Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
046.


__ADS_3

“Bagaimana Dad,Pi apa sudah ada kejelasan dari Ningsih sendiri ?” tanya Cortie kepada Daddy Archie dan Papi Egind.


Saat ini para lelaki sedang berkumpul di ruangan keluarga bersama anak - anak sedangkan Daddy Nic dan Berto mereka sudah pergi ke rumah sakit, dan untuk para wanita sedang membantu pekerja lainnya untuk menata tempat - tempat menyimpan catering makanan dan minuman yang sebentar lagi akan di antar sore ini.


“Belum, Ningsih masih berusaha tutup mulut,” ucap Daddy Archie.


“Semoga adikku baik - baik saja !” ucap Riko.


“Amin, semoga masih dalam keadaan baik - baik” doa mereka semua.


“Ayah, kenapa kita belum pulang ?” tanya Lili kepada Riko.


“Kita mau ikut acara keluarga di sini, nggak papa kan sayang ?” tanya Riko.


“Hm, nggak papa ayah. Disini Lili ada temannya, banyak sekali !” Serunya senang.


“Hahah, anak ayah “ Riko mencium dan memeluk putri semata wayangnya dengan teramat sayang.


“Main lagi sana, ya sama si kembar dan lainnya !” ucap Riko dan Lili mengangguk sebelum itu ia mencium pipi ayahnya dan pergi bermain kembali.


“Anak kamu lucu sekali !” seru Ardio.


“Haha iya, maklum ditempat kami tidak ada yang ingin berteman dengannya. Hanya karena kami tidak seperti mereka yang bisa beli apapun dengan mudah,” ucap Riko sendu.


“Jika kamu mau, kamu bisa tinggal di mansion ini dan kamu bekerja di perusahaanku. Apalagi aku melihat ijasah kamu, cocok untuk kerja di salah satu divisiku yang kurang orang !” seru Cortie menawarkan pekerjaan dan tempat tinggal untuk Riko.


Riko syok mendengarnya, baru semalam mereka bertemu dan sekarang ia ditawari tempat tinggal dan pekerjaan oleh keluarga Maxillie dan Gottlieb mimpi apa ia semalam.


“Tapi kamu harus menyediakan CV terlebih dahulu nanti biar orang saya yang mengurus anda di perusahaan itu, bagaimana ?” tanya Cortie, ia paham jika pria di depannya ini masih syok dengan keadaan yang tiba - tiba.


“Baik tuan, saya mau !” ucapnya semangat,demi keluarganya ia akan lakukan asalkan halal.


“Baik segera urus pemberkasanmu dan besok datang jam 08:00, jangan lupa bawa keluargamu untuk tinggal dimansion ini,” ucap Cortie.


“Baik tuan,”


Setelah itu, mereka berbincang - bincang mengenai masalah Ningsih dan juga Riki yang sampai saat ini belum ditemukan.


Sedangkan di Rumah Sakit, 


“Apa yang terjadi dengan pria ini ? Kenapa baru di bawa ke rumah sakit ?” tanya Dokter Nic.


“Begini dokter, pria ini saya temukan tergeletak di jalanan dan saya baru menyadari jika pria ini terluka parah, jadi saya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit !” jelasnya tegas, mana mau dia dibilang penjahat hanya karena orang yang tak ia kenali.


“Saya kira anda yang menyebabkan dia seperti ini !” tuduh Dokter Nic.

__ADS_1


“Heh, mana ada dok. Saya ini gadis baik - baik, mana mungkin berbuat tidak baik !” ucapnya tak terima.


“baik - baik ternyata tidak baik !” celetuk Dokter Berto.


“Dokter sesama pasien harus baik, nanti saya kasih rating !” ucapnya lagi yang mana membuat Dokter Berto dan Dokter Nic cengo mendengar celetuk gadis di depan mereka.


“Ini gadis aneh dad,” bisiknya kepada sang daddy.


“Daddy juga merasa begitu,” balasnya berbisik, membuat gadis itu merasa diomongin oleh dua dokter tua dihadapannya.


“Dokter berdua ngomongin saya ?” tanya gadis itu dengan berkacak pinggang dengan mulut yang siap untuk mengomel.


“Ya nggak lah, sudahlah saya mau periksa pasien saya !” seru Dokter Nic memeriksakan keadaan pria yang baru dibawa gadis itu.


“Dokter yang satunya lagi ngapain lihat - lihat ke saya ?” tanyanya Galak.


“Suka sama saya ?” tanyanya percaya diri.


“HA HA HA, Maaf nona saya sudah menikah” ucapnya seraya menunjukkan cincin nikahnya.


“Oh, kalau gitu dokter yang satunya saja” godanya.


“Eh, itu Daddy saya nona ! Sudah punya istri dan anak,” ucap Dokter Berto gemas.


“Oh, baiklah” jawabnya dan ia pergi ke administrasi untuk membayar perawatan pria yang ia tolongi.


“Dad pria itu mirip sama pria yang ada dimansion tadi malam kan ?” tanya Dokter Berto yang mengikuti Daddy Nic.


“Sepertinya, coba kamu foto dan kirim ke Valencia biar dia yang mengatakan kepada suaminya !” seru Dokter Nic kepada anaknya, lalu keduanya pergi keruang pribadi masing - masing setelah Berto memfoto dan mengirimkan ke Valencia.


Ting !!


Berto mengirim sebuah gambar !


“Gambar apa yang dikirim oleh, Berto ?” ucap Valencia dan karena ia penasaran langsung dibuka whatsapp dari Berto.


Setelah di buka, Valencia menatap foto itu dan ia berteriak heboh hingga membuat semua orang memandangnya dengan tatapan heran.


“Ada apa, ‘Vale ?” tanya maim Emili.


“Mami, papi dimana ?” bukannya menjawab pertanyaan Mami Emili, Valencia malah memberikan pertanyaan kembali.


“Papi dan lainnya diruang tamu jaga anak - anak, kenapa ?” tanya Mami Emili penasaran.


Tanpa menjawab pertanyaan Mami Emili, Valencia bergegas masuk ke dalam mansion tersebut dan ia sudah tak sabar untuk memperlihatkan gambar tersebut ke papinya.

__ADS_1


Melihat kepergian anaknya Mami Emili hanya menggelengkan kepalanya, Valencia seperti mendapat Lotre dadakan. Mami Emili kembali membantu yang lainnya, karena acaranya akan diadakan nanti malam.


Selang berapa lama, Ardio datang ke halaman belakang bersama orang - orang yang mengantar catering makanan dan minuman. Hari sudah semakin sore, Mommy meminta sebagian dari mereka untuk membersihkan diri dan bergantian menjaga stand makanan dan minuman.


Para pekerja memilih untuk duluan membersihkan diri agar bisa menggantikan majikannya, begitu juga dengan para ibu - ibu yang harus memandikan anak - anaknya terlebih dahulu sebelum mereka membersihkan diri sendiri.


“Ibu ingin ketemu Riki pak,” ucap Ibu Windu sesegukkan.


“Sabar bu, kita ikut acara ini dulu. Besok baru ke rumah sakit !” tegur Bapak Rifal.


“benar ya pak besok kita jenguk Riki,” ucap Ibu Windu.


“Iya sayang,” jawabnya


Malam harinya semua orang sudah berkumpul termasuk anak - anak panti asuhan yang diundang oleh Cortie dan Valencia. Acara kali ini dibuat sangat meriah mereka hanya mengundang dua orang wartawan dan dua fotografer untuk mengabadikan moment acara ini.


Acara berjalan dengan sangat khidmat dan lancar tanpa ada penghalang apapun, Valencia menatap anak seusia Luna dan Rosse sedang menggendong bayi. Sepertinya ia terlihat kesulitan sehingga Valencia menghampiri gadis itu.


“Ada apa nak ?” tanya Valencia.


“Eh, Nyonya ini. Aurora sepertinya kehausan dari tadi merengek terus” ucapnya semas.


“Apa kalian tidak membawakannya stock ASI ?” tanya Valencia bingung.


“Stock ASInya sudah habis nyonya jadi hanya diberi air putih saja,” jawabnya.


“Sini biar saya yang beri dia ASI dulu,” tawar Valencia.


“Apa boleh bu ?” tanyanya ragu.


“Iya, aman kok “ ucap Valencia dan mengambil alih bayi berumur 7 bulan itu.


Valencia membawanya ke ruangan khusus ibu menyusui, agar lebih leluasa menyusui bayi cantik ini.


“Loh kak, ini bayi siapa ?” tanya Bella yang ternyata sedang menyusui Baby Attha.


“Ini salah satu bayi panti,” jawabnya.


“Kakak memberinya ASI ?” tanya Bella.


“Iya bell,”


“Oh, baiklah kak”


Valencia langsung memberikan ASInya kepada bayi cantik itu, untunglah ASInya masih keluar sehingga ia bisa menyusui Baby Aurora sampai bayi itu tertidur.

__ADS_1


__ADS_2