apa di sini ada hantu ?” tanya Daddy Archie takut.
“Daddy, ini rumah sakit pasti ada mayatnya kalau ada mayat ada setannya !” protes Cortie.
“Tapi suaranya mirip suara anak kecil !” seru Asisten Aaron
HUWAAAAAAAAAAAAA !!!
Mereka semua menoleh kearah ranjang, terlihat Claire yang menangis keras semuanya terkejut dan berlari menghampiri Claire.
“Sayang ada apa ?” tanya Cortie pelan.
“Cakit hiks !!!” teriak Claire.
“Ini untuk sementara sayang, besok sudah dilepas kok!” bujuk Daddy Archie.
“Iya besok sudah dilepas, jadi sekarang Claire tidur lagi ya. Sudah malam banget ini,” bujuk Papi Egind.
“Papi tidul di samping Klaile ya. Klaile takut sama tante milip mami hiks,”
“Iya sayang,”
Cortie mengambil posisi rebahan disamping Claire dan memeluk anaknya sedangkan Daddy Archie dan Papi Egind kembali ke sofa, Asisten Aaron pergi ke kamar mandi untuk membuang hajatannya.
Sedangkan ditempat lain, Ardio datang ke rumah sakit setelah istrinya melahirkan bayi tampan foto kopi dirinya sewaktu kecil. Kedua orang tua Ardio juga ada disana mereka tengah melihat bayi mungil tanpa nama itu.
“Siapa nama cucu mama, ‘Ar ?” tanya Mama Alia.
“MANFRED GILBERNT “ ucapnya.
“artinya kuat dan tangkas,” lanjutnya.
“Wah, Welcome world baby Fre,” celetuk Mama Alia.
Lihatlah, mamanya itu sangat bahagia melihat cucu laki - laki, begitu juga ketika Ara lahir mamanya lah yang sangat exicited mengetahui ia memiliki cucu. Sedangkan Papa Amran hanya menggelengkan kepala melihat aksi istrinya.
Alesya tersenyum meliat mertuanya yang sangat exicited melihat cucu laki - lakinya, ia bersyukur kedua orang tua suaminya sangat menerimanya dengan tangan terbuka walau mereka tahu dirinya adalah mantan babysitter cucu perempuannya.
Tapi keduanya malah disambut antusias ketika Ardio mengenalkan dirinya kepada kedua orang tuanya. Bahagia itulah yang dirasakan Alesyia di hidupnya.
Keesokan paginya, ruang rawat inap Alesya penuh dengan manusia. Ara yang merengek ingin melihat adiknya sampai tak mau sekolah, Ardio meminta ijin kepada wali kelas anaknya untuk hari ini anaknya akan ijin.
“Wah adek Ala comel sekali !” pujinya.
“Adek Klalk juga comel !” ucap Clark tak mau kalah.
“Adek Clalk montok bukan comel,” protes Ara.
“Comel !”
“Montok !”
“Comel !!!” teriak Clark.
__ADS_1
“Ara ,” tegur Ardio.
“Iya Daddy,” jawabnya pelan.
Kini semua orang sibuk memandangi bayi mungil itu, terlihat ia sangat suka di datangi keluarga orang tuanya. Senyuman yang sangat persis dengan Bundanya Alesya, wajah yang sebelas dua belas dengan sang Daddy.
“Baby Ple,” ucap Clark.
“Baby Ple, kakak Klalk pulang dulu,” pamitnya.
Mami Emili mengajak besannya serta anak cucunya untuk pulang ke mansion karena hari mulai siang, Baby Icad dan Clark tak boleh terlalu lama di rumah sakit karena imun mereka belum kebal.
Ketika mereka melewati lorong menuju lift, kebetulan Cortie keluar dari salah satu ruang rawat inap. Valencia yang melihat suaminya langsung memanggil.
“Mas !!!” panggil Valencia.
Sedangkan Cortie langsung berbalik, ia terkejut melihat istrinya ada di rumah sakit ini. Sedangkan mereka baru saja sampai ke rumah sakit dan Daddy Archie serta Papi Egind masih ada di ruang rawat Claire.
“Mas, ngapain keluar dari ruangan ini ? siapa yang sakit ? Dimana Claire ?” tanya beruntun Valencia.
“Iya nak, Daddy dan Papi kamu mana ?” tanya Mommy Alica.
Belum sempat menjawab pertanyaan Valencia dan Mommynya, Papi Egind keluar karena mendengar keributan diluar.
“Cort, ada apa ? bukannya kamu mau mengurus administrasi Claire ?” tanyanya bingung, Papi Egind belum menyadari keberadaan istri dan anaknya serta besannya.
“Papi,” panggil Mami Emili.
Sontak Papi Egind menoleh ke sumber suara betapa terkejutnya ia melihat istrinya ada di rumah sakit ini. Sedangkan Valencia menerobos masuk, ia syok mendengar nama Claire disebut oleh papinya.
“Loh sudah balik lagi ?” tanya Daddy Archie tanpa menoleh.
“Claire !!” pekik Valencia yang mana membuat Daddy Archie tersentak kaget. Ketika melihat ke depan ia melihat istrinya juga ada disana yang mentapnya dengan sangat tajam.
“Kamu hutang penjelasan padaku !!!” begitulah arti tatapan Mommy Alica.
Di sinilah mereka berkumpul, ketiga laki - laki itu sedang dihakimi istri mereka masing - masing.
Sedangkan Cortie ia di omelin Valencia sedemikian rupa hingga Valencia menangis merasa suaminya tak mempercayai dirinya. Cortie segera memeluk istrinya dan mengucapkan kata maaf.
Clark menatap jarum yang tertancap di tangan kanan kembarannya bertanya dengan polos, " Klaile, enak endak di tusuk jarum ?"
tentu saja pertanyaannya tak di jawab oleh Claire karena adiknya itu sedang tidur sehabis di beri obat oleh dokter cantik.
“Sekarang bagaimana keadaan cucu kita, ‘Pi ?” tanya Mami Emilli.
“keadaannya sudah membaik, makanya kita bawa pulang kemari dan menjalankan perawatan di sini,” jawab Papi Egind.
“Hoh, syukurlah “ ucap Mami Emili.
Setelah penghakiman itu, Valencia dan lainnya pulang kemansion meninggalkan ketiga pria di sana yang akan menjaga Claire, sedangkan Asisten Aaron ia memilih untuk bertemu istrinya yang masih berada di mansion Cortie.
Di mansion ada Alice dan Bella, mereka diantar oleh suaminya masing - masing dan malam ini mereka akan menginap disana karena lusa, Alice akan mengadakan syukuran atas kehamilannya yang menginjak 7 bulan, sedangkan Bella ia kini tengah hamil 5 bulan dan katanya Bella hamil anak kembar seperti kakaknya dulu.
Bella ke mansion mengajak adik suaminya yang paling bungsu yang masih berumur 11 tahun yang bernama Naumira, ia sangat lengket dengan kakak iparnya dan kalau ada apa - apa pasti larinya ke Bella.
__ADS_1