
Semenjak kejadian penemuan kotak di depan pintu rumah Alana, berbagai macam teror mulai menyerang Alana.
Mulai dari bangkai ayam mati,hingga darah. Bahkan yang terakhir yang membuat Alana tak tahan adalah rekaman suara bayi yang sedang menangis, dan Lana yakin itu merupakan suara Dirga .
Dia sudah tak tahan lagi, dia memberanikan diri mencari keberadaan Dirga sendiri, dia ber tekat tidak akan melibat kan siapa pun dalam hal ini.
Dia tak mau gegabah, dia harus bangkit demi Dirga, dia harus kuat, itu yang di ucap kan Lana di dalam hati.
Usaha dan bisnis yang di miliki Alana untuk sementara di handle Rega, dan dia tidak memberi tahukan kepada suami nya.
Lana akan memulai pencarian nya mulai dari rekaman cctv di luar hotel, karna cuma itu satu satu nya cara untuk mendapat petunjuk, karna Rekaman Cctv di dalam hotel di waktu itu tidak bisa di lihat, karena kamera pengintai nya ada yang mematikan.
Alana meminta tolong kepada satpam hotel untuk mengantarkan nya ke ruang cctv dan meminta untuk memutar ulang rekaman cctv di luar hotel tersebut.
Dengan teliti Alana memperhatikan monitor cctv, sampai pada suatu rekaman yang membuat nya curiga, dia meminta satpam tersebut untuk mengcopy rekaman tersebut.
Setelah itu dia kembali pulang kerumah, membuka kembali file hasil rekaman tadi di laptop milik nya, dia memutar berulang ulang untuk menemukan petunjuk.
Setiap orang dan benda yang ada dalam rekaman tersebut dia perhatikan baik baik.
Tiba tiba dia melihat seseorang yg mencurigakan di rekaman tersebut, seseorang yang sangat familiar ,dia berpikir keras kira kira dimana dia pernah bertemu orang itu.
Lalu dia ingat di mana dia pernah bertemu dengan orang itu
''Bukan kah laki laki ini sopir taksi yang waktu itu pernah menculik ku,'' ucap Lana ada diri nya sendiri..
''Waktu itu dia bekerja sama dengan Zila dan orang tuanya, apakah sekarang dia juga bekerja sama dengan mereka '' ucap Lana lagi.
Lana merenung lama, terlintas pikiran untuk datang ke rumah sakit jiwa menjenguk bibi Rina dan melihat bagai mana kedaan nya, karna dari mulai Lana diculik, dia belom pernah bertemu lagi dengan bibi Rina tersebut.
Lana mengambil kunci mobil dan melangkah keluar,
''Non Lana mau kemana ?'' tanya mbok asih dan mengikuti langkah kaki Lana sampai ke pintu.
''Lana mau keluar sebentar ya mbok'' jawab Lana.
''Ya non '' jawab mbok Asih dan kembali menutup pintu.
Lana menaiki mobil dan melajukan mobil nya ke arah rumah sakit jiwa, ketempat bibi Rina di rawat.
Sampai di rumah sakit jiwa, Lana menemui pihak rumah sakit untuk meminta izin menjenguk Bibi Rina, sekalian bertanya tentang perkembangan kejiwaan nya.
" Selamat siang mbak, ada yang bisa kami bantu ? " sambut pihak rumah sakit.
__ADS_1
" Iya dok, saya Alana, saya datang kesini mau menjenguk bibi Rina, dan ingin tau perkembangan kesehatan nya bagaimana?"" tanya Lana.
" O iya ,tunggu sebentar ya mbak, saya ambil berkas beliau dulu" ucap dokter tersebut dan berdiri mengambil berkas pasien nya, setelah itu kembali duduk di hadapan Lana.
" Maaf mbak Lana, apakah pasien yang bernama Rina adalah orang ini?" ucap dokter dan memperlihatkan Foto bibi Rina ke pada Lana.
" Iya dok, betul itu orang nya." jawab Alana.
Dokter menghela nafas sebentar lalu menjawab,
" Pasien ini sudah tidak ada lagi di rumah sakit ini mbak!" ucap sang dokter.
Lana terkejut di buat nya,
" Kenapa bisa dok? apa bibi Rina sudah sembuh?" tanya Lana lagi.
"Tidak mbak, ibu ini melarikan diri dari rumah sakit setelah melukai beberapa orang perawat kami" jawab dokter .
" Kok bisa begitu dok?" tanya Lana lagi.
" Beliau pura pura gila untuk mengelabui pihak kepolisian dari tuntutan yang menjerat nya," ucap dokter lagi.
"Tapi kenapa tidak ada yang memberi tahukan ke pada saya ya dok? apa pihak kepolisian tidak tahu tentang hal ini?" tanya Alana.
"O begitu ya dok, kejadian nya sudah berapa lama dok?
"Sudah sebulan yang lalu mbak"
Lana berpikir apa mungkin memang benar Bibi Rina yang menculik anak nya.
" Ya sudah dok, kalau begitu saya permisi dulu, makasih info nya dok. Kalau ada perkembangan tolong hubungi saya ya dok" ucap Lana memberikan kartu nama nya ke pada dokter, setelah itu dia pamit untik pulang.
Lana kesal kenapa dia begitu lamban mencari informasi dan telat tahu bahwa bibi Rina kabur..
Dia menyalahkan ke bodohannya sendiri yang terlalu terpuruk kehilangan Dirga, sebulan lama nya dia cuma menangis dan menangis.
Dia hanya percaya kepada pihak kepolisian untuk menemukan anaknya. Dia lupa bahwa Zila dan kedua orang tua merupakan orang yang sangat jahat dan licik.
Mereka tega melakukan berbagai cara untuk lepas dari jeratan hukum..
Lana bimbang harus berbuat apa.
Dia menghentikan mobil di tepi jalan, dia mencoba menenangkan diri nya dulu, Lana mengambil ponsel nya dan membuka Aplikasi ojek online, dia mencoba menyelusuri riwayat perjalanan dan panggilan yang dia lakukan melalui aplikasi online ini.
__ADS_1
Dia ingat di hari dia di culik dia menggunakan taksi online , setelah bertemu di tanggal yang di ingat nya, dia mencoba menghubungi nomor yang tertera di sana, dan mengingat plat yang di pakai oleh orang tersebut.
Lana mencoba menelfon beberapa kali nomor itu tapi tetap tak tersambung , mungkin dengan meminta tolong teman nya yang bekerja di perhubungan dia bisa tau plat mobil ini atas nama siapa.
" Halo Hendra, ini aku Lana, kamu lagi sibuk gak, aku mau minta tolong sesuatu sama kamu " ucap Lana setelah sambungan telfon terhubung.
" Ya Lana ada apa? kok kelihatan nya serius sekali ? " tanya Hendra di seberang sana.
" Iya, kamu masih di dinas perhubungan kan! aku minta tolong kamu cek plat mobil seseorang, nanti aku kirim nomor nya" ucap Lana.
"Masih, kamu kirim saja kebetulan aku masih di kantor " ucap Hendra lagi.
" Ok " dan sambungan telpon pun terputus.
Lana segera mengirim nomor plat mobil yg di ambil nya di aplikasi ke pada Hendra.
Lana masih duduk menunggu kabar dari Hendra.
Lima menit berlalu ponsel Lana berbunyi dia buru buru mengangkat,
" Ya Ndra ? "
" Halo Lana, aku sudah menemukan data data nya, kamu cek di handphone kamu ya, ku kirim kan. ,memang nya ada apa? " tanya Hendra mencoba mencari tau.
" Anak ku di culik Ndra . Aku curiga dengan seseorang, dan orang itu beberapa bulan lalu pernah menculik ku juga, jadi aku pikir mungkin penculik anak ku merupakan orang yang sama" ucap Lana menjelas kan.
Selesai menelfon Hendra ,Lana membuka pesan yang diterima dari Hendra tadi.
"Jadi nama pemilik mobil ini Rahmat Efendi , kenapa berbeda dengan orang yang di aplikasi ini ya" ucap Lana .
"Aku harus mulai dari mana, apa aku harus mendatangi Alamat rumah ini ya? " ucap nya.
Lana pun akhir nya melajukan mobil nya kembali.
*****
Hay semua happy weken ya., serta selamat menjalankan ibadah puasa.
puyeng nih satu bab gak kelar kelar dari tadi.Maklum lah ya ibu ibu terlalu banyak kerjaan nya ,hehehe.
Semoga masih pada setia ya baca part demi part di novel ini..
maklum lah masih tahap belajar, jadi kadang ide nya buntu, mungkin efek sekolah nya gak sampai nih hehehe..
__ADS_1
Selamat membaca