
Setelah selesai dengan aktifitas nya di kamar mandi, Lana langsung keluar.
Tanpa sepengetahuan nya, ada beberapa orang yang sudah bersiap siap untuk menyergap nya di luar.
Baru saja dia menginjak kan kaki nya di lantai luar kamar mandi, beberapa orang berpakaian serba hitam langsung menyerang nya bertubi tubi...
Dengan sigap lana melawan mereka, dan beruntung orang orang itu bisa di lawan lana seorang diri. Mereka terkapar di lantai yang dingin itu.
Tapi tanpa sepengetahuan nya di belakang lana ada seorang yang tiba tiba membekap mulut nya dengan kain yang sudah di beri obat bius.
Lana tau dia akan di bius oleh orang orang itu untuk melumpuhkan nya hingga pingsan,, dia berusaha tenang dan mencoba mengatur pernapasan nya agar tidak sampai pingsan beneran, jadi dia berinisiatif untuk pura pura pingsan saja atau setidak nya dia masih sadar .
Karena merasakan pernafasan lana sudah teratur dan tak bergerak lagi, baru lah orang yang membekap nya tadi melepas kan bekapan nya terhadap lana,,
Setelah itu dia dan beberapa orang membawa lana keluar dari gedung itu menuju mobil yang sudah di sedia kan di luar.
Setelah masuk mobil telfon salah seorang dari mereka berdering dan dia langsung mengangkat panggilan itu.
''Ya bos'' ucap nya
"Bagaimana? Kalian berhasil?'' tanya orang di seberang sana.
" semua beres bos" jawab nya
"Bagus kalau begitu bawa perempuan itu ke hotel tempat ku menginap, jangan lupa kamar nya di samping kamar ku, tapi kalian harus pastikan dulu dia benar benar tidak sadar kan diri, setelah itu jaga dia sampai aku meminta kalian untuk membangun kan nya,dan berikan amplop yang sudah ku persiap kan di meja kamar " ucap sesil lagi.
"Baik bos" telfon pun terputus.
Setelah itu dia menyimpan lagi telfon genggam nya.
"Ayo berangkat ke alamat yang sudah di berikan sama bos kita'' ucap orang tadi memerintahkan sopir melajukan kendaraan nya.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu mereka pun tiba di hotel tempat yang sudah mereka janjikan tadi.
Mereka semua segera turun dan masuk ke loby hotel, di sana mereka bertemu dengan rombongan sesil yang membawa seorang laki laki yang juga tengah pingsan, dan laki laki itu tak lain adalah Vindra, yang sebelum nya di berikan minuman oleh sesil.
Lana mencoba membuka mata nya sedikit untuk melihat keadaan, dia ber firasat kalau orang yang tadi menelfon itu adalah sesil, dan saat dia membuka mata, ternyata benar sesil yang ada di sana, dia sedang memegang pundak seseorang yang tak lain adalah suami nya.
Alana sangat kesal sekali di buat nya, apa lagi dia melihat sesil memeluk suami nya ,dan mengambil kesempatan di saat Vindra pingsan, lihat saja sesil aku akan bikin perhitungan dengan mu ucap Lana dalam hati.
''Ayo bawa mereka.. jangan lupa jaga perempuan ini agar jangan mengganggu ku,,, dan infat jangan sampai gagal, sebelum aku berhasil, mengerti'' ucap sesil memerintah kan orang orang itu.
Mereka semua mengangguk dan segera membawa Lana dan Vindra ke kamar yang sudah di persiap kan sebelum nya.
Sampai di kamar Lana di baring kan di kasur hotel,,,, beberapa orang keluar dari kamar dan ada Dua orang yang tersisa di dalam untuk berjaga jaga.
Beruntung nya orang suruhan Sesil itu tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, mereka tidak menyentuh lana apalagi meleceh kan nya sama sekali.
Walau pun lana dalam ke adaan pingsan dan sangat cantik tapi mereka sangat profesional sekali, karena tugas mereka hanya membawa lana dan menjaga nya jangan sampai rencana bos nya gagal.
''Baik lah'' jawab joko tanpa menoleh ke arah Redi. Karena dia di sibuk kan bermain game di telfon genggam nya itu.
Setelah Redi masuk ke kamar mandi. Lana membuka mata nya, dia melihat ke arah joko yang kebetulan dalam keadaan lengah, dia tau di kamar itu hanya ada joko dan diri nya saja.
Lana buru buru bangun dan berdiri kemudian langsung menyerang joko tanpa ampun.
Joko yang tak siap akan serangan itu langsung babak belur dan jatuh pingsan, lana segera menuju pintu kamar mandi , kebetulan Redi selesai dengan aktifitas nya dan langsung keluar tanpa melihat kearah lain.. baru saja selesai menutup pintu kamar mandi tiba tiba dia di pukul dari belakang oleh lana, dan redi langsung pingsan tak bergerak.
Setelah memastikan dua orang itu benar benar pingsan, lana mengambil handphone nya dari dalam tas genggam nya yang kebetulan masih terbawa sampai ke hotel.
Dia menelfon anak buah nya dan menyuruh mereka yang berada dekat lokasi nya sekarang untuk segera menolong nya.
Setelah itu dia membuka pintu kamar dan melihat keadaan sekitar, rupa nya ada Tiga orang yang berjaga di luar sana, dia segera keluar dan langsung menyerang orang orang itu secepat mungkin dan melumpuhkan mereka, kali ini Lana tak main main, anak buah Sesil benar benar di buat pingsan dan tak berdaya oleh nya.
__ADS_1
Baru lah setelah itu dia menuju kamar sebelah tempat Sesil dan Vindra berada.
Dia mencoba membuka pintu, tapi tidak bisa di buka, Sesil mengunci pintu nya dari dalam. Kali ini lana benaran panik, dia takut telat menyelamat kan suami nya.
Di tengah kekalutan nya itu, tiba tiba anak buah nya datang dengan ter buru buru sambil membawa petugas hotel, mereka segera membuka pintu kamar tersebut.
Sesil yang tak menyangka akan kedatangan mereka di buat terkejut sekaligus panik.
Dia melihat Lana dan beberapa orang memasuki kamar nya.tapi dia tidak kehilangan akal, dia mengambil kesempatan itu untuk memojokkan Vindra ,kebetulan posisi nya sekarang sangat pas sekali untuk di jadikan alasan.
" Lana ,, tolong aku lana,, vindra ingin meleceh kan ku, dia mau memperkosa ku lana'' ucap Sesil sambil menangis, dia yakin Lana akan percaya pada nya karena posisi nya yang tadi di dorong Vindra ke kasur , apa lagi dengan ke adaan pakaian nya yang berantakan ,karena tadi dia sengaja membuka gaun nya dan meninggal kan bikini saja untuk menggoda Vindra.
Dia mengira vindra akan tergoda, tapi rupa nya iman Vindra masih kuat hingga sekarang.
Lana melihat keadaan vindra yang masih berpakaian utuh sangat bersyukur sekali.dia maju ke depan dan langsung menampar Sesil. Sesil yang tak siap akan tamparan Itu tersungkur di tempat tidur, sudut bibir nya pun berdarah.
Seketika darah nyabpun mendidih.
''Brengsek, aku di leceh kan oleh suami mu, kau malah menampar ku dasar perempuan sialan'' umpat nya.
Lana menarik sesil dan menampar nya lagi. Kali ini sudut bibir sesil yang satu nya lagi ikut berdarah.
'' Diam dan tutup mulut mu perempuan ******, sekali lagi kau masih bicara akan ku buat pipi mu ini menjadi buruk rupa selama nya " ancam lana.
" Berani sekali kau mengganggu kehidupan ku dan suami ku, kau salah orang dalam memilih lawan , aku akan bikin perhitungan dengan mu" lanjut lana lagi.
Seketika nyali sesil ciut mendengar ancaman dan kemarahan lana. Dia tidak bixarablagi. Meski di dalam hati nya masih banyak sumpah serapah yang ingin dia ucap kan.
" Kalian semua bawa perempuan ini keluar dulu," suruh lana pada anak buah nya, sementara dia akan mengurus suami nya terlebih dahulu, untuk meredakan efek obat itu..
*****
__ADS_1
Maaf semua kalau cerita ku membosan kan. Semoga kalian masih setia membaca nya ya.. trims