
Bibi Rina meronta berusaha melepaskan diri dari Lana, dia menyikut perut Lana hingga pelukan Lana terlepas, tak menunggu kesempatan ke dua, Bibi Rina menikam kan pisau itu ke Arah Lana, dan mengenai perut Lana,
''Mati kamu perempuan busuk,'' ucap nya dan mendorong tubuh Lana , setelah itu, dia mengambil Dirga dan membawa nya keluar.
Lana yang terluka masih berusaha bangkit dan merebut Dirga, dia kalah kuat karna ke hilangan banyak darah.
Sampai di luar Bibi Rina tak bisa bergerak, Vindra dan Rega serta anak buah nya datang menangkap bibi Rina,dan menghalanginya untuk melarikan diri , dan anak buah nya yg lain mencari keberadaan Lana.
Vindra merebut paksa Dirga yang masih menangis dari tangan bibi Rina,
''Lepaskan brengs*k , jangan mencampuri urusan ku,'' ucap bibi Rina, segala sumpah serapah pun keluar dari mulutnya.
''Kau pura pura gila sebelum nya, sekarang aku akan membuat mu benar benar gila.'' ucap Vindra .
''Bos, nyonya Lana di dalam terluka parah,'' ucap salah satu anak buah nya tiba tiba. Vindra yg mendengar itu sontak terkejut, begitu juga Rega
Vindra meminta anak buah nya untuk mengambil alih Dirga sementara dulu, dan buru buru melarikan nya kerumah sakit
Vindra dan Rega bergegas masuk ke salah satu kamar dimana Lana berada, mereka melihat Lana sudah tergeletak dan tak bergerak.
''Lana,,, '' teriak Vindra dan Rega berbarengan.
''Lana, bangun sayang,,'' ucap Vindra berusaha membangunkan Lana, tapi orang yang di bangun kan hanya diam tak bergerak.
''Vin, kita harus segera bawa Lana kerumah sakit '' ucap Rega.
Vindra mengangkat tubuh Lana yang meggeluarkan banyak darah dari perut nya yang terkena tusukan .
''Sayang bangun, jangan begini, maaf kan aku sayank, aku datang terlambat '' tangis Vindra pecah melihat ke adaan istri nya.
Rega juga merasa bersalah karna sudaha menyetujui dan mendukung Alana untuk menjadi umpan bibi nya.
Mereka semua bergegas kerumah sakit, tak lupa sebelum pergi Azila yang masih tertawa tawa sendiri juga di bawa oleh mereka.
Sampai di rumah sakit Vindra berteriak minta tolong kepada dokter untuk segera menolong istrinya yang sekarat.
Perawat dan dokter pun segera menangani Alana dan masuk ke ruang IGD , Vindra yang tak ingin jauh dari istri nya mengikuti Lana sampai ke depan pintu ruangan tersebut.
''Maaf pak, bapak harus tunggu di luar untuk memudah kan dokter menangani pasien'' ucap salah satu perawat.
Dengan terapaksa Vindra pun menunggu di luar IGD.
__ADS_1
Vindra masih terus berdoa untuk kesembuhan Alana.
''Maaf kan aku Alana, mungkin kalau aku tidak menyetujui keinginan mu untuk datang kesini lebih dulu dan tidak datang terlambat, semua tidak akan terjadi'' sesal Vindra pada diri nya.
''Kalau sampai terjadi apa apa sama kamu, aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri'' ucap nya lagi.
Vindra masih setia menunggu ber jam jam sampai Lana keluar dari ruang operasi, bahkan saat mama nya datang pun untuk menyuruh dia duduk sejenak ,Vindra tetap tidak mau.
Dia masih betah berdiri di depan pintu IGD dan menatap lurus ke dalam, berharap operasi istri nya akan segera selesai.
Tiga jam berlalu, lampu khusus ruang operasi sudah mulai mati, Vindra sudah tidak sabar menunggu kabar dari dokter.
Tak lama dokter pun keluar, Vindra segera menanyakan keadaan Lana kepada dokter tersebut.
''Dok bagaimana keadaan istri saya dok?'' ucap nya tak sabar.
''Syukur alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, tapi maaf sebelum nya pak, ibu Alana kehilangan banyak darah, dan luka di perut beliau juga mengenai alat vital nya, jadi kita tunggu saja sampai beliau melewati masa kritis nya,dan berdoa semoga beliau cepat siuman.'' jeda sang dokter.
Vindra dan mama nya yang mendengar kabar itu sedikit lega.
''Tapi ada satu lagi kabar duka nya pak''
''Maaf sebelum nya,kami tidak bisa menyelamatkan salah satu janin dalam kandungan beliau, karena dia terlalu lemah dan tak bisa bertahan. Tapi untung nya janin yang dua lagi masih bisa di selamat kan.'' ucap dokter menjelas kan.
''A ,,,apa dok ? istri saya hamil?'' tanya Vindra kaget sekaligus tak percaya,
''Iya pak, dan itu kembar'' ucap dokter.
Vindra yang mendengar itu langsung sujud syukur.
''Makasih Ya Allah, sudah memberikan mukjizat mu yang besar kepada istri ku'' ucap nya sambil meneteskan air mata hari.
Orang yang mendengar kabar itu ikut merasakan bahagia apalagi mama Vindra, dia berdoa dalam hati.'' Berkat sabar mu Lana, akhirnya kamu bisa memiliki anak juga, trima kasih sudah memberikan kabar tak terhingga ini Tuhan'' ucap nya dalam hati.
''Lihat ma,, Lana bisa hamil kan ma, Aku bakal punya anak,dan mama bakal punya cucu'' ucap Vindra bahagia.
''Terima kasih banyak dokter'' dia menyalami dokter dan memeluk nya karna terlampau senang.
''Kalau begitu saya permisi dulu pak '' pamit sang dokter tersebut.
''Baik dok, sekali lagi terima kasih''
__ADS_1
''Sama sama'' dan dokter pun langsung pergi .
Selesai di operasi, lana di pindah kan ke ruang rawat inap. Vindra dan yang lain mengikuti dari belakang, Lana di tempat kan di kamar yang sama dengan tempat Dirga dirawat.
" Ini pak janin bapak yang tidak bisa terselamatkan. umur nya baru mau masuk Dua bulan silahkan di kubur, atau biar pihak rumah sakit yang mengubur nya, " ucap seorang perawat memberikan sesuatu yang sudah terbungkus rapi dengan kain putih.
Vindra menerima bungkusan kain tersebut,
"Biar saya saja sus " ucap Vindra, hati nya terluka karna harus kehilangan janin yang belom di ketahui nya.
Vindra memilih menguburkan sendiri anak nya,dan di bantu oleh beberapa orang anak buah nya.
"Ma, tolong jaga Lana dan Dirga dulu ya ma, aku akan menguburkan anak ku sendiri" ucap Vindra sedikit serak.
"Iya sayang, kamu tenang aja, biar mama yang jaga mereka disini" jawab mama nya.
Vindra pun bergegas pergi meninggal kan rumah sakit.
Setelah urusan nya selesai, Vindra kembali ke rumah sakit, dia juga ingin melihat keadaan Dirga dan Lana secara langsung, karena mereka di tempatkan di kamar yang sama, jadi bisa sekalian saja .
Untung nya Dirga tidak mengalami sakit yang serius, dia hanya kekurangan asupan gizi saja selama berada di rumah bibi Rina.
" Lana sayank, cepat sembuh ya, kasian nanti anak anak kita jika kamu terus tiduran begini, Dirga juga sekarang lagi nungguin kamu, ya kan sayank?" ucap Vindra mengajak Dirga untuk bicara.
Dirga yg sudah mulai mengerti dengan yang di omongkan tersenyum senyum menanggapi omongan Vindra.
"Nda...nda .." ucap Dirga mengoceh .
Vindra tertawa mendengar ocehan Dirga.
" Lihat sayang, anak kita sekarang sudah bisa manggil kamu bunda, ayo dong sayank cepat bangun ya"
Tiap hari Vindra bicara sendiri mengajak Lana untuk bicara, tapi sedikit pun tak ada respon. Lana seperti betah dalam tidur nya.
*****"
Selamat menjalankan ibadah puasa ya semua
Selamat membaca, semoga banyak yang suka ya,
Terima kasih buat yang sudah setia menunggu up dari author hehehe..
__ADS_1