Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 64


__ADS_3

''O,,, atau jangan jangan tadi pagi, soal nya Rega datang ke kantor nya juga telat, padahal biasa nya selalu on time gak pernah ngaret'' tambah Lana.


''Kamu beneran yank?? '' Lana mengangguk.


''O iya ,kalo gak salah tadi pagi pas nyampe sini ,aku seperti melihat mobil Rega deh kayak nya. Apa jangan jangan tadi dia kesini ya yank?''


''O...Bisa jadi juga tuch''


''Gak kok, Rega gak kesini'' sambung Lita cepat.


Vindra dan Lana serentak melihat ke arah Lita dengan muka dan tampang tak percaya.


Lita yang baru sadar keceplosa. pun menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya.


''Ih yank , liat tuch orang nya aja bilang gak, kayak nya tau banget jadwal Rega'' Vindra tak sanggup lagi menahan tawa nya dan akhir nya pecah juga.


''Lit, muka kamu kenapa khawatir gitu. Kalo iya juga gak apa apa ya kan yank?'' tanya Lana.


''Iya'' Vindra pun menjawab sambil cengengesan.


Lita yang sudah terlanjur malu buru buru maju ke meja Vindra langsung menyerahkan berkas tadi yang masih dia pegang


Setelah nya Lita keluar dari ruangan itu sambil menghentak hentak kan kaki keluar dari ruangan Vindra tanpa memperdulikan ke dua bos sekaligus teman resek nya itu .


Vindra dan Lana yang melihat Lita keluar dengan kesal, tak henti henti nya tertawa, bahkan tawa mereka sampai keluar ruangan itu.


Untung nya Lita buru buru menutup pintunya, jadi dia tak lagi mendengar tawa mereka berdua. Karena ruangan Vindra di desain kedap suaran.


Lita sangat kesal karena ketahuan memikirkan Rega ,memang tak mengapa, tapi dia malu kalau di tertawakan dan di jaili begitu oleh bos resek nya.


Saking kesal nya, Lita bahkan mengomel dan bicara sendiri di kursi nya.


****

__ADS_1


''Breksek lepaskan saya.saya akan bikin perhitungan pada kalian semua'' ucap seorang perempuan paruh baya yang terkurung di sebuah ruangan kumuh.tempat itu sudah tan berbentuk lagi.


Bahkan tempat tersebut sudah mirip seperti gudang yang sudah lama tidak terpakai.. Hanya beberapa jejak sepatu atau alas kaki saja yang masih tersisa tanda tempat itu pernah atau masih di kunjungi orang.. di sudut ruangsn tersebut terdapat sebuah kamera pengintai atau cctv untuk melihat dan mengintai aktifitas yang di lakukan orang itu di dalam ruangan tersebut.


Perempuan paruh baya itu yang bentuk nya sudah tak terurus lagi dengan raut yang sudah terlihat sangat tua dari usia nya, masih saja terus berteriak teriak agar ia di bebas kan. Tapi se kuat apa pun dia berteriak bahkan sampai suara nya habis pun tak akan ada yang mendengar kan..


Karena di dalam gudang tersebut hanya lah dia sendiri, bahkan untuk sekedar mendengarkan teriakan nya yang makin hari makin melemah saja tidak ada satupun yang mau..


Perempuan itu kadang tertawa dan bahkan menangis sendiri, tapi tak jarang pula kata umpatan dan kutukan kasar dari mulut nya keluar untuk melepas kan kesal dan marah di hati nya..


di samping perempuan itu masih ada bekas sisa makanan kemaren dan sisa sisa makanan di hari hari sebelum nya..


''Bagai mana keadaan nya?'' ucap seseorang yang datang ke sebuah ruangan pemantauan cctv.


Orang itu menunjukkan ke arah layar monitor yang memperlihat kan si perempuan tadi .


''Ya begitu lah bos. tiap hari kerjaan nya hanya mengumpat tidak jelas dan bahkan dari pertama dia di bawa kesana pun juga tetap seperti itu'' jawab seorang 'aki laki penjaga ruangan tersebut.


''Apa tidak ada perubahan? setidak nya sebuah penyesalan keluar dari mulut nya ?'' ucap laki laki tadi.


''Tidak bos.. dia masih saja seperti itu'' ucap penjaga .


Si pria yang baru datang tdi akhirnya pun melangkah keluar. Tapi sebelum langkah kaki nya benar benar meninggalkan ruangan itu, si penjaga pun berkata.


''Apa kita harus membiarkan dia seperti ini terus sampai dia mati bos?'' tanya si penjaga


Langkah kaki bos tersebut langsung berhenti, dia berpikir sepersekian detik.


''Kenapa itu pertanyasn mu?? apa kau sudah bosan menunggu nya.??''


''Tidak bos,, hanya saja setelah sekian bulan dia disini dan saya perhatikan, sudah tidak ada lagi yang bisa kita dapat kan dari dia bos. dia akan tetap seperti itu ,hati nya sudah sekeras batu bos, jadi percuma juga dia di tahan di sini, kenapa tidak di bawa ke rumah sakit jiwa saja bos??''


Vindra berpikir sejenak . Apa yang di katakan oleh anak buah nya itu ada benar nya, tapi dia tidak bisa bertindak sendiri.

__ADS_1


Banyak hal yang harus ia pertimbang kan terlebih dahulu, setidak nya dia harus mengkonfirmasikan dan mendiskusikan nya dulu dengan Alana istri nya.


Walaupun dia bertindak dan mengambil keputusan sendiri juga akan di dukung oleh Lana, tapi setidak nya dia harus bicara dulu dengan Lana.


Lagi pula, kalau di pikir pikir setelah sekian banyak dosa yang telah dia lakukan, dia pantas mendapatkan hal itu.


Dia sudah terlalu banyak menyakiti istri nya, bahkan hukuman mati atau hukuman gantung sekalipun belom tentu sepadan dengan apa yang telah dia lakukan selama ini.


Kejahatan kejahatan nya sudah tak terhitung lagi banyak nya...


"Kemana bos?" tanya anak buah nya melihat Vindra tiba tiba berdiri dan berjalan ke arah luar tanpa bicara sepatah kata pun.


Vindra menarik nafas dalam dan membuang nya.


" Jaga saja dia baik baik, saya akan pergi" ucap Vindra kemudian. dan melanjut kan langkah kaki nya keluar.


Anak buah nya yang melihat itu hanya terdiam dan tanpa bertanya lagi.


Percuma juga bertanya, dia tau bos nya pasti juga sedang memikirkan omongan nya saat ini...


setelah itu dia kembali menghadap kemonitor sambil bermain game di hp nya.


Vindra melangkah keluar dengan pasti meninggal kan ruangan itu dan langsung menuju ke mobil nya.


dia langsung meninggal kan tempat itu dan kembali ke kantor nya...


Dalam hati dia sangat bingung dengan apa yang harus dia lakukan terhadap bibi dari istri nya itu.


Sebenar nya dia bisa saja membunuh nya saat ini, tapi dia teringat dengan ucapan Alana yang ingin membuat bibi nya itu buka mulut tentang keberadaan Azila.


Karena bagaimana pun juga Azila merupakan ibu kandung dari Dirga anak mereka,


Mereka khawatir kalo bibi Rina berbuat tidak baik kepada Azila.

__ADS_1


Karena walaupun zila merupakan anak nya tapi bini Rina tidak akan segan segan untuk menyakiti dan memanfaat kan Zila untuk mencapai tujuan nya, bahkan Dirga yang merupakan cucu kandung nya sendiri tega di buang dan di sakiti oleh bibi Rina.


__ADS_2