
" aku nggak bisa terus seperti ini, aku harus mencari cara untuk menjauhkan sally dari kak rey....., sally nggak bersalah aku nggak mau dia terus menerus di sakiti oleh kak rey."
" ya aku harus segera bertindak." monolog kak rian.
Kak rian menghubungi fika untuk untuk memberitahukan kepulangannya yang di undur menjadi bulan depan.
" apa masalahnya belum selesai kak? "
" bukan fika, tapi saya ada keperluan mendadak dan ini sangat penting. "
" baiklah kak, aku akan mengurus yang disini."
" terima kasih fika."
" sama-sama kak."
******
" selamat siang bi" sapa ku pada bi inah.
" siang nyonya..., mau makan sekarang nyonya? "
" tidak usah repot-repot bi, aku bisa ambil sendiri..."
" apakah nyonya sedang senang...? " tanya bi inah.
" iya bi, dan ini semua berkat bibi...." ucapku sambil memeluk bi inah.
" apa yang saya lakukan nyonya...? "
" aku tau semua yang bibi katakan pada kak rey.... " ucap ku.
" nyonya tau dari mana, apa tuan yang mengatakannya. "
" tidak bi, aku melihat rekaman cctv di ruangan kak rey. " ucap ku.
" Oooo begitu, saya hanya mengatakan yang sebenarnya nyonya.. " ucap bi inah.
__ADS_1
" iya bi, pokoknya aku berterima kasih banget sama bibi."
" iya nyonya sama-sama, bibi hanya ingin nyonya dan tuan bahagia.... " balas bibi.
" apa bibi yakin kak rey akan bahagia? "
" saya percaya nyonya bisa membahagiakan tuan... "
" maksud bibi?"
" saya sudah merawat tuan rey dari ia bayi nyonya, saya sangat menyayanginya itulah sebabnya saat tuan memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tuanya saya memohon kepada tuan rey untuk ikut bersamanya. Dan semenjak kami pindah kesini saya tidak pernah melihat tuan rey tertawa atau bahkan tersenyum. Namun setelah kedatangan nyonya saya bisa melihat senyuman itu meskipun masih di tutupi oleh egonya, tapi saya bisa merasakan kalau nyonya adalah sumber kebahagiaan tuan dan saya percaya nyonya bisa menghapus semua kesedihan dan dendamnya selama ini. " jelas bi inah.
" semoga saja bi, aku juga berharap banget kak rey bisa memanfaatkan kedua saudaranya. " sambung ku.
*****
" apa yang terjadi ya...., perasaan dari tadi pagi tuan rey tersenyum mulu, tak biasanya." batin nasya yang tengah dilanda kebingungan.
" eehhh tunggu, ini harus di abadikan. Moment langka seperti ini tak boleh di sia-siakan. " monolog nasya sambil mengambil ponselnya.
" kamu kenapa sya..? " tanya kak rey.
" n..ggak kok tuan, nggak papa." gugup nasya.
" Ooo, saya mau ke kantin dulu. Kalau ada yang mencari saya katakan saja saya lagi makan siang." ucap kak rey.
" baik tuan..."
" oh ya, apakah kamu sudah makan siang..? "
" sudah tuan... "
" baguslah." akhir kak rey.
" benar-benar aneh, sejak kapan tu orang mau makan di kantin. Biasanya juga benci keramaian. "
******
__ADS_1
Tok.... Tok....
Bi inah melangkah menuju pintu dan membukanya.
" tuan deni, tuan reyhannya belum pulang tuan. " ucap bi inah.
" saya bukan mau ketemu rey kok bi, tapi sally. " ucap deni yang membuat bi inah mengerutkan dahinya.
" Oh, silahkan masuk tuan." ucap bi inah sambil menuntun deni ke ruang tamu.
" silahkan duduk tuan, saya panggilkan sally dulu. " ucap bi inah menuju taman belakang.
Aku tengah menikmati bunga-bunga yang bermekaran di taman itu.
" nyonya...." panggil bi inah.
" ada apa bi....." balas ku sambil menoleh ke arahnya.
" tuan deni mau bertemu nyonya. "
" apa..., tapi kak rey tidak ada di rumah bi."
" saya juga sudah bilang nyonya...., tapi dia mau bertemu nyonya."
" baiklah ayo kita kesana." akhir ku melangkah meninggalkan taman.
Setibanya di ruang tamu, deni sudah menunggu dengan santainya.
" mau apa sih nie orang. "
" bi ayo temani aku, aku nggak mau nanti kak rey salam faham. "
" baik nyonya. "
" hmmm, ada perlu apa tuan menemui saya." ucap ku berdiri di samping sofa tamu.
# hai semua....., apa kabar? Jangan pernah bosan ya dengan novel aku... 😆😆😆
__ADS_1