
“ Kak Vale, Kak Vale !!!” Teriak Alina.
Alina yang baru saja masuk ke mansion langsung mencari Valencia yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Kak Vale ...!!” panggilnya lagi.
“Ada apa, Alina ?, Kenapa kamu berteriak seperti ini ?” tanya Valencia bingung.
“Kak Vale coba cek E-mail !” seru Alina.
“Ada apa ?” tanyanya bingung. Tetap saja ia mengambil ponselnya dan langsung mengecek E-mailnya.
Alina mencondongkan kepalanya untuk melihat Valencia yang sibuk melihat ponselnya.
“ Wah ! Kak Vale LULUS !!!” pekiknya heboh.
“ Yes !!!” teriak Valencia ikutan heboh, keduanya berjoget ala tik - tokkan.
“Kalian kenapa ?” tanya Mommy Ve heran melihat tingkah kedua anak perempuan itu.
Alina dan Valencia yang mendengar suara Mommy Ve mendadak berhenti, kedua lari dan memeluk Mommy Ve dengan erat.
“Ih,kalian berdua kenapa sih ?” tanya Mommy Ve kesal,karena tak mendapat jawaban dari kedua anak itu.
“Mommy, Kak Vale LULUS seleksi jadi sekretaris suaminya !!” seru Alina.
Mommy Ve menatap Valencia untuk meminta jawaban, sedangkan Valencia yang merasa dirinya diliat oleh Mommy Ve, segera menganggukkan kepalanya dan tersenyum sebagai jawabannya.
“Wow ! putri Mommy Amazing !!” pekik Mommy Ve heboh.
Alina dan Valencia tertawa terbahak - bahak, kemudian Mommy Ve mengajak kedua wanita itu untuk memasak makanan siang.
Di sisi lain,
“Apa sudah memberikan pengumuman mengenai seleksi calon sekretaris untukku ?” tanya Cortie.
“Sudah tuan dan kita memilih nona Vania untuk menjadi sekretaris baru, ‘Tuan “ jawab Asisten Aaron.
Mendengar nama Vania, membuat Valencia memicingkan pendengarannya.
“Kamu, memilih sekretaris perempuan ?” tanya Valencia tak terima.
“Kalau iya kenapa ?” sarkas Asisten Aaron.
“Kenapa harus perempuan ?” tanyanya tak senang.
“Apa aku harus meminta saranmu !!” seru Cortie dingin.
“Em, ta .. tapi kan, nanti mereka pasti akan mengoda kamu. Sebagai istri aku tidak terima itu !!” rengeknya.
“Sejak kapan istriku menjadi seorang pengatur ?” sarkas Cortie.
“atau sebenarnya kamu itu sudah melakukan operasi plastik dan sekarang mengaku sebagai istriku ?” sarkasnya lagi yang mana mampu membuat Valencia terdiam.
“apa benar ?” tanyanya penuh selidik.
“A..apa sih mas. Ngaco kamu !!” seru Valencia gugup.
“Kenapa Nyonya Vale gugup ?” timpal Asisten Aaron.
“Ah, nggak kenapa - kenapa “ucapnya gugup.
“Mas, nanti siang makan di luar ya. Aku pengen makan Spätzle,” rengeknya.
Spätzle ??? sejak kapan istrinya suka dengan makanan Spätzle ? makanan ini adalah jenis pasta yang dibuat dari bahan tepung, telur, garam dan air soda. Sedangkan istrinya tak suka makanan ini.
Istrinya sangat menyukai makanan Schnitzel, makanan khas Berlin yang berasal dari Austria. Makanan kelas internasional di Jerman dan memiliki cita rasa yang sangat lezat dan juga teksturnya yang empuk dan renyah.
“Sejak kapan ?” tanya Cortie ambigu.
“Sejak kapan apa si, mas “ ucap Valencia tak mengerti.
“Sejak kapan kamu suka makanan, Spätzle ?” tanya Cortie penuh selidik.
“Loh, itukan makanan favorite aku,’mas “ jawab Valencia.
Hal ini lah yang sangat membuat Cortie curiga dengan sosok perempuan di hadapannya.
“Nyonya Valencia bukannya menyukai makanan internasional, seperti Schnitzel “ ucap Asisten Aaron yang mana membuat Valencia semakin gugup.
“emang nggak boleh merasakan makanan yang lain ?” tanyanya kesal menutupi kebodohannya sendiri.
“terserah kamu saja, tapi aku akan makan siang di mansion” jawab Cortie dingin dan melanjutkan pekerjaannya.
“Loh, sayang .. aku mau kita makan di luar bukan di mansion !!” seru Valencia.
“Kamu sendiri saja, aku sibuk !!” bentak Cortie.
Sungguh, kepalanya rasa ingin pecah. Kedatangan istrinya bukan membaik keadaan malah membuat banyak masalah. Belum lagi proposal perusahaannya bocor ke tangan musuh bisnisnya.
“Aaron, hubungi sekretaris baru untuk masuk besok !!” titahnya.
“Baik bos...,”
“Mas,” protes Valencia.
“Pergilah !!!” usir Cortie.
“Mas, kamu ngusir aku ???” tanyanya tak terima.
“Ya “ jawab Cortie.
Valencia tak percaya jika Cortie tega mengusirnya, apalagi jika Cortie tahu dirinya bukan Valencia yang sebenarnya. “BAHAYA “ ucapnya dalam hati.
Mau tak mau ia pergi meninggalkan Cortie yang dingin dan cuek terhadapnya. Ia akan mengadukan semuanya kepada mami dan papinya.
Valencia mengambil kasar tasnya di atas meja kerja Cortie, tanpa pamit ia meninggalkan ruangan Cortie begitu saja.
“Awasi dia !!!” perintahnya.
Valencia mengendarai mobilnya meninggalkan CC Group, ia akan mengunjungi kedua orang tuanya dan berencana akan menginap di sana. Valencia tak ingin pulang ke mansion, karena kedua orang tua Cortie dan Valencia akan menetap Di Berlin.
Valencia kesal, jika Mami Emili selalu memojoknya untuk mengurusi Baby Icad dan kembar. Ia sangat tidak menyukai anak - anak itu, sehingga ia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Sesampainya di pekarangan rumah kedua orang tuanya, Valencia turun dengan angkuh. Seseorang datang menghampirinya dan mengatakan jika maminya sedang sakit.
Mendengar ucapan seseorang itu, Valencia bergegas kedalam rumah dan berlari mendatangi kamar maminya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sudah mengintai di dalam mobil yang tak terlalu jauh dari rumah yang di datangi Valencia. Ia juga sudah beberapa hari ini mengikuti Valencia, atas perintah bosnya.
Malam pun tiba, Cortie dan keluarganya sedang makan malam bersama seperti biasa mereka akan makan lesehan di bawah karena meja makan tidak cukup menampung semua orang yang ada di mansion.
Apalagi mereka di datangi oleh keluarga Dokter Alden, keluarga Dokter Bara, keluarga Ardio dan tak lupa ada keluarga Papa Burchan yang ikut makan malam bersama mereka.
Setelah makan malam bersama, mereka memutuskan untuk berbincang - bincang hangat di ruang keluarga.
“Kak Ala..,” panggil Clark.
“Ada apa,’Dek Clalk ?” tanya Ara.
“Kakak kelas belapa ?” tanya Clark kepo.
__ADS_1
“Kelas B “ jawabnya.
“B itu apa ?” tanya Claire yang tadinya fokus bermain bersama Baby Icad, kini menghampiri Clark dan Ara yang sedang mengerjakan tugas TK nya.
“B itu kelas,” jawab Ara santai.
“namanya B ?” tanya Clark bingung.
“Iya nama kelas kak Ara B,” jelas Ara.
“B itu apa ?” tanya Claire ulang.
“B itu huruf,’ sayang “ jelas Bunda Aleysia.
“Huruf yang bagaimana, bunda ?’ tanya Clark dan Claire bersamaan.
“HAHAHA kalian kompak sekali,” goda Bunda Aleysia.
“Jadi gini........................,” Bunda Aleysia menjelaskan dengan pelan kepada Clark dan Claire supaya kedua anak itu mengerti apa yang dijelaskan olehnya.
Tanpa sadar, hari sudah sangat malam semua keluarga pamit untuk pulang kerumah masing - masing. Sedangkan Ardio serta anak dan istrinya akan menginap di sini, karena ia ada sedikit pekerjaan yang akan ia bahas bersama Cortie dan lainnya.
Luna dan Rosse seperti biasa, keduanya mengurusi Baby Icad dan juga si kembar Claire dan Clark. Rosse mengajak adik - adiknya untuk menyikat gigi serta mencuci tangan dan kaki sebelum tidur, sedangkan Luna ia membuatkan susu Baby Icad dan mengayun - ayunkan Baby Icad sampai tertidur pulas.
Sedangkan para emak - emak memilih untuk tidur terlebih dahulu dari suami - suami mereka.
“Apa ada perkembangan ?” tanya Daddy Archie.
“Ada sedikit dad,dan kita masih menunggu kabar lagi dari anak buah Cortie,” jawabnya.
“Kita secepatnya harus bertindak ! ini bisa membuat nama putriku rusak !!” seru Papi Egind.
“Baik Pi,” jawab Cortie.
“Lalu, Vale kemana sekarang ? kenapa ia tidak pulang ? ini sudah jam berapa ?” tanya Papi Egind heran.
“Cortie nggak tahu pi, “ jawabnya santai.
“Vale itu istrimu !!!” bentak Papi Egind.
“Tapi dia yang salah, pi !!” seru Cortie.
Papi mertuanya tak pernah membentaknya, tapi hanya karena kesalahan Valencia dirinya yang terkena imbasnya. Membuat Cortie badmood,
CEKLEK !!!
“Papi jangan bentak suamiku !!!” teriak Valencia.
Padahal dirinya tadi hanya berniat ingin mengintip, tapi tak di sangka dirinya malah mendengar sang pujaan hatinya sedang di bentak oleh Papi Egind.
Semua orang menoleh kearah Valencia, mengerutkan alis melihat Valencia yang tiba - tiba masuk tanpa pemberitahuan.
“Valencia bersikap seperti in ?” tanya Daddy Archie dalam hati.
“Valencia apa - apaan kamu !! sejak kapan kamu berani masuk ke ruangan ini ? tanya Cortie heran.
Banyak keanehan di diri Valencia sekarang, Valencia istrinya tak pernah sama sekali memasuki ruangan ini ketika para laki - laki sedang membahas hal yang sangat penting.
“Loh, Vale nggak boleh masuk ?” tanyanya sok polos.
“Boleh, tapi sebaiknya tidak !!!” sarkas Cortie.
“Cort............,” tegur Daddy Archie.
“Sebaiknya kita kembali ke kamar masing -masing, “ ucapnya lagi.
Semuanya pun membubarkan diri, Corte segera keluar tanpa menghiraukan Valencia yang menatapnya sendu.
“Sudahlah, kejar suamimu !” tegur Papi Egind.
“Akh, tahu gitu gue nggak balik ke mansion.. gue pergi aja deh !” idenya.
Ketika ia baru menginjak kakinya di anak tangga, tiba - tiba ia ditegur oleh seorang wanita paruh baya.
“Kamu mau kemana, ‘Vale ?” tegurnya.
Valencia terkejut dan menoleh ke sumber suara,
“Akh, Mommy Vale ingin ke dapur “ ucapnya.
“Ngapain ? dan kenapa kamu baru kelihatan hari ini ? kemana saja ?” selidik Mommy Alica.
“Main mom,” jawabnya malas.
“main ? kamu nggak ingat anak ?” tanya Mommy Alica heran.
“Udah lah mom, Vale mau pergi dulu !” ucapnya malas.
Valencia pergi begitu saja tanpa menghiraukan mertuanya. Mommy Alica semakin hari semakin heran dengan sikap menantunya.
“Apa otaknya bergeser ?”
“Otak siapa yang bergeser ?” tanya Daddy Archie yang bingung dengan ucapan istrinya.
“Oh astaga, Daddy ! kejutkan Mommy “ pekiknya kaget.
“Siapa yang mommy maksud ?” tanya Daddy Archie.
“Menantu kita !” ucapnya ketus dan pergi kedapur untuk mengambil air minu.
“Vale ? Mau kemana dia ?” tanya Daddy Archie heran.
Sementara itu, Cortie tengah membawa Baby Icad menuju kamarnya. Dengan hati - hati ia membawa bayi montok itu kedalam pelukannya, setiap malam Cortie akan membawa Baby Icad ke dalam kamarnya dan tidur berdua dengan putra bungsunya.
“Tidur yang nyenyak ya,’ sayang “ ucapnya dan mengecup pipi gembul putranya.
Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di samping Baby Icad dan memastikan jika putranya sudah aman untuk ia tinggal tidur.
Pagi harinya, seperti biasa Cortie bangun dan langsung pergi ke kamar mandi. Ia melakukan kebiasaan seperti yang istrinya lakukan dulu.
CEKLEK !!!
“Uh, Dingin ! Brrrrr !” ucapnya kedinginan.
Cortie melihat putranya yang masih tertidur pulas, ia segera mengenakan pakaian yang telah ia sediakan sebelum pergi mandi.
10 menit kemudian, belum ada tanda - tanda Baby Icad akan bangun. Cortie memilih untuk membuka laptopnya dan meliat - lihat E-mail yang masuk.
Sedangkan Cortie sendiri,masih menggunakan pakaian santainya. Ia berniat untuk membawa Baby Icad pergi ke kantor dengannya hari ini. Entah apa yang sedang ia pikirkan, intinya Cortie ingin sekali membawa putranya pergi ke kantor dan menemaninya.
Jam 07 : 30 WIB, Baby Icad terbangun ia merengek seperti mencari sesuatu. Terlihat Cortie tengah terlelap sambil memangku laptopnya. Baby Icad menangis dan suara tangisannya berhasil membangunkan Papinya yang tertidur pulas.
“Ughh....,”
Cortie terbangun dengan mata yang meram - melek, ia melirik ke arah tempat tidur benar saja putranya sudah bangun dan menangis. Ia melihat jam di dinding, ternyata sudah jam setengah delapan.
Cortie melebarkan matanya dan beranjak dari duduknya menghampiri Baby Icad yang menangis.
“Oh, sayangnya papi sudah bangun, cup .. cup jangan nangis lagi ya” ucapnya menenangkan putra kecilnya.
Seketika tangisan Baby Icad berhenti dan sekarang sedang berceloteh.
__ADS_1
“Pi .. Pi.. “ celotehnya.
“Iya iya, Baby mandi dulu ya. Nanti ikut papi ke kantor !” serunya.
Cortie masuk ke dalam kamar mandi, ia mengambil bak bayi milik Baby Icad dan menyalakan kran panas dan air dingin, lalu menadahkan air tersebut ke dalam bak bayi, setelah dirasa air pas untuk bayinya dan sudah setengah ia mematikan kran dan menggeserkan bak itu menjauh dari kran.
Setelah itu, ia keluar untuk mengambil Baby Icad dan tak lupa membuka pakaian putranya. Kemudian, membawa putranya ke kamar mandi.
Lima menit berlalu,
Cortie sudah selesai memandikan putranya, sudah sangat harum dan segar. Awalnya ia takut memandikan putranya, tetapi setelah di ajarkan oleh Mami Emili dan Mommy Alica sekarang Cortie tidak canggung lagi memandikan putranya dan sekarang sudah terbiasa.
Jika istrinya melihat, mungkin bangga melihat suaminya bisa mengurus putra mereka dengan sangat baik.
CEKLEK !!
“Papi ?”
Cortie menoleh ke arah pintu, terlihat si kembar yang berdiri dengan pakaian kodok dan sepatu yang warnanya serasi dengan warna pakaian kodok mereka.
“Wah, kakak kembar sudah mandi “ ucapnya tersenyum.
Setelah siap, Cortie membawa ketiga anaknya untuk pergi makan bersama.
“Wah, Cucu opa sudah cantik dan ganteng!” serunya ketika melihat anak dan cucu - cucunya masuk ke ruang makan.
“Cortie apa mereka akan kamu bawa ke kantor ?” tanya Mami Emili.
“Iya mi, Hari ini Cotie akan bawa ketiga anak Cortie,” jawabnya tersenyum.
“Biar Baby Icad , Mami suapin “ ucap Mami Emili dan mengambil Baby Icad dalam gendongan menantunya.
Sedangkan si kembar di suapi oleh Mommy Alica yang sudah selesai makan dari tadi dan ketika melihat anak dan cucu - cucunya datang, ia memilih menyuapi kembar makan, agar tidak kelaparan ketika ikut papinya ke kantor.
Sebenarnya Cortie hanya akan membawa Baby Icad saja, tetapi melihat kedua putri kembarnya sudah mandi dan berpakaian rapi. Cortie berniat membawa mereka juga agar tidak bosan berada di mansion.
Mommy Alica dan Daddy Archie akan bersiap pergi mengunjungi putri bungsunya, karena saat ini kandungan Alice sudah menginjak 3 minggu lebih dan saat ini Alice menginginkan untuk tidur bersama kedua orang tuanya, sehingga Dokter Alden mengalah untuk sang istri tercintanya.
Di sisi lain,
“Wah, tatak tantik tekali !” puji Gerrie.
“HAHAHA Gerrie bisa saja..,”
“WOW, Keren !!!” puji Mommy Ve.
“Ah, Mom kan Vale jadi malu...,” ucapnya malu.
“HAHAHA cepat habiskan makananmu, hari pertama kamu kerja kan ?” tanya Daddy Nic.
“Iya, dad “ jawabnya.
“Berto kemana,’Dad ?” tanya Valencia.
“Biasa,adikmu itu ada panggilan darurat “ jawab Daddy Nic, Valencia hanya mengangguk saja.
Beberapa jam kemudian,
Di sini lah Villia berada, dirinya sedang dijelaskan beberapa hal mengenai peraturan kantor dan sebagainya. Padahal ia sudah tahu, tetap saja ia akan mengikuti alur dengan identitas baru.
“Bagaimana ? Apa kamu sudah paham ?” tanya Asisten Aaron tegas.
“Sudah pak !” jawabnya tak kalah tegas.
“Sekarang kamu bisa bergabung dengan rekanmu yang lain dan lakukan tugasmu segera !” perintah Asisten Aaron.
Villia mengangguk dan segera keluar dari ruangan Asisten Aaron,.
“Dia mirip Nyonya Valencia ..!” batinnya.
Asisten Aaron langsung menyiapkan berkas yang akan ia bawa ke pertemuan dengan pengusaha terbesar di Korea Selatan. Tak lupa ia memanggil salah satu sekretaris Cortie untuk mengikutinya.
”Villia...,” panggil sekretaris 2.
“Ah, iya kak ada yang Villia bisa bantu ?” tanyanya sopan.
“Ah, kamu seperti Nyonya bos. Berbicara sangat lembut !” serunya dan mengajak Villia menggosip.
Keduanya mulai bergosip, Villia berlaku seolah ia adalah anggota gosip. Ia mendengarkan apa yang digosipkan oleh rekannya. Ia tak menyangka seseorang menggunakan identitas dan wajahnya untuk menguasai suaminya.
Terkadang keduanya tertawa cekikitan, hingga pandangan Villia jatuh kepada sosok kembar yang keluar dari ruangan CEO.
“Itu anaknya bos kita ?” tanya Villia pura - pura.
“Iya, kasihan Pak Bos istrinya makin ke sini makin menelantarkan anak - anaknya. Apalagi Baby Icad sekarang aja di kasih susu formula, padahal kemarin bayi itu sakit gara - gara alergi susu sapi”
“Tapi, seseorang baik memberikan ASInya untuk bayi montok itu “ ceritanya.
Tanpa keduanya sadari jika Clark dan Claire mendatangi meja keduanya.
“Kemana ibunya ?” tanya Villia kepo.
“Meninggal !” jawab sekretaris 2
“Siapa yang meninggal, ‘ tante ?” tanya Clark kepo.
“ Nyonya Vale ..,” jawabnya tanpa sadar.
Mendengar nama maminya di sebut, membuat Clark dan Claire berteriak, “ MAMI KAMI MACIH IDUP YA TANTE, !!”
Yang mana membuat Villia dan sekretaris 2 itu terkejut dengan kedatangan si kembar di meja kerja mereka.
“Mampus,” ucapnya dalam hati.
“Hai, anak - anak “ sapa Villia.
Sungguh ia sangat ingin memeluk kedua anaknya, ia juga rindu dengan suaminya dan Baby Icad. Ada rasa yang tak biasa yang sangat ingin ia ungkapkan, tapi ia ingin mencari tahu dalang dari kecelakaannya hingga ia menyamar dan mengubah identitasnya sebagai Villia.
Hanya inilah satu - satunya cara agar ia tahu siapa yang tega membuat mereka terpisah seperti ini dan siapa yang menginginkan kehancuran suaminya. Ia akan berusaha untuk dapat bertahan dengan situasi ini.
‘Onti kenapa diam ?” tanya Claire.
“ akh maaf sayang,” ucap Villia pelan.
“Apa onti sekletalis papi yang balu ?” tanya Claire kepo.
“Hahaha iya sayang,” jawabnya tersenyum.
Claire dan Clark memutuskan untuk bermain di meja Villia, keduanya sangat senang bermain bersama sekretaris papinya.
Hingga waktu sudah menunjukkan waktunya makan siang, Cortie keluar mencari anak kembarnya seraya membawa Baby Icad yang menangis karena kehausan. Dilihatnya kedua anak kembarnya sedang menulis di meja kerja sekretaris barunya, sedangkan Villia ia duduk di meja sekretaris 1 yang tampak kosong, karena sekretaris 1 sedang ikut pergi bersama Asisten Aaron meeting.
Pemandangan itu membuat Cortie ingin menangis, istri yang sekarang ada di mansionnya serasa asing baginya, sedangkan ketika ia melihat Villia serasa ia sudah mengenal lama.
Apalagi ketika melihat ia melihat si kembar dengan nyaman duduk di samping Villia membuat ia merasa, Valencia yang sekarang terlalu jauh untuk di gapai anak - anaknya.
Villia yang mendengar tangisan bayi pun langsung mendongak,
DEGH !!!
“Mas Cortie...,” ucapnya lirih.
__ADS_1
Ia melihat suaminya yang berdiri sambil menggendong Baby Icad yang menangis, reflek ia berdiri dan menghampiri Cortie dan mengambil alih Baby Icad.
Tanpa ia sadari,perlakuannya membuat Cortie membeku begitu juga dengan sekretaris 2 terlihat ia sangat terkejut dengan Villia tiba - tiba merampas putra bungsu bosnya dan apa ini ?