Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 25


__ADS_3

Enak saja mereka, setelah pengorbanan ku selama bertahun - tahun mereka dengan lancang bersenang - senang di atas kesedihan ku.. Awas saja kalian ucap ku dalam hati.


''Aku setuju Lana ,aku pasti akan mendukung mu dan kamu jangan segan - segan minta bantuan ku'' ujar Mela.


''Makasih banyak mel karna kamu sudah membantu ku. Tapi untuk saat ini, aku akan menghubungi orang kepercayaan ku dulu untuk mencari keberadaan mereka semua..''


''Iya Lana semoga mereka secepatnya ketemu dan secepat nya mendapat kan ganjaran atas perbuatan mereka sama kamu'' ucap mela lagi..


'Kita liat saja nanti, tunggu pembalasan ku' ucap ku dalam hati


****


Dua bulan kemudian


Sudah dua bulan berlalu setelah kejadian aku pulang dari rumah sakit dan peristiwa kabur nya keluarga mas Riko Dan Zila.


Aku sekarang sudah mendirikan kantor baru Tidak terlalu jauh dari rumah ku.


Kantor ini adalah kantor utama dari semua cabang usahaku.


Mulai dari mall ,distro dan beberapa cabang toko pakaian yang aku miliki. Jadi di kantor ini lah setiap menejer di semua cabang usahaku memberikan laporan penting setiap bulan nya.


Di kantor ini Aku sendiri yang lansung jadi pemimpin Perusahaan nya dan Direktur utama nya.


Di kantor yang lama aku sudah tidak lagi menjadi sekretaris pak Rian, karena Siska sekretaris nya yang lama sudah mulai bekerja. Jadi aku putus kan untuk mendirikan kantor ini di bantu oleh Vindra.


Vindra yang waktu itu pernah menolong ku, dan sekarang kami sudah mulai berhubungan kembali Bahkan dia yang lebih banyak membantu ku dalam mengurusi perusahaan ini juga.


Sekarang Regi juga menjadi Asisten pribadi ku dan orang kepercayaan ku.


Seperti biasa tiap pagi aku pasti sudah sampai di kantor lebih dulu dari karyawan lain.Aku sengaja datang lebih awal karna di kantor aku bisa sekalian sarapan tepat waktu sebelum bekerja. Karna kalau di rumah kadang aku malas memasak dan jarang makan.


Aku memang sengaja tidak memakai jasa asisten rumah tangga, karna memang aku terlalu terbiasa mengerjakan semua nya sendiri.Bahkan untuk urusan mencuci pun aku juga terbiasa sendiri.


Jadi disini lah aku, di ruang kerja yang lumayan besar melahap nasi goreng kesukaan ku sebelum waktu kerja di mulai. Sebenar nya bisa saja aku telat atau tidak masuk kerja, tapi aku tidak mau melakukan nya karna aku tidak mau jika nanti sikap tidak disiplin ku malah di ikuti oleh karyawan lain..


Selesai makan ku buang sampah bekas sisa makanan di tong sampah yang sudah di sediakan di ruangan ku, setelah itu aku kembali kebalik meja kerja dan memulai aktifitas ku seperti hari - hari sebelum nya.


''Tok. Tok ''


ku dengar ada yang mengetuk pintu ruangan ku. Lansung saja aku menoleh melihat pintu sudah terbuka dan menampilkan seseorang yang beberapa bulan ini menemaniku .


''hay '' ucap nya.


''Iya..Tumben pagi - pagi udah kesini..?'' tanyaku pada orang itu.


''Iya lagi kurang kerjaan gue.. hehehehe.'' ucap orang itu lagi.

__ADS_1


Aku diam tak menanggapi karna orang ini makin di lawan makin kumat gilanya, itu lah yang ku tangkap dari beberapa bulan ini terlalu sering bersamanya.


''Kok cuek sih.. Temenin gue sarapan gih.'' ucap nya lagi.


''Ogah ..'' ucap ku karna aku lumayan kapok menemani nya .Setiap kali pergi dengan nya selalu ada - ada saja kejadian yang membuat aku kesal.


''Ayo lah Lana . Masa lo tega sih sama gue, cacing di perutku sudah meronta minta di isi nih ''


'' Pergi sendiri aja sih Vin. Aku malas ah kalo ujung - ujung nya di jadikan tempat pelarian dari acara kencan buta lo itu.'' ucap ku lagi pada nya, karna memang terlalu sering aku mengalami kejadian begitu ,di jadikan pacar pura - pura Vindra supaya dia punya alasan terhindar dari perjodohan orang tua nya.


Karna memang sampai saat ini udah hampir kepala tiga,jangan kan menikah punya pacar atau calon istri aja belom.


Makanya orang tua nya selalu mencari cara agar dia mau menikah dengan mencarikan jodoh untuk nya. Memang dasar nya aja dia yang tidak mau, padahal dia anak sulung dan putra satu - satu nya di keluarga nya.


''Kali ini gak lagi deh janji..''


ucap nya meyakin kan ku.


''Malas jadi obat nyamuk''


ucap ku.


''Beneran deh, suer'' ucap nya mengangkat dua jari tangan nya.


aku masih tetap kekeh menolak nya dengan berbagai alasan.


''Ih narsis banget kamu.. PD banget berharap di cemburuin sama aku... Ih.. Aku mah ogah ''


ucap ku tak mau kalah.


''Kalau gak ya udah sih ayo buruan ''


''Tapi aku udah sarapan Vindra ''


''Lo yang udah gue mah belom.''


''Itu sih salah sendiri gak sarapan di rumah sendiri padahal udah ada hidangan enak '' ucap ku.


''Brisik '' ucap nya dan menarik tangan ku keluar ruangan..Aku pun terpaksa mengikutinya .


Seperti biasa setiap kali Vindra datang ke kantor pasti selalu aja ada yang melirik ke arah kami, seperti pagi ini banyak mata yang memperhatikan kami berdua bahkan mereka mengira kami pasangan kekasih.


Karna memang belom ada yang tau dengan status ku yang sudah menikah dan punya suami. Jadi mereka menganggap kedekatan kami ini seperti orang pacaran.


Kami berdua tiba di tempat makan favorit Vindra. di sebuah kafe yang buka 24 jam dan menyediakan berbagai menu termasuk sarapan.


Vindra hari ini memesan Sandwick berukuran besar kesukaannya dan aku hanya memesan segelas air putih karna memang aku sudah kenyang sarapan di kantor tadi.

__ADS_1


Aku memperhatikan sekeliling tempat ini. Pengunjung nya lumayan rame, tak sengaja aku melihat ke arah pintu masuk kafe,aku melihat dua orang yang ku kenal juga kelihatan nya mau makan di tempat ini.


Mereka turun dari mobil yang aku kenal, dan mobil itu masih atas nama ku. Ya itu mas Riko dan Zila, dua orang brengsek yang mau bermain - main dengan ku.


Mas Riko terlihat menuntun tangan Zila dengan mesra masuk ke dalam kafe ini.


Setelah masuk mereka melihat sekeliling, aku sengaja memalingkan muka agar mereka tidak tau keberadaan ku. Setelah menemukan tempat yang kosong, barulah mereka menuju ke meja tersebut.


Posisi mereka tidak jauh dari tempat duduk ku, hanya berjarak dua meja dari meja ku..


Mereka pun memanggil pelayan dan memesan makanan


''Lana, liatin apa sih.. sibuk banget dari tadi .''


ucap Vindra.


Aku masih diam tak menanggapi, karna aku masih sibuk memikirkan apa yang bakal aku lakukan pada penghianat itu.


Vindra pun iku melihat ke arah pandangan ku, dia tiba - tiba memegang tangan ku.


''Yang sabar ya Lana,'' ucap nya.


Aku terkesiap seperti ada perasaan hangat menjalar dalam hati ku dengan perlakuan Vindra kali ini, tapi aku berusaha menepis nya.


''Apaan sih , lebay banget. Aku gak selemah itu kali, ''


ucap ku.


''Aku tau kamu pasti terluka kan ? . Kamu jangan sedih disini masih ada aku'' ucap nya lagi.


Hampir saja aku tertawa melihat Ekspresi serius yang di tunjuk kan Vindra.


Mungkin dia merasa aku bakal sedih dan terluka melihat suami ku dengan wanita lain.


''Aku gak apa - apa kali Vin''


ucap ku meyakin kan nya.


Jangan harap aku bakal nangis melihat kemesraan mereka. Rasa yang dulu pernah ada sudah tidak lagi sama, tidak ada lagi rasa cemburu yang menggerogoti hati ku. Tapi walau pun demikian aku pasti akan tetap membalas sakit hati ku kepada orang - orang ini. Terutama Zila,karna orang tua nya lah aku kehilangan mama dan papa ku.


''Vin, aku permisi sebentar ya'' ucap ku.


''ok .. Jangan lama - lama '' ucap nya, aku hanya tersenyum dan lansung berdiri ,ku ayun kan langkah kaki ku dengan pasti ke arah meja Mas Riko


'' Hay...... Lama tidak berjumpa.''


*****

__ADS_1


Maaf telat update satu hari ya. Tetap setia baca cerita author ya.. trims


__ADS_2