
Pov Sesil.
Nama ku Sesilia wiranata, putri satu satu nya bapak Diman wiranata, dan juga pewaris tunggal perusahaan wiranata.
perusahaan wiranata merupakan perusahaan yang di bangun oleh papa saya seorang diri dan di bantu oleh beberapa teman beliau,, ya walaupun perusahaan milik beliau masih terbilang kecil, tapi perusahaa beliau sudah mampu menggaet setidak nya beberapa perusahaan besar untuk bekerja sama bersama perusahaan kami.
papa saya seorang pekerja keras dan penyayang kepada keluarga, apalagi saya ada lah putri beliau satu satu nya, jadi beliau sangat memanjakan ku .
apa pun yang aku mau dan aku ingin kan beliau pasti berusaha untuk memenuhi nya.
termasuk saat aku ingin kuliah di luar negri walau pun beliau sedikit kesulitan, tapi demi membuat aku senang dan bahagia, beliau selalu berusaha dan bekerja keras mewujud kan ke inginan ku itu.
Selama kuliah di luar negri, papa menyewakan aku sebuah apartemen yang lumayan mewah agar aku merasa nyaman dan tenang selama berada jauh dari beliau dan sebatang kara di negri orang.
papa dan mama selalu datang mengunjungi ku paling kurang sebulan atau dua bulan sekali,, atau beliau ada waktu senggang.
Di awal awal aku tinggal di sini aku merasa sedikit kesepian karena baru pertama kali jauh dari orang tua ku, tapi aku lumayan bisa untuk cepat menyesuai kan diri dengan orang lain, jadi rasa kesepian itu perlahan memudar dengan ada nya beberapa kenalan dan teman di sini.
Suatu hari aku sedang duduk di kantin kampus untuk menunggu jam mata kuliah ku selanjut nya, tak sengaja aku melihat seseorang pria yang duduk seorang diri di sudut kantin , dia sibuk dengan beberapa buku yang ada di depan nya, dia tidak memperdulikan tatapan orang orang yang melihat aneh terhadap nya. dia masih saja sibuk dengan apa yang di lakukan.
Wajah nya tak begitu jelas ,karena kami duduk sedikit berjauhan dan dia hanya terlihat dari samping saja meskipun berhadapan.
Tiba tiba ada datang beberapa orang sebaya nya yang ku tafsir itu mungkin teman teman kuliah nya juga, mereka duduk di meja laki laki itu, karna kedatangan teman teman nya itu, pria tersebut menyimpan buku buku yang tadi menemani nya.
saat sedang berbincang dengan teman teman nya itu tak sengaja dia menoleh ke arah ku, dan aku sangat terkejut, sekaligus terpesona dengan ketampanan nya, dan kebetulan pada saat itu dia sedang tersenyum,,
oh betapa mempesona dan sangat tampan sekali dia, aku merasa kagum dan senang melihat sentum nya itu,,,
sedang asyik menikmati ciptaan tuhan yang sempurna itu, tiba tiba ada yang memanggil ku dari arah samping.
"Sil,,, sesil.." ucap seseorang, dan itu sukses membuat ku kaget setengah mati, aku menoleh, rupa nya teman semeja ku yang memanggil, ternyata dari tadi dia sudah lama mengajak ku bicara tanpa ku hirau kan.
__ADS_1
"Ya prim" jawab ku sedikit kikuk, karena merasa tak enak pada nya.
"Kamu kenapa?" tanya Prima padaku. dan ikut memperhatikan kumpulan laki laki di sudut sana yang tengah sibuk berbincang bincang.
" kamu pasti lagi memperhatikan mereka ya?" goda nya pada ku yang tiba tiba saja membuat aku gugup karena ketahuan.
" Ah gak kok" jawab ku berusaha menutupi .
" Alah ngaku aja,, aku tau siapa mereka kok" Jawab Prima lagi.
"Oh ya? kamu kenal mereka?" tanya ku antusias.
Prima mengangguk.
"iya laki laki yang duduk sambil memegang buku itu nama nya Ravindra, dia satu fakultas fengan kita, tapi dia 2 tingkat di atas kita,, dan yang mengelilingi nya itu teman teman satu kuliahan nya?" terang prima.
"Oh ya? kok aku baru liat dia sekarang ya?" tanya ku heran, peeasan sudah hampir 4 bulan kuliah di sini baru kali ini aku bertemu dengan nya.
" Dan satu lagi, dia itu tinggal di apartemen juga, dan itu satu gedung dengan mu" ucap prima memberi tahu. aku hanya manggut manggut saja tanda mengerti, tiba tiba aku teringat, kenapa prima memberi tahu kan ini pada ku.
"Tunggu tunggu.Prima, kenapa kamu memberi tahu kan ini pada ku? perasaan aku gak menanyakan nya sama kamu deh?" tanya ku heran. dan Prima pun tertawa mendengar ucapan ku.
"Gak perlu kamu tanyakan pun itu aku tau ,pasti kamu penasaran dan suka sama Vindra kan? apa ya, kata orang bilang mungkin cinta pada pandangan pertama" ucap Prima lagi.
*****
Lama lama akhir nya aku dan Vindra pun saling kenalan dan dekat, dan kedekatan kami itu bisa di bilang seperti kakak dan adik.
Vindra sangat perhatian pada ku, dan juga sangat melindungi ku, dan semua itu kadang membuat ku merasa ingin mengharap kan lebih.
Karena memang dari awal aku memang sudah suka dan menaruh rasa pada nya, jadi dengan tindakan nya yang seperti ini sering membuat aku ke geeran.
__ADS_1
Setahun kedekatan kami akhir nya aku mencoba memberani kan diri untuk mengungkap kan rasa dan isi hati ku pada nya, tapi aku di buat kecewa dengan penolakan nya itu.
Sudah berbagai cara aku lakukan, tapi masih saja semua itu tak sesuai dengan yang ku harap kan. jawaban nya masih sama ,dia hanya menganggap ku seperti adik perempuan nya yang ingin dia lindu
Suatu hari aku melakukan hal yang nekat,Karena sudah saling dekat, aku bisa bebas untuk ke luar masuk ke apartemen nya.
Jadi kesempatan itu aku gunakan untuk masuk ke apartemen nya , aku sengaja datang dan masuk ke kamar nya dengan pakaian menggoda berharap dia akan tergoda oleh ku, dan mau masuk ke dalam perangkap ku.
Ya, aku tak ragu untuk melakukan nya dan tidak takut kehilangan kesucian ku, karena hal itu sudah biasa bagi ku , bahkan sewaktu di indonesia pun aku sudah sering melakukan nya.
"Ting" suara pintu pun terbuka, aku tau itu pasti Vindra yang pulang aku sudah bersiap siap.
pas dia masuk ke kamar nya, dia di kaget kan dengan kehadiran ku yang sudah ada di kamar nya.
"Sesil apa yang kamu lakukan di sini?" tanya nya tanpa melihat ke arah ku.
"Aku menunggu mu Vindra ,aku merindukan mu" ucap ku sambil berjalan ke arah nya dengan hanya memakai pakaian dalam saja.
"Sesil ,aku minta keluar kamar ku sekarang ,sebelum kesabaran ku habis " ucap nya.
aku tak gentar,
"Kenapa? kamu takut tergoda pada ku? aku akan menyerah kan diri ku se utuh nya pada mu, aku mencintai mu vin" ucap ku lagi tanpa takut pada nya, aku berusaha mendekat, tapitpi vindra malah menjau.
Berhenti disana Sesil, aku tidak suka dengan cara mu begini dan maaf aku tidak mencintai mu, sekarang silahkan keluar dari kamar ku " ucap nya lagi.
"tidak, aku tidak akan keluar dari sini " tantang ku.
" baik lah kalau begitu jika kamu tidak mau keluar, aku yang akan pergi " ucap nya tanpa menoleh lagi ke arah ku, aku berusaha mengejar dan memanggil nya, tapi tak di hirau kan nya.
Sejak saat itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan Vindra, aku kehilangan kontak nya dan semua informasi tentang dia..
__ADS_1
*****