
Alisa sedang berdiri di balkon kamar mereka, matanya tertuju pada hamparan bintang yang menghiasi langit malam.
" sayang..., ngapain disana?" tanya mas fian.
" lagi liat bintang aja mas..." balas alisa yang tetap fokus pada tatapannya.
Mas fian mendekati alisa dan memeluk sang istri.
" mas, ternyata rey sangat mencintai sally ya. Aku kira dia menikahi sally hanya karna balas dendam seperti yang kak rian dan mas revan katakan. " ucap alisa.
" makanya jangan suka suuzon...." balas mas fian sambil terkekeh.
Alisa mencubit perut suaminya...
" aaww..., sakit sayang. " ucap mas fian memengangi perutnya.
" rasain tu, siapa suruh ledekin aku...." balas alisa memanyunkan bibirnya.
" hahahaha, kamu makin ngemasin aja deh... " ucap mas fian mencubit mesra pipi istrinya.
" tau ah.., ngantuk." ucap alisa meninggalkan suaminya.
" lah di tinggal lagi...., kebiasaan ibu hamil memang ngesalin." gerutu mas fian.
" hati-hati kalau bicara mas, mau tidur di luar? " ucap alisa sedikit mengeraskan suaranya agar dapat di denger oleh mas fian.
" nggak sayang, mas bercanda kok." balas mas fian menyusul istrinya.
*******
" bi nyonya dimana....? " tanya kak rey.
" di kamar tuan..., " balas bi inah.
" baiklah, saya keatas dulu bi." ucap kak rey.
__ADS_1
Kak rey mendapati ku yang sudah tertidur, ia mendekati ranjang dan menatap wajah ku sambil tersenyum. Kak rey mengusap rambut ku lembut, dan...
" maafkan aku sal, aku belum bisa bahagiain kamu." ucap kak rey.
Merasa ada yang membelai rambut ku, perlahan aku membuka mata ku.
" kak....., udah pulang." tanya ku.
" iya..., aku ganggu kamu ya?" tanya kak rey.
" nggak kok kak, kakak mau mandi air hangat biar aku siapin. " ucap ku.
" nggak usah, aku mandi air dingin aja. Kamu lanjutin istirahatnya ya, aku mandi dulu." ucap kak rey menuju kamar mandi.
Setelah menyiapkan baju gantinya aku memutuskan untuk menonton youtube sambil menunggunya. Beberapa menit kemudian dia kak rey keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya di depanku.
" ngapain sih kak makai bajunya di situ, emang nggak bisa apa di tempat tersembunyi dikit kek."
" sal keringin rambut aku." ucap kak rey memberikan handuknya padaku.
" kok sally kak?" tanya ku dengan polosnya.
" nggak juga, maksud aku kenapa nggak kakak sendiri.. "
" aku maunya kamu... " ucapnya mendekatkan kepalanya.
Aku hanya bisa menuruti apa yang ia katakan dan mengeringkan rambutnya seperti yang ia minta.
" udah kak..." ucap ku.
" oke terima kasih..." balas kak rey dan duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
Setelah meletakkan handuknya aku duduk di samping kak rey dan melanjutkan menonton drama favorit ku yang ada di ponselku.
" sal..., aku mau ngomong sama kamu." ucapnya.
__ADS_1
" mau ngomong apa kak, bilang aja... " ucapku tetap fokus pada ponselku.
Kak rey meraih ponselku dan menyimpannya di laci, kak rey membenarkan duduknya menghadap ku.
" sally aku boleh minta sesuatu sama kamu... " ucap kak rey.
" apa kak...? " tanya ku bingung
" mulai sekarang kamu jangan panggil aku kakak ya..."
" lah kenapa, aku panggil apa dong...?"
" panggil mas aja..." ucap kak rey.
Aku tersenyum mendengar ucapan kak rey, kemudian aku meletakkan tangan ku di dahinya.
" kakak nggak lagi sakit kan?" tanya ku sambil tertawa.
" kamu ledekin aku...., kalau nggak mau ya udah bilang aja, nggak usah ledekin segala. " balasnya cemberut.
" hehehe..., ngambek nie ceritanya..."
" terserah kamu." ucap kak rey hendak keluar.
" mas mau kemana.... " tanya ku yang membuat kak rey berbalik menatap ku.
" apa..., ulang lagi. " pintanya dengan senyuman khasnya.
" mas aku tersayang......, jangan ngambek dong." goda ku.
Kak rey tersenyum dan kembali duduk si samping ku, kini ia menarik ku ke dalam pelukannya.
" aku sayang kamu sal..." ucapnya.
" aku juga sayang mas... " balas ku.
__ADS_1
Malam ini adalah hal yang paling indah yang pernah aku jalani selama mengenalnya.
Hai hai hai...., salam manis buat semua sehat selalu ya semoga allah selalu melindungi kita aamiin. 😊😊😊