
Setelah tiba di rumahnya mas rey langsung berlari menuju kamarnya dengan nafas yang memburu tak beraturan.
" apa yang terjadi bik....?" tanya mas rey yang kini telah duduk di samping sang istri.
Mas rey menggenggam tangan ku dan berulang kali mengecupnya.
" saya juga tidak tau tuan, tiba-tiba saja nyonya pingsan....." jelas bi inah.
" bagaimana keadaan istriku mit...? " tanya mas rey menatap dalam ke arah mita.
" nyonya baik-baik saja tuan, dia hanya kecapean saja, dan saya sarankan tuan membawa nyonya ke dokter kandungan deh, karna menurut saya nyonya sedang hamil...." jelas mita dengan fasih.
" apa kamu yakin.....? " tanya mas rey dengan nada gembira.
" dugaan saya begitu tuan, maka dari itu saya sarankan untuk menemui dokter spesialisnya, guna membuktikan dugaan saya. "
" baiklah, setelah dia sadar saya akan segera membawanya..." balas mas rey.
" baik tuan, ini saya hanya memberikan vitamin karna memang tak ada yang serius dengan nyonya sally.... " ucap mita beranjak dari duduknya.
" oke, terima kasih... "
" saya permisi dulu tuan..., assalamualaikum. " akhir mita dan berlalu meninggalkan kami.
" Waalaikumsalam.... " balas mas rey dan bi inah bersamaan.
******
Tuttt.... Tutt.....
" hallo, sebenarnya apa yang terjadi gas....?" tanya nasya dari seberang sana.
" tidak terjadi apa-apa kok, sepertinya nyonya sally sedang hamil..." balas bagas.
" apa..., benarkah.? " tanya nasya antusias.
__ADS_1
" mengapa kau sangat senang sekali..." ucap bagas dengan heran.
" apanya yang salah, aku hanya menyesuaikan ekspresi ku dengan kabar yang ku terima. " balas nasya menekan.
" ya ya ya..., kau memang selalu benar. Meskipun terkadang....." balas bagas menggantung kalimatnya.
" terkadang apa..." tanya nasya mulai kesal.
" ya...., terkadang karna di paksakan. Hahahaha.. " ledeknya di iringi cekikikan.
" kau meledek ku...?"
" tidak aku hanya bicara fakta... "
" mengapa kau sangat menyebalkan, dasar brengsek.., tiada guna bicara denganmu... " ucap nasya mengakhiri panggilannya.
" hahahaha, aku bisa membayangkan betapa mengemaskannya ekspresi mu sekarang nona... " ucap bagas setelah nasya memutuskan panggilan secara sepihak.
Dia memang suka membuat mood gadis cerdas itu tak karuan, entah karna alasan apa dia juga tidak tau, baginya mengacaukan nasya adalah hiburan tersendiri. Rasanya ada yang kurang jika dia tidak mengerjai nasya dengan tingkah konyolnya.
*****
" ada apa mas, sepertinya mas sedang bahagia..?" tanya alisa mengusap perut besarnya.
" iya sayang, rey baru saja menghubungi mas dan mengatakan kalau sally sedang hamil..." balas mas fian mendekati sang istri.
" yang benar mas...?" tanya alisa senang.
" iya sayang.. "
" kita ke sana yuk.... " ucap alisa antusias
" nggak..." balas mas fian cepat.
" kenapa...? " tanya alisa dengan wajah murung.
__ADS_1
" prediksi dokter, kamu akan melahirkan dua minggu lagi sayang, mas nggak mau kamu capek dan malah bahaya nantinya. " balas mas fian menatap dalam wanitanya.
" baiklah, mas benar. Maafkan lisa mas." balas alisa yang juga menatap suaminya.
" iya sayang..... " ucap mas fian menarik sang istri ke dalam pelukannya.
*****
Kak rian dan fika tampak sibuk menyiapkan pernikahan mereka, keduanya kini tampak sibuk memilih cincin yang akan mereka beli.
" kak fika suka yang ini..., menurut kakak gimana..? " tanya fika sambil menunjuk sepasang cincin di depannya.
" bagus, sederhana tapi elegan." jawab kak rian
" bagaimana kalau kita ambil yang ini aja kak.." ucap fika.
" kamu yakin mau yang ini, nggak mau yang berlian aja...? " tanya kak rian.
" nggak kak, fika lebih suka yang ini."
" baiklah, kita beli yang ini."
" apa kakak menyukainya..? "
" apapun yang kamu pilih, insyaallah aku suka... " ucap kak rian.
" terima kasih kak... " balas fika tersenyum.
" baiklah mbak, bungkus yang ini.." ucap kak rian pada karyawan toko itu.
" baik pak... " balasnya.
Maaf ya gays baru bisa up, soalnya mata aku masih sedikit sakit.π§π§π§
Doain author ya biar cepat sembuh dan jangan lupa like dan koment juga serta votenya untuk menambah semangat author
__ADS_1
Heheheheπ π π π