
Keluar dari kamar hotel tempat pertama yang di tuju oleh pasangan Alana dan Vindra sebuah rumah makan yang berada di pinggir pantai, karena jarak dari hotel tidak terlalu jauh dengan pantai.
Jadi pilihan mereka pun makan di sini sekalian berlibur, mereka menghabiskan sisa waktu hari ini dengan bercengkrama disini.
Di tambah dengan kehadiran Dirga membuat suasana semakin seru,
Ya Dirga juga menginap di hotel yang sama dengan Lana, karena untuk mengantisipasi jika nanti nya Dirga membutuhkan Lana, bisa cepat untuk di temui.
Selama ini Dirga dan Lana sudah sangat dekat seperti anak dan ibu kandung sendiri, jadi jika seharian tidak bertemu mereka pasti saling rindu..
Menjelang adzan magrib Lana dan Vindra kembali pulang ke hotel, mereka kembali hanya berdua saja. karna Dirga dan pengasuh nya sudah dari tadi kembali ke hotel tersebut.
Jam 22.00 malam, pasangan Lana dan Vindra di kejut kan oleh suara ketukan pintu yang lumayan kencang.
Dengan langkah terburu buru Vindra membukakan pintu kamar dan melihat siapa yang mengganggu kegiatan nya.
" Ada apa mbok, kok tegang sekali? " tanya Vindra setelah pintu terbuka.
" I,,,itu tuan, anu ,den Dirga hilang tuan " ucap mbok asih dengan suara cemas.
" Apa? maksud nya gimana mbok ?" tanya Vindra,
belum sempat Vindra menjawab ,Alana sudah berada di depan mereka.
" Kenapa dengan Dirga mbok? " tanya Lana khawatir.
" itu non Lana, den ,Dirga hilang" ucap mbok mengulangi ucapannya.
" Hilang,! bagaimana bisa mbok?" ucap Lana terkejut.
" Itu,,, anu non, mbok juga gak tau, pas mbok tinggal ke kamar mandi tiba tiba den Dirga sudah ndak ada" jawab mbok Asih ketakutan.
Mereka bertiga pun langsung lari ke kamar sebelah tempat Dirga menginap.
Lana hampir saja emosi kalau saja tak di tenangkan oleh Vindra, Vindra buru buru menyuruh orang suruhan nya untuk mengecek Cctv di hotel tersebut, tak lupa juga dia menelfon Rega untuk meminta bantuan.
" Kamu tenang dulu ya sayang, Dirga pasti baik baik saja" ucap Vindra mencoba menenangkan Alana.
__ADS_1
" Tapi Vin, siapa yang tega menculik anak ku " ucap Lana terisak..
"Kamu sabar, aku sudah menyuruh orang orang ku untuk mengecek cctv sekitar sini, sebentar lagi Rega juga sampai" ucap Vindra lagi.
mereka pun segera melapor ke pihak hotel, dengan langkah cepat pihak hotel pun memeriksa ke adaan sekitar kamar tersebut,
Lana masih saja menangis terisak, dia tak menyangka di saat saat bahagia nya harus kehilangan putra semata wayang nya begini.
" Maaf kan aku ya Lana ,karna kelalaian anak buah ku ,Dirga jadi hilang begini,'' ucap Vindra penuh sesal.
''Gak, ini bukan salah kamu''ucap Lana menatap Vindra.
Tak lama Rega datang dengan tergesa gesa.
''Gimana kejadian nya Dirga bisa hilang begini?'' tanya Dirga.
''Mbok gak tau den. waktu mbok bangun tidur ,mbok langsung ke kamar mandi, tapi pas udah keluar, tiba tiba mbok liat den Dirga sudah ndak ada lagi di tempat tidur nya'' ucap si mbok terisak.
''Ya sudah mbok tenang dulu, kita akan cari Dirga sama sama'' ucap Rega lagi.
''O ya Vin, anak buah lo gimana? udah ada hasil cek cctv nya? ''tanya Rega.
Lana sudah tak sabar lagi menunggu hasil dari rekamam cctv, dia berlari keluar kamar dan turun ke bawah menuju lobi hotel tersebut, Vindra dan Rega mengejar Lana, mereka takut Lana mengamuk kepada orang orang.
''Mbak, liat anak saya di bawa orang gak sekitar setengah jam yang lalu gak mbak. ciri ciri nya pake setelan baju warna biru, kira kira umur 1 tahun anak nya cowok.dan sedikit berisi, kulit putih'' tanya Lana pada orang orang di sana.
''Maaf mbak, dari tadi saya gak liat siapapun keluar membawa anak batita'' jawab orang orang
Lana tak putus asa, dia tetap menanyakan hal yang sama ke pada setiap orang yang lewat
Vindra dan Rega pun membantu Lana sambil memperlihat kan foto Dirga pada orang yg lewat, tapi tak ada satu pun yang melihat anak dengan ciri ciri yg mereka sebut kan.
Lana pun frustasi di buat nya, ingin dia menangis sekuat kuat nya untuk mengungkap kan kesedihan nya sekarang..
Vindra berusaha menenangkan Lana.
''Sabar sayank, kita pasti menemukan Dirga'' ucap Vindra memeluk Lana.
__ADS_1
''Tapi Vin, siapa yg membawa Dirga, kasian dia kalau nanti kenapa napa, aku takut Vin'' ucap Lana lagi .
Ditengah kesedihan yang melanda nya, tiba tiba ponsel Vindra berbunyi, dia melihat rupanya anak buah nya yang menelfon.
''Bagaimana?'' tanya Vindra tanpa basa basi.
''Maaf bos, seperti nya Cctv yang mengarah ke kamar tempat tuan kecil menginap mati bos,'' ucap orang di seberang sana.
''Apa ? kalian sudah cek lagi?'' Tanya Vindra marah.
''Sudah bos, tapi memang tidak ada yang mencurigakan '' ucap anak buah Vindra lagi.
''Kalu gitu kalian Coba cari di tempat lain. mungkin penculik nya belom jauh '' ucap Vinda dan mematikan telfon nya.
Tangis Lana semakin pecah ,dia tau anak buah Vindra tak mendapatkan hasil apa pun.
"Apa yang harus kita lakukan Vin, kita harus cari Dirga kemana?'' tanya Lana semakin cemas .
''Vindra tak mampu berkata apa apa, dia hanya bisa menenangkan Lana.
Malam itu juga mereka memutuskan untuk kembali pulang kerumah Alana, mungkin dengan berada di rumah bisa membuat Alana sedikit tenang.
Berhari hari berlalu mereka melakukan pencarian ke sejumlah tempat, bahkan juga melibat kan kepolisian, tapi hasil nya tetap nihil.
Alana hampir gila dan putus asa dibuat nya, tiap malam dia selalu menangis teringat Dirga.
Sekarang sudah hampir sebulan telah berlalu, tapi pencarian Dirga belom membuah kan hasil. Pagi ini di depan pintu Rumah Alana ,mbok Asih menemukan sebuah kotak bewarna hitam, si mbok pun mengambil dan memberi tahukan kepada Alana dan Vindra.
Alana pun bergegas membuka kotak tersebut.Di dalam kotak ternyata sepasang baju yang di pakai Dirga di hari dia menghilang.
Air mata Lana tak bisa di bendung lagi. Di sana dia menemukan selembar kertas putih, dia mengambil kertas itu dan membaca tulisan nya,
''Bagaimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayang, dan kebahagiaan mu serta harapan mu di ambil, sakit? itu juga yang aku rasakan, sekarang nikmati lah penderitaan mu. Aku akan membalas sakit hati ku dengan mengambil putra ke sayangan mu ini.
Ha ha ha, Lana,, Lana,, Aku sangat senang melihat mu menderita, sekarang selamat menikmati keterpurukan mu."
Lana membaca isi surat itu dengan sedih , Vindra yang ikut membaca isi surat itu sangat marah sekali.
__ADS_1
Bisa bisa nya orang itu membuat istri nya menangis dan menderita.
Dia berjanji akan mencari siapa pun itu penculik Dirga, bahkan ke ujung dunia sekalipun dia akan terus mengejar orang itu.