Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 38


__ADS_3

" kak rey bangun kak," ucapku sambil menggoyangkan lengan kak rey.


" Hmmmm, ada apa sih....." jawabnya dengan suara has baru bangun.


" kak, udah subuh sholat dulu." ucap ku.


Kak rey bangkit dari tidurnya dan menatap ku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan.


" kamu ini gangguin aja. Ya sudah kamu duluan aja nanti gue sholat sendiri." balasnya


" kenapa harus sendiri-sendiri kak, bareng aja kakak yang jadi imamnya. " ucapku


" gue belum siap jadi imam, gue nggak sebaik dan setaat rian kakak senior kamu. Sholat aja jarang. " jujur kak rey.


" baiklah kalau begitu aku sholat dulu, kakak ambil wudu' gih. " titahku.


" iya iya, bawel banget sih. " ketusnya.


" kasar banget sih, nggak ada manis-manisnya. Tapi syukurlah dia nggak marah dan yang terpenting dia mau sholat. " batinku.


*******


" selamat pagi pengantin baru. " sapa alisa yang sudah berada di meja makan.


" pagi sa." jawabku santai dan duduk di depan alisa.

__ADS_1


" adek kamu ini di bilangin susah banget ya, " sambung mas fian.


" apanya yang salah mas, " ucap ku bingung.


" masih nanya lagi, alisa itu istri mas panggil kakak/ mbak kek, " balas mas fian.


" mas ku tersayang, alisa itu sahabat aku jadi terserah aku dong mau manggil apa. " ucap ku tak mau kalah.


" dasar bocah, awas kamu ya. " ucap mas fian.


" siapa yang bocah hmmm??? " tanya ku sambil berdiri.


" ya adeklah siapa lagi. " ucap mas fian.


" abis... mas fian bun, pagi-pagi dah cari ribut. " balasku memanyunkan bibir ku.


" gemasin banget sih lo sal, ternyata begini rasanya punya keluarga yang hangat dan saling menyayangi. " batin kak rey yang di iringi senyuman khasnya.


" kamu kenapa rey, senyum-senyum sendiri." ucap alisa.


" nggak papa mbak, " jawab kak rey.


" ehh, nggak papa kan aku panggil mbak. takutnya nanti mas fian kumat lagi kalau aku panggil alisa. " ucap kak rey.


" kumat apa maksud kamu? " tanya mas fian kesal.

__ADS_1


" ya marahnya mas, aku nggak mau diomelin kayak sally tadi. " balas kak rey tersenyum pada mas fian, yang membuat semua menahan tawanya.


" lah pada kenapa, kayak kebelet gitu. " ucap mas fian yang menyadari ekspresi kami.


" nggak papa mas." balas alisa.


" kalau mau ketawa, ketawa aja nggak usah di tahan gitu. " titah mas fian yang membuat semua tertawa lepas.


*******


" mas, apa kamu yakin sally nggak bakalan kenapa-napa? " tanya mbak nisa.


" mas yakin sayang, rey memang keras kepala dan kejam, tapi dia tidak akan pernah menyakiti orang yang tidak bersalah, apalagi itu seorang wanita. mas hafal banget prinsipnya sekejam apapun dia, tapi dia tetap lembut pada wanita meski ia menutupinya dengan sifat cuek dan dinginnya. " jawab mas revan.


" iya mas, selama aku kenal rey dia juga nggak pernah kasar pada wanita. " ucap mbak nisa sambil melamun.


" kamu bayangin dia. " tanya mas revan kesal.


" hehehehe, mas cemburu? " tanya mbak nisa.


" aku ini suami kamu, bisa-bisanya kamu mikirin laki-laki lain di depan aku. " ketus mas revan.


" ya allah mas, kita bukan baru menikah dua hari mas, udah lima tahun lo kita bersama. Masa kamu nggak tau sih cinta aku itu hanya buat kamu." balas mbak nisa mencium pipi suaminya.


" iya...., mas percaya kok. " jawab mas revan tersenyum dan menarik istrinya kedalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2