
Besok nya mereka berdua bangun ke siangan, karna kecapean karna mereka baru tidur setelah subuh, usai melakukan kegiatan malam mereka yang panjang.
Dan untung nya perusahaan milik mereka masing masing, jadi tidak ada yang perlu di takutkan jika telat atau libur bekerja.
Lana terbangun dengan suara gemercik air di kamar mandi, dia kemudian melihat jam di nakas, dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 lewat.
Lana mengambil telpon genggam nya dan mengirim pesan kepada Sekretaris nya untuk tidak masuk bekerja hari ini.
Begitu juga dengan Vindra, Lana mengambil telpon Vindra dan menghubungi kantor untuk mengabari sekretaris Vindra kalau dia tidak masuk hari ini.
Setelah semua selesai, Lana kembali menarik selimut nya, dan tiduran sambil menunggu Vindra keluar dari kamar mandi.
Tak lama kemudian Suara air di kamar mandi sudah berhenti, dan Vindra juga keluar dengangan pakaian rapi.
''Udah rapi sayang? mau kemana?'' tanya Lana.
''Aku mau ke kantor sayang'' jawab Vindra, dia duduk di samping Lana.
Karna tidak mau membiarkan suami nya masuk kantor hari ini ,Lana duduk dan memeluk suami nya.
Kain yang membungkus tubuh polos nya sedikit melorot, dan memperlihatkan bahu dan leher jenjang mulus Lana.
Vindra yang melihat pemandangan itu tak bisa berkedip, dia tergoda oleh kemolekan istrinya sendiri.
''Sayang, jangan mulai lagi deh, aku harus kerja, gak enak juga sama karyawan kita''
''Sayang hari ini kita libur aja ,istirahat di rumah, jarang jarang kan kita bisa seperti ini''
''Tapi yank,''
''Udah, kamu nurut aja, aku udah mengabari sekretaris kamu kok''
''Beneran?''
Lana mengangguk.., setelah itu Lana kembali menarik suami nya kedalam pelukan nya, mulai lah kegiatan mereka seperti semalam.
Dua jam setelah nya, si kembar menggedor pintu kamar mereka.
''Ayah ,bunda ,bangun, udah siang'' ucap si kembar berbarengan.
Untung nya Lana dan Vindra sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Vindra membukakan pintu untuk si kembar dan membiarkan mereka masuk ke kamar
''Ada apa sayang'' ucap Lana lembut.
'' Koh kakak mana ?'' Tanya Vindra pada si kembar.
__ADS_1
''Udah berangkat sekolah yah''
''Tumben gak izin dulu'' tanya Vindra.
''Udah izin kok tadi, kakak sampai gedor gedor pintu kamar ini, tapi gak ada yang nyaut'' ucap Zoey.
''Iya, ayah sama bunda tidur nya kayak orang pingsan, karna kelamaan kakak pergi aj, karna takut telat.'' sambung Zoya dengan wajah cemberut.
''Ih anak ayah jangan cemberut gitu, tambah jelek'' ucap Vindra dan mengangkat putri kecil nya kedalam pelukan nya.
Vindra menciumi Zoya dengan gemas, Zoya tertawa geli dengan tingkah ayah nya.
''Udah yah, ampun, Zoya geli yah'' ucap Zoya tertawa.
Alana dan Zoey pun terrawa melihat tingkah mereka berdua.
''O ya ada apa anak bunda kesini? tumben, biasa nya gak mau jauh dari gedget dan komputer '' tanya Lana.
''Bunda ,hari ini bunda dan ayah gak ke kantor kan?'' Tanya si kembar,
"Gak sayang, kenapa?"
"Bearti hari ini kita bisa pergi liburan bareng dong bun? "
"Hm,,,, gimana ya?.. coba tanya ayah dulu deh, bisa apa gak yah"
"Hm gimana ya? kayak nya bisa , anak ayah mau liburan kemana?" tanya Vindra pada si kembar.
"Oke kalo gitu kalian siap siap dulu ya, sepulang kakak dari sekolah kita langsung berangkat" ucap Vindra.
"Hore,, kita jalan jalan" sorak si kembar. Mereka bergegas turun dan bersiap siap di kamar mereka.
****
Liburan kali ini pilihan mereka yaitu pergi ke pantai, Anak anak sangat senang sekali, karna mereka bisa bermain dengan sepuas nya, tapi mereka masih tetap dalam pengawasan kedua orang tua dan para pengasuh masing masing.
Anak anak bersorak dengan riang bisa melepaskan penat dalam ke seharian di rumah.
''Sayang jangan lari larian, nanti jatuh'' teriak Lana melihat anak anak nya berlari lari di sekitaran pantai.
Lana dan Vindra sangat bahagia bisa memberikan yang terbaik untuk anak anak mereka.
Setelah seharian bermain, Lana dan Vindra membawa anak anak kembali pulang ke rumah .
Mungkin karna kecapean seharian bermain, ke tiga anak anak nya Langsung tidur begitu sampai di rumah.
Lana dan Vindra menemani ke tiga anak nya tidur sampai mereka terlelap.
__ADS_1
Kebetulan karna mereka masih kecil, jadi mereka di tempat kan di kamar yang sama yang kebetulan ruangan nya lumayan luas, untuk ke tiga putra putri mereka.
Setelah anak anak beneran tidur, Lana dan Vindra mematikan lampu dan keluar dari kamar mereka.
Sebetulnya Lana juga sangat capek ,tapi ada sesuatu hal yang harus dia bicarakan berdua dengan suami nya , ini menyangkut Dirga putra pertama mereka.
Sampai di kamar, mereka naik ketempat tidur, Lana bingung harus mulai dari mana.
Dia takut Vindra akan marah dan kecewa karna tak di beri tahu tentang kejadian kebakaran Villa kemaren.
Tapi kalau tidak di beri tahu, cepat atau lambat ,Vindra pasti akan tau juga ,dan ini pasti akan membuat Vindra tambah kecewa dan sedih , apa lagi kalau sampai Vindra tau nya dari orang lain.
"Kenapa sayang? kok kamu gelisah gitu?" ucap Vindra karna melihat Lana yang melamun seperti memikirkan sesuatu.
Lana menggeleng.
" Kamu yakin sayang? kamu gak sakit kan ?" Vindra mulai cemas.
"Aku gak kenapa napa Vin, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Lana kemudian.
" Bicara apa?" Vindra mulai serius menunggu Lana.
" Aku bingung mau mulai dari mana, tapi aku harap kamu gk marah sama aku ya" ucap Lana.
"Iya " .
"Vin, sebenar nya kemaren aku gak jadi pulang cepat ke sini dari tempat pembangunan mall baru karna terjadi sesuatu di sana"
Vindra jadi cemas.
" Terjadi sesuatu? apa Sayang? kamu di amuk warga di sana?" ucap nya cemas.
" Gak Vin, bukan itu. Soal warga di sana sudah gak kenapa napa lagi.tapu ini hal lain".
" Apa ?"
" Kemaren itu di Villa terjadi kebakaran Vin, tapi untung nya tak terlalu besar dan bisa di atasi dengan cepat,"
"Astaga Lana, kenapa kamu gak ngasih tau aku, aku kan suami kamu Lana, kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana?"
Vindra seperti kecewa pada istri nya.
"Maaf kalau aku baru cerita sekarang, tapi jujur aku gak mau kamu cemas, apalagi ada anak anak di sini, kalau kamu ikut dan turun tangan dengan siapa mereka di sini"
''Makanya aku gak ngasih tau ke kamu langsung.. Aku harap kamu gak marah." ucap Lana hati hati.
Untung nya Vindra tak marah dan memaklumi tindakan Lana.
__ADS_1
''Maaf ya sayang, saat kamu butuh ,aku tidak ada di samping kamu menjadi pelindung mu''
Lana sangat beruntung bisa memiliki suami sebaik Vindra.