Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
kedatangan Sesil ke kantor


__ADS_3

"Permisi mbak, maaf ada perlu apa ya datang ke kantor kami, perasaan kita gak ada janji temu deh" sapa Lita melihat ke datangan sesil .


"iya,, memang kita gak ada janji temu tapi saya ada urusan sama yang punya perusahaan" jawab sesil pongah. dia memandang Lita dengan kesal.


"maaf sebelum nya apa mbak sudah buat janji temu dengan bos kami?" Lita masih berusaha ramah mesti dalam hati nya sangat sangat jengkel sekali bertemu muka dengan sesil .


"memang nya sebagai teman dekat nya saya harus membuat janji dulu ya? saya ini ingin memberi kejutan ke pada vindra tentang ke datangan saya. " ucap sesil tambah sombong.


" oh mbak ini teman dekat nya pak Vindra??? waaah kok saya baru tahu ya,sejak kapan sih?" tanya lita sambil tersenyum mengejek.


"eh itu bukan urusan kamu ya. Emang saya harus laporan dulu sama kamu apa sejak kapan saya dan Vindra dekat nya?" sesil hampir saja naik pitam melihat senyum mengejek yang terukir di bibir lita.


"memang bukan urusan saya juga sih, dan gak harus lapor juga, tapi sebagai sekretaris pribadi nya pak bos vindra, saya tau jadwal beliau dalam ke seharian nya, baik pagi siang bahkan sampai malam sekali pun" lita sengaja memancing sesil agar tambah naik pitam.


" heh lo itu cuma kacung ya, jangan sok tau deh segala urusan Vindra. " sesil yang sensi malah mengata ngatai lita sebagai kacung. dia kesal mendengar lita mengetahui segala urusan dan jadwal Vindra dalam ke seharian nya, mulai dari pagi, siang sore,bahkan sampai malam. kalo begitu bearti mereka benar benar sangat dekat dan bukan lagi hanya sekedar hubungan antara sekretaris dan bos. tapi sudah lebih dari itu.


mengetahui ada gadis lain yang sudah lebih dulu dekat dengan vindra tak ayal membuat hati sesil panas dan terbakar api cemburu.


tapi dia masih mencoba meredam api amarah nya


sedang kan lita, dia malah tak tersinggung sedikit pun, justru dia menikmati kemarahan sesil yang emosian dan begitu mudah naik darah itu.


"hm,,,, jangan mengadi ngadi deh mbak. masa iya ada kacung berpakaian cantik dan modis begini,, kacung apaan itu ya?" tanya lita pura pura bertanya pada diri nya sendiri.


sesil yang benar benar tak bisa lagi menguasai amarah nya berjalan maju ke arah Lita.


dia ingin sekali menjambak rambut gadis yang sok ke cakep an itu. dia ingin mencincang lita dengan semangat yang berkoar koar.


Baru saja beberapa langkah. dari arah berlawanan datang lah seorang wanita yang sedang membawa cangkir kopi yang lumayan panas di tangan nya.


karena sesil yang geram ingin segera mencincang lita, dia tak melihat lagi sekeliling nya. mata nya terfokus ke arah lita saja.


"adduh...." teriak mereka berdua.


"heh lo punya mata gak?"ucap sesil sambil meringis kesakitan karena pakaian nya tersiram air minum kopi panas yang baru saja di buat itu.


"sorry mbak, saya gak sengaja.." ucap lana dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"sorry sorry,,gue kena kopi panas tau gak,," umpat sesil kesal, untung saja dia hanya ke cipratan air panas itu sedikit. coba kalau banyak sudah di pastikan dia bakal benar benar menelan orang setelah ini.


"dasar kampungan, gak punya mata, " hina sesil masih tak mau diam.


lana yang mendengar umpatan dan hinaan sesil untuk nya hanya geleng geleng kepala saja.


"kok mbak tau saya dari kampung?" ucap lana pura pura dengan memasang tampang polos nya.


Dia sudah biasa menghadapi orang yang sombong nya selangit seperti ini.


jadi dia mencoba merilekskan diri saja dan menghadapi orang seperti sesil ini dengan tenang.


sebenar nya lana tadi sengaja pura pura menabrak sesil ,karena lana melihat gerak gerik sesil yang seperti ingin menerkam lita seperti singa kelaparan.


maka nya dia pura pura saja agar jangan terjadi keributan atau hal hal yang tak di ingin kan lain nya terjadi di kantor suami nya ini.


Lana yang tadi nya baru balik dari pantry kantor untuk membuat kopi ke sukaan nya itu melihat ada seorang wanita yang baru akan masuk ke dalam ruangan suami nya itu, di cegat oleh lita sang sekretaris setia Vindra .


mereka kelihatan nya sedang perang mulut dan perang sindir, tapi seperti nya sesil yang emosian malah makin di lawan oleh lita dengan santai.


Setiap datang ke kantor suami nya atau kantor nya sendiri lana memang lebih sering membuat minuman untuk diri nya sendiri, kecuali kalau sedang ada tamu baru lah dia menyuruh ob yang akan membuat kan nya.


Lana sangat santai sekali menghadapi sesil, sia kelihatan tak tersinggung atau pun sakit hati sedikit pun mendengar ucapan sesil. yang dia yakini kalau saat sekarang ini sesil dalam mode PMS.


lana malah tersenyum saja mendengar ucapan kasar yang di tujukan oleh sesil ke pada diri nya tersebut.


sementara Lita yang mendengar kan istri bos nya atau istri sahabat nya di hina begitu merasa sangat kesal dan dongkol.


ingin dia meramas dan mencakar bibir sesil hingga robek, baru saja akan bergerak. Lana langsung memegang tangan Lita dan menggeleng kan kepala pada nya.


Lita ingin protes melihat Lana yang melarang nya untuk mencakar Sesil, tapi dia akhir nya mengikuti kemauan dan ke inginan Lana dengan kode mata nya.


"Lagian peduli apa gue kalo lo memang dari kampung atau gak nya" sewot sesil pula.


hampir saja Lana kelepasan tertawa mendengar ucapan susulan dari sesil.


"loh barusan mbak bilang saya kampungan, ya maka nya saya tanya kok mbak tau saya dari kampung, tapi kenapa anda marah?" tanya Lana sabar,seperti nya dia juga ingin bermain main dengan wanita ini pikir nya.

__ADS_1


"gue bilang lo itu kampungan bukan dari kampung goblok,," maki Sesil dengan tambah kesal.


"loh memang saya dari kampung dan saya kampungan apa beda nya ya mbak?" tanya Lana lagi dengan pura pura bingung.


"Lo itu ya" Sesil ke habisan ke sabaran seperti nya menghadapi Lana.


sementara Lita yang memperhatikan perdebatan alot itu senyum senyum sendiri di tambah lagi melihat tampang si centil dan si sok cantik Sesil kesal, makin lebar senyum nya.


bahkan tawa nya meledak tanpa bisa di cegah lagi.


"apa nya yang lucu? kenapa lo tertawa,, kalian berdua benar benar kampungan sekali " ucap sesil dengan garang dan dengan cepat dia ingin menjambak rambut Lita dan Lana.


Baru saja tangan nya hampir sampai ke kepala Lana. tiba tiba saja pintu ruangan Vindra terbuka.


"Ada apa ini ribut ribut di depan ruangan saya?" suara bass Vindra menghentikan gerakan Sesil.


melihat Vindra yang datang Sesil ingin mengadu kan ke dua perempuan di hadapan nya itu ke pada Vindra.


baru saja membuka mulut untuk bicara.terdengar suara Vindra bicara lagi.


"Sayang ada apa ini? kenapa lama sekali?" ucap Vindra .


*****


Maaf telat ya teman teman.. udah kemalaman update nya.


karena kadang ide itu datang dan pergi begitu saja hehehe..


semoga suka, jangan lupa tinggal kan jejak ya.


maaf juga author gak bisa balas komen teman teman satu per satu.


tapi trima kasih banyak buat yang udah memberi kan suport dan dukungan nya.


tanpa kalian semua aku hanya butiran debu


( sambil nyanyi sedikit ) hehehe

__ADS_1


garing..


love love love untuk semua..


__ADS_2