Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 60 Rencana Sesil.


__ADS_3

Sementara itu, di kantor nya Sesil sedang merasakan kesal yang teramat sangat, Pasalnya, karena Lita dia jadi gagal untuk berduaan dengan Vindra.


"Benar benar resek tu sekretaris sialan itu" ucap nya marah.


"Liat aja nanti, aku akan membuat perhitungan dengan nya" dumel Sesil lagi seorang diri.


Harus nya rencana nya untuk meeting berduaan dengan Vindra terlaksana dengan baik .Karena dia sudah merencanakan semua ini dengan sangat matang.


Tapi gara gara kehadiran Lita yang tak terduga semua rencananya jadi kacau.


padahal dia sudah yakin sekali kalau Vindra akan datang sendiri ke kantor nya.


Soalnya dalam beberapa kali pertemuan di luar, Vindra selalu datang sendiri, tapi kenapa kali ini dia datang dengan membawa serta sekretaris nya.


Sesil benar benar tak habis pikir kalau usaha nya hari ini akan sia sia.


Kalau tau begini dia gak akan se rempong pagi tadi membuat berantakan kamar nya untuk bersiap siap agar tampil sempurna di depan Vindra.


Jangankan untuk memujinya sudah tampil cantik hari ini, Vindra malah tak memperdulikan tampilan nya dan malah sibuk dengan pekerjaan nya.


Dia terlalu sibuk membahas proyek kerja sama mereka, bahkan setelah meeting selesai Vindra langsung pamit kembali ke kantor nya.


Sekretaris nya juga tak memberi kesempatan sedikitpun pada Sesil dan Vindra untuk ngobrol berdua.


"Kenapa sekretaris Vindra juga ikut ikutan datang ya, padahal sudah beberapa kali pertemuan dia tak pernah hadir ,apa jangan jangan sekretaris nya itu kekasih Vindra ya " ucap Sesil pada diri sendiri.


"Tapi mana mungkin perempuan seperti itu bisa jadi kekasih Vindra. Kalo iya, Cih terlalu rendah sekali selera Vindra" ucap nya mencela.


"Tapi kalo pun benar, aku gak akan menyerah, masa iya aku bisa kalah sama perempuan rendah seperti itu, masa dia yang cuma sekretaris atau pesuruh aja bisa mendapatkan hati Vindra dan aku gak. Aku gak akan mau mengalah begitu saja'' ucap nya lagi.


"Kalau dulu mungkin aku masih polos dan belom bisa berbuat apa apa ,mau mengalah gitu aja dan tanpa usaha saat di tolak oleh Vindra. Tapi sekarang aku gak bakal menyerah, aku akan buktikan aku pasti bisa mendapat kan Vindra" Tekat nya.


Di pertemuan berikut nya seperti biasa Sesil selalu tampil maksimal dan dengan perencanaan yang sangat matang.


kali ini Sesil bertekad , dia harus berhasil untuk mendapatkan perhatian dari Vindra


Dia harus bisa mengalah kan dan menyingkirkan sekretaris Vindra .


"Permisi bu, ini minumannya bu" ucap sekretaris Sesil mengantar minuman pesanan bos nya.


''O iya, kamu letak di meja saja'' ucap Sesil.

__ADS_1


''Baik bu''


Tiba tiba air yang hendak di letak kan oleh sekretaris nya tersenggol oleh Sesil hingga tangan nya tersiram oleh air kopi panas.


''Auw '' teriak Sesil kesakitan.


''Aduh bu.. maaf ,,,maaf bu... saya gak sengaja'' ucap sekretaris nya panik.


Semua yang ada di ruangan itu sangat kaget . Secara reflek Vindra tiba tiba berdiri dan menarik tangan Sesil.


Vindra mengambil tissue dan membersihkan sisa sisa air kopi yang menempel di tangan Sesil.


Sesil yang mendapatkan perhatian Vindra dengan sengaja meringis sedikit berlebihan seperti orang yang benar benar kesakitan sangat parah.


Padahal sebenar nya , tangan nya cuma sedikit terkena air panas, dan itu pun tak terlalu panas, karena air kopi tersebut memang sengaja di campur dengan air dingin, jadi yidak terlalu panas atau perih jika terkena tangan.


Tapi Sesil sengaja mencari perhatian Vindra.


''Aduh , perih,, panas '' ringisnya lagi.


''Bu maaf bu, saya benar benar gak sengaja'' ucap sekretaris nya merasa bersalah.


"Iya gak apa apa, makanya lain kali kamu hati hati" ucap nya dengan mimik yang kesakitan.


"Ya sudah mbak, ini bisa ei obati kok, saya minta tolong mbak ambilkan es batu dan kain untuk mengompres tangan bu Sesil ya" ucap Vindra kemudian setelah selesai membersihkan sisa kopi yang menempel ei tangan Sesil.


'' Baik pak saya permisi dulu'' Sekretaris tersebut pun keluar dan pergi mengambil yang di pinta oleh Vindra.


Sementara Lita yang juga berada disana melihat kejadian itu sangat kaget dan tak bisa berbuat apa apa.


Tapi tadi Lita sempat melihat sekilas kalau Sesil sengaja menyenggol gelas kopi yang akan di letakkan oleh sekretaris nya.


Tapi dia sengaja diam saja, takutnya kalau dia mengatakan yang sebenar nya nanti akan menimbulkan masalah lain.


''Kamu yang sabar ya, setelah di kompres nanti panas nya akan reda dan perlahan lahan akan hilang kok'' ucap Vindra menenangkan Sesil.


''Iya, tapi ini perih banget Vin'' ucap Sesil manja, sekilas sengaja dia melirik ke arah Lita.


Lita yang melihat itu memutar mata malas dan juga sedikit kesal, dan hal itu malah membuat Sesil semakin senang, dan malah bertambah manja kepada Vindra.


''Ini pasti membekas di kulit aku ni Vin, gimana nih aku gak mau kalau nanti kulitku sampai melepuh'' manjanya.

__ADS_1


''Kamu tenang aja, kalau cuma terkena air kopi panas gak bakal membekas kok Sil'' jawab Vindra.


Tak lama datang lah sekretaris Sesil membawakan apa yang di minta oleh Vindra.


''Ini pak es batu dan kain kompres nya'' ucap sekretaris Sesil.


''O iya '' Vindra mengambil es batu dan kain kompres tersebut dari tangan sekretaris Sesil.


''Ya sudah kalau begitu kamu boleh keluar'' ucap Vindra kepada sekretaris Sesil tersebut.


''Baik pak, bu sekali lagi saya minta maaf'' Sesil pun mengangguk


Vindra mengompres tangan Sesil dengan pelan dan hati hati.


"Aduh Vin ,pelan pelan, sakit" ringis Sesil.


Vindra memegang tangan Sesil dengan tangan kiri nya, dan tangan kanan nya memegang pengompres tangan Sesil.


Setelah tangan Sesil sudah tak terasa panas lagi, barulah mereka melnjutkan meeting yang tertunda tersebut.


"Kamu masih bisa melanjutkan meeting hari ini gak Sil? kalo gak kita tunda saja dulu, biar kamu istirahat dan bisa melanjutkan meeting kembali" ucap Vindra.


"Bisa Vin, tapi kayak nya aku butuh bantuan kamu ya , kamu mau kan Vin?" tanya Sesil memelas.


"Oke" Sesil tersenyum senang mendengar jawaban Vindra.


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda ulah insiden tadi sampai selesai.


Setelah pekerjaan mereka selesai. Sesil masih ingin menahan Vindra untuk tetap berada di kantor nya dan berlama lama dengan nya.


Vindra bingung harus menjawab apa, bagaimana cara menolah Sesil.


Dan untung nya dengan tiba tiba ponsel Vindra berdering dan ternyata itu dari mama nya.


Mama Vindra menyuruh nya untuk cepat datang ke rumah nya karena ada hal penting yang perlu di bahas.


Jadilah Vindra ada alasan untuk pergi dari sana. Sesil pun tak bisa menahan Vindra lagi.


Sesil sedikit kecewa ,tapi dia juga senang, setidak nya rencana nya kali ini berjalan dengan mulus, walaupun dia harus menahan sedikit perih terkena air hangat tersebut .


''Makasih sekali lagi ya Vin sudah bantuin aku untuk ngobatin ini'' ucap Sesil menunjuk tangan nya .

__ADS_1


''Sama sama Sil. kalo gitu kami permisi ya'' Vindra dan Lita langsung pamit dan pergi dari sana.


__ADS_2