
Gedung mewah itu kini sudah kembali sepi, setelah acara selesai semua tamu satu persatu undur diri untuk pulang.
Hanya tinggal keluarga besar kami dan beberapa teman dekat nasya dan bagas yang masih berada disini.
" Bagaimana perasaanmu..." tanya mas rey pada bagas.
" sangat senang tuan, terima kasih atas segalanya." ucap bagas.
" tidak perlu berterima kasih begitu, aku sudah menganggap mu sebagai keluarga ku, jangan sungkan seperti itu."
" sekali lagi terima kasih tuan, saya sangat bersyukur bisa mendapat majikan sebaik anda. "
" jangan berlebihan bagas, sekarang bawalah istrimu kekamar kalian, sepertinya dia sudah kelelahan. " sambil melirik nasya.
Bagas hanya mengangguk dan membawa istrinya menuju salah satu kamar hotel itu.
*******
6 tahun kemudian....
" selamat pagi bun...., selamat pagi ayah." teriak shafana yang baru keluar dari kamarnya.
" selamat pagi sayang..." balas ku dan mas rey bersamaan.
" ayah dimana dion...." tanya shafana melihat sekelilingnya.
" mungkin masih di rumahnya sayang...." balas mas rey.
Dion Nagasta purta pertama dari pasangan bagas dan nasya, anak berumur 4 tahun itu yang selalu menjadi teman shafana apabila ia sudah pulang sekolah atau pas hari libur seperti hari ini.
" mengapa tante nasya tak membawanya kesini.... " kesal shafana.
" Assalamualaikum....." salam nasya yang datang bersama putranya.
" kak shafa...." teriak dion berlari menghampiri shafa.
__ADS_1
Shafa menarik kursi yang ada di sampingnya.
" mari duduk disini." pintanya.
Dion hanya menurut dan duduk si samping shafa.
" maaf nyonya tuan mengganggu kalian pagi-pagi." ucap nasya merasa tak enak.
" tidak apa-apa sya, mari makan bersama." balas ku.
" tidak usah nyonya, saya hanya mengantar dion saja, dari tadi dia menangis mau kesini." jelas nasya.
" benarkah kau menangis....? " tanya shafa dengan tampang mengejek.
" tidak, mama berbohong...." elaknya.
" bukan kah, tadi kau menangis...?" tanya nasya mengoda putranya.
" ayo lah mama, pergilah papa sedang menunggu mama kan...." usir dion.
" dasat anak nakal, baraninya kau mengusir mama mu..." ucap nasya mengacak rambut anaknya.
" mengapa kakak membela mama, teman kakak aku bukan mama. " kesal dion.
" ah benarkah..." ejek shafa.
" kakak...." rengek dion.
" iya iya..., kakak teman kamu kok, bukan tante."
" gitu donkk..." senyum dion.
Semua tertawa melihat tingkah bocah 4 tahun itu, dion dan shafa selalu menjadi sumber kehebohan dan keceriaan di rumah ini.
*******
__ADS_1
Mbak nisa tampak kewalahan mengawasi anak adik iparnya itu.
" Rana sudah dulu mainnya ya, lihatlah bibi mu sudah kewalahan mengejar mu." teriak fika.
Rana menghentikan larinya dan duduk di samping mbak nisa.
" apa bibi letih..." tanya rana.
" sedikit bibi tidak muda lagi sayang, tak lincah sepertimu." balas mbak nisa.
" maafkan rana bibi...." sesalnya.
" tidak sayang..., bibi senang bisa bermain sama kamu." ucap mbak nisa memeluk rana.
Fika tersenyum melihat kedekatan putrinya dan kakak iparnya itu, dia merasa beruntung mendapatkan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang.
Tak lama kemudian kak rian dan mas revan tiba di rumah.
" deddy, paman..." teriak rana berlari mengejar kedua pria dewasa itu.
" hai sayang..., putri deddy lagi apa?" tanya kak rian dan menggendong putrinya.
" habis main sama bibi......, lihat lah ded bibi tampak lelah karna mengejar ku, aku hebat kan bisa mengalahkan bibi...." riangnya.
" tapi rana kasian sama bibi, gara gara rana bibi capek...." sedih rana.
" putri deddy memang terbaik..." ucap kak rian mencium pipi putrinya.
Kebahagiaan lengkaplah sudah, semua dendam dan kebencian telah tergantikan dengan kehangatan yang penuh kasih sayang.
Kesabaran adalah kunci dari segalanya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, setiap duka pasti ada bahagia, dibalik kesulitan sudah pasti ada kemudahan.
Jangan berkecil hati karna suatu keadaan, allah tau apa yang terbaik bagi hambanya dan allah lah yang tau kapan kita bahagia, maka bersabarlah.
TAMAT........🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
Hai semua....., salam manis dari author jangan lupa mampir di novel ku yang
Judulnya " Mr. Arrogant love stuggle."