Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 31


__ADS_3

" lah kak, kok kita pulang ke sini? " tanya ku setelah sampai di depan sebuah rumah yang bak istana.


" trus mau kamu kita pulang kemana?" tanyanya dengan tampang cueknya.


" kok nggak kerumah bunda atau nggak rumah mas fian kak?" terusku dengan wajah kecewa.


" ada beberapa hal yang harus kita persiapkan baru pulang kesana." ucapnya singkat.


" persiapan apa, apa maksudnya?, sebenarnya apa yang sedang di rencanakan kak reyhan ya rob, kenapa perasaanku tidak enak." batin ku.


" woii, malah bengong ayo masuk!" teriak kak reyhan.


" biasa aja kali kak, tapi... " sahut ku sambil memandang rumah mewah itu.


" tapi apa, kamu nggak usah takut!, di dalam bukan hanya kita berdua ada bi inah dan yang lainnya juga. " jawabnya seolah mengetahui apa yang ada di pikiran ku.


" iya kak," jawab ku singkat.


Kak reyhan meminta bi inah membawaku kedalam, dan mengantarkan ku ke kamar yang sudah di sediaan.


" baiklah, nona istirahat dulu. Kalau butuh apa-apa panggil bi inah aja ya!" pintanya.


" iya bi." jawab ku singkat.


" halo nasya bisa kerumah saya sekarang, bawa semua berkas yang saya minta buatkan tadi pagi." pinta kak rey pada sekretarisnya.


" baik tuan, saya kesana sekarang. "


" baiklah. " akhir kak rey dan mematikan panggilannya.

__ADS_1


*******


Mas revan menemui mas fian dan menceritakan semua yang dia bicarakan dengan kak reyhan di telepon kemarin.


" van, jangan-jangan yang di maksud reyhan adalah sally. " ucap mas fian


" itu dia yan, aku juga mikir gitu. Karna yang dekat sama aku ya cuma kamu dan fika sama sally kecelakaan dua minggu yang lalu kan." jelas mas revan.


" ya allah van, bagaimana kalau benar sally yang dia maksud? " tanya mas fian.


" kamu tenang dulu, seandainya memang sally aku yakin sally nggak semudah itu mau menikah dengannya, apalagi sally baru mengenalnya. " ucap mas revan.


" bagaimana kalau dia mengancam sally van? " tanya mas fian lagi.


" aku juga tidak tau yan." ucap mas revan tampak frustrasi.


*****


" siang tuan, ini berkas yang tuan minta." ucap nasya sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya.


" baiklah, kamu boleh kembali. " ucap kak rey setelah memeriksa isi berkas itu.


" baik tuan, saya permisi." balas nasya dan meninggalkan rumah kak rey.


" bi inah, panggil sally ke sini. " perintah kak rey.


" baik tuan," ucap bi inah dan berjalan menuju kamarku.


Tok... Tok..

__ADS_1


" nona sally di minta kebawah." ucap bi inah setelah pintu terbuka.


" ada apa bi?"


" saya tidak tau non, saya hanya di minta menjemput non ke atas. " ucapnya.


" baiklah bi, ayo turun. " ucapku


" ada apa kak? " tanya ku setelah berada di depan kak rey.


" duduk. " pintanya.


" baca ini dan tanda tangani semuanya." ucapnya memberikan beberapa lembar kertas.


Aku meraih keras-kertas itu dan membacanya satu persatu.


" apa kak, menikah? " tanya ku tak percaya.


" iya, kalau kamu setuju dengan syarat itu, maka kita akan pulang setelah kamu menandatangani, jika kamu tidak menandatanganinya maka kamu tidak akan bisa bertemu lagi dengan keluargamu. Dan satu lagi aku akan menyakiti mereka dengan caraku sendiri." ucap kak reyhan dengan penuh penekanan.


" ya allah apa ini akhir dari penantian hamba selama ini. Apa ini jalan yang engkau takdirkan untuk hamba. Kuatkan hamba yang robb, hamba benar-benar membutuhkan petunjuk mu. " batin ku.


" aku kasih waktu kamu sampai besok pagi, semua ada di tanganmu, ingat sally keputusanmu menentukan nasib orang-orang di sekitarmu jangan sampai karna egomu kau mengorbankan seluruh keluargamu. " tegas kak reyhan.


" dan satu lagi jangan coba coba kabur, kamu belum tau siapa aku sebenarnya. " ucap kak rey berlalu meninggalkan ku.


# apa keputusan yang akan di ambil oleh sally ya sahabat????? Terus baca lanjutannya jangan pernah bosan dengan ceritaku.


Terima kasih. 😆😆

__ADS_1


__ADS_2