
Apa ?"
" Kemaren itu di Villa terjadi kebakaran Vin, tapi untung nya tak terlalu besar dan bisa di atasi dengan cepat,"
Vindra sangat terkejut dengan berita dari istri nya.
"Astaga Lana, kenapa kamu gak ngasih tau aku, aku kan suami kamu Lana, kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana?"omel Vindra,
Vindra seperti kecewa pada istri nya.
Lana merasa sangat merasa bersalah terhadap suami nya, tak ada maksud lain, dan bukan tanpa alasan, tapi Lana tak mau merepotkan Vindra, selagi dia masih bisa mengatasi nya.
"Maaf kalau aku baru cerita sekarang, tapi jujur aku gak mau kamu cemas, apalagi ada anak anak di sini, kalau kamu ikut dan turun tangan dengan siapa mereka di sini"
''Makanya aku gak ngasih tau ke kamu langsung.. Aku harap kamu gak marah." ucap Lana hati hati.
Untung nya Vindra tak marah dan memaklumi tindakan Lana.
''Maaf ya sayang, saat kamu butuh ,aku tidak ada di samping kamu menjadi pelindung mu''
Lana sangat beruntung bisa memiliki suami sebaik Vindra.
" Makasih ya Vin , sudah mau ngertiin aku " Lana sangat terharu dengan sikap dan tindakan yang Vindra lakukan.
Setelah diam beberapa lama, Lana pun melanjutkan cerita nya.
" O ya Vin, soal kebakaran itu.Aku sudah menemukan dalang di balik semua ini "
"O ya ? Siapa ?" Vindra pun penasaran.
"Mantan mertuaku yaitu ibu nya Riko. Dia dendam karna Riko dipenjara "
"Apa? kurang ajar sekali dia, sudah di berikan semua yang dia mau, sekarang malah berbuat hina seperti ini"
Vindra sangat geram mendengar cerita istri nya. Apa lagi kalo memang benar cuma karna dendam Riko di penjara, dia berbuat begitu.
''Anak nya di penjara karna salah nya sendiri, kenapa harus membalas ke kamu seperti ini.harus nya dia bersyukur dapat menantu seperti kamu'' Vindra sangat marah mendengar nya.
''Satu lagi, ternyata penyebab warga menghalangi pembangunan mall kita di daerah xx juga dia, dia yang menghasut semua warga dan mengatakan pembangunan gedung itu untuk perjudian dan hal hal lain nya''
''Benar benar tidak bisa di biarkan Lana, aku tak terima kamu di sakiti begini''
''Tapi kamu tenang sayang, kami sudah menemukan nya''
''Sekarang dimana dia? aku akan bikin perhitungan dengan orang orang busuk itu. Kali ini tidak akan aku ampuni'' ucap Vindra berapi api.
''Tenang sayang, sekarang dia aman bersama dengan kita, dia ada di suatu tempat dimana dia tidak bisa lagi bebas dari siksaan, dan di jamin dia tidak akan bertemu lagi dengan orang luar'' Lana bicara dengan penuh misteri,membuat Vindra curiga.
''Maksud kamu apa sayang? "
__ADS_1
"Iya, dia sudah di kurung di suatu tempat. Nanti kita akan mengunjungi mereka"
"Oke, baik lah. Aku percaya sama kamu?.
''O ya Vin, masih ada satu hal lagi yang harus kamu tau'' ucap Lana ragu ragu .
''Apa sayang?''
''Ini tentang orang tua Dirga yang sebenar nya.''
Vindra serius mendengarkan istri nya.
''Tapi aku mohon sama kamu.,siapa pun orang tua kandung Dirga,aku harap kamu jangan marah dan membenci Dirga, karna dia tidak salah apapun''
''Kamu jangan khawatir Lana, aku sangat menyayangi Dirga, siapa pun orang tua kandung nya tidak ada pengaruh apapun buat ku ''
''Sebenar nya Dirga anak Azila'' ucap Lana, Vindra terkejut bukan main mengetahui hal itu.
Dia benar benar tidak menyangka sama sekali, terkenang lah semua kilas balik tentang Dirga, tentang penculikan Dirga waktu bayi.
Bahkan Dirga juga hampir di bunuh oleh bibi Rina, yang tak lain nenek kandung nya sendiri.
Vindra benar benar tak menyangka akan hal ini, dia benar benar tak percaya dengan yang di dengar nya.
''Kamu gak bohong kan Lana?" tanya Vindra agak serak, Dia merasa terpukul dan juga sedih, karna anak sekecil dan sebaik itu mendapat perlakuan yang tidak adil dari keluarga kandung nya.
Sudah di buang bahkan akan di bunuh oleh keluarga nya sendiri.
"Tidak Lana, itu tidak akan mungkin, Aku tidak mungkin membenci anak kita cuma gara gara ini, aku sangat menyayangi nya sama seperti anak ku sendiri. Dirga dan si kembar sama buat ku, sampai kapan pun tetap akan jadi anak ku" jelas Vindra.
"Makasih ya sayank sudah mau menerima Dirga" Lana memeluk Vindra dengan sayang.
''Tidak perlu berterima kasih sayang, karna kita adalah orang tua nya. dan sampai kapan pun akan seperti itu, dan tak akan ada seorang pun ku izin kan untuk menyakiti nya.'' Lana tersenyum dan sangat bahagia mendengar nya.
Selesai membicarakan itu pasangan suami istri itu memutuskan untuk tidur dan beristirahat, karna mereka sudah sangat kelelahan seharian menemani anak anak bermain.
****
Pagi pagi sekali Lana dan Vindra sudah bangun dan segar . Mereka sudah bersiap siap untuk melakukan persiapan melakukan rutinitas kembali..
Mereka berbarengan turun ke bawah dan menuju keeja makan untuk sarapan bersama pagi ini.
''Pagi sayang ayah dan bunda'' Lana menyapa anak anak nya.
''Pagi juga ayah , bunda'' mereka menjawab serentak.,
Lana menciumi anak anak nya satu satu setelah itu duduk di kursi , mengambilkan piring dan makanan untuk suami dan anak anak nya.
Mereka sarapan dengan hangat,apa lagi si kembar yang cerewet nya minta ampun.
__ADS_1
Tapi mereka anak anak pintar,di usia Tiga tahunan,mereka sudah bisa makan sendiri, dan belajar mandiri.
Sungguh lengkap kebahagiaan Lana, memiliki suami dan anak anak yang lucu dan baik.
" Bun, hari ini bunda sama ayah kerja ya?" tanya zoey.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Vindra.
"Yah,,, kita sepi lagi deh," ucap nya.
"Iya, bunda pergi kerja, ayah juga, kakak sekolah, terus kita cuma di rumah aja, gak seru" Sungut Zoya.
Lana tersenyum senyum mendengar ocehan anak kembar nya.
"Kita sekolah aja yok Zoey" ucap Zoya tiba tiba.
"Iya ya, kenapa kita gak sekolah aja, kan kita udah besar" jawab Zoey.
" Yah, kami sekolah juga ya kayak kakak Iga, " Zoey bicara pada ayah nya.
" Belom bisa sayang, kan kalian masih kecil, belom bisa sekolah" jawab Vindra.
"Kami udah besar yah, liat aja kami ngomong gak cadel lagi ya kan Zoey" tanya Zoya.
Zoey dengan cepat menganggukkan kepala nya.
Vindra dan Lana tertawa melihat anak anak nya.
"Kata nya gak cadel lagi, tapi manggil nama kakak kok Kak Iga ?" tanya Dirga manyun.
"Ye,,, itu kan panggilan sayang kami buat kakak ya kan Zoya" Zoya mengangguk kembali.
"Gak mau, kakak gak mai di panggil iga, nanti di kira orang iga sapi lagi, ntar kalo kakak di sop orang gimana?"
"Hah? emang beneran kakak mau di sup , wah enak dong, bearti kakak bisa di makan yah?" kata Zoya bingung.
Dirga tambah manyun mendengar omongan adik nya.
Zoya dan Zoey langsung turun dari kursi mereka dengan sedikit susah,karna ketinggian. setelah berhasil turun dari kursi mereka menuju Dirga dan memegang tangan nya .
"Eh eh. kalian mau ngapain?" tanya Vindra heran.
" Mau gigit kakak enak apa gak nya kalo nanti di sop " mereka dengan serentak menjawab.
******
Maaf telat up nya. author terlalu sibuk. jadi up nya sesempat nya aja.
semoga masih tetap setia ya menunggu kelanjutan dari author..
__ADS_1
Terima kasih..
Salam sayang dari author. minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin hehe