
''Ih ngusir, aku kan lagi main sama anak tampan , iya kan nak'' jawab nya dan kembali bermain bersama Dirga.
''Sudah bawa ke sini Dirga nya, pulang sana''
'' Nak ,Bunda kamu galak ya'' ucap nya ber bisik pada Dirga. Anak itu tersenyum senyum mendengar ucapan Vindra, seakan menyetujui omongan Vindra.
Setelah puas bermain dengan Dirga, Vindra pun izin pulang.
''Lana, aku pulang dulu ya'' ucap nya sambil melirik jam yg sudah menunjuk angka 10.
''Ya.'' jawab ku.
''Cuma ya aja,'' ucap nya sambil menggerakkan alis nya.
''Jadi mau apa lagi?'' tanyaku
''Gak di tawarin nginap gitu?''
''Ogah '' jawab ku.
Vindra pun tertawa melihat Ekspresi ku.
Aku mengantar kan Vindra sampai ke pintu, sebelum dia masuk ke mobil tiba tiba dia mencium pipi ku , aku cuma bisa diam karna kaget dengan ulah nya.
''Aku pergi dulu, pikirkan lagi omongan ku tadi ya, I love u Lana, semoga kamu cepat memberi jawaban yang sesuai dengan keinginan ku.'' ucap nya berbisik di telingaku, dia pun masuk ke mobil dan pergi.
Aku masih berdiri mematung karna ulah nya. Sampai mobil nya keluar halaman barulah aku tersadar dari keterkejutan ku.
Aku masuk ke dalam rumah lagi, ku lihat Dirga sudah di urusi oleh baby sister nya.
''Non ,kayak nya den Dirga sudah mengantuk, saya bawa ke kamar dulu ya non'' ucap nya.
'' Iya bik '' ucap ku.
Aku pun menuju kamar untuk mandi dan beristirahat.
Sebelum aku benar benar tertidur hp ku berdering ,aku pun melihat siapa yang menelfon. Rupanya tante Lidya mama nya Vindra, tumben mama nya Vindra menelfon malam malam begini.
''Assalamualaikum tante''
__ADS_1
''Waalaikum salam Lana, kamu belom tidur ? '' tanya tante Lidya.
''Ini baru mau tidur tante '' jawab ku.
''Maaf ya tante ganggu kamu malam malam begini, '' ucap nya lagi.
''Gak apa apa tante, oh ya ada apa tante menelfon?''
''Begini Lana , boleh gak tante datang kerumah kamu , ada yang mau tante omongin tapi gak enak di telfon. Atau kalau kamu mau kesini juga boleh'' ucap nya lagi.
'' Boleh tante, biar Lana saja yg kesana'' ucap ku.
'' oke Lana, kapan kamu bisa kesini, ?''
''Besok bisa kok tante, pulang kerja Lana kerumah tante'' jawab ku.
''Oke sayang ,tante tunggu ya. Kalau gitu tante tutup dulu telfon nya, kamu istirahat ya '' ucap nya.
''Iya tante , selamat malam '' jawab ku.
setelah itu telfon pun terputus. Aku penasaran apa ya sebenarnya yg mau di omongin oleh tante Lidya.
Aku mencoba untuk memejamkan mata ku, tapi entah kenapa begitu sulit kali ini.
Aku bingung harus bagaimana, seandainya aku terima, aku takut nanti dia bakal kecewa.
Aku takut tidak bisa menjadi seperti yg di inginkan nya. Atau seandainya nanti aku menerima nya dan kami menikah, aku takut tidak bisa memberikan dia keturunan,karena bagai mana pun pasti mama nya menginginkan cucu sama seperti mama mas Riko dulu.
Sedangkan dengan mas Riki saja sudah 8 tahun menikah kami masih belum punya anak,Bagaimana nanti dengan Vindra.
Aku takut kejadian dengan mas Riko terulang lagi dengan Vindra nanti nya. lebih baik aku putuskan untuk sendiri saja dan membesarkan Dirga seorang diri. Aku lelah jika nanti kehidupan rumah tangga ku bakal hancur lagi karna aku tidak bisa memberi keturunan.Aku pun memutuskan untuk segera tidur.
***
Seperti janji ku pada tante Lidya, aku pun datang kerumah nya sepulang kerja. Aku sengaja datang sendiri tanpa memberi tahu kepada Vindra.
Sampai di rumah tante Lidya, beliau menyambut ku dengan gembira. Beliau mengajak aku untuk makan malam di rumah nya . Aku sangat sayang pada beliau, karna tante Lidya memperlakukan aku seperti anak sendiri.
Sejak mama ku meninggal sepuluh tahun lalu, baru kali ini aku mendapatkan dan merasakan kasih sayang seorang ibu lagi.
__ADS_1
Beliau memperlakukan ku seperti anak sendiri, tak jarang beliau meminta ku untuk sering datang menjenguk beliau, bahkan sesekali beliau pun datang mengunjungi ku.
Setelah puas bercengkrama dan makan, tante Lidya mengajak ku untuk duduk santai di halaman belakang. di sini tempat nya sangat indah dan asri. Ini tempat favorit ku jika datang kesini.
'' Lana, sebelum nya tante minta maaf dulu kalau tante lancang sama kamu'' ucap beliau.
Aku pun cuma mengangguk dan menunggu lanjutan dari ucapan beliau.
''Lana sebenarnya tante mengundang kamu kesini ingin membicarakan sesuatu ''
''Apa tante, tante ngomong aja '' jawab ku.
''Lana tante tau kamu baru saja bercerai dengan mantan suami kamu, dan tante juga tau perasaan kamu seperti apa. Tapi tante berharap kamu sudah bisa membuka hati kamu untuk laki laki lain Lana'' ucap beliau.
''Tante lihat seperti nya anak tante mencintai mu, dan kamu tau Lana, baru kali ini tante melihat Vindra dekat dengan perempuan,'' lanjut beliau lagi.
''Maksud tante'' tanya ku.
''Iya ,kamu tau kan umur Vindra sekarang sudah memasuki kepala tiga, dan selama itu juga tante lihat dia tidak pernah mau terlalu dekat dengan wanita. Sampai dia bertemu dengan kamu, tante lihat banyak perubahan pada nya. '' jeda beliau.
''Lana atas nama Vindra tante harap kamu mau menerima Vindra sebagai pendamping hidup kamu kedepan nya'' pinta tante Lidya lagi.
Aku terkejut dengan permintaan tante Lidya, aku ingin menolak tapi merasa tak enak .
''Tante,maaf juga sebelum nya bukan nya aku menolak, tapi aku takut nanti tante dan Vindra kecewa pada ku.'' ucap ku.
''Tante sama Vindra kan tau sendiri masalah awal aku pisah dengan mantan suami ku karna aku belom bisa memberikan nya keturunan. Aku takut ini akan terulang lagi nantinya'' lanjut ku.
''Lana, kalau boleh jujur tante sebagai seorang ibu pastilah menginginkan anak nya memiliki seorang keturunan untuk penerus nya kelak. Tapi tante juga gak bisa melawan kehendak tuhan kan. Jadi gak ada alasan buat tante menolak dan menuntut sesuatu dari kamu nak," ucap tante Lidya lagi.
Aku terdiam mendengar penuturan tante Lidya, aku tak tau lagi harus menjawab apa kepada beliau.
"Lana, tante atau pun Vindra gak akan memaksa kamu untuk menerima Vindra di kehidupan kamu. Tapi tante berharap kamu bisa memikirkan kembali ucapan tante. Kami menyayangimu Lana." lanjut beliau lagi.
" Baik tante. Lana akan mencoba memikirkan ini dulu." jawabku akhirnya.
Tante Lidya pun mengiyakan .Setelah lumayan lama mampir ke rumah mama nya Vindra aku pun izin untuk pulang. Karena sudah jam 8, jadi aku khawatir Dirga akan rewel jika di tinggal begitu lama oleh ku....
****
__ADS_1
Hay pembaca setia ku yang tercinta. trima kasih ya udah baca karya aku sampai ke part ini. semoga suka ya, mohon maaf jika ada salah dalam penulisan.
Jangan lupa like dan komen nya. juga simpan di pustaka ya. biar nanti jika author up part baru langsung ada notifikasi hehehe. sekali lagi trima kasih, maaf banyak Typo.