Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 21


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus alisa langsung membersihkan dirinya dan berdiri sambil menikmati pemandangan sore hari dari jendela kamarnya. Alisa kaget sebuah tangan kekar melingkar lembut di pinggangnya.


" mas sudah pulang, kok aku ngak dengar mas masuk." tanya alisa pada suaminya


" gimana mau dengar, orang istri mas ini lagi sibuk dengan lamunannya." sahut mas fian


" alisa ngak melamun kok mas, cuma menikmati keindahan sore aja." jelas alisa


" iya mas tau kok dek, gimana skripsinya udah selesai. " tanya mas fian


" dikit lagi mas, tinggal daftar pustakanya habis itu di serahin deh. " ucap alisa


" syukurlah dek, mudah-mudahan semua berjalan lancar. "


" aamiin. " ucap alisa.


*****


" Alhamdulillah selesai juga semua. " ucapku setelah menyelesaikan skripsi ku


" sepi juga ya ngak ada mas fian, jadi kangen." monolog ku


Aku meraih ponselku dan mencari kontak mas fian dan langsung menghubunginya.


Tut.. Tut.....


" hallo, assalamualaikum adek. " salam mas fian begitu panggilan terhubung


" waalaikumsalam mas," jawabku


" tumben nelpon, kangen ya sama mas?"


" iihh mas GR deh."


" kalau bukan kangen kenapa kamu nelpon mas?" tanya mas fian


" ya adek mau denger suara mas aja, mas ngak sibuk kan?" tanya ku


" hahaha, itu namanya kangen adek, ngak kok mas ngak sibuk. " jawabnya


" iya deh adek kangen." jawabku pasrah

__ADS_1


" oh ya mas, kapan mas mau kesini sama alisa? "


" inshaallah lusa dek, ngak enak sama ayah dan bunda kalau buru-buru. "


" iya juga ya mas,"


" alisa mana mas? " tanya ku


" lagi bantuin bunda masak dek di dapur."


" ooohh, udah dulu ya mas adek mau mandi dulu, assalamualaikum. " akhir ku


" waalaikumsalam." jawab mas fian dan menutup teleponnya.


*****


Fika berjalan ditaman yang ada di dekat rumahnya." ya allah kuatkan hatiku menerima semua ini, dan luluhkanlah hati alisa untuk bisa memaafkan aku. " batinnya.


Brakk


Fika tersadar dari lamunannya setelah menyadari kalau dia menabrak seseorang.


" maaf saya tidak sengaja." ucap fika sambil melihat laki-laki itu


" kak rian. " teriak fika menatap laki-laki di depannya


" hy fika, apa kabar?" ucap laki-laki itu santai


" Alhamdulillah aku baik kakak sendiri? " tanya fika


" Alhamdulillah ka, aku baik juga."


" syukurlah, btw kak masih lanjut S2?"


" ngak ka, sekarang aku bekerja di perusahaan peninggalan orang tua aku." ucapnya santai


" orang tua kak dah meninggal, maaf kak fika ngak tau. " ucapnya merasa bersalah


" iya tidak masalah kok," sahut laki-laki bernama rian itu


" oh ya ka, kakak kamu kenal sally ngak? "

__ADS_1


" yang satu kampus sama kita dulu? " tanya fika


" iya." jawabnya


" kenal kak, sally wanita yang sangat baik kak, sabar, pemaaf dan juga selalu menjaga kehormatannya. " ucap fika mengagumiku


" iya fika, sikapnya itu lah yang membuatku ingin meminangnya menjadi istriku." batin rian


" kak," ucap fika sambil melambaikan tangannya di depan rian


" iya ka, maaf. " ucap rian tersadar dari lamunannya


" kok diam sih kak, ada yang salah dengan perkataan ku? "


" ngak ada yang salah, ya sudah kalau begitu kak permisi ya, assalamualaikum." akhir rian


" waalaikumsalam kak." jawab fika.


" bantu hamba mencari alamatnya ya allah, ridhoilah niat hamba untuk menjaga dan menjadikannya sebagai bidadari surgaku. Aamiin." batin rian


*****


Setelah mengganti pakaian dengan piama panjang alisa membaringkan tubuhnya di samping suaminya. Mas fian yang menyadari alisa disampingnya segera meletakkan ponselnya dan berbalik menghadap sang istri.


" adek," sapa mas fian


" iya mas,"


" udah ngantuk ya?" tanyanya ragu


" ngak kok mas, ada apa?" sahut alisa


" apa bisa mas meminta hak mas malam ini?" ucap mas fian sambil menatap istrinya


Alisa terdiam dengan pipi yang mulai memerah mendengar permintaan suaminya


" kalau adek belum siap mas ngak akan maksa adek kok, ya sudah adek tidur ya biar besok pagi lebih segar. " ucap mas fian lembut


" mas, adek siap kapan pun mas menginginkan adek. Adek tidak punya hak menolak permintaan suami adek, apalagi itu menyangkut kewajiban adek. " ucap alisa menatap suaminya


" terima kasih adek, mas beruntung memiliki istri yang sholehah seperti kamu." ucap mas fian yang di balas senyumanan oleh alisa.

__ADS_1


Setelah membaca doa mas fian mencium kening istrinya memulai kegiataan mereka. Kini keduanya terhanyut dalam kemesraan yang di penuhi kebahagiaan.


# selamat membaca semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku ya, jangan lupa komentar dan like juga sahabat.....


__ADS_2