
Hari ini sally dan fika memutuskan untuk berkunjung ke rumah alisa.
" sal, apa kamu yakin alisa nggak akan marah kalau aku ikut kamu kesana? " tanya fika yang tengah fokus menyetir.
" inshaallah ka, aku yakin alisa nggak marah lagi kok sama kamu, lagian kejadian itu sudah lama kan." ucap ku.
" iya sih sal, tapi aku takut aja alisa jadi benci sama kamu karna aku. " jelas fika.
" niat kita kan baik ka, mudah-mudahan allah membantu kita. "
" aamiin sal, kamu memang baik sal, cerdas, cantik, sholehah lagi. Pantas saja kak ri.. " ucap fika hampir kecoblosan.
" kak ri... apa ka, kok nggak di lanjutin? " tanya ku penasaran.
" nggak kok sal, itu.... Eee.. A.. nu... maksudnya... " ucap fika terbata-bata.
" maksudnya apa ka, kamu kok aneh sih? Kayak maling ketauan. " ucapku sambil cekikikan melihat ekspresi wajah fika.
" nggak sal, udah ah nggak usah di bahas." ucapnya.
Kami terus bercerita dan sesekali tertawa dengan riangnya, aku nggak nyangka ternyata aku bisa sedekat ini dengan fika. Karna mengingat dulu dia setengah mati membenci ku tapi sekarang seolah kakak adik.
******
" adek, sally jadi ke sini? " tanya mas fian pada alisa.
"katanya sih jadi mas, sama fika juga." jawab alisa yang masih fokus dengan ritual masaknya.
" kok lama banget ya dek."
" mas tenang aja, bentar lagi juga nyampe tu." jawab alisa santai.
" kenapa dada mas terasa sakit ya dek, kayak sesak gitu? " tanya mas fian.
__ADS_1
" mas sesak nafas, minun dulu." balas alisa sambil memberikan segelas air.
" terima kasih adek. " ucap mas fian dan meraih gelas dari tangan istrinya.
*****
Sebuah mobil melaju dengan kencang tepat di depan kami, karna kecepatannya yang terlalu tinggi membuat kami tidak bisa menghindarinya.
" fika awass......." teriak ku.
Brakkkk....
******
" ya allah ada apa ini, kenapa perasaan aneh ini tak kunjung hilang." batin mas fian.
" mas kok melamun mulu sih? " tanya alisa.
" mas nggak tau dek, perasaan mas nggak enak, kenapa sally lama sekali ya. " jujur mas fian.
******
Fika telah di larikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan tim SAR dan warga sekitar masih berusaha menarik mobil fika ke tepi sungai.
" Hallo, selamat siang buk apa benar ini dengan keluarga saudari fika." tanya seseorang.
" iya, saya mamanya. maaf saya bicara dengan siapa ya?" tanya mama fika.
" kami dari pihak rumah sakit bunda ingin mengabarkan kalau saudari fika mengalami kecelakaan buk. " jawabnya.
" baiklah saya ke sana sekarang. " jawab mama fika.
********
__ADS_1
" Bagaimana keaadaannya dok? " tanya seorang laki-laki.
" dia masih koma tuan, detak jantungnya juga sangat lemah. " ucap dokter tersebut.
" baiklah, lakukan yang terbaik. saya percayakan dia padamu. " ucapnya.
" baiklah tuan." balas sang dokter.
*******
" Assalamualaikum. " salam mas fian dan alisa bersamaan.
" Waalaikumsalam nak fian. " jawab mama fika.
" bagaimana keadaan fika buk? " tanya mas fian.
" Alhamdulillah tidak terlalu parah nak, kata dokter sebentar lagi juga sadar." ucap mama fika sambil tersenyum.
" syukurlah buk, oh ya buk sally dimana?" tanya mas fian.
" nak sally tidak ada di sini nak, kata susternya hanya terdapat satu korban yaitu fika. " jawab mama fika heran.
" bagaimana bisa buk, sally pergi bersama fika, kenapa dia tidak ada di sini." balas mas fian, mulai kesal.
" mas tenang dulu, kita tanya dokter dulu. " sambung alisa.
" maaf dok, apa hanya ada satu pasien yang kecelakaan tadi? " tanya mas fian.
" iya mas, tim SAR hanya membawa satu korban saja. " jawab dokter itu.
" lalu dimana sally dek, dimana adik mas." ucap mas fian yang sudah bersimpu di lantai.
" mas, jangan seperti ini ya. Sekarang kita ke lokasi kecelakaan, kita cari di sekitarnya siapa tau sally terdampar di sana. " ucap alisa sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
# sally dimana ya sahabat????
Terus baca lanjutannya dan jangan lupa komentarnya, like jika kalian suka dan vote juga ya. Terima kasih.