Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
di bawa ke kamar hotel


__ADS_3

Lana


Hari ini suami ku mendapat kan undangan ke acara pesta perayaan ulang tahun perusahaan kolega dan teman bisnis nya, dan kebetulan anak dari rekan bisnis nya itu merupakan teman dari suami ku sewaktu menimba ilmu di negeri orang.


Seperti biasa bila ada acara undangan seperti itu dia pasti malas dan tak mau datang apapun itu alasan nya.


Tapi kali ini berbeda, kebetulan aku juga di ajak dan di undang, aku juga penasaran dengan teman nya itu, yang menurut cerita nya sangat agresif dan menyukai suami ku.


Tentu aku menjadi kepo dan sangat pengen tau siap yang ingin jadi singan ku itu, ya ku sebut saingan karena dia ingin memiliki suami ku juga, setidak nya itu lah yang ku dengar dari suami ku.


Suami tersayang ku itu selalu cerita kepada ku tentang apa saja, dia terlalu jujur dan tak mau menutupi apapun dari ku, dan aku sagat bersyukur akan hal itu, berbeda dengan mantan suami ku sebelum nya.


Ah kenapa aku jadi membanding banding kan mereka sih, jelas beda lah ucap hati ku.


Tapi ngomong ngomong teringat mantan ku itu, apa kabar nya sekarang ya, sudah bertahun tahun dia tak ada kabar bagai kan di telan bumi. Maaf bukan nya aku rindu atau apa tapi wajar saja lah mengingat aku pernah hidup dan tinggal bersama dengan nya selama beberapa tahun.


Tapi ya sudah lah, balik kemasalah teman suami ku yang bernama sesil itu, dari yang suami ku bilang baik dulu dan sekarang tetap sama, dia masih saja berusaha untuk merayu suami ku, seperti nya dia bukan mencintai suami ku, tapi lebih tepat nya seperti terobsesi pada Vindra.


Dan ya ,aku ingin sekali bertemu dengan nya, walau pun aku tau Vindra tidak akan bertindak macam macam di belakang ku, tapi kata suami ku dia sangat keras kepala, dan mau melakukan segala cara untuk mendapat kan apa kemauan nya.bukan nya  Vindra takut dengan kehadiran sesil, hanya saja ingin menghindari dari hal hal yang tidak di ingin kan saja.


Boleh boleh saja dulu dia bisa menjauhi sesil dengan pergi dan pulang ke indonesia karena memang masa kuliah nya sudah selesai di sana waktu itu, tapi kalo sekarang mau menghindar dan pergi kemana  .


Makanya aku membujuk Vindra untuk datang saja ke acara itu,  oleh karena itu kami sekarang berada di sini di lokasi tempat acara pesta di adakan.


Tak berselang lama setelah kami sampai dan semua orang sudah berdatangan, acara pun di mulai. Sang tuan rumah pun maju ke panggung untuk sekedar memberi kata sambutan, dan sekalian untuk memperkenal kan sang penerus yaitu anak nya yang bernama Sesil itu.


Aku memperhatikan nya, dia anggun dan cantik serta seperti nya perempuan sosialita dan berkelas juga, bisa terlihat dari cara berpakaian nya, hanya saja menurut ku dandanan nya sedikit norak menurut ku, Tapi dia percaya diri dengan dandanan dan sedikit menor dan menurut ku itu lumayan berlebihan.


Cukup lama juga kami berada disini, dan penilaian ku terhadap Sesil juga biasa saja, bukan nya sombong tapi ya bisa di bilang dia bukan saingan ku, ya itu lah penilaian ku terhadap nya


Hanya saja ada yang sedikit aneh dari cara nya dia memandang ku, aku tak merasa risih karena sudah terbiasa akan hal itu, hanya saja kenapa tiba tiba perasaan ku jadi merasa tak enak ya.....

__ADS_1


Tak ingin berlama di sini  kami memutus kan untuk segera pulang saja, karena acara nya sudah hampir selesai, hanya sekedar basa basi antara sesama pebisnis saja.


saat ingin pulang tiba tiba perut ku rasa nya agak mules kebelet pengen ke kamar kecil, aku  pun minta izin ke pada suami ku dulu untuk menunggu ku sebentar.


Setelah minta izin dari nya aku pun ber lalu ke kamar kecil untuk menuntas kan hajat ku.


aku merasa biasa saja sampai kegiatan ku selesai, saat akan keluar dari kamar mandi aku di hadang oleh beberapa orang.


Aku tak tau siapa mereka, mereka berpakaian serba hitam dan berjumlah sekitar sepuluh orang, manusia payah hanya sekedar untuk menakhlukkan satu wanita saja harus segerombolan begini..


Aku pun melawan mereka sampai mereka semua  terkapar tak berdaya di lantai.. aku pun tersenyum meremeh kan  sambil mengibas ngibas pakaian ku,, saat aku lengah, tiba tiba ada yang membekap dan membius ku.... pandangan ku pun mulai kabur dan......


******


Sesil menawar kan segelas minuman kepada Vindra yang kebetulan di bawa oleh pelayan.


vindra yang merasa tak enak terpaksa mengambil dan meminum nya, dia tak berfikir yang macam macam toh ini hanya minuman biasa menurut nya, tak berapa lama setelah dia meminum minuman pemberian Sesil tiba tiba kepala nya terasa pusing dan berkunang kunang dan pandangan nya perlahan kabur setelah itu dia tak sadarkan kan diri....


Senyum terkembang di bibir sesil, karena dia sudah berhasil membawa Vindra, sekarang tinggal menjalan kan Rencana selanjut nya, Sesil dibantu orang yang tadi membawa Vindra ke mobil dan langsung menuju hotel terdekat yang sudah iya persiap kan sebelum nya..


Dia sudah tidak sabar untuk melanjut kan rencana nya itu,, Sesil segera mengambil telfon genggam milik nya dan menghubungi seseorang dulu untuk memastikan sesuatu.


"Bagai mana? kalian berhasil?" ucap nya setelah ponsel nya tersambung dengan orang di seberang sana.


" semua beres bos" ucap anak buah sesil.


"Bagus kalau begitu bawa perempuan itu ke hotel tempat ku menginap, jangan lupa kamar nya di samping kamar ku, tapi kalian harus pastikan dulu dia benar benar tidak sadar kan diri, setelah itu jaga dia sampai aku meminta kalian untuk membangun kan nya,dan berikan amplop yang sudah ku persiap kan di meja kamar " ucap sesil lagi.


"Baik bos" telfon pu. terputus.


"Vindra ,,Vindra,, kali ini ku pastikan kamu akan menjadi milik ku se utuh nya sayang, akan ku pastikan kau akan memohon pada ku untuk membantu mu" senyum sesil mengembang dengan sangat lebar.

__ADS_1


tak lama hanya Lima belas menit berselang,, mobil yang membawa sesil dan Vindra pun sampai di hotel tempat tujuan mereka, di belakang nya tampak pula rombongan orang yang membopong seorang perempuan yang tengah tak sadar kan diri.


Mereka pun segera masuk ke dalam lobi hotel dan menuju resepsionis setelah itu sesil dan rombongan segera membawa dua orang yang tengah pingsan itu masuk ke kamar yang sudah di sedia kan.


Baru berapa lama tiba di dalam kamar perlahan Vindra pun tersadar, dia melihat sekeliling nya,, ia tak tau sedang berada di mana.


"Hay sayang ,,sudah bangun?" ucap seseorang di samping nya , Vindra segera menoleh dan terkejut mendapati sesil berada di samping nya.


"Sesil, ngapai kamu di sini,, " tanya Vindra terkejut. dia buru buru bangun dan berdiri tapi tiba tiba kepala nya pusing lagi.


" Sabar sayang sebentar lagi juga kamu akan tau kenapa kita di sini, obat nya sedang bekerja" ucap sesil tersenyum.


"O ,,, obat? maksud kamu apa?" tanya Vindra dan masih memegang kepalanya.


perlahan badan Vindra pun terasa panas serasa mau terbakar,,dan dia merasa sangat haus sekali..


Dia melihat ke arah sesil yang berpakaian seksi dan duduk menampak kan paha mulus serta bagian atas nya yang nampak menyembul, seketika panas itu makin menjadi dan Vindra pun sadar rupanya sesil memberi nya obat peransang, pantas saja sesil bicara seperti itu.


"Apa yang kamu lakukan sesil? apa maksud mu memberi ku obat peransang?" tanya Vindra merasa kesal dan terasa putus asa.


semakin kuat dia menahan semakin besar hasrat untuk menerkam sesil,, tapi dia tetap berusaha untuk menahan diri nya dalam hati dia berharap tuhan mengirim kan  Lana segera datang menolong nya ,karena yang dia butuh kan saat ini adalah Lana istri nya.


Sesil tak percaya melihat keteguhan iman Vindra dia tak mau menunggu lama, dia mendekati Vindra dan berjalan ke arah nya.


"mau apa kamu sil, jangan mendekat" ucap Vindra frustasi.. dia tak kuat lagi.


"kalo kamu tak kuat aku akan menolong mu sayang, aku akan menyerah kan diri ku se utuh nya pada mu, ayo kemari lah" ucap sesil menggoda dengan suara yang sedikt mendesah.. baru saja dia ingin menggapai Vindra,, Vindra pun dengan kasar mendorong nya ke kasur.. dan ...............


******


sabar menunggu up selanjut nya ya teman teman, jangan sampai bosan ya . maaf kalau aku lama update nya

__ADS_1


__ADS_2