
Vindra pov.
Hay nama ku Vindra. Udah pada kenal kan sama cowok tampan nan ganteng seperti aku ini. Aku ini dulu nya teman satu sekolah nya Alana.
Sedikit cerita, dulu aku pernah naksir sama cewek super cuek dan cantik juga anak orang kaya nama nya Alana putri.
Dulu aku pikir dia sangat sombong dan pilih pilih dalam berteman, tapi setelah lama kenal aku tau dia cuek bukan karna di sengaja ataupun sombong. Dia orang nya waktu SMA memang pendiam, jadi kalau mau dekat dengan nya harus ekstra sabar.
Soal nya kalau belum terlalu dekat dia tak terlalu mau diajak bicara atau mengobrol, tapi bila sudah kenal dekat dan berteman. Dia anak nya seru dan asyik di ajak ngobrol.
Sayang nya aku tau sifat dia ketika kami sudah di kelas tiga, itu pun tidak lama. Tapi dalam jangka waktu yg singkat itu aku merasa menyukai nya ,aku tak tau itu cinta atau bukan.
Tapi yang jelas setiap aku dekat dan mengobrol dengan nya terasa nyaman dan seru, dan bila jauh dari nya atau beberapa hari tak bertemu ada rasa rindu yang menyeruak di dalam hati ku.
Karna perasaan itu lah aku berencana untuk mengungkap kan perasaan ku ini kepadanya ketika kami sudah selesai ujian akhir sekolah nanti. Karna jika terlalu cepat atau sebelum ujian aku mengungkap kan perasaan ku ,aku takut akan mengganggu konsentrasi belajar kami untuk memghadapi ujian nanti.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya ujian akhir sekolah pun usai, dan aku berniat akan mengajak nya ke suatu tempat yang indah untuk mengungkap kan perasaan ku ini kepadanya.
Setelah lama membujuk nya untuk pergi main dengan ku, akhir nya dia mau juga diajak untuk pergi jalan berdua.
Aku menunggu nya cukup lama di tempat yang kami janjikan untuk bertemu. Setelah ber jam jam menunggu ,tapi orang yang aku tunggu tak kunjung datang.
sebelum malam menjelang aku putus kan untuk segera pulang dengan perasaan dan hati yang kecewa.
Dalam suasana hati yang tak menentu ini terbesit pikiran pikiran buruk terhadap Lana, mungkin dia sengaja mempermainkan aku ,tau mungkin dia tau perasaan ku padanya jadi dia tak datang karna tidak menyukaiku.
Dalam suasana hati yang gundah ini, seminggu kemudian terdengar kabar bahwa ternyata orang tua Alana mengalami kecelakaan lalu lantas, dan meninggal di hari kami janjian akan bertemu.
Aku terkejut bukan kepalang dengan berita itu. Maaf kan aku Alana sudah berfikir buruk terhadap mu ucap ku dalam hati..
__ADS_1
Setelah mendengar berita tersebut aku pun langsung menghubungi Lana, tapi ternyata nomor nya sudah tidak aktif lagi. Aku coba untuk mencari di media sosial tapi akun nya tiba tiba menghilang.
Aku coba untuk mencari informasi tentang nya dari teman teman ,dan aku dapatkan alamat rumah nya. Aku pun segera meluncur kerumah Alana, tapi yang ku dapati ternyata Alana sudah tidak lagi tinggal di rumah tersebut.
berhari hari aku mencoba mencari keberadaan Alana tapi tak kunjung juga ku temukan. Sampai pada waktu keberangkatan ku ke Amerika pun aku masih belum dapat kabar tentang nya.
5 tahun lama nya aku kuliah dan mengembangkan bisnis papa di Amerika, selama itu juga aku menunggu kabar tentang Lana, bahkan sampai aku pulang kembali ke Indonesia masih juga belum aku temukan keberadaan nya.
Bahkan aku enggan untuk menjalani hubungan dengan perempuan lain. Karna setiap aku ingin memulai suatu hubungan bayangan Lana selalu datang menghampiri ku.
Itu lah maka nya sampai sekarang aku tak juga memiliki kekasih, bahkan di usia ku yang sudah masuk kepala tiga pun aku masih belum pernah dekat dengan perempuan.
Bahkan mama ku gencar mencarikan aku pasangan dengan menjodohkan aku dengan putri dari teman teman nya,aku terus menolak dengan berbagai alasan.
Setahun sudah aku pulang ke Indonesia tak menyurutkan semangat dan tekat ku untuk terus mencari keberadaan Lana.
Hancur sudah harapan dan impian ku selama ini, bertahun tahun aku mencari keberadaan nya, namun yang ku dapat kan hanya kekecewaan, tapi aku tak bisa apa apa lagi, aku berusaha untuk menghilang kan perasaan ku terhadap nya, namun sulit.hingga saat ini perasaan itu masih tersimpan rapi di dalam hati ku.
Di tengah kegundahan ku ini ,aku masih terus memantau kehidupan Lana. Walau pun sakit tapi jika Lana bahagia ,aku juga merasakan bahagia, bahkan dengan melihat senyuman nya dari jauh saja itu merupakan hal terindah bagi ku.
Mungkin ini terdengar bodoh karna aku masih mencintai nya yg sudah menjadi milik orang, tapi tak mengapa, aku tak memikirkan itu semua.
Pertama kali aku bertemu Alana di sebuah mall, mungkin dia sudah tidak mengenali ku lagi, karna sudah sekian lama tak bertemu. tapi itu suatu keberuntungan bagi ku karna dia tak mengenaliku.
Karena dengan begitu aku bebas kapan saja memperhatikan nya kapan pun aku mau. Aku bisa bertemu Lana setiap hari nya ,bahkan aku hafal dimana tempat tempat yg selalu dia bersih kan.
Tapi terkadang ada juga rasa kasihan melihat dia bekerja seperti ini,menjadi petugas kebersihan di sebuah mall yg begitu banyak pengunjung nya.
tak terbayang betapa lelah nya ia dengan pekerjaan nya itu. Ingin aku membantu nya untuk mendapat kan pekerjaan lain,tapi aku yakin dia pasti akan menolak nya mentah mentah, dan itu bisa juga membuat aku tak dapat lagi melihat nya.
__ADS_1
Jadi terpaksa aku membiarkan nya menjalani pekerjaan ini, karna mungkin ini merupakan pilihan nya.
Pernah suatu ketika aku melihat Lana datang ke mall ini dengan tampilan yang berbeda. Dia berpakaian rapi dan bersih serta dengan sedikit berdandan,namun dandann nya tak berlebihan, natural seperti dulu,ini menambah kesan manis nya.
Aku melihat Lana makan dengan seseorang laki laki berjas. Dia terlihat serius membicarakan sesuatu. tapi aku tak bisa mendengar nya,karna aku duduk lumayan jauh dari kursi mereka.
Tak berapa lama ku lihat laki laki tadi pun beranjak pergi dari sana,tapi Lana masih duduk melamun di tempat itu.
tak lama berselang ku lihat Lana berdiri dan melangkah ke sebuah meja di sudut kafe, dia bicara sebentar dan ikut duduk di sana.
Karna terlalu fokus memperhatikan Lana ,aku sampai tak sadar kalau dari tadi ponsel ku berdering. Ku lihat rupanya sekretaris ku di kantor yg menghubungi ku.
''Ya ada apa ?'' ucap ku.
''Pak setengah jam lagi kita harus menghadiri rapat dengan rekan bisnis kita yg dari bali. Saya harap bapak tepat waktu'' ucap nya di seberang sana.
''Iya.'' jawab ku singkat dan mematikan telfon.
Setelah itu aku beranjak dari kafe ,tapi sebelum pergi aku memperhatikan Lana lagi.
Dia masih di tempat orang itu. mungkin itu teman atau kenalan nya, jadi aku pun langsung pergi dari sana.
*****
Selamat menjalan kan ibadah puasa dan sholat subuh ya teman teman..
Maaf untuk part ini kita stop tentang lana dulu ya, dan beralih ke Vindra pov..
Selamat membaca.
__ADS_1