
Setelah melalui pemeriksaan lanjutan, hari ini Lana sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter.
Pemeriksaan kandungan Lana pun sudah di lakukan,dan semua nya pun berjalan dengan baik, dan kandungan nya pun sehat, hanya saja Vindra melarang dokter untuk memberi tahu Lana bahwa ada salah satu janin nya yang mengalami keguguran...
Sebelum pulang Vindra sengaja mengajak Lana ke suatu tempat.
''Sayank, ini bukan jalan kerumah kita kan? kita mau kemana?'' tanya Lana pada Vindra, yang kebetulan mereka hanya berdua saja.
''Kita mau ke suatu tempat, nanti kamu juga pasti tau.''
Di ujung jalan Vindra membelok kan arah mobil nya ke sebuah tempat pemakaman umum.
''Vin, ngapain kita kesini ? siapa yang meninggal?'' tanya Lana. Vindra masih diam, setelah menemukan tempat parkir Vindra pun memberhentikan mobilnya dan mengajak Lana turun.
''Ayo kita turun, kita harus mengunjungi seseorang'' ucap Vindra
Lana menurut saja, sampai di sebuah kuburan yang masih basah,nampak baru beberapa hari ini terkubur.
''Ini siapa Vin?'' ucap Lana.
''Sebelum nya aku ingin minta maaf sama kamu, terserah kamu mau marah atau apa pun ,aku akan terima, tapi aku berharap kamu bisa menerima ini dengan lapang dada, dan aku harap kamu sabar menghadapi nya'' ucap Vindra, dan Lana tak sabar menunggu kelanjutan omongan Vindra.
''iya aku akan sabar, tapi ini siapa dulu?''
''Lana,, ini adalah kuburan anak kita '' ucap Vindra berusaha untuk menyelesaikan kalimat nya.
''A ,,, anak kita maksud nya apa Vin?'' Lana sudah mulai tak tenang, dengan suara gemetar dia bertanya.
''Janin yang kamu kandung sebenar nya ada 3, tapi oleh karna sesuatu salah satu nya tidak bisa di selamat kan, dan ini adalah janin itu '' ucap Vindra berusaha untuk menahan getaran suara nya.
''Jadi ini anak ku Vin?'' Vindra mengangguk. Lana tak bisa menahan laju air mata nya, dia menangis dalam diam
''Kamu harus sabar dan menerima kenyataan ini Lana, ingat masih ada janin lain dalam perut kamu yang harus kamu jaga untuk kedepan nya, jadikan ini ujian kesabaran buat kita,'' ucap Vindra lagi.
Lana masih menangis dalam diam nya,
__ADS_1
''Maafin bunda nak, bunda tak bisa menjaga mu dengan baik, semoga kamu tenang di alam sana,bahagia di surga ya sayang '' ucap Lana mengusap gundukan tanah itu.
Setelah Lana benar benar tenang, mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah.
Sampai di rumah Lana mencari cari keberadaan Dirga, karna dengan kehadiran Dirga bisa mengobati sedikit kesedihan dan kehilangan yang di alami nya.
Dia mengajak Dirga bermain, di umur Dirga yang sudah menginjak Satu tahun ini, merupakan saat saat lincah dan aktif aktif nya.
Lana dan Vindra sangat senang dengan perkembangan anak mereka,
''Maafin bunda sudah lalai menjaga mu ya nak '' Lana mengajak Dirga bicara, Anak kecil itu memberikan senyuman manis nya kepada Lana yang membuat Lana luluh dan bahagia, hingga bisa melupakan sedikit kesedihan nya.
Hari hari yang dilalui keluarga kecil mereka berjalan dengan lancar, walau kadang ada juga timbul perselisihan kecil dalam hari hari mereka tapi masih bisa teratasi, seperti Lana yang masih ingin bekerja meski sedang hamil besar begini.
Dan itu membuat Vindra selalu melarang dan memarahi Lana, membuat istri tersayang nya itu ngambek walau kadang sudah di kasih pengertian.
Dengan terpaksa Vindra membiarkan istri nya ke kantor tapi dengan satu syarat Vindra yang harus mengantar jemput, serta tidak boleh kerja terlalu berat.
Soal ngidam, di awal awal trimester pertama tidak terlalu mengganggu Lana, tapi malah berefek kepada Vindra, tapi itu masih bisa di atasi.
Seperti pagi ini Lana ingin sekali makan nasi goreng buatan suami nya, tapi sayang pagi ini Vindra ada meeting mendadak dengan beberapa klien nya di kantor, sebenar nya sudah beberapa hari ini Vindra tidak bisa pergi ke kantor karna Lana terus merengek dan menangis apa bila Vindra pergi keluar rumah.
Semakin kesini Lana semakin manja dengan Vindra, itu sangat membuat Vindra senang, tapi ya dia tidak bisa lagi untuk ke kantor.
Semua pekerjaan dilakukan nya dari rumah saja, hanya saja pagi ini ada rapat penting yang tidak bisa di tunda, dan terpaksa Vindra harus menghadiri meeting tersebut, karna dia pemimpin perusahaan.
Lana berusaha untuk masak makanan kesukaan nya itu sendiri, walaupun ada mbok Asih, tapi dia sedang ingin makan masakan Vindra, jadi dia sendiri yang masak karna cuma di yang tau takaran yang sering di buat Vindra.
Lana terlihat sedikit sulit bergerak ke sana kemari membawa bobot tubuh nya yang sekarang sudah sangat berat .
''Non Lana, biar si mbok aja yang masakin ya, kasian non Lana sudah kesusahan ,Non tinggal bilang takaran nya aja biar mbok yang masak.'' ujar mbok Asih.
''Gak usah mbok, Lana pengen makan masakan sendiri mbok, dikit lagi juga selesai kok '' jawab Lana.
Mbok Asih meras tak enak hati, tapi dia masih setia menemani Lana memasak sampai selesai.
__ADS_1
Lana mematikan api kompor dan mencicip sedikit masakan yang di buat oleh nya.
Terasa enak walau tak se enak masakan suami nya, Lana mulai mengambil piring dan memasuk kan nasi goreng tersebut, setelah itu Lana langsung makan nasi goreng nya di meja makan dapur.
Baru setengah nasi goreng di piring tersebut di makan ,Lana merasakan sesuatu di perut nya.
" Aduh mbok, kok perut Lana sakit banget ya mbok" ucap Lana meringis.
Mbok Asih yang melihat majikan nya kesakitan pun sangat cemas sekali.
"Aduh non, gimana ini non, seperti nya non sudah dekat mau melahirkan" ucap mnok Asih karna melihat kaki Lana sudah basah,kemungkinan ketuban nya sudah pecah.
" Aduh mbok, tolong telfon Vindra sekarang bik." ucap Lana lagi.
"I,,, iya non" mbok Asih pun bergegas menelfon Vindra.
"Halo tuan,non non Lana seperti nya sudah mau melahirkan tuan. ketuban nya sudah pecah." ucap mbok Sih gugup.
"Apa mbok? ya sudah mbok ambil dulu persiapan bayi di dalam tas yang sudah di persiapkan kemarin, habis itu bawa Lana ke depan, aku akan segera menjemput ke rumah ." ucap Vindra .
"Baik tuan" dan telfon pun tertutup.
Vindra bergegas mengakhiri rapat nya, dan langsung mengendarai mobil nya menuju rumah.
Sampai di rumah Vindra segera berlari ke arah Lana, di teras Lana sudah meringis kesakitan.
" Kamu kok lama sih Vin, sakit banget rasa nya Vin" ucap Lana.
"Iya sayang, maaf ya, ayo kita sekarang kerumah sakit, Mbok tlong bawa tas nya ke mobil, biar saya yang bawa Lana ?" ucap Vindra dan langsung menggendong istrinya, karna Lana sudah tidak sanggup lagi Berjalan.
******
Maaf ya semua telat up sehari, kemaren author ada keperluan mendadak, jadi gak sempat nulis.
Semoga semua masih setia ya.. trima kasih..
__ADS_1