
" sally, cepat pergi dari sini! " ucap mas fian.
" mas, adek nggak mungkin ninggalin mas sendiri."
" sally mas bilang pergi ya pergi." herdik mas fian.
" tapi mas..." ucap ku.
Tiba-tiba sebuah tembakan mendarat di dada mas fian, seketika mas fian jatuh tersungkur ke lantai.
" inilah akibatnya kalau kamu berani menentang ku. " ucap kak reyhan.
" kak reyhan apa salah mas fian pada kakak? Kenapa kakak membunuhnya hiksss..." tanya ku.
" bukan aku yang membunuhnya tapi kamu. Kamu yang memaksa aku melakukannya, kalau saja kamu mau menikah dengan ku semua akan baik-baik saja. " ucap kak rey.
" sa...lly..., ja.. g.. a di... rimu.. ba... ik-baik dek. " ucap mas fian terbata-bata dengan kepala yang terkulai lemah hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.
" mas....., hiksss tidak mas nggak boleh ninggalin aku.. Mas fiaaaaannnnn......hikssss hiksss" teriak ku dengan kerasnya.
Tok... Tok....
" sally buka pintunya! " ucap kak rey berulang kali, karna tak mendapat jawaban kak rey mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar ku.
" sally.. sally... bangun." ucapnya sambil mengoyangkan lengan ku.
" mas fiaaaaann." ucapku dan langsung terduduk.
" kak rey. " sapaku heran.
" kamu kenapa, kamu mimpi buruk? " tanyanya cemas.
" kak aku mohon jangan sakiti keluarga ku aku mohon kak, aku mau menikah sama kakak asal kakak jangan ganggu keluargaku, hikkssss... " ucap ku di sela tangisku.
__ADS_1
Kak rey tampak bingung melihat ku.
" oke, sekarang tanda tangani surat-suratnya." pintanya.
" baik kak, mana surat-suratnya. " ucapku tanpa ragu.
Kak rey keluar untuk mengambil surat-suratnya, tak berapa lama dia pun kembali dengan surat-surat itu.
" nie," ucapnya sambil memberikan pena dan surat tersebut.
Dalam surat itu tertera bahwa aku harus menikah dengannya, setelah menikah harus tinggal dengannya dan aku juga di minta untuk menjelaskan kepada polisi dan keluargaku bahwa semua yang terjadi adalah keinginanku, termasuk menyatakan bahwa kak reyhan tidak pernah menculik atau menahan ku untuk bertemu keluarga ku. Ya kira kira seperti itulah isi suratnya.
Tanpa pikir panjang aku langsung menandatanganinya, dan tampak sekali senyum kemenangan di wajah kak reyhan, aku tidak tau apa tujuannya sebenarnya yang pasti aku sudah menyetujui semuanya.
******
" sally dimana kamu nak, bunda kangen sama kamu. Rumah ini sangat sunyi tanpa kamu dan alisa nak, bunda mohon kembalilah." monolog bunda sambil menatap fotoku.
" mas, bagaimana keadaan sally sekarang ya? Apakah dia sudah makan mas? " tanya bunda di iringi tangisan kecil.
" sayang, untuk sekarang kita hanya bisa berdoa semoga sally segera di temukan." tenang ayah sambil memeluk bunda.
******
" bi, apa sally sudah makan pagi? " tanya kak reyhan.
" belum tuan nona sally belum keluar dari tadi." jawab bi inah.
" apa dia belum bangun. " tanyanya lagi.
" sepertinya begitu tuan. " jawab bi inah.
" baiklah bi, aku ke atas dulu." ucap kak reyhan.
__ADS_1
Tok.. Tok..
" sally buka pintunya." pinta kak rey.
" ada apa kak. " jawab ku singkat dan membuka pintu.
" apa kamu tidak lapar? " tanya kak rey dengan cueknya.
" aku nggak lapar kak, kakak makan aja dulu nanti kalo aku lapar aku bisa makan sendiri." ucapku tanpa melihat kak rey.
" sally, apa kau marah padaku? "
" tidak kak, aku tidak berhak untuk marah pada kakak. " jawab ku.
" baiklah, kalau kau tidak marah maka setidaknya makanlah sedikit. Siang nanti kita kerumahmu. " ucap kak rey yang membuat ku membulatkan mataku.
" maksud kakak aku akan pulang? " tanya ku memastikan.
" bukan hanya kamu tapi juga aku, kita akan meminta restu dari keluargamu bukan? " jawabnya dengan menekan kata terakhirnya.
" apa kita akan benar-benar menikah kak?" tanya ku berharap semua hanya mimpi.
" apa maksud kamu, tentu saja kita akan menikah." jawabnya.
" tapi kak, aku tau kakak menikahi aku karna ada tujuannya? Apa boleh aku tau tujuan kakak? " tanya ku dengan penuh ragu.
" siang nanti kamu akan tau. " jawabnya singkat.
" cepatlah turun dan makanlah segera. " lanjutnya yang telah berlalu menuruni tangga.
" ya allah kuat kan hamba menghapi semua takdir mu. " batin sally.
# salam dari author untuk kalian semua yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mampir di novelku. Terima kasih
__ADS_1