Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 40


__ADS_3

Kini kami telah tiba di rumah kak rey. bi inah menyambut ku dengan ramahnya, sama seperti waktu pertama aku di rawat di sini bi inah lah yang selalu menemani ku.


" selamat datang nyonya," sapa bi inah


" terima kasih bi," jawab ku singkat.


" apakah sekarang tuan di rumah ini telah berganti, hingga bibi tak menyapa ku." kesal kak rey.


" selamat datang tuan." ucap bi inah menahan tawa.


Kak rey memang keras dan kejam tapi dia sangat menyayangi bi inah, bagi nya bi inah bukan sekedar pembantu melainkan ganti ibu baginya.


" baiklah bi antar dia ke kamarnya. " perintah kak rey.


" baik tuan. " jawab bi inah dan membawa koperku kekamar yang ku tempati selama aku sakit.


" bi apa kak rey jahat??" tanya ku begitu tiba di kamar.


" tidak nyonya, tuan tidak jahat."


" lalu mengapa dia begitu membenci saudaranya. "


" nanti juga nyonya akan tau. " jawab bi inah yang tengah memasukkan baju ku ke lemari.


" mengapa bibi nggak cerita aja sama aku." bujuk ku.


" lebih baik nyonya tanya langsung pada tuan. " jawabnya.


" bibi aja... " bujuk ku lagi.


" maaf nyonya semua sudah selesai, saya kebawah dulu." ucap bi inah berlalu meninggalkan kamar ku.

__ADS_1


" kenapa bi inah nggak mau cerita sih. " gerutuku.


********


Alisa tampak sangat pucat hari ini, dia juga tak seceria biasa.


" sayang ada apa?, kok murung gitu. " tanya mas fian.


" nggak kok mas, alisa nggak papa." jawab alisa.


" ya sudah mas pergi kerja dulu ya. " pamit mas fian.


" iya mas. " ucap alisa dan mencium punggung tangan suaminya.


Setelah kepergian mas fian alisa duduk bersantai di bangku taman. Ia menatap dan menikmati setiap bunga yang mekar di taman itu, tiba-tiba alisa merasa kepalanya pusing dan tubuhnya juga terasa lemas, ia beranjak hendak masuk rumah namun...


Bruuhhkk...., alisa pingsan di tengah taman.


********


" ada di kamarnya tuan." jawab bi inah.


" panggil dia ke sini." pinta kak rey.


" baik tuan."


Tok... Tok...


" iya sebentar......" jawab ku berjalan kearah pintu.


" ada apa bi?" tanya ku begitu pintu terbuka.

__ADS_1


" tuan menunggu nyonya di ruang kerjanya." jawab bi inah.


" baiklah bi saya kesana sekarang. " ucap ku.


" ada apa kak?" tanya ku setelah berada di depan ruang kerja kak rey.


" masuk." pinta nya.


" tanda tangan ini. " ucap kak rey sambil melempar sebuah kertas tepat di depan ku.


" apa ini kak?" tanya ku.


" baca aja sendiri.. " cueknya.


Aku membacanya dengan seksama, mata ku membulat setelah membaca semua isi kertas itu. aku tak menyangka kalau kak rey se tega ini pada ku, tapi aku juga sadar kalau dia menikahi aku hanya karna balas dendam, dan semua ini sudah pasti terjadi.


" baiklah kak, aku akan melakukan semua yang kakak minta. aku tidak akan mengaku sebagai istri kakak di depan umum, tidak akan mengharap lebih dari pernikahan ini dan semua yang tertera di surat ini." ucap ku singkat.


" bagus, sekarang tanda tangani suratnya. " pinta kak rey dengan senyum kemenangan.


" aku akan menandatanganinya tapi sebelum itu aku juga punya beberapa syarat untuk kakak. " ucap ku.


" apa syarat mu? " tanya kak rey.


" izinkan aku melakukan tugasku sebagai seorang istri, menyiapkan makanan untukmu, menyiapkan pakayanmu, menyambutmu pulang kerja dan mencium punggung tanganmu sebelum dan sepulang kerja. " jelas ku.


" cuma itu??? " tanya kak rey tersenyum angkuh.


" iya."


" baiklah aku setuju. " jawabnya.

__ADS_1


Setelah menandatangani surat itu aku kembali ke kamarku, entah kenapa hati ini terasa perih dengan semua persyaratan darinya. Aku selalu berharap bisa menjadi seorang istri yang sholehah tapi jika seperti ini apa aku sanggup.


__ADS_2