
Sejak anak kembar nya lahir, Lana rehat sejenak dari pekerjaan nya, dan sekarang si kembar Zoey dan Zoya sudah berumur 3 tahun, dan Lana berfikir sudah saat nya dia kembali ke pekerjaan nya.
Bukan nya Vindra tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga nya, hanya saja perusahaan yang sudah dia bangun dengan susah payah, dan beberapa bisnis lain nya, sudah berkembang dengan sangat pesat.
Jadi butuh perhatian lebih, sementara Vindra sudah tidak bisa lagi membagi waktu nya untuk membantu perusahaan Lana.
Perusahaan yang di miliki dan di kelola langsung oleh Vindra juga tidak bisa di bantu oleh orang lain.
Sementara Rega sudah hampir menyerah karna banyak nya tugas dan kewajiban yang harus dia lakukan .
Jadi karna Lana pikir anak anak sudah mulai bisa di tinggal di rumah dengan baby sister mereka masing masing maka dia memutus kan untuk kembali bekerja dan membantu Rega di perusahaan.
Hari ini Lana sudah memulai masuk kerja, setelah urusan rumah selesai dan Dirga berangkat kesekolah, Lana berangkat dengan di antar oleh Vindra menuju kantor.
"Kamu sudah siap sayang?"
"Sudah, ayo kita berangkat "
Lana dan Vindra pun berangkat ke kantor setelah sebelumnya menitipkan anak anak kepada Mbok Asih dan Baby sister masing masing.
"Sayang, aku langsung berangkat aja ya, gak bisa mampir, ada rapat pagi ini, jadi harus buru buru"
" Ok,kamu hati hati di jalan, selamat bekerja sayang " Lana pun turun dari mobil. tapi belom sempat kaki nya menyentuh aspal,Vindra sudah mencegat nya.
"Tunggu dulu, kamu ngerasa ada yang ketinggalan gak ?"
Lana pun mendadak berhenti dengan kaki yang masih menggantung, dia berpikir sejenak, karna dirasa tak ada yang tertinggal Lana menggeleng.
"Aku rasa gak ada "
"Ada, masa kamu lupa buat cium suami mu dulu sebelum ke kantor, biasanya kan begitu".
" Maaf sayang aku lupa, saking semangat nya kerja, maaf ya " Lana kembali duduk dan bergeser mendekati suami nya, setelah itu dia mencium pipi suami nya dan mencium tangan suami nya.
"Seperti nya aku bakal dapat saingan lagi ni sayang,"
"Saingan ?,, saingan apa?"
"Iya biasa nya ke tiga anak anak kita yg jadi saingan ku, sekarang di tambah dengan pekerjaan kamu,"
"Gak kok sayang, kamu tetap prioritas ku tapi setelah anak anak tentu nya" ucap Lana dan langsung turun dari mobil.
__ADS_1
Lana tersenyum dengan tingkah manja suami nya, Lana tetap berjalan menuju lobi kantor, Karna sudah Tiga tahu berlalu Lana tidak pernah ke kantor, orang orang disana tidak begitu mengenal nya,
Karna karyawan yang lama ketika masih sama Lana sudah pindah ke divisi lain sesuai dengan tingkat pekerjaan mereka masing masing.
Lana langsung saja. menuju Liv khusus perusahaan, rupanya semua itu di lihat oleh salah satu resepsionis di sana, buru buru dia mengejar Lana dan menghentikan Lana untuk masuk ke dalam liv tersebut.
"Mohon maaf ibu, ini lif khusus untuk petinggi perusahaan. Silahkan gunakan Lif yang lain, atau mungkin ada yang bisa di bantu? ibu kesini mau melamar pekerjaan ya?'' si repsionis bertanya tanpa jeda.
Lana yang di cegat begitu langsung berhenti
''Maaf mbak, saya kesini ada urusan dan trima kasih sudah menawarkan bantuan." ucap Alana.
Baru juga ingin memperkenalkan diri , tiba tiba Rega datang .
"Loh Lan, kok masih disini belom masuk, ayo" ajak Rega.
"Iya, sudah ya mbak, saya permisi dulu"
"Loh ada apa ini? "
"Gak ada apa apa, hanya saja mbak ini melarang ku masuk melalui lif ini , kata nya ini lif khusus petinggi saja "
"I,, iya pak. Maaf kan saya bu Lana saya tidak tau kalau itu ibu "
"Iya gak apa apa. Ayo ga "
Rega dan Lana masuk lif menuju ruangan mereka.
"Gimana Lana, Kamu menerima saran ku untuk kembali memimpin perusahaan kan! "
Rega sangat berharap Lana kembali bekerja, karna dia merasa tak sanggup untuk menghandle perusahaan sendiri.
"Iya, akan ku coba dulu beberapa hari ini ga, kalau anak anak bisa di atasi dan tidak rewel, aku kembali, tapi kalau tidak terpaksa kamu sendiri "
"Oke baik lah, kalau begitu mari kita mulai."
Mereka memulai pekerjaan
yang sudah menumpuk.
Lana mulai mempelajari berkas berkas yang sudah di persiapkan oleh Rega di meja nya.
__ADS_1
Mulai dari laporan mall, hingga butik yang berada di beberapa kota besar. sekarang perusahaan merencanakan akan mengembangkan mall ke daerah lain dan ini butuh waktu yang lama untuk mencari tempat yang pas.
"Ga bagaimana perkembangan di daerah ini, apa sudah selesai surat surat pembebasan lahan dengan beberapa warga."
"Belom Lana, beberapa kepala keluarga masih ragu untuk menjual tanah mereka di daerah ini, mereka bilang jika mereka menjual tanah mereka di daerah ini. mereka takut untuk kedepan nya akan tinggal di mana. Apa lagi usaha mereka hanya sawah dan berkebun di sekitar itu"
Lana mengerti yang di katakan Rega,
''Jadi bagus nya bagai mana ya ga?"
"Menurut ku sih, kita harus mengadakan pendekatan ke pada mereka, tapi sampai sekarang utusan kita belom berhasil untuk membujuk mereka."
"Iya, kamu benar, tapi sebaiknya kita juga harus memikirkan usaha serta tempat tinggal untuk mereka bila kita membeli tanah dan lahan mereka, biar mereka tidak kehilangan pekerjaan setelah ini, kita gak harus memikirkan keuntungan untuk diri kita saja, mereka yang kehilangan pekerjaan pun harus kita pikirkan."
"Jadi menurut kamu bagus nya bagai mana ya Lana?"
Rega pun bingung harus bagaimana.
"Menurut ku sebaiknya kita mencarikan dulu tempat tinggal terdekat untuk mereka yang tidak memiliki lahan lain, sementara untuk pekerjaan ,kita berikan saja salah satu tempat di dalam Mall kita nanti ,mereka kita berikan hak milik, tidak perlu menyewa kepada kita, mungkin dengan begini mereka mau menjual lahan mereka kepada kita."
"Tapi Lan, sekarang seperti nya utusan kita tidak ada yang mau untuk ke daerah tersebut, sebab mereka sedikit anarkis. Bahkan ada di antarabmereka yang kena lemparan batu oleh para warga."
Lana terkejut mengetahui hal tersebut.
"Loh, kenapa aku gak di beri tahu ya tentang hal ini!"
"Maaf Lana ,bukan nya aku tak mau memberi tahu mu, tapi aku takut nya nanti kamu sendiri yang turun tangan seperti sebelum nya, kasian anak anak di tinggal"
Alasan Rega masuk akal juga,
"Tapi Ga, kalau begini cerita nya , lebih baik aku saja yang menemui mereka, lagian tujuan kita kan baik, di samping untuk bisnis kita lancar, kita bisa juga menolong warga di sana dengan memberikan pekerjaan tetap kepada mereka,"
"Tapi Lana, ini tidak mungkin, kamu tidak harus turun tangan langsung, aku yakin Vindra tidak akan mengizinkan"
"Kamu tenang saja, aku bisa mengurus Vindra, tapi aku meminta dampingan mu juga untuk ke daerah itu"
****
Maaf kemaren gak sempat up ya. semoga kedepan nya saya bisa tetap up alimg kurang Satu bab sehari.
trima kasih ya .
__ADS_1