
Esok nya dikantor Vindra, Lita di kejutkan dengan kedatangan Rega yang tiba tiba.
Pagi pagi sekali Rega sudah duluan datang dan menemui kekasih hati nya.
Lita yang masih malu malu dengan status baru mereka sedikit deg degan melihat Rega sudah ada di kantor nya..
''Kamu ngapain pagi pagi udah nyampe di sini?'' dengan muka merah dan malu malu Lita memberanikan diri untuk bertanya dan menyapa kekasih nya.
Ya semenjak malam Rega datang kerumah Lita dan menemui nya, mereka saling mengungkapkan isi hati dan perasaan masing masing.
Setelah itu baru lah mereka jadian dan jadi sepasang kekasih.
''Aku kangen sama pacar ku yang cantik '' goda Rega.
''Gombal'' ucap Lita dengan muka yang sudah sangat merah.
''Aku gak gombal, aku beneran serius, lagian kan gombal nya sama pacar sendiri siapa yang melarang'' ucap Rega.
Lita diam tak berkutik, dia melangkah ke kursi tempat duduk nya,
''Kamu gak kerja ga?'' tanya Lita.
''kerja''
''Ya sudah kalau gitu pergi sana nanti telat lagi ke kantor nya'' usir Lita, dia masih berusaha menenangkan detak jantung nya yang semakin gak karuan dengan kehadiran Rega.
''Ih kok ngusir sih sayang, aku kangen lo sama kamu makanya kesini pagi pagi. Emang kamu gak kangen sama pacar mu yang tampan ini ya?'' ucap Rega percaya diri.
''Gak ngapain kangen sama kamu, orang nya udah di sini kok'' Lita berusaha tenang dan membalas ucapan Rega.
''Ya sudah kalau begitu aku pergi deh'' Rega melirik jam di pergelangan tangan nya, dan ternyata memang benar , seperempat jam lagi udah waktu nya masuk kantor.
''Tapi sebelum pergi aku mau sarapan pagi sama kamu dulu'' ucap Rega dan mengedipkan sebelah mata nya kepada Lita.
''Maksud nya?'' Lita tak mengerti.
''Emang masih sempat apa kamu sarapan di sini . Keburu masuk kali ga''
''Ya sempat dong, buat kamu apa sih yang gak, sini'' ucap Rega dan melangkah mendekati Lita.
''Ngapain?'' Lita penasaran .
''Sini. Aku mau sarapan sama kamu sebentar''
__ADS_1
''Tapi ga ''Lita tak sempat melanjut kan kata kata nya, karna Rega sudah keburu menc*um *ibir nya.
Cukup lama mereka berc*uman. Kaki Lita seakan kehilangan tenaga dan berubah menjadi jelly,dia tak sanggup berdiri, untung Rega dengan sigap memeluk pinggang nya.
''Ini sarapan pagi kita sayang '' Rega mengusab sudut bibir Lita yang sedikit membengkak karna ulah nya.
Lita yang di perlakukan seperti itu sangat kaget dan malu malu, tidak menyangka Rega nekat menc*um nya di kantor.
Dia melihat sekeliling untung tidak ada orang.Coba kalau ada yang liat pasti dia sangat malu sekali.
Lita masih berusaha untuk menetral kan detak jantung nya yang berdetak tak beraturan. muka nya bersemu merah dengan keromantisan yang di berikan Rega .
Rega tersenyum senang melihat reaksi Lita yang masih malu malu pada nya. dia tau kalo Lita belom pernah berc*uman dengan orang lain, dan dia lah orang pertama,makanya Lita malu malu.
''Ya sudah aku ke kantor dulu ya. kamu hati hati kerja ny ya sayang'' Rega pun pamit dan pergi ke kantor nya.
Lita cuma bisa mengangguk dan kembali ke kursi nya lagi.
Seharian ini Lita sedikit tidak fokus dengan pekerjaan nya karena ulah Rega. Tapi untung nya hari ini pekerjaan nya tidak lah terlalu banyak.
Hanya memerikda beberapa laporan saja dan membawa ke Vindra untuk di mintai tanda tangan.
Lita lebih banyak melamun dan juga kadang tersenyum senyum sendiri .
''Lit, Kita '' panggil Vindra. Berkali kali Vindra memanggil sekretaris nya itu tapi Lita tidak mendengar.
Vindra yang melihat tingkah aneh Lita hanya bisa geleng geleng kepala.
''Lita, kemaren tetangga ku melamun seperti kamu tapi beberapa menit kemudian langsung mati'' ucap Vindra memperingati.
Lita cuma mencibir.
''Brisik. gangguin orang lagi happy aja'' Lita dengan berani membentak Vindra.
''Disini yang jadi bos gue, kok malah gue yang di bentak sama ini bocah ya'' Vindra mengeluh pada diri nya sendiri.
''Terserah gue '' Lita cuek dan segera berlalu pergi dari hadapan Vindra setelah urusan nya selesai.
''Iya deh yang lagi kasmaran'' teriak Vindra.
''Tau dari mana Vindra ya? gak mungkin kan Rega cerita ke dia.'' tanya Lita dalam hati.
''Tapi ya sudah sih biarin aja. terserah dia mau ngomong apa, mending lamunin Rega lagi ah'' sambil tersenyum dia melenggang pergi dan keluar dari ruangan Vindra menuju meja kerja nya sendiri.
__ADS_1
Sebenar nya Rega tau dari istri nya, yang kebetulan waktu itu Lana mendengar Rega sedang menelfon dengan Lita dan di Lana mendengar Rega memanggil Lita dengan sebutan sayang.
Jadi Lana yakin kalau mereka memang benar sudah jadian.
Berawal dari kunjungan Rega ke rumah Lita beberapa waktu lalu.
''Gue juga suka sama Lo'' ucap Lita tak sengaja mengucapkan kata kata itu.
Setelah sadar dengan yang di ucap kan nya Lita buru buru menutup mulut nya dengan ke dua tangan.
''Apa? beneran?'' tanya Rega, senyum nya mengembang mendengar pengakuan tak sengaja Lita.
Lita yang malu pun mengelak, dan buru buru berdiri ingin beranjak dari tempat duduk nya .
''Gak, gue gak ngomong apa apa'' ucap nya gugup.
Rega memegang tangan Lita dan memaksa nya untuk duduk kembali di dekat nya.
Lita masih trrus berusaha menghindar. Terpaksa Rega memegang muka Lita dengan kedua tangan nya, dia memaksa Lita untuk menatap ke arah nya.
''Lita,... lihat mata ku. apa di mata ku kamu lihat ada tanda tanda kebohongan ?aku jujur sama kamu tentang perasaan ku. aku harap kamu juga jujur sama perasaan kamu sendiri lita'' Lita masih tak mau menatap ke arah Rega.
''Aku beneran sayang sama kamu Lita, dan aku gak bohong. Kamu harus percaya itu'' Rega masih terus berusaha untuk meyakinkan Lita.
Lita merasakan yang di ucap kan oleh Rega itu beneran ada nya, dia tau Rega jujur tentang perasaan nya. Bisa di lihat dari tatapan mata nya. tapi Lita masih Ragu dengan dirinya sendiri.
Dia masih ragu untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Rega.
Karena ini adalah yang pertama kali buat nya untuk memiliki perasaan lebih pada seorang pria.
Karena sebelum nya dia tidak pernah memikirkan hal itu, dia hanya terlalu sibuk dengan pendidikan dan karier nya saja.
Sebab dia hanya tinggal sebatang kara ,tanpa orang tua ,tanpa saudara dan keluarga lain nya.
Dia hanya tinggal seorang diri ,jadi dia berpikir harus mapan dan berkecukupan dulu baru memikirkan untuk memiliki pasangan dan pendamping hidup nya.
Hingga memasuki usia kepala tiga seperti sekarang ini baru lah dia merasakan menyukai seseorang dan merasakan kenymanan setelah bertemu dengan Rega.
Jadi wajar dia masih ragu untuk mengungkapkan perasaan nya, dia takut di permainkan dan kecewa nanti nya .
****
Halo teman teman semua. maaf ya author up nya kelamaan. semoga masih setia ya..
__ADS_1