
"Kamu pasti kangen sama anak anak ya? tapi kok sama aku gak ya sayang?" ucap Vindra pura pura merajuk.
"Ye udah tua aja masih main merajuk kamu"
"Hah? tua, jadi kamu pikir aku udah tua ya? o,,, jadi gitu sekarang" tambah Vindra lagi.
"Ye,, kok makin merajuk eih sayang.. gak mungkin lah sama suami ku tersayang ini aku gak kangen, ya pasti lah. " ucap Lana lagi.. dan omongan mereka pun mengalir sampai ke kejadian hari ini..
Terakhir Lana ingin vidio call ingin melihat anak anak nya.
" Hay bunda " ucap anak anak berbarengan. mereka berebutan ingin bicara dengan bunda nya.
"Anak anak jangan rebutan gitu, satu satu dulu ya." ucap Lana lagi.
Anak anak pun patuh mendengar titah dari ratu mereka.
setelah puas ber vidio call dengan anak anak serta suami nya ,Lana menutup telfon dan langsung istirahat sambil menunggu azan magrib berkumandang.
***
Esok nya seperti persetujuan mereka, Lana meminta pak lurah untuk mengumpulkan para warga di depan kantor kelurahan.
Para warga sudah banyak berkumpul menunggu kedatangan Lana.
Jam Delapan pagi, Lana dan Rega serta beberapa ajudan nya pun sampai di kantor kelurahan.
Seperti yang di pesankan oleh Lana, pak lurah meminta warga untuk bersikap sabar dan mendengarkan yang akan di sampaikan Lana.
Sebelum memulai, sekilas Lana memperhatikan semua warga satu persatu, diantara mereka melihat seseorang yang sangat mencurigakan.
Tapi karena ketahuan oleh Lana orang itu langsung pergi dan menghilang begitu saja.
Lana yakin dia tak salah lihat, itu pasti sama dengan orang yang di lihat nya kemaren sore.
Tapi Lana tak mungkin mengejar orang itu, dia lebih mementingkan para warga dari pada satu orang yang akan mengganggu kehidupan nya.
"Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Perkenalkan saya Alana putri , saya pemimpin sekaligus pemilik langsung dari mall yang akan di dirikan di daerah ini" mulai Lana dengan suara lantang.
__ADS_1
Para warga yang baru tau dengan siapa Lana sedikit agak ribut .
"Sebelum nya saya ucap kan terima kasih yang sebanyak banyak nya kepada ibu dan bapak semua karna sudah bersedia untuk datang sepagi ini di kantor kelurahan"
"Sesuai pesan saya kepada bapak kepala kelurahan kemaren, tujuan saya di sini mengumpulkan kalian semua untuk membahas tentang perjanjian yang telah kita sepakati bersama dalam surat ini" ucap Lana dan memperlihatkan sebuah map berisikan berkas berkas tanah tersebut.
"Sesuai janji yang telah kita sepakati, bapak dan ibu sudah setuju menjual aset dan lahan kalian kepada kami dengan bayaran yang sangat setimpal, bahkan kalian juga sudah menerima hasil dari jual beli lahan tersebut, dan bahkan sertifikat nya juga sudah kami terima dengan baik, " Lana menatap mereka lagi satu persatu.
Para warga yang hadir masih setia menunggu kelanjutan dari ucapan Lana.
"Jadi sekarang pertanyaan nya, apa tujuan kalian semua menghambat laju pembangunan kami, bahkan merusak bahan material kami yang ada di lokasi. Lebih parah nya lagi, kalian juga tega melukai beberapa pekerja dan karyawan kami, apa tujuan nya semua ini pak bu, "tanya Lana.
Salah satu warga ada yang menjawab.
"Kami tidak jadi mau menjual tanah kami kepada anda, karna kami tau sebenarnya di sana tidak akan di buat pusat berbelanja, tapi akan di buat untuk pabrik memproduksi barang haram kan ? kami tidak sudi kampung dan daerah kami dijadikan tempat kotor. Oleh karena itu kami akan mengembalikan lagi uang yang sudah kami terima." ucap warga tersebut.
Lana sangat terkejut dengan penuturan yang di lontarkan warga itu, semua warga jadi ricuh membenarkan ucapan orang yang tadi.
"Ya betul, lebih baik kami hidup pas pasan dari pada kampung kami ternoda " ucap salah satu nya lagi.
"Tenang bapak dan ibu semua, " ucap pak lurah .
"Kata siapa kami akan membuat tempat terkutuk itu pak? siapa yang sudah menghasut kalian?" tanya Lana agak sedikit terpancing.
"Bukan kah sebelum kita sepakat bertransaksi akad jual beli kami sudah memberi tahukan lebih dahulu untuk apa kami membeli tanah dan lahan kalian ini? bahkan kami juga berjanji akan memberikan lapangan pekerjaan bagi kalian yang membutuhkan?" mereka yang mendengarkan ucapan Lana terdiam
"Bapak dan ibu, kalian tau mall Alan Plaza? ''
''Tau '' jawab mereka serempak.
''Kalau kalian tau,kenapa kalian tidak percaya kepada kami? kami di sini akan mendirikan cabang Alan Plaza store. Tujuan nya untuk memajukan daerah ini, dan memberikan lapangan pekerjaan untuk warga setempat yang membutuhkan. ''
''Tapi nanti setelah berdiri pasti orang kota yang pendidikan nya lebih tinggi yang di prioritaskan '' ucap orang orang.
''Kami sudah berjanji akan memberikan lapangan pekerjaan kepada warga sesuai dengan kwalitas diri masing masing,dan gak mungkin juga kami ingkar janji kepada warga disini. Saya mohon bapak jangan percaya dan jangan terpancing oleh isu di luar sana yang tak benar. Jika nanti kami tidak menepati janji, kalian semua boleh menuntut kami ke jalur hukum, tapi bukan dengan jalan seperti ini'' ujar Lana.
Para warga yang hadir pun paham dengan yang di ucap kan oleh Lana.
__ADS_1
setelah semua nya selesai, mereka pun membubarkan diri masing masing.
"Terima kasih pak lurah sudah membantu kami, semua ini tak akan lancar sesuai rencana tanpa bantuan dan dedikasi dari bapak " ucap Lana.
" Sama sama bu, harus nya saya yang berterima kasih karna ibu sudah memilih daerah kami untuk pembangunan ini, semoga kedepan nya rencana ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan, dan warga kami juga terbantu untuk mendapatkan lowongan pekerjaan yang layak" .
" Baik lah pak, kalau begitu kami permisi dulu pak, sekali lagi terima kasih "
Lana dan Rega pergi meninggalkan kantor kelurahan dan menuju ke tempat pembangunan mall baru mereka.
Lana sangat bersyukur kejadian kemaren yang dia lihat tidak terjadi lagi hari ini, semua nya berjalan dengan lancar.
Para pekerja yang mengerjakan bangunan sudah mulai bekerja kembali dengan normal.
Lana berencana besok pagi kalau tak ada kendala, mereka akan kembali pulang kerumah, karna di daerah ini urusan nya sudah selesai.
Lana langsung kembali ke villa untuk beristirahat sebelum kembali ke rumah nya.
Di perjalanan menuju Villa, tak sengaja Lana melihat dengan sangat jelas orang yang sama yang kemaren dia lihat, Lana yakin kali ini dia benar benar tidak salah lihat.
Sudah Dua kali di hari ini dia melihat orang itu, yang Pertama tadi pagi waktu di kantor kelurahan, sekarang di perjalanan menuju Villa, bahkan ini sudah sangat dekat dengan Villa.
Lana tak ingin lagi menyia nyia kan ke sempatan,
"Ga, stop ga, tunggu sebentar" Rega me rem mendadak mobil yang di kendarai nya.
"Ada apa Lana?" belom selesai kalimat Rega , Lana sudah langsung turun dari mobil dan berlari kebelakang.
Rega juga penasaran dan mengikutinya.
Tapi sayang orang yang Lana kejar sudah keburu hilang lagi.
Lana sangat kesal di buat nya. Dia sangat yakin sekali dengan yang di lihat nya.
Lana bingung apa yang harus dia lakukan.
****
__ADS_1