
Di hari hari berikut nya Sesil sudah sangat bersemangat untuk bekerja di perusahaan papa nya, apa lagi dia tau masih ada proyek lanjutan antara perusahaan papa nya dan perusahaan Vindra.
Setiap ada meeting dengan perusahaan Vindra, Sesil selalu mengajukan diri untuk mewakili papa nya menangani proyek dengan perusahaan Vindra.
Sampai sampai orang tua nya pun heran dengan perubahan sikap anak mereka itu.
Dari yang biasa nya malas dan cuma bisa foya foya, sekarang Sesil sudah berubah menjadi rajin datang ke perusahaan dan membantu papa nya menjalankan bisnis mereka.
Orang tua Sesil sangat senang dengan perubahan tersebut.
Hari ini seperti yang telah di sepakati bersama, Vindra akan berkunjung ke perusahaan milik papa nya Sesil.
Dari pagi pagi sekali Sesil sudah bangun dan bersiap siap , dia sibuk berdandan agar tampak cantik nanti nya di depan Vindra.
''Loh loh sayang, kok semua jadi berantakan begini?'' tanya mama nya saat masuk ke kamar Sesil. terlihat pakaian tersebar di mana mana, tak cuma memenuhi tempat tidur, sofa dan bahkan lantai juga.
Mama nya sampai geleng geleng kepala melihat kelakuan anak gadis nya tersebut.
''Iya ma, aku lagi cari baju yang pas untuk di pakai kekantor hari ini, tapi belom ketemu yang cocok'' ucap Sesil, dan masih sibuk mengotak atik lemari pakaian nya.
''Emang di kantor ada apa sih? biasa nya kamu gak se rempong ini deh'' mama nya penasaran melihat tingkah anak nya.
''Ada pertemuan penting hari ini ma, dan sangat spesial''
''Pertemuan penting dengan orang spesial? siapa, kok mama gak di kasih tau sih sayang?"
"Ada deh ma, nanti juga bakal di kasih tau, mama doain aja semoga usaha Sesil lancar, oke"
"oke deh, eh eh udah dong, kamu udah cantik banget tau, kalau kamu seperti ini bisa bisa telat ke kantor nya" mama Sesil pusing melihat pakaian berserakan itu.
"Habis nya aku bingung ma, mana yang bagus baju nya"
"Udah kamu harus mutusin pilih salah satu nya, nanti telat, yang ada malu dan gak spesial lagi deh"
"Iya deh ma" ucap nya dan memutuskan memilih salah satu dari pakaian tersebut.
"Tuh kan, kamu tu tetap cantik memakai apapun baju nya, jadi gak perlu repot repot milih kayak gini" mama Sesil tersenyum melihat anak nya yang tampil begitu cantik.
"Makasi ya ma, mama selalu bisa bikin aku happy" ucap nya dan memeluk mama nya.
"Ya sudah ayo kita sarapan dulu, papa sudah menunggu di bawah"
"Yok"
Mereka berdua ibu dan anak itu pun langsung keluar dari kamar Sesil berbarengan dan turun menuju meja makan.
__ADS_1
Sampai di kantor, Sesil sudah mempersiapkan semua keperluan Meeting mereka hari ini.
Dia sengaja memilih meeting di ruangan nya agar bisa berduaan dengan Vindra.
Jadi dia bisa leluasa untuk bergerak mendekati Vindra.
Seperti yang telah di jadwal kan , Vindra sudah sampai di loby kantor milik papa nya Sesil, Vindra datang berdua bersama sekretaris nya.
Sekretaris Vindra menghubungi sekretaris Sesil untuk mengabarkan bahwa mereka sudah sampai di kantor Sesil.
Sedang asik melamun kan Vindra, Sesil di kejutkan oleh suara interkom di samping nya.
Sesil mengangkat telfon itu dan terdengar suara sekretaris nya di seberang sana.
''Ya ada apa?'' tanya Sesil to the poin.
''Bu, bapak Ravindra dari perusahaan RA grup sudah datang bu'' ucap sekretaris nya.
''Ya sudah suruh beliau langsung masuk ke ruangan saya saja''
''Baik bu''
Sesil pun bersiap siap menerima kedatangan Vindra .
Tak lama terdengar pintu ruangan nya di ketuk,tersengar suara sekretaris nya dari luar .
''Ya silahkan masuk'' ucap nya mempersilah kan masuk.
Ravindra langsung masuk dan di ikuti oleh sekretaris nya .
Sesil tampak agak sedikit kecewa karna ternyata Vindra datang gak sendiri, dan di temani oleh sekretaris nya yang juga cantik.
Tapi Sesil tidak mau memperlihatkan wajah tidak senang nya, karna ini juga menyangkut kenyamanan klien nya,
''Hy Vin, silahkan duduk'' ucap Sesil mempersilahkan Vindra beserta sekretaris nya untuk duduk.
''O ya Sil. perkenal kan ini Lita sekretaris pribadi ku'' ucap Vindra memperkenalkan Lita.
''O iya'' ucap Sesil sedikit canggung.
Sesil sedikit kecewa karna keinginan nya untuk berduaan saja dengan Vindra gak terlaksana.
''Ya sudah kita langsung saja membahas proyek kita kemaren '' ucap Vindra .
Mereka pun sibuk membahas segala keperluan dan berkas berkas untuk kerja sama antara perusahaan mereka.
__ADS_1
Cukup lama juga mereka meeting, di tengah kesibukan tersebut, Sesil mencoba untuk mendekati Vindra dan mencari perhatian Vindra.
Semua itu tak luput dari perhatian Lita sekretaris Vindra.
Lita pun berdehem agak keras untuk mengagetkan Sesil, agar Sesil fokus dengan pekerjaan nya.
Sesil mendelik ke arah Lita karna terkejut oleh deheman Lita.
Lita bersikap cuek seolah gak terjadi apa apa, karna dia memang sengaja di minta oleh Vindra menemani nya ke Kantor Sesil.
Vindra tau orang seperti apa Sesil itu, dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya, jadi dia tidak mau berduaan saja dengan Sesil.
Vindra gak mau nanti Sesil berkesempatan berbuat macam macam dengan nya, dan bahkan mungkin juga bisa sampai menjebak nya.
Karna Vindra gak mau kejadian waktu di Amerika dulu terulang lagi.
Saat Sesil masuk ke kamar amartemen nya dan menjebak Vindra, untuk berhubungan dengan nya.
Untung saja waktu itu Vindra tak terpengaruh oleh Sesil, karna memang dia tidak pernah bisa memikirkan perempuan lain selain Alana.
Sesil mulai terlihat kesal dengan Tingkah Lita yang sengaja menghalangi nya untuk dekat dengan Vindra .
Sampai meeting mereka selesai pun Lita masih terus menghalangi Sesil untuk dekat dengan Vindra.
Vindra tersenyum melihat perlakuan Lita , mungkin kalo boleh tertawa. Dari tadi pasti dia akan tertawa sangat keras, tapi di tahan agar Sesil tidak curiga dan tersinggung.
Setelah meeting mereka selesai Vindra dan Lita pun pamit untuk kembali ke kantor mereka.
''Vin tunggu dulu, '' ucap Sesil memegang tangan Vindra.
''Ada apa Sil?'' ucap Vindra mencoba untuk bersikap biasa saja.
''Kamu gak mau tinggal lebih lama dulu, biar sekretaris kamu pulang duluan. Kita kan sudah lama gak ketemu, aku pengen ngobrol dan cerita cerita sama kamu'' ucap Sesil menahan Vindra.
Lita langsung mengamit lengan Vindra dan langsung mengajak nya untuk kembali ke kantor.
"Ayo Vin, kita masih ada pekerjaan lain" ucap Lita.
" Maaf ya bu Sesil, kami permisi dulu, masih ada pekerjaan lain" ucap Lita dan menarik tangan Vindra keluar.
Sesil mati kutu dan sangat kesal di buat nya, hampir saja dia melemparkan berkas yang ada di meja.
Untung nya dia cepat sadar dan kembali tenang.
"Tenang Sesil ,kamu harus sabar, demi mendapatkan perhatian Vindra kembali. Kamu jangan sampai kalah oleh sekretaris itu" ucap nya pada diri sendiri.
__ADS_1
****