Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
Part 56


__ADS_3

Hah? emang beneran kakak mau di sup , wah enak dong, bearti kakak bisa di makan yah?" kata Zoya bingung.


Dirga tambah manyun mendengar omongan adik nya.


Zoya dan Zoey langsung turun dari kursi mereka dengan sedikit susah,karna ketinggian. Setelah berhasil turun dari kursi , mereka menuju Dirga dan memegang tangan nya .


"Eh eh. kalian mau ngapain?" tanya Vindra heran.


" Mau gigit kakak mau nyobain enak apa gak nya kalo nanti di sop " mereka dengan serentak menjawab.


Lana dan Vindra serempak tertawa mendengar jawaban si kembar, dan itu malah membuat Dirga tambah merajuk dengan bibir yang merengut.


''Jangan sayang '' terik Lana di sela tawanya melihat si kembar benar benar akan menggigit tangan Dirga.


''Kenapa bunda?" pura pura dan melihat ekspresi kakak nya.


Tak tahan melihat Dirga merajuk, si kembar menyudahi candaan nya.


"Hahaha, kakak kena tipu," sorak mereka dan kembali duduk ke tempat duduk masing masing.


Dirga yang di kerjai oleh adik adik nya malah tambah ngambek dan diam saja.


" Sudah sudah jangan ledekin kakak lagi, kalian mau kakak ngambek nya lama" ucap bunda mereka, serempak mereka diam dan tutup mulut.


"Ya bunda," dan beralih memandang kakak mereka dengan wajah yang memelas.


" Maaf kan kami ya kak" mereka serempak minta maaf pada Dirga.


Dirga yang melihat adik nya minta maaf pun tersenyum dan mengangguk, si kembar pun bersorak kegirangan, dan melanjutkan sarapan mereka.


Lana dan Vindra segera berangkat kekantor dan sekalian mengantarkan Dirga sampai ke sekolah nya.


"Vin, hari ini sepulang dari kantor kita ke rumah sakit jiwa dulu ya, mau melihat ke adaan Azila" ucap Lana setelah mengantakan Dirga.


"Tumben kamu mau liat dia,?" tanya Vindra heran.


"Iya, aku cuma mau mastikan sesuatu aja, karna sudah lama tidak kesana"


"O ya sudah, nanti pulang aku jemput ya" Lana mengangguk dan turun dari mobil suami nya,karena mereka sudah sampai di kantor Lana.


*****


Saat Vindra sampai di kantor sebagian besar karyawan nya sudah berdatangan dan menuju ke meja kerja mereka masing masing.

__ADS_1


Ada yang masih di loby untuk sekedar bercengkrama dengan sesama mereka.


Melihat kedatangan Vindra, mereka pun menyapa Vindra dengan ramah, Vindra mengangguk dan tersenyum seadanya, karna di kantor Vindra terkenal dingin dan tengas , hanya bersama orang terdekat nya saja baru lah dia bisa kembali normal dan ceria.


Vindra menaiki lif khusus menuju ke lantai atas di mana ruangan nya berada. Sampai di ruangan nya Vindra melanjutkan aktifitas nya sehari hari dengan memeriksa beberapa laporan dari beberapa karyawan nya.


Vindra menelfon sekretaris nya untuk menanyakan jadwal nya hari ini.


"Lita, hari ini sebutkan jadwal saya" ucap Vindra melalui sambungan interkom .


"Ya pak, hari ini bapak cuma punya satu jadwal meeting dengan utusan dari perusahaan xx untuk membahas proyek kita pas makan siang" ucap sekretaris nya yang bernama Lita.


Lita adalah teman sekolah Lana dan Vindra dulu di bangku SMA. Dan sekarang seperti nya Rega sedang gencar untuk mendekati nya, terbukti tiap hari Rega selalu menyempatkan diri untuk datang menemui Lita dengan berbagai alasan.


Vindra yang sudah tau pendekatan antara Lita dan Rega pun membiarkan nya saja.


"Oke kalau begitu, trima kasih" ucap Vindra dan menutup panggilan nya.


Sesuai jadwal yang di tentukan saat makan siang Vindra langsung pergi ke tempat yang sudah di tentukan untuk bertemu dengan klien nya.


Vindra bertemu dengan klien nya di sebuah kafe. Sampai di kafe tersebut ternyata orang yang akan bertemu dengan nya belom sampai.


Vindra langsung mencari tempat duduk dan menunggu orang tersebut.


''Permisi, maaf ini dengan bapak Ravindra?'' terdengar suara seorang perempuan menyapa nya.


''Ya saya Ravindra'' ucap nya sambil menoleh ke arah asal suara tersebut.


''Loh Sesil ?'' ucap Vindra terkejut.


''Vindra, ini kamu beneran Vindra?'' tanya Sesil tak percaya.


Mereka berdua sama sama terkejut karna tidak menyangka akan bertemu di sini.


Tak di sangka sangka, Sesil langsung memeluk Vindra.


Vindra sangat kaget dengan tindakan Sesil yang memeluk nya tiba tiba.


''Maaf Vindra , aku terlanjur senang ketemu dengan kamu lagi di sini,'' ucap Sesil dan melepaskan pelukan nya.


''Its oke'' ucap Vindra sambil tersenyum, karna dia pun merasa sangat terkejut dengan kehadiran Sesil .


''O ya maaf sebelum nya, kamu perwakilan dari PT XX ya? '' tanya Vindra lagi.

__ADS_1


''O iya, saking seneng nya ketemu kamu aku sampai lupa, iya aku perwakilan dari PT xx , dan kamu tau aku sangat senang bisa ketemu kamu lagi '' jawab nya riang.


''O ya ngapain berdiri aja, silahkan duduk'' Vindra mempersilahkan Sesil untuk duduk .


Sesil pun duduk di depan Vindra. Dia kelihatan sangat senang .


Mereka berdua memesan makanan dan minuman untuk makan siang mereka dan melanjutkan meeting terlebih dahulu.


Mereka bekerja sangat profesional, mereka masih sibuk melanjutkan pekerjaan mereka saat makanan datang diantar oleh pelayan kafe.


Setelah pekerjaan selesai baru lah mereka makan siang, alhasil makanan yang mereka pesan pun sudah mulai dingin.


Ravindra merasa tak enak karna saking sibuk nya dengan pekerjaan makanan mereka jadi terlupakan.


''Sorry ya Sesil , karna terlalu serius dengan pekerjaan aku jadi membuat mu menunda makan siang nya. '' sesak Vindra.


''Gak apa apa Vindra, santai aja.Tapi sebagai ganti nya, kamu harus nemenin aku makan siang sampai selesai " ucap Sesil sambil tersenyum.


Vindra pun mengangguk dan menyetujui permintaan Sesil .Mereka makan dengan di selingi canda dan mengenang kenangan saat mereka sama sama kuliah di luar negri dulu.


" Kamu tau gak Vin, aku benar benar sangat senang sekali bisa bertemu dengan kamu di sini. Aku benar benar gak nyangka tau gak " Sesil sangat riang sekali di pertemukan lagi dengan Vindra.


"Aku juga senang bisa bertemu dengan mu Sesil. O ya, kenapa kamu yang turun langsung mewakili perusahaan papa kamu?"


"Iya nih Vin , harus nya papa yang ketemu sama kamu, tapi siang ini papa ada keperluan mendadak, jadi aku yang harus menggantikan nya, kata papa sih biar aku bisa belajar mengurus perusahaan sendiri. Jadi nanti saat papa pensiun aku sudah siap menggantikan beliau" Sesil bercerita dengan riang.


" Ya bagus dong Sil, kan sayang ijazah S2 kamu kalau gak di manfaatin ilmu nya, o ya kabar papa sama mama kamu gimana?" tanya Vindra.


"Mereka baik Vin, makin tua makin romantis, aku sendiri sebagai anak nya iri melihat kemesraan mereka, secara kan aku belom ketemu jodohnya hehehe" Sesil bercerita dengan sedikit malu malu.


" Loh kamu masih belom menikah Sil? wah pasti di perusahaan banyak yang ngejar ngejar kamu tuh, bos mereka yang masih muda dan cantik begini pasti jadi rebutan" ucap Vindra sambil bercanda.


"Kamu bisa aja " tawa Sesil.


"Lah memang benar kan?" Vindra ikut tertawa.


"Aku belom tertarik dengan mereka, aku masih nungguin seseorang" ucap Sesil .


"Loh nunggu apa lagi. kalo udah ketemu yang cocok di langsungkan aja, memang nunggu siapa lagi?" tanya Vindra .


Sesil terdiam beberapa saat.


"kamu!!! "

__ADS_1


***


__ADS_2