
Bertahun sudah berlalu setelah terakhir kami berpisah,, akhir nya suatu ketika di sebuah kafe, aku bertemu lagi dengan nya, dengan orang yang pernah ku kagumi dan ku idam idam kan.
kami bertemu secara tak sengaja, kebetulan waktu itu, papa menyuruh ku untuk mulai melanjut kan bisnis beliau, sebenar nya aku merasa malas, karena sudah terbiasa hidup mewah, serba ada tanpa bekerja, dan cuma menikmati saja serta foya foya.
Kehidupan ku yang bebas, dan uang yang lumayan berlimpah dari papa membuat ku malas melakukan pekerjaan apa pun, jangan kan untuk mencari kerja di luar sana, bekerja untuk melanjutkan bisnis papa saja aku merasa malas.
Tapi entah kenapa waktu itu aku tiba tiba saja mau di bujuk oleh mama untuk menggantikan papa meeting dengan sebuah perusahaan besar.
Mama bilang jika aku berhasil mendapat kan tender dan kepercayaan dari perusahaan ini, papa menjanjikan hadiah yang lumayan besar untuk ku.
Ya sekalian sebagai untuk mengasah kemampuan dan mengamal kan ilmu yang pernah ku pelajari .
Aku pun akhir nya datang ke perusahaan, papa langsung mempercayakan aku untuk mewakili nya untuk mendapat kan tender dan kerja sama dengan sebuah perusahaan besar.
beliau percaya karena menurut nya, aku pasti bisa mendapat kan kerja sama ini, mengingat waktu kuliah aku termasuk mahasiswa yang lumayan pintar dan mendapat kan prestasi.
Aku yang tak menyangka bakal bekerja sama dengan perusahaan nya Vindra sangat senang sekali bertemu dengan nya, aku kira dia akan menghindar dari ku mengingat pertemuan terakhir kami yang tidak mengenak kan , tapi rupa nya dia sangat profesional sekali.
Vindra yang sekarang tak berubah dengan Vindra yang dulu, masih tetap saja mempesona dan menawan, beda nya sekarang dia tambah tampan dan berkharisma, apalagi dia seorang presdir yang memimpin dan mempunyai perusahaan yang besar
Perasaan yang dulu sempat menghilang tiba tiba hadir lagi, dan itu malah semakin besar, perasaan ingin memiliki dia sepenuh nya bertambah berkali kali lipat dari yang dulu ku rasakan.
__ADS_1
Aku tak ingin lagi membuang kesempatan emas ini, pertemuan kami kali ini mungkin sudah rencana tuhan untuk menjodoh kan aku dengan nya.
Beberapa hari berlalu tiba lah waktu nya untuk perusahaan kami melakukan pertemuan lagi, kali ini aku sengaja mengundang nya datang ke perusahaan papa ku untuk membahas tentang proyek kerja sama kami, aku kira dia akan datang seorang diri, rupa nya dia datang bersama sekretaris nya yang menurut ku sangat resek .
Seperti nya sekretaris nya itu tidak suka pada ku dan mungkin dia tau kalau aku menyukai bos nya .
Padahal aku sudah merencanakan sebaik mungkin rencana untuk mengambil perhatian Vindra, tapi seperti nya kesempatan untuk mendekati Vindra sangat sulit, mengingat kacung nya itu selalu menempel kepada nya.
Kebetulan ada ob yang mengantar kan pesanan minuman kami ke ruangan ku, jadi aku mendapat sebuah ide untuk dapat menarik perhatian Vindra, aku sengaja menyenggol minuman panas yang di suguh kan oleh ob,alhasil tangan ku kepanasan.
Tepat seperti yang ku kira, Vindra kaget dan reflek memegang tangan ku dan meniup nya,,, dia sangat cekatan merawat tangan ku, rasa panas dan perih yang ku rasakan seketika hilang dengan sentuhan jari jemari Vindra, aku merasa sangat senang sekali.
Tak ku hiraukan ekspresi tak suka dari sekretaris nya itu, yang penting aku bisa merasakan sentuhan tangan orang yang aku cinta. tak menyia nyia kan kesempatan aku mencoba menempelkan tubuhku dan pura pura kesakitan agar bisa berdekatan lebih lama dengan nya.
Aku sangat kesal di buat nya, di tambah lagi tiap ke kantor nya harus bertemu dulu dengan sekretaris nya yang nyebelin dan jutek itu, kalo saja tidak akan membuat image ku menjadi buruk, sudah lama aku ingin menghancur kan muka perempuan itu, tapi aku terpaksa harus sabar .
Peenah juga aku meminta alamat rumah Vindra ke pada sekreraris nya itu, tapi yang ada dia menolak, dia bilang demi ke amanan dia tidak bisa memberikan alamat tempat tinggal bos nya, sebenar nya memang benar, tapi aku kan teman lama nya Vindra masa iya dia masih tak mau memberikan nya pada ku. kekesalan ku bertambah berkali kali lipat.
esok nya seperti biasa aku datang lagi ke kantor nya Vindra, aku tidak menyerah sama sekali. tak di sangka rupa nya Vindra datang ke kantor nya hari ini aku langsung saja menerobos masuk tanpa permisi atau izin dulu kepada sekretaris nya.
aku tau dia datang ke kantor hari ini karena ku lihat Sekretaris nya yang ku ketahui bernama lita itu baru saja keluar dari ruangan Vindra.
__ADS_1
"Maaf bos, mbak ini menerobos masuk" ucap Lita pada Vindra.
"tak apa apa, silahkan kamu kembali ke meja mu" ucap Vindra pada nya,
aku sangat senang ,bearti Vindra tidak menolak ke datangan ku kesini.
sebelum lita keluar aku sempat memperlihat kan senyum mengejek ku pada nya karena dia di usir keluar oleh bos nya tersebut.
Vindra menanyakan kabar ku dan sedikit berbasa basi, dan sekalian menanyakan ada maksud apa aku datang ke kantor nya.
aku mengatakan maksud dan tujuan ku, jujur aku merindukan nya, tapi Vindra seperti nya menolak ku dan menyuruh aku pulang dengan cara halus. berbagai cara ku lakukan, bahkan aku sudah menawar kan diri ku untuk menjadi sekedar penghangat ranjang nya saja ia masih tetap menolak.
tapi aku tidak mau menerima nya begitu saja, aku pun kembali merayu nya, membuka dua kancing teratas kemeja ku dan mencondong kan tubuh ku pada nya berharap dia tergoda dengan ku, tapi nyatanya dia tidak melihat kearah ku, dia mengalihkan tatapan nya ke arah lain.
berbagai cara aku merayu dan menggoda nya tapi dia tetap kukuh, sampai pada saat dia bilang bahwa dia sudah bekeluarga dan memiliki anak, dunia ku serasa mau runtuh, aku tak menyangka dia sudah menikah.
Cukup lama aku terkejut dan setelah sadar aku bertekat akan terus mengejar cinta nya dan mendapat kan nya, walau pun dia sudah berkeluarga memiliki anak dan istri, tapi aku harus menyingkir kan mereka,
dia merupakan sumber uang ku, san aku tidak akan mau menyia nyia kan kesempatan untuk mendapat kan nya.
dia mengusir dan sedikit membentak ku , aku pun memutus kan untuk keluar dari ruangan nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah Vindra, cukup sekali aku kehilangan mu dulu, tidak lagi sekarang, walau pun kamu sudah menikah dan memiliki anak istri, tapi aku akan berusaha mendapat kan cinta mu, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kamu kembali, tidak peduli apa pun itu bentuk nya" ucap ku kemudian dan melangkah pergi keluar dari ruangan Vindra dengan perasaan yang campur aduk.
Aku bertekat untuk mencari informasi tentang keluarga nya,,, apa pun akan ku lakukan kalau perlu mencelakai keluarga nya sekali pun akan ku lakukan, yang terpenting Vindra harus menjadi milik ku...