Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
Part 37


__ADS_3

Dua bulan sejak Vindra melamar Alana, mereka pun akhir nya menikah , dan pernikahan mereka di raya kan dengan sangat mewah dan meriah sekali.


Para sahabat dan saudara pun turut bahagia dengan pernikahan mereka tersebut. Tak ter kecuali mama Vindra, beliau lah orang yg paling bahagia di antara yg lain nya.


Karna sudah sekian lama menanti akhir nya hari ini datang jua ,tak ter kira betapa bahagia nya beliau.


''Kamu capek sayang ?" tanya Vindra pada Alana. Karna sudah dari tadi tidak bisa duduk, tamu undangan sangat banyak sekali ,dan mereka pasti lah ingin bersalaman dan mengucapkan selamat kepada ke dua mempelai .


" Gak Apa apa kok, cuma sedikit '' jawab Lana.


''Ya udah nanti aku pijitin ya'' ucap Vindra sambil mengedip genit kepada Lana.


''Ih gak mau, itu apaan ngedip ngedip gak jelas gitu'' ucap Lana lagi.


''Kamu gak peka sih '' ucap Vindra pura pura merajuk.


''Ngambek, dah tua juga'' ucap Lana


''Enak aja bilang tua, masih muda gini'' sewot Vindra.


Lana yang mendengar ucapan Vindra pun tertawa melihat tingkah suami nya tersebut.


Setelah acara selesai, mereka pun kembali ke kamar hotel yg khusus di persiapkan dan di hias untuk pengantin baru.


Lana yang masih memakai pakaian pengantin nya terlihat kesulitan membuka riasan di kepala nya.tiba tiba Vindra masuk ke kamar. Melihat istri nya ke sulitan dia ber inisiatif untuk membantu Lana membuka riasan di rambut nya.


Lana sedikit terkejut dengan ke datangan Vindra yang tiba tiba, dia sangat gugup melihat Vindra yg terlalu dekat dengan nya.


''Baju nya mau di bantuin juga gak yank'' ucap Vindra jahil melihat ke gugupan lana. Padahal dia sebenar nya juga sama gugup nya, tapi dia berusaha untuk terlihat biasa aja.


''Gak perlu ,kamu mandi sana'' usir Lana galak.


''Jangan galak galak dong sayang, masa sama suami sendiri masih galak'' rayu Vindra dan mulai memeluk Alana.


Alana yang di perlaku kan seperti itu kaget dan gugup, dia berusaha menetralisir detak jantung nya yg begitu cepat.


Melihat Lana yang terdiam, Vindra mulai menciumi tengkuk Lana dan meniup kuping nya serta menggigit kecil cuping Lana.


Lana memejam kan mata merasakan sentuhan Vindra.


Melihat reaksi Lana ,tangan Vindra pun mulai mengelus perut rata Alana,seketika Alana sadar.

__ADS_1


''Mandi dulu sana'' ucap Lana gugup menghentikan aksi suami nya.


''Tapi yank,,'' ucap Vindra memelas.


Alana mendorong Vindra untuk pergi kekamar mandi, dengan terpaksa akhir nya Vindra pun masuk ke kamar mandi.


Lana mengelus *ada nya ,detak jantung nya begitu cepat, untung secepat nya dia sadar dan melanjutkan membersih kan riasan di wajah nya.


Setelah Vindra selesai dan keluar dari kamar mandi , Alana pun buru buru ke kamar mandi, dia takut nanti Vindra berulah lagi. Melihat tingkah istri nya Vindra pun tertawa lucu.


sambil menunggu istri nya keluar dari kamar mandi ,Vindra mengecek email yang masuk ke handphone nya, karna kesibukan sangat padat, jadi dia menyempat kan diri untuk mengecek pekerjaan di kala waktu luang.


Selesai mandi dengan air hangat Alana mengambil handuk yang tadi dia bawa, setelah itu dia mencari cari pakaian ganti tapi tak juga di temukan, dan pakaian yang baru di pakai nya sebelum mandi pun tidak bisa lagi di pakai nya.


Karna pakaian itu sudah tergeletak tak berdaya di dalam tempat baju kotor.


''Ayo berpikir Alana'' ucap Lana pada diri nya sendiri.


''Jangan sampai kamu keluar dari sini cuma dengan memakai handuk yang minim begini'' ucap nya lagi.


''Aduuh ya ampun , gimana cara nya aku keluar dari sini, gak mungkin kan aku ke luar dengan begini,apa kata Vindra nanti nya, pasti dia akan tersenyum senang dan menjaili ku'' ucap Alana lagi .


''Sayang, kamu baik baik aja di dalam kan.'' tanya Vindra, tapi tak ada jawaban sama sekali.


''Lana sayank ,kamu kenapa kok kamu gak keluar keluar, kamu gk kenapa napa kan '' tanya nya lagi..


Lana yang mendengar suara panggilan dari Vindra pun bingung harus jawab apa. Tadi nya dia berharap Vindra tidak di kamar,jadi dia bebas mencari pakaian nya,tapi sekarang gk mungkin.


''I, iya Vin, aku gak apa apa'' jawab nya lagi.


Mendengar jawaban Lana, Vindra pun merasa lega. dan kembali duduk di ranjang mereka.


''Vin'' Alana coba memberanikan diri untuk minta bantuan kepada Vindra. Di mengulurkan kepalanya sedikit untuk menengok ke dalam kamar.


''Ya sayank'' ucap Vindra.


''Hm,, aku boleh minta tolong gak?'' ucap Lana


''apa?''


Tolong ambil kan baju ku di lemari, aku lupa membawa baju ganti'' ucap Lana mali malu.

__ADS_1


Vindra pun beranjak ke lemari pakaian, setelah di cari cari tapi dia cuma menemukan lingerie yang sangat seksi berwarna merah menyala.


''Gak ada apa apa sayank, aku cuma menemukan ini di lemari'' ucap Vindra sambil memperlihatkan apa yang dia dapat.


Lana yang melihat apa yang di tangan Vindra merasa malu, mukanya memerah semerah tomat.


''Coba kamu cari lagi deh Vin, mungkin di tempat lain'' ucap nya.


''Gak ada sayank,,'' ucap Vindra lagi, Sebenar nya dia tau siapa yang mengerjai Alana, tapi dia diam saja dia ingin melihat reaksi Alana ketika malu malu seperti apa.


Ya , Mama dan Mela sengaja mengganti pakaian yang di persiapkan Lana dengan lingerie tersebut. Karna ini malam pertama Lana dan Vindra,jadi mereka pikir Alana tidak membutuh kan pakaian pakaian tersebut, bahkan mereka yakin Lingerie yang mereka siapkan ini jug tak ada guna nya sama sekali.


''Aduh Vin, gimana dong! aku pake baju apa? padahal aku udah bawa baju tadi kesini'' ucap Alana lagi.


''Ya udah sih yank, pake ini aja, tapi mungkin ini juga gak ada guna nya'' ucap Vindra menjaili istri nya lagi.


''Gak mau, kalau gak aku minjam baju kamu aja'' ucap Lana mendapat kan ide.


''baju apa? baju ku k kebesaran semua, gak ada yang muat sama kamu'' ucap Vindra, tapi tetap dia ambil kan.


''Terserah aja, yang penting ada'' ucap Lana lagi.''


Vindra memberikan baju kemeja bewarna putih ke pada Lana.


''Yang ada cuma ini satu satu nya'' ucap Vindra mencoba untuk menahan tawa nya.


Lana buru buru mengambil kemeja tersebut dan menutup kamar mandi. Lana membuka lipatan baju tersebut dan ternyata kemeja itu sedikit menerawang ,Lana rasa ingin menangis meratapi ke sialan nya, kembali dia membuka pintu kamar mandi.


''Baju yang kamu dapat dari lemari tadi mana? tolong ambilin ya, please,,'' ucap nya lagi.


Vindra pun mengambilkan Lingerie merah tadi, dia tak mau menjaili Lana lagi.


Lana pun kembali menutup kamar mandi dan memakai baju nya lagi..


***


Hah... akhirnya selesai juga part ini. jangan pada baper ya semua. ini cuma cerita semata hehehe.


Maaf ya semua kalo part sebelum nya kurang suka, sebenarnya bukan maksud mengulang ulang cerita,tapi Pov Vindra itu cerita yang tentang Vindra pula.


semoga suka ya.. tetap dukung author ya teman trman. trimakasih yang masih setia membaca karya author..

__ADS_1


__ADS_2