Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
mencari informasi


__ADS_3

Hampir sebulan berlalu, setelah Vindra dan Lana menemukan Azila, sekarang kondisi Zila sudah semakin membaik.


Lana meminta ke pada petugas dan dokter rumah sakit untuk mengobati nya dengan pengobatan terbaik, ia ingin Zila cepat sembuh.


Sekarang Zila tidak lagi berteriak teriak seperti dulu.  Dia lebih banyak diam dan merenung, hanya sesekali ada beberapa kata yang keluar dari mulut nya, tapi tidak jelas.


Pernah sekali sewaktu Lana datang mengunjungi nya, dia menatap Lana lama,, tapi dia tak bicara sepatah kata pun, sampai Lana memutus kan untuk pulang baru lah dia mengucap kan satu kata "maaf" dan itu sukses membuat Lana terkejut.


Setelah itu tak ada lagi kata terucap dari bibir nya, tapi sebelum Zila mengalih kan pandangan nya .Lana sempat melihat Zila menetes kan air mata. Namun Lana ragu apakah itu benar atau hanya sekedar pandangan nya saja.


" Bagai mana kondisi nya dokter?" Tanya Lana lepada dokter yang menangani Zila.


" Untuk saat ini perkembangan untuk kondisi luka luka luar di tubuh nya sudah 85  persen. Tinggal pemulihan sedikit lagi" terang dokter.


"Alhamdulillah ,, syukur lah dok kalo begitu saya sangat senang mendengar nya." Ucap Lana dengan sangat senang.


" Tapi mbak,, maaf, untuk kondisi kejiwaan dan organ tubuh dalam nya, seperti nya terganggu, dan membutuh kan waktu yang lumayan lama," jeda dokter.


" Kenapa begitu dok, kenapa dengan organ tubuh nya? apa kondisi nya parah?" Lana bertanya was was.


" Bisa di bilang parah mbak Lana, karena dari hasil periksaan sementara seperti nya dia mengkonsumsi obat obatan terlarang dalam jangka waktu yang sudah lama , atau mungkin memang sengaja di berikan kepada nya." Terang dokter lagi.


"Apa dokter yakin dok? Setau saya sudah beberapa tahun ini sejak terakhir kali kami bertemu , dia sudah mengalami gangguan jiwa. Dan selama ini dia di sekap oleh ibu nya, apa mungkin, ibu nya tega memberikan obat obatan terlarang itu kepada putri nya sendiri?" Jawab Lana tak percaya. Dan sedikit syok mengetahui hal ini.


Dia benar benar tak menyangka bibi Rina sudah sangat keterlaluan menghancurkan masa depan anak nya sendiri, sungguh di luar dugaan nya ternyata.


"Saya sangat yakin mbak, oleh karena itu saya menyaran kan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi agar kita tau lebih detail nya, agar kita tidak menerka nerka" ucap dokter itu lagi.


"Iya, kalo begitu baik lah dok, lakukan yang terbaik menurut dokter saja. "


"Oke baik la mbak, mungkin lusa kita sudah bisa melakukan pemeriksaan nya"

__ADS_1


"Ok dokter, kalo begitu saya permisi dulu, saya titip Zila ya dok" ucap Lana mengakhiri pertemuan mereka.


Setelah itu Lana izin undur diri dan kembali pulang ke rumah nya.


*******


Siapa dia?" ucap RIan sedikit kurang senang melihat foto seorang laki laki di galery ponsel Sesil.


"Dia calon suami ku nanti, dan aku harus mendapat kan nya" ucap sesil enteng, dan itu sukses membuat Rian terkejut,


"Apa? jadi kamu sudah memiliki calon suami???"  Rian kaget sekali mendengar ucapan Sesil.


Sesil mengangguk mengiyakan.


"Ya, dia calon suami ku, kenapa kamu kaget begitu,? Sesil bertanya heran.


"Gak, gak kenapa napa?" Jawab Rian kemudian.


Antara diri nya dan Sesil,  walau pun mereka sudah dekat cukup lama dan saling berbagi ranjang berdua, tapi mereka bukan lah pasangan kekasih, mereka tak pernah menyebut mereka itu pacaran.


Dan dia hanya butuh uang sesil sementara sesil hanya butuh kepuasan dari nya setiap kali sesil membutuh kan hal itu.


Sesil tak pernah melarang dia untuk dekat dengan orang lain, sementara diri nya pun juga sama tak bisa membatasi sesil untuk dekat dengan siapa pun. Karena sesil bukan lah siapa siapa nya.


Dia mengatup kan bibir nya begitu saja, dia tak ingin terlihat seperti orang yang cemburuan terhadap kekasih nya, karena sesil memang bukan kekasih nya.


Dan dia juga tak mau sesil berpikiran macam macam terhadap nya , dia tak mau sumber uang nya itu hilang dan pergi begitu saja.


"Kenapa kau terdiam?" Tanya Sesil kemudian setelah Rian terdiam cukup lama.


"Ah tidak apa apa" Rian menghela nafas nya kemudian.

__ADS_1


"Apa kau takut aku tidak membayar mu jika kau bekerja untuk ku?    tenang saja, jika kau dapat kan apa yang aku ingin kan,aku akan membayar mu 3 kali lipat" ucap Sesil kemudian.


"Hm....baik lah, aku harus melakukan apa?" Tanya Rian kemudian.


Sesil tersenyum, Rian selalu bisa dia andal kan. lalu dia pun menjawab, "cari tau tentang dia dan keluarga nya se detail detail dan se rinci rinci nya, jangan sampai ada yang terlewat kan,, usahakan secepat mungkin, setelah itu kau akan mendapat uang mu" tawar sesil.


"Baik lah kalau begitu" Rian pun setuju.


Rian pun pergi dan leluar dari apartemen sesil ,tak lupa dia membawa serta foto Vindra, orang yang alan di mata matai oleh nya.


Hari itu juga Rian mulai


Mencari dan mengumpul kan informasi tentang Vindra dan keluarga nya....


Seminggu sudah berlalu, dan sekarang semua informasi tentang Vindra sudah ada di hadapan Sesil, dia lalu membuka amplop coklat yang di terima nya tadi pagi.


Dia membaca setiap lembar keterangan yang ada di sana ,, semua nya lengkap tanpa kurang satu apa pun,termasuk foto siapa istri dan anak anak dari Vindra.


Sekarang  informasi yang dia butuh kan sudah dia dapat kan. Tinggal menunggu waktu nya saja dia untuk bertindak.


Dia mulai menilai  istri Vindra dari Foto yang dia dapat kan, dari keterangan di sana Alana cuma seorang ibu rumah tangga biasa yang kebetulan mendapat kan kesempatan menjadi istri seorang Ravindra .


Semua orang memang mengira Alana hanya lah merupakan seorang ibu rumah tangga biasa yang lemah lembut, dia sengaja meminta vindra untuk menutup data tentang diri nya


Dan soal dia mempunyai mall di beberapa kota dan butik ternama di banyak tempat, orang juga tidak tau, mereka hanya tau nama nya saja tanpa pernah tau bentuk dan rupa dari Alana, jadi orang tak akan tau kalau istri Vindra adalah Alana yang itu.


"Aku yakin bisa menyingkirkan perempuan kampung ini" ucap Sesil kemudian,,, dia begumam sendiri.


Dia menilai Lana sangat jauh dan tidak selevel dengan nya, tapi dia berpikir kenapa Vindra bisa suka dan menikah dengan perempuan kampung itu.


Memang wajah nya lumayan cantik, putih mulus tanpa polesan, tapi dari tampilan nya yang kampungan itu sangat tidak mungkin dan tidak cocok sekali menjadi istri dari seorang presdir yang memiliki perusahaan besar dan ternama di negara ini.

__ADS_1


******


__ADS_2