Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 30


__ADS_3

''Alana, aku ingin bicara sesuatu sama kamu, kamu ada waktu gk?'' tanya Vindra


sepulang kerja


''Bicara apa Vin , ngomong aja.'' ucap ku pada Vindra .


''Tapi kita bicara nya di kafe aja ya sambil makan, lapar nih, ''


''Hm,, gimana ya Vin, ''


'' Cuma sebentar aja kok, aku tau pasti kamu udah kangen gak sabar pengen ketemu pangeran ganteng kamu itu kan?'' ucap Vindra lagi.


''Kok kamu tau?''


''Ya tau dong, keliatan dari muka kamu,'' ucap nya lagi.


''Oke, tapi jangan lama lama ya'' Vindra pun mengangguk, dan melajukan mobil nya ke arah kafe tempat kami biasa makan.


Setelah sampai dan makanan yg kami pesan datang, kami pun langsung makan, setelah itu baru lah Vindra mulai bicara.


Sebenar nya aku penasaran dengan apa yg akan di bicara kan oleh nya.


''Lana , sebelum nya aku minta maaf dulu apa bila yg mau ku bicara kan ini membuat kamu gak suka atau gak nyaman '' ucap nya memulai pembicaraan. Aku pun berusaha untuk tenang dan diam.


''Tapi, aku berharap kamu tidak marah'' aku cuma mengangguk saja.


''Lana,, aku ingin menikah dengan mu, apa kamu mau menerima ku jadi suami kamu '' ucap nya lagi.


Aku pun terkesima dengan ucapan Vindra.


Aku tak tau harus jawab apa,


''Tapi aku tidak minta kamu untuk jawab secepat nya , aku akan tunggu jawaban kamu sampai kamu siap.'' ucap nya lagi.


Kami diam sebentar ,aku pun bingung mau jawab apa. Karna aku tak menduga dia akan bicara tentang perasaan nya pada ku.


''Lana, sejujur nya aku sudah lama ingin bicara sama kamu tentang perasaan ku . Tapi aku masih ragu untuk mengungkapkan nya. Aku takut kamu bakalan berubah dan menjauhi ku'' ucap Vindra lagi.


Lama aku terdiam mendengar pengakuan Vindra.


''Vindra, kamu gak salah ngomong kan?'' tanyaku lagi pada nya

__ADS_1


''Kenapa?'' tanya Vindra lagi .


''Kamu gak percaya sama aku??


'' Bukan gak percaya, tapi aneh aja, tiba tiba kamu ngomong begini'' jawab ku lagi.


''Aku serius Lana '' ucap nya menatap mata ku.


Sikap Vindra yg tiba tiba berubah begini membuat aku bingung harus berbuat apa.


''Kalo kamu belum bisa jawab sekarang gak apa apa, aku bakal sabar menunggu jawaban kamu''


''Aku bingung Vin ,gak tau harus jawab apa'' jujur ku.


''Kamu jawab saja sesuai kata hati kamu'' ucap nya lagi.


''Vin, kamu tau kan status ku apa,, aku bukan lagi gadis yang belum menikah Vindra'' jawab ku.


''Aku gak pernah mempermasalah kan status kamu Lana,''


''Ya memang , tapi apa kata orang nanti Vin, kita berbeda .Apa kata keluarga kamu kalau kita bersama.''


jawab ku lagi.


''Ya ,tapi apa kamu mau menerima semua kekurangan ku dengan keadaan dan status ku sekarang .Apa lagi sudah ada Dirga,'' jawab ku.


''Aku gak masalah dengan itu semua. Aku menerima kamu apa ada nya,dan juga Dirga.'' jawab nya lagi dan terus meyakinkan ku.


Jujur aku sangat bimbang dengan pengakuan Vindra. Aku masih ragu dengan yg di ucapkan nya, apa lagi sekarang sudah ada Dirga.


''Lana ,aku gak akan maksa kamu buat menerima aku sekarang, kamu boleh memikirkan nya dulu.Aku bisa menerima sampai kamu siap, apapun keputusan kamu'' ucap Vindra lagi.


''Ya sudah kalau gitu kita pulang ya, Dirga mungkin susah nyariin kamu'' ucap Vindra lagi.


Kamipun langsung pulang.


Di perjalanan pulang aku masih memikirkan ucapan Vindra di kafe tadi. Mungkin sebaik nya aku menenangkan pikiran ku dulu,aku gak mau salah mengambil keputusan.


Bukan nya aku tidak mau menerima Vindra, tapi aku takut kejadian lama terulang lagi seperti hubungan ku dengan mas Riko. Lagi pula sampai saat ini perasaan ku pada mantan suami ku masih ada. Karna aku tak mau munafik ,tidak mungkin aku bisa dengan mudah nya melupakan perasaan ku dan kebersamaan kami dalam kurun waktu yang lama.pernikahan kami berjalan 8 tahun, dan itu bukan waktu yang sebentar, masa muda ku dan mas Riko, kami lalui bersama .


Kalau pun aku menerima keputusan perceraian, ini semata karna aku tak mau jika hubungan ku dengan mas Riko di lanjutkan akan menambah beban pikiran dan akan tambah menyakiti perasaaan ku, apa pun alasan nya ,aku tidak akan pernah menerima perselingkuhan. Itu lah sebab nya aku minta kami berpisah ,dan karna itu juga

__ADS_1


aku tidak mau nantinya setelah aku menerima Vindra, perasaan yg masih tersisa untuk mas Riko ini akan menjadi bumerang untuk kedepan nya.


''Lan, lana'' panggil Vindra . Aku terkejut,sadar dari lamunan ku dan menoleh ke arah Vindra.


''Kamu melamun, ?'' tanya nya lagi.


''Ah gak kok '' jawab ku gugup.


''Kita sudah sampai di rumah kamu. Kamu mau turun atau mau ikut aku pulang?'' candanya lagi.


Aku buru buru membuka pintu, sebelum pintu benar benar terbuka. Vindra meraih tangan ku kembali.


''Kamu kenapa? masih memikirkan ucapan ku tadi ya, maaf ya aku gak bermaksud,'' ucap nya sambil menatap mata ku.


''Gak, aku gak apa apa'' potong ku cepat.


Aku menarik kembali tangan ku yang di pegang Vindra. Entah kenapa aku merasa panas dingin karna perlakuan nya ini, seperti nya Vindra sedikit terkejut karna ulah ku.


Aku pun segera turun, karna aku gak mau berlama lama bersama nya, apa lagi di tatap intens seperti barusan, setelah turun dari mobil Vindra, aku bergegas masuk ke rumah. Aku tak sadar ternyata Vindra sudah menyusul di belakang ku.


''Loh Vin, kamu gak pulang?'' tanya ku sedikit gugup,


''Gak, kan rumah ku disini'' ucap nya lagi.


''Apa ? '' teriak ku tanpa sadar.


Vindra menutup kuping dengan kedua tangan nya.


''Jangan teriak teriak, aku cuma bercanda'' ucap nya lagi sambil berlalu.


Hah, anak ini memang sengaja bikin aku jantungan omel ku dalam hati. Aku berharap dia buru buru pulang bukan nya mampir, dia gak tau apa kalau jantung ku terasa mau copot dengan ulah nya hari ini.


Sampai di ruang tamu ,anak tersayang ku Dirga sudah menunggu dengan senyuman manis nya, aku meletakkan tas di sofa dan akan menggendong nya, tapi keduluan oleh Vindra.


''Hay anak ayah, apa kabar? kamu makin ganteng aja, kamu kangen gak sama ayah?'' ucap nya mengajak Dirga yg sedang di gendong nya untuk bicara.


hah , ayah? sejak kapan dia jadi ayah Dirga omel ku dalam hati.


''Kamu makin ganteng aja sama kayak ayah '' ucap nya lagi dan menciumi anak ku dengan gemas. Dirga kecil pun tertawa riang dengan candaan Vindra.


''Kamu ngapain disini ,pulang gih '' sewot ku pada nya.

__ADS_1


''Ih ngusir, aku kan lagi main sama anak tampan , iya kan nak'' jawab nya dan kembali bermain bersama Dirga.


__ADS_2