
riko pov
''Kamu udah berani bentak bentak mama ya Ko''
ujar mama mengiba
''Bukan gitu mah,setidak nya kalo gak masak,kan bisa beres beres mah. Jadi apa kerjaan kalian dirumah''
ujar ku tak tega.. Karna aku tau mama paling gak bisa kalo aku marah marah pada nya..
Karna bagaimana pun aku sangat sayang sama mama...
'' Mulai hari ini tolong ya mah, bantu aku''
ucap ku mengiba..
mama pun mengangguk begitupun Renata...
Setelah itu aku lansung menuju ke kamar ku dan lana, untuk mandi dan istirahat....
Setelah masuk ke kamar, ku lihat Alana duduk di tepi ranjang dan sedang bermain hp. Ku tatap Alana sekilas berharap dia mau menyapaku,tapi dia diam saja..
Ku putus kan untuk lansung kekamar mandi ,
setelah keluar aku duduk di sisi ranjang yang lain. Aku ingin mengajak Lana bicara. tapi bingung mulai dari mana..
''Lana, kamu kenapa berubah?'' akhir nya ku beranikan untuk bicara pada nya.
lama dia melihat ke arah ku lalu menjawab..
''Berubah..? apa nya yang berubah mas..??''
tanya Lana menghentikan kegiatan nya.
''Sejak kapan kamu berhenti jadi OG dan bertemu pak Rian..?'' ucap ku
''Itu bukan urusan mu mas. Kamu urus aja selingkuhan mu yang kata nya cantik itu''
jawab Lana kesal.
'' Jangan mengalihkan pembicaraan Lana..''
ujar ku sedikit emosi. Aku hanya ingin tau saja .Tapi jujur aku masih tak rela jika Lana dekat dengan orang lain.
''Aku gak suka kamu dekat sama laki laki lain Lana'' tegas ku.
''Jadi cuma kamu yang boleh dekat dengan perempuan lain dan leluasa bermesraan di depan ku dan menghina ku mas?''
tanya Lana juga tersulut emosi.
''Bukan begitu Lan''
''Kalo begitu jadi apa..??''
''Aku cuma terbawa suasana aja Lana, sejujur nya aku masih mencintai kamu'' ujar ku melunak, karna aku juga masih sangat mencintainya,dan tak sanggup untuk melepaskan Alana dari hidup ku.
''Cinta kamu bilang mas..
__ADS_1
Kalo kamu cinta gak mungkin kamu menipu ku dan menikung ku dari belakang mas. Bahkan sekarang terang terangan bermesraan di depan ku'' ucap Lana terisak.. .
''Aku terpaksa Lana. Karna tuntutan ibu ingin cucu''
ujar ku membela diri.
''Tapi kan kalo kamu mau kita masih bisa berusaha mas, tanpa ada orang ketiga''
isak nya lagi..
Aku sangat tak tega melihat nya begini.
''Aku tau, tapi mama terus mendesak. Lagian aku juga menginginkan anak Lana..
Sudah delapan tahun kita menikah, tapi gak ada hasil sama sekali''
ucap ku lagi.
''Kita kan masih bisa berobat mas?'' tangis nya sesegukan..
''Kita sama- sama memeriksakan diri'' ujar Lana lagi..
lama kami terdiam.
Sebetulnya memang benar yang di ucapkan Lana. kami masih bisa memeriksakan diri, bahkan mungkin sebenarnya kami masih ada kesempatan untuk memiliki momongan. Tapi ah entahlah. Pusing kepalaku memikirkan semua.
Ku tunggu hingga tangis Lana mereda.. Ingin mendekap nya. tapi rasa bersalah ku lebih besar dari rasa berani ku untuk memeluk nya.
Aku ingin segera mengakhiribpertengkaran ini secepat nya, aku merindukan lana di pelukan ku.
Sejenak ku teringat dengan omangan ku dengan Zila beberapa hari yang lalu...
''Kamu mau ngomong apa Zil..?'' tanya ku.
''Mas aku..... aku... aku hamil ''. cicit Zila.
mendengar pengakuan Zila rasa nya aku menjadi blank dan juga bingung. Antara senang dan ah entah lah, aku tak tau dengan perasaan ku.
Apakah aku harus senang atau justru takut dengan semua kejadian ini.Mungkin orang bilang aku laki - laki pengecut. Ya memang, tapi aku bisa apa? semua sudah terjadi..
Cukup lama aku berfikir antara ingin menyampaikan ini kepada Lana atau harus menyimpan nya sendiri.Aku bimbang, kalau aku jujur pada Lana, kemungkinan besar dia pasti akan murka atau bisa saja dia minta pisah.Aku belum siap untuk kehilangan nya. Apa lagi sekarang Lana sudah berubah menjadi lebih cantik dari biasa nya. Bahkan bisa di bilang lebih cantik dari Zila dan memang ini yang kuharap kan dari dulu. Mana mungkin aku mau melepas kan nya.
Tapi kalau aku tidak memberi tahu nya, aku tidak mau dia tau dari orang lain. Atau mungkin bahkan bisa saja Zila nekat memberitahu pada nya.
Setelah lama berfikir kunputuskan untuk memberi tahu Lana pelan - pelan.
''Lana aku....aku... minta maaf...'' ujar ku menggantung, gugup dan takut bercampur aduk dalam perasaan ku.
Ku lihat Lana menatap ku. menunggu kelanjutan dari omongan ku.
''Aku harap kamu mau menerima Zila menjadi madu mu''
ucap ku pelan..
Lana terdiam menatap ku. dia belum ada reaksi.. Tapi perlahan kulihat dia meneteskan air mata lagi.. Ku tatap mata nya, terlihat jelas dari tatapan nya,dia menyimpan banyak luka.
Aku sadar aku lah orang yang paling bertanggung jawab dengan luka nya.
__ADS_1
Perlahan aku mendekat dan ingin memeluk nya, untuk meringankan sedikit rasa sakit dari luka yang aku berikan. Tapi dia malah menghindar dari ku
''Gak mas.. Aku gak akan pernah mau'' ucap Lana disela tangis nya..
''Tapi kamu harus mau Lana'' lanjut ku.. bukan aku memaksa. Tapi memang ini kenyataan yang harus dia terima.
''Kenapa mas? katamu kamu masih mencintai ku.. Tapi kenapa?? kenapa kamu tega mas ?'' tanya Lana tak terima..
Aku bingung harus menjawab apa.. Tapi aku harus berani berterus terang.
''Ini karna... karna... .. ... ..
azila hamil....'' jelasku.
Lana menangis lagi.Maaf kan aku Lana ucap ku dalam hati.
'' Kenapa mas?? kenapa kamu tega sama aku... Cuma karna alasan ingin punya anak kamu tega menghianati Delapan tahun pernikahan kita..'' isak nya lagi.
''Maaf alana.. aku khilaf'' hanya itu yang bisa aku ucapkan pada nya.
''Aku tak terima semua ini..
Kurang ku apa mas?? apa masih kurang pengorbanan ku selama ini.. Aku rela bekerja demi membantu mu untuk biaya rumah tangga kita yang makin lama makin besar... Rela di perlakukan seperti babu oleh keluarga mu... cuma alasan anak??'' ucap nya menggantung..
''Iya aku tau Lana .. aku minta maaf '' sesal ku.
Aku berusaha untik mempersempit jarak ingin memeluk nya.
''Keluar kamu mas. Aku gak sudi di sentuh oleh kamu lagi...''
ujar Lana tegas sambil mengusap kasar air mata nya
''Tapi lana...''
''Keluar mas aku mohon''
isak nya.
Akhir nya aku pun keluar dengan terpaksa..
Masih kudengar isakan Lana yang menyayat hati .
Bukan, bukan ini yang ku harap kan. Aku masih berharap baik - baik saja dengan Lana. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Zila. Dia sekarang sedang mengandung anak ku, anak yang selama delapan tahun ku idam idam kan..
Egois memang, tapi memang begini lah ke adaan nya. Aku berharap semoga ada jalan keluar dari masalah ku ini..
...
...
...
..
maaaaaaf ya untuk semua pembaca yang udah mampir.. Aku telat update.. Soal nya lagi benar - benar demam.
Demam nya putus nyambung lagi...
__ADS_1
Bikin aku galau. bukan cuma riko doang yang galau. aku juga.. pengen up tapi buntu ..
maaf ya...