Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
013.


__ADS_3

Empat bulan telah berlalu, kini kehamilan Valencia memasuki minggu ke-22. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan Valencia,berat janin pun semakin bertambah dan juga ia mulai merasakan pergerakan janin. 


Hari ini, Cortie dan Valencia akan melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka dengan dokter kandungan. Mereka sudah janjian seminggu yang lalu dan hari ini mereka akan mengetahui perkembangan baby mereka.


“Mas, sudah siap ?” tanya Valencia kepada Cortie.


“Sebentar lagi sayang,” teriaknya dari dalam kamar.


Beberapa saat kemudian, keluarlah Cortie menggendong Clark dan Claire. Dengan senyum bangganya ia berjalan mendekat kearah istrinya yang menunggu di sofa depan.


“Ayo,sayang “ ucapnya


“Ya, ayo “


Ke empatnya pun pamit kepada keluarganya, lalu keluar mansion menuju mobil yang sudah terparkir di depan. Kali ini Cortie meminta Assistent Aaron untuk mengemudi mobil karena ia ingin duduk berdekatan dengan kedua putri kembarnya.


Selama perjalanan menuju rumah sakit hanya suara si kembar dan Cortie saja yang berceloteh ria sedangkan Valencia ia memilih memejamkan matanya. Ia merasa tubuhnya tak enak dan merasa tak nyaman hinggap di hatinya.


Sesampainya di pelataran rumah sakit, Cortie membangunkan sang istri yang ia kira istrinya sedang tertidur pulas. Ia meminta Aaron untuk menggandeng Claire dan Clark sedangkan ia membopong istrinya, karena Valencia tak kunjung bangun.


Setelah tiba di depan ruangan dokter kandungan, Cortie memilih duduk sebentar di kursi tunggu karena ia kelelahan membopong tubuh sang istri. Suster yang berjaga menegur Cortie.


“Maaf pak, istrinya kenapa ya ?” tanya suster 2


“Tidur sus,ini sama mau bertemu dokter kandungan temannya dokter Anne,” ucapnya terengah.


“Oh, silahkan masuk pak. Dokter sudah menunggu.” ucap dokter 1 yang baru keluar dari ruangan dokter yang dimaksud Cortie.


“Aaron, titip si kembar ya,” ucapnya sebelum masuk keruangan.


“Siap pak,” jawabnya.


CEKLEK


Dokter itu menoleh ke arah pintu, ia tersenyum melihat Cortie yang membopong istrinya. Namun heran, istrinya tidak bangun seperti orang yang tak sadarkan diri.


“Selamat Pagi, ‘Tuan Cortie ?” sapa Dokter kandungan.


“Pagi,’dok” balasnya.


“Nyonya Valencia kenapa,’Pak ?” tanya Dokter heran.


“Tidur mungkin,bu. Soalnya saya bangunkan dia tidak bangun-bangun,” ucap Cortie bingung dengan istrinya.


“Coba langsung letakan di atas brankar,’pak” titah sang Dokter yang langsung di lakukan oleh Cortie.


Dokter langsung menyikap pakaian Valencia sebatas perut dan menarik selimut menutupi perut bawah Valencia dengan dibantu oleh suster. Kemudian, ia mengoleskan gel di perut Valencia.


“ Lihat, ‘tuan !” tunjuk dokter ke arah gambar di layar.


“Wah, sepertinya ini bayi laki-laki,’tuan. Lihat vitalnya terlihat walau sedikit, mungkin dia malu memperlihatkan alat vitalnya,” jelas sang dokter.


“Akh yang benar dok ?” tanya Cortie tak percaya.

__ADS_1


“Benar pak, coba tuan perhatikan benda yang di sembunyikannya” celetuk suster


“Heh ?!” ucapnya keceplosan.


“Tapi dok, kenapa istri saya belum bangun ?” tanya Cortie bingung.


Pertanyaan itu membuat dokter kandungan dan juga suster ikut terdiam.


“Mungkin nyonya mengantuk,tuan “ jawabnya pelan.


“Ha, kok bisa dok ?” tanya Cortie tak paham.


“Namanya juga hamil,tuan.” celetuk Suster.


“Bisa jadi sih,” ucapnya.


Benar saja, istrinya memanggilnya dengan suara yang serak ciri khas orang yang baru bangun tidur.


“Mas.......,” panggilnya.


“Kenapa masih dikamar, kita kan mau USG anak kita.....,” ucapnya ngigau.


Yang mana membuat Cortie menggaruk-garuk kepalanya menatap tak percaya melihat istrinya baru saja bangun dari tidur. Ia kira istrinya pingsan karena di bangunkan tak kunjung bangun.


“Kita baru selesai USG yang,” ucapnya kepada Valencia yang belum sadar tempat.


“kamu ih, bohong yang. Mana ada kita USG, kan aku...............


TET NET !!!!


Di mansion Cortie kedua belah pihak sedang menunggu kepulangan Cortie dan lain-lainnya. Mereka sedang menunggu berita tentang jenis kelamin bayi yang dikandung Valencia, Apakah perempuan atau laki-laki ? tapi bagi mereka mau perempuan atau laki-laki yang terpenting ibu dan anak sehat-sehat.


“Bibi......,” panggil Mommy Alica


“Ya nyonya...........,”


“Bitte, machen Sie etwas zu trinken.” ucapnya


“Baik nya..., “ jawab maid 3


Tak lama kepergian maid 3, Cortie dan lainnya memasuki rumah dengan Valencia yang berwajah masam sedangkan Cortie tengah menahan tawanya yang hampir meledak.


Tingkah lucu istrinya hari ini benar-benar di luar nalar, bagaimana bisa ia tidur tenang sedangkan suaminya menahan khawatir melihat istrinya tak kunjung sadar dari tidurnya. Apa senyenyak itu ia tidur sampai tak tahu bahwa dirinya sudah di atas brankar ?.


“Vale, ada apa ?” tanya Mami Emili kepada anaknya.


“Vale kesal sama mas Cortie,’mami “ adunya


“Kesal bagaimana ?” timpal Mommy Alica mendekati menantunya.


“Pokoknya Vale kesal, Vale mogok bicara sama Mas Cortie hiks.,”


“Hadeh bumil mulai lagi,” ucap Cortie dalam hati.

__ADS_1


“Maaf mas sayang,” ucapnya memohon.


Cortie takut di suruh tidur di luar. Tidak enak, ia tidak bisa tidur jika tidak memeluk dan memainkan kesukaannya di malam hari sebelum tidur. Maka dari itu ia merayu sang istri, apalagi istrinya kini tengah menangis.


Ketika ia ingin mendekati istrinya, Aaron membisikan sesuatu kepadanya.


“Maaf bos, kita harus ke perusahaan sekarang. Karena ada masalah yang sangat serius,” ujarnya berbisik kepada Cortie


“Masalah serius ?” tanyanya memastikan.


“Permisi, tuan dan nyonya semua bibi bawakan minuman dan cemilan untuk ibu hamil,” ucapnya


Ia langsung menghidangkan beberapa gelas minuman dan sebuah susu hamil serta cemilan untuk Valencia. Karena itu wajib hanya untuk Valencia dan calon bayi yang dikandung majikannya. Setelah itu, ia pamit undur diri.


Melihat kepergian Cortie dan Aaron yang terburu-buru,membuat mereka saling pandang ada apa sebenarnya ?


“Apa yang terjadi ?” tanyanya bingung.


“Mommy tidak tahu, “ jawabnya heran.


“Kita tunggu saja,” tengah Papi Egind.


“Ayo, nikmati hidangan di meja ini...,” celetuk Luna.


“Lusa, Papi dan Mami akan kembali München, “ ucap Papi Egind tiba-tiba.


Hal itu membuat semua orang menatap Papi Egind dengan tanya besar. Apa yang membuat mereka kembali ke kota asal.


“Papi nggak betah tinggal di sini ?” tanya Valencia sedih.


“Bukan nggak betah sayang, perusahaan kita di sana butuh Papi,” jelasnya pelan.


“Kalau gitu, mami tinggal di sini saja. Mami di sini sama Eve,” pinta nya.


“Kalau mami tinggal di sini, papi gimana dong sayang ?”


“Biarin papi jadi kanebo layu,” ucapnya ketus.


“Wah, nggak terima nih,!” candanya kepada Valencia.


“Papiiiiiii,” rengek Valencia.


“TUAN GAWAT !!! DI DEPAN ADA WARTAWAN !!!” teriak Maid tengah.


“Ada apa ini bi, kenapa ada wartawan datang ke mansion ?” tanya Daddy Archie.


“Maaf saya nggak tahu, tuan..,” jawabnya.


Papi Egind dan Daddy Archie keluar untuk melihat wartawan itu,tampak dari kejauhan beberapa bodyguard membekukan jalan menuju halaman mansion. Salah satu bodyguard menghampiri Daddy Archie dan Papi Egind.


“Maaf tuan, wartawan-wartawan ini sedang meminta penjelasan mengapa Tuan Cortie memenjarakan calon istrinya demi seorang ****** yang tinggal di mansion ini,” lapornya


“Haa Calon istri ? ****** di mansion ?” 

__ADS_1


“Siapa yang menyebarkan ini semua ?” tanyanya kesal.


__ADS_2