
" Assalamualaikum mas." salamku
" Waalaikumsalam adek," jawab mas fian dari seberang sana.
" ada apa mas hingga menghubungi ku?"
" mas ada kabar baik untuk adek." ucap mas fian.
" apa mas?" tanya ku penasaran.
" alisa hamil adek."
" yang benar mas....., masyaallah mas serius.? " tanya ku memastikan.
" iya adek.. "
" Alhamdulillah mas, oh ya dimana alisa? "
" alisa udah tidur adek, mas nggak mau dia kekurangan istirahat. "
" oh begitu..."
Tok.... Tok.....
" sally buka pintunya. " teriak kak rey terus-terusan mengetok pintu kamar ku.
" mas, aku tutup dulu ya. Kak rey manggil aku " ucap ku.
" iya adek, jaga dirimu baik-baik ya assalamualaikum. " akhir mas fian.
" iya mas, waalaikumsalam. " jawab ku sambil memutus sambungan.
__ADS_1
" sally cepatan buka pintunya." teriak kak rey mulai emosi.
" iya kak bentar.... " jawab ku sambil memakai hijabku.
" ada apa kak? " tanya ku setelah membuka pintu.
" kamu ngapain sih, bukain pintu aja lama. " ketusnya.
" aku tadi make hijab dulu kak." ucap ku.
" ngapain mesti pakai hijab, toh juga nggak bakalan dosa buat kamu tanpa hijab di depan gue." jawab kak rey yang kini duduk di sofa kamar ku.
" iya maaf kak, kakak mau ngapain malam-malam kesini? " tanya ku.
" terserah gue lah rumah gue kok. " ketusnya.
" ya allah beri kesabaran lebih kepada hamba..... "
Al-asr telah menunjukkan setengah sepuluh malam, mataku mulai terasa berat menahan kantun, namun si es balok ini masih saja sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang akan dia lakukan hingga masih terus berada di sini.
" kenapa?" tanya kak rey yang tetap fokus pada ponselnya.
" ng.. gak.... a... da kak." gugup ku.
" nie es balok mau apa sih, nggak tau apa kalau orang udah ngantuk."
Kak rey menatap ku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan, kemudian berjalan menuju pintu.
" Alhamdulillah......., akhirnya dia keluar juga." batinku sambil tersenyum.
Namun sayangnya apa yang ku pikirkan tak terjadi, setelah sampai di pintu kamar kak rey mengunci pintu dan berbalik melangkah menuju ranjang.
__ADS_1
" apa yang dia lakukan???? "
Kak rey mengambil bantal dan selimut, lalu melemparkan nya pada ku.
" gue mau tidur disini, dan kamu tidurlah di lantai.! " perintah kak rey.
" apa kak......, aku nggak salah dengarkan? " ucapku meyakinkan.
" apa telingamu bermasalah haaa? " jawabnya.
" tapi kak....." belum sempat aku menyelesaikan ucapanku kak rey langsung memotongnya.
" ini hukuman buat kamu. " sambung kak rey.
" hukuman apa kak? " tanya ku bingung.
" hukuman karna kamu telah membuat ku marah. " ucap kak rey yang membuatku semakin bingung.
" maksud kakak apa, apa yang telah ku lakukan." tanya ku.
" kamu masih bertanya apa yang kamu lakukan?, apa kamu amnesia sesaat. Setelah kamu dengan bebasnya berbincang bersama deni bahas ini itu, trus kamu lupa begitu saja.?" tanya kak rey dengan wajah datar.
" kakak kenapa sih, aku kan cuma jawab apa yang di tanya kak deni aja. " ucapku lembut.
" kamu nggak usah panggil kakak sama dia, gue nggak suka. " tegas kak rey.
" baiklah kak. "
" nie orang kenapa sih, aku kan cuma menjalankan tugasku, kan dia yang minta agar aku nggak memberi tau teman-temannya, dasar aneh kalau saja tuan mau mengakui siapa saya pasti teman anda tidak akan mengganggu saya tuan........" batinku penuh ledekan ingin rasanya meluapkan isi hati ini agar dia tau betapa menyebalkannya dia.
" sekarang tidurlah. " pintanya.
__ADS_1
Karna malas berdebat di tambah rasa kantuk yang kuat, membuat ku mengalah dan menyetujuinya.
" baiklah kak. " ucap ku dan berbaring tidur di lantai samping ranjang.