Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 41


__ADS_3

''Begini mbak, plat mobil atas nama Rahmat efendi memang ada disini, dan mobil nya pun juga ada disini, tapi perihal dimasukkan ke sebuah aplikasi online saya gak tau. '' ucap orang yang mengaku Rahmat efendi tersebut.


''Tapi waktu itu memang mobil dengan plat xx ini yang membawa saya'' ucap Lana masih tak percaya.


''Begini mbak, saya merentalkan mobil, jadi mungkin ada salah satu di antara customer saya yang memakai mobil saya untuk menculik mbak.kalau boleh tau apa mbak masih ingat kapan waktu kejadian nya mbak di culik?'' tanya bapak itu .


''Sekitar 6 bulan yang lalu pak," Lana pun menyebut kan tanggal tepat nya.


Bapak itu pun mengecek di komputer nya dan menemukan data data peminjam tersebut.


" Apa seperti ini orang nya mbak?" tanya bapak itu.


"Benar, ini dia orang nya pak.''


Lana pun melihat ke data dan foto yang tersimpan di komputer dan ternyata memang benar orang yang menculik Lana sama dengan orang yg di foto tersebut.


Bapak pemilik mobil itu memberikan data data dan foto orang di komputer .


Setelah urusan nya selesai dengan pemilik mobil ,Lana pun izin pulang. Karna hari sudah mulai malam,dia memutuskan untuk melanjutkan pencarian besok.


Saat Lana sampai di rumah Vindra masih belom pulang, jadi dia tidak akan susah susah mencari alasan kemana pergi seharian ini.


Sampai di rumah Lana masuk ke kamar Dirga yang memang sengaja dekat dengan kamar nya.


" Dirga sayang, kamu dimana? bunda kangen nak, kamu baik baik kan di sana" ucap Lana bicara sendiri melihat ke arah tempat tidur Dirga. Dia menciumi salah satu baju yang di pakai Dirga, merasakan aroma bayi Dirga,membuat rindu nya semakin membuncah.


Tak terasa air mata nya pun mengalir, sebulan lebih Dirga hilang, dan dia masih belom juga bisa menemukan titik terang kemana Dirga pergi.


"Lana , kamu di sini" tanya Vindra yang datang ke kamar itu.


Lana pun menoleh , suami nya tau dia sangat terluka kehilangan anak nya.


" Kamu yg sabar ya sayank, kita sama sama berdoa semoga anak kita bisa segera di temukan


" ucap Vindra mencoba memberi semangat kepada Lana.


''Iya Vin, makasih ya, kamu selalu buat aku'' ucap Lana terharu.


''Kita ini Ayah dan Bunda nya Dirga sayang, wajar kalau kita harus saling memberi semangat, aku juga akan berusaha mencari keberadaan Dirga '' ucap Vindra.


Lana merasa beruntung memiliki suami seperti Vindra, yang selalu ada di saat suka dan duka nya, teringat dengan rekaman cctv yang di dapat dari hotel tadi siang, Lana ingin memberi tahukan kepada Vindra.


''Vin, ada sesuatu yang mau aku omongin ke kamu,'' ucap Lana dengan wajah serius

__ADS_1


''Apa sayang? '' ucap Vindra memperhatikan Lana.


''Kamu ikut aku ke ruang kerja deh, ada yang mau aku tunjukin ke kamu'' ucap Lana dan mengajak Vindra ke luar menuju ruang kerja .


Sampai di ruang kerja, Lana membuka laptop nya, dan menghubungkan dengan flashdisk yg berisi rekaman cctv yang di dapat dari hotel.


''Tadi siang, aku ke hotel tempat kita menginap kemaren, aku mencoba melihat rekaman cctv itu lagi, tapi kali ini bukan di dalam hotel, tapi sekitar luar hotel'' ucap nya. Vindra mencoba mengamati isi rekaman tersebut.


Sampai di menit ke 30,Lana menghentikan vidio nya, lalu me-Zoom gambar dalam vidio tersebut.


''Orang ini yang waktu itu menculik ku dan membawa ke rumah tua ketempat Zila dan bibi Rina '' jelas Lana


''Kamu yakin ? '' tanya Vindra.


''Iya aku yakin, aku masih ingat jelas wajah nya'' ucap Lana lagi.


''Aku juga sudah mencari tahu mobil yang di pakai nya, tapi ternyata mobil itu milik rental yang sengaja di pakai untuk menculik ku waktu itu, tapi untung nya pihak rental mau memberikan informasi tentang orang itu.'' sambung Lana sambil mengeluarkan sebuah kertas yang berisi sebuah alamat dan memberikan kepada sang suami


Vindra menerima alamat tersebut.


''Lana, bukan kah alamat ini daerah pinggir kota ya? '' ucap Vindra.


''Memang kamu tau daerah ini?'' tanya Vindra lagi


''Ber arti kita bisa ke sana? '' tanya Lana.


''Iya, tapi tunggu, apa hubungan nya penculikan kamu dengan hilang nya Dirga sekarang?'' tanya Vindra tak mengerti.


''Begini, aku curiga nya dia bekerja sama lagi dengan bibi Rina dan Zila untuk menculik Dirga dari ku, dan kamu tau, tadi siang aku kerumah sakit jiwa,tapi aku tidak menemukan bibi Rina disana, dia kabur dari rumah sakit dan melukai perawat disana'' ucap Lana menjelaskan panjang lebar.


''Apa? kenapa tidak ada yang memberi tahukan kepada kita'' tanya Vindra terkejut.


''Kata nya, mereka sudah kesini, tapi waktu itu kita tidak ada di rumah satu orang pun, apa mungkin waktu acara pernikahan kita ya Vin?'' tanya Lana .


''Mungkin juga, jadi menurut kamu kita harus gimana? apa kita minta Rega saja yang ke daerah sana atau orang suruhan nya, takut nya kalau kita yang ke sana langsung, mereka bakal tau , kalau orang suruhan kan bisa melakukan penyamaran dulu ''


''Aku setuju, coba deh kamu huhungi Rega, mana tau dia bisa ke sini''


''Iya, '' Vindra pun mengambil ponsel di kantong celana nya dan menghubungi Rega.


''Halo ga, lo bisa kesini sekarang gak, gue sama Lana butuh bantuan lo nih'' ucap Vindra.


''Bisa, tapi gue selesaikan urusan gue dulu sebelum pulang gue mampir kesana '' ucap Rega.

__ADS_1


''Ok, thanks ya '' dan sambungan telfon pun terputus.


''Gimana sayang? Rega bisa kesini?''


''Bisa bentar lagi palingan juga ke sini'' ucap Vindra.


''O iya aku lupa, kamu sudah makan malam belom. Kalau belom kita makan yuk'' ajak Lana.


''Belom , ayo sekalian nunggu Rega sampai ke sini'' ucap Vindra.


****


"Sorry agak lama, malam malam gini masih macet, ''ucap Rega dan langsung duduk di meja makan .


''Heh ngapain duduk situ ?'' tanya Vindra dengan nada bercanda.


''Ye gue numpang makan sini ya, lapar gue, lagian nanti nyampe rumah malas makan sendiri '' ucap Rega sambil menyendok sendiri makanan ke piring nya.


''Maka nya kawin ''


''Kalo kawin mah gampang, nikah yang susah '' ucap Rega sambil mengunyah makanan nya.


''Kan enak ada yang nemenin makan , nemenin mandi, nemenin tidur, bisa.... aduh ,,, sakit yank '' ucap Vindra mengaduh karna paha nya di cubit istri nya.


''Maka nya ngomong di saring dulu '' ucap Lana sewot.


''Ya udah makan yang banyak ga, gak usah dengerin orang sinting ini'' ucap Lana kepada Rega.


''Loh kok sinting sih yank'' Vindra pun bicara manja kepada Lana.


''Ish siapa sih ? aku gak kenal'' ucap Lana pura pura gak kenal mengerjai suami nya.


****


Musim hujan eui . puasa pula, bikin author laper nih.


disini ada yang sama gak. dari semalam hujan mulu.


Perut lapar mata ngantuk, jadi kerjaan gak kelar kelar.. satu bab aja berasa 10 bab..


Maaf kan author yang lelet ya teman teman.. harap maklum, he he he ..


Selamat baca. sekali lagi makasih udah setia baca novel ku..

__ADS_1


__ADS_2