Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku

Pembalasan Perselingkuhan Suami Ku
part 22


__ADS_3

riko pov


Keluar kamu mas. Aku gak sudi di sentuh oleh kamu lagi...''


ujar Lana tegas sambil mengusap kasar air mata nya


''Tapi lana...''


''Keluar mas aku mohon''


isak nya.


Akhir nya aku pun keluar dengan terpaksa..


Masih kudengar isakan Lana yang menyayat hati .


Bukan, bukan ini yang ku harap kan. Aku masih berharap baik - baik saja dengan Lana. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Zila. Dia sekarang sedang mengandung anak ku, anak yang selama delapan tahun ku idam idam kan..


Egois memang, tapi memang begini lah ke adaan nya. Aku berharap semoga ada jalan keluar dari masalah ku ini..


Setelah keluar dari kamar aku duduk di sofa ruang tamu, tak berapa lama aku pun tertidur.


Esok hari nya ku dengar ada suaran yang membangun kan ku.


''ko Riko.. kok tidur di sofa lagi sih''


Perlahan ku buka mata dan ku lihat ternyata yang membangun kan aku adalah mama.


''Kamu berantem lagi dengan dia..?''


Tanya mama, dia yang dimaksud mama itu Alana.


aku masih diam dan duduk dari posisi tidur ku..


Aku bingung harus bicara pada siapa.. Kalo aku bicara sama mama kali aja ada solusi buat masalah ku ini.


Akhir nya mengalir lah cerita ku pada mama,tak ketinggalan juga pertengkaran ku semalam dengan Lana pun aku ceritakan pada mama..


Ku lihat mama ceria setelah mendengar cerita ku. aku tau mama pasti senang mendengar kan aku akan punya anak dengan Zila.


Cukup lama aku curhat sama mamaku. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Wib.


Ku lihat pintu kamar terbuka, dan Alana pun muncul dari balik pintu. dia berjalan melewati kami tanpa bicara.


''Alana tunggu.. aku mau bicara'' ucap ku pada lana. berharap dia mau berdamai dengan ku.


''Bicara apalagi mas.. Udah gak ada yang mau di bicarakan''


lanjut nya berjalan ke arah pintu...


''Kamu harus mau bercerai dari anak ku Lana...''


ucap mama tanpa basa basi.Aku terkejut dengan ucapan mama ku.Bukan ini yang ku mau mah


''Mah.. jangan ngomong gitu.. aku gak mau pisah dari Lana mah..''


''tapi Riko, Zila sudah hamil anak kamu, ini kesempatan buat kamu bisa punya anak Riko''

__ADS_1


ucap mamah lagi..


''Tapi aku masih cinta sama Lana mah..'' jujur ku tak tera ucapan mama.


''Cinta gak ada arti nya Riko.. kamu kan juga mencintai Zila.. gak ada susah nya kan kamu melepas Alana .. ''


ya aku memang mencintai Zila. Tapi mereka berdua ada di tempat masing - masing di hati ku.. Bahkan sekarang cinta ku pada Lana perlahan makin besar.setelah semua pengkhianatan yang ku lakukan .


''Tapi Riko gak bisa lupain lana mah.. '' ucap ku membela


'' Seiring berjalan nya waktu kamu pasti bisa melupakan perempuan mandul itu Riko.apalagi nanti sudah ada anak di antara kalian pasti akan sangat mudah melupakan dia''


kekeh mama ku lagi .


''Tapi mah..''


''Gak ada tapi tapian Riko. kamu harus menikahi Zila dan menceraikan Lana.. atau kalo perempuan mandul ini mau di madu ya sah sah saja..


sekalian biar ada tukang masak gratis.''


Ucap mama ku kasar sambil melirik ke arah Lana.


Ku lihat lana terluka akan kata - kata mama, tapi dia tetap diam saja. Aku pun bingung harus bicara apa pada mama. kalo aku marah takut jantung mama kambuh. tapi kalo tidak.....


''Coba saja kalo kalian bisa menyingkirkan aku..''


jawab Lana marah, dan lansung pergi tanpa menoleh lagi...


Setelah kepergian lana aku pun bicara pada mama.


''kasian..? kasian apa nya?''


tanya mama tak mau kalah.


''perempuan seperti dia memang harus di omongkan begitu biar dia sadar diri''


ucap mama sambil pergi..


Agh... .. aku menarik rambut ku kuat. Pusing tujuh keliling kalau begini ceritanya.


Di kantor pas jam istirahat Zila mengajak aku untuk makan siang bareng, dengan ogah - ogahan aku pun menuruti ajakan Zila. kami berjalan beriringan dengan Zila bergelayut manja di lengan ku. Kami berjalan melewati ruang Lana.


''Mas.. anak kita mau di suapin papah nya...''


ucap Zila tiba -tiba manja..


Aku diam saja tak menanggapi, aku melihat ke arah Lana, tak sengaja pandangan kami pun bertemu.


''Mas mas... kok diam sih.''


''Eh iya.. kenapa??'


ucap ku gugup dan mengalihkan tatapan ku pada Zila.


''kamu dengerin aku gak sih mas '' ucap Zila merajuk..


Aku pun membujuk nya, dan membawanya pergi dari depan ruangan Lana.

__ADS_1


Sepulang dari kerja aku lansung menuju rumah, ku lihat rumah sangat berantakan.. dan koper berserakan.


Ku lihat mama dan Renata sibuk memindahkan barang.


''Mah, ada apa ini..?''


tanya ku pada mama yang kebetulan lewat di depan ku.


''Mulai sekarang Zila mau tinggal disini. dan minggu depan kalian haris menikah''


ucap mama.Aku masih kaget dengan omongan mamah. . ingin ku jawab tapi malas berdebat.


Baru saja mau melangkah masuk ke arah kamar. Ada langkah kaki dari luar,dan aku yakin itu Lana. Ampuuun, aku yakin ini pasti bakal ada perang ketiga. Tuhan ampuni dosaku, doa ku dalam hati.


Ku hitung waktu,,satu.. dua.... tiga.. emp....


''Apa maksud nya ini'' ucap Lana ,tuh kan.


''Mulai hari ini kamu pindah kamar''


kata mama. hah??? kok aku baru tau


''Maksud mama apa?? ini kamar ku kenapa aku harus pindah'''


jawab nya tak terima


''Iya,, mulai besok aku yang menempati kamar kamu dan mas Riko'' ucap seseorang yang baru keluar dari kamar Kami. ah... itukan Zila kenapa dia ada di kamar ku..


Jadi dia juga ada disini, kenapa dia gak bilang ucap ku dalam hati.


''Mas apa maksud nya ini'' tanya Lana pada ku.


''zil ..zila.. mau menempati kamar kita ana.. dia mau tinggal disini''


Gugup ku.. karna itu lah yang aku tangkap dari ucapan mama


''Owh.. Jadi kamu ikut ikutan mau mengusir ku dari kamar mas?'' tuduh lana pada ku.


''Gak lana... aku gak bermaksud begitu''


ucap ku membela diri, karna aku memang tak tau


'' Berhenti kalian'' teriak Lana kasar..


''kalau masih ada yang berani mengusik barang barang ku di rumah ini.. Aku gak akan segan segan mengusir kalian,


dan kamu harus ingat mas. rumah ini masih atas namaku.. dan masih aku yang jadi pemilik nya..'' ucap lana mengingatkan ku.


Ya aku hampir saja lupa, kalau rumah ini memang lana yang lebih besar membiayai.


karna teriakan Lana. Mama, Renata, dan juga Zila lansung menghentikan kegiatan mereka.


''Mas. ''


''Riko''


ucap mama dan Zila berbarengan. aku diam saja.Lana segera beranjak pergi tanpa menghiraukan kami lagi......

__ADS_1


__ADS_2