
Rumah besar fika telah di penuhi hiasan dengan mewahnya, mulai dari jajaran bunga di ambang pintu sampai pada pelaminan nan indah bak singgasana kerajaan.
Ya hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh fika maupun kak rian. Hari yang sangat membahagiakan bagi dua insan ini, tentu saja acara sakral itu di laksanakan di rumah megah fika karena orang tua fika sendiri yang memintanya.
Di kediaman mas fian tampak seorang wanita yang tengah kebingungan sedang duduk di balkon kamarnya. Pasalnya ia tengah kesal pada sang suami yang tidak mengizinkannya untuk menghadiri pernikahan fika sahabatnya.
" mas alisa mohon...., alisa ikut ya.?" rengek alisa.
Mas fian mendekati sang istri dan mengecup kening alisa sekilas.
" sayang mas cuma sebentar saja, hanya sekedar mengucapkan selamat pada rian dan fika....." balas mas fian lembut.
" tapi mas....., lisa juga mau liat sahabat lisa. " rengeknya dengan wajah memelas.
" tidak bisa sayang, kamu ingatkan prediksi dokter tentang kelahiran bayi kita. "
Alisa diam sesaat, apa yang di katakan suaminya memang benar. Dokter memprediksi bahwa ia akan melahirkan hari ini tapi ia tidak merasakan sesuatu yang aneh di perutnya.
" iya mas lisa ingat kok, tapi lisa tidak merasakan apapun mas... " jujur lisa.
" tetap saja sayang...., sudahlah mas mandi dulu." akhir mas fian meninggalkan alisa.
*******
" mas apa kita akan pergi kesana.....?". Tanya ku pada mas rey.
" tentu saja sayang, fika adalah sahabat kamu bukan dan bagaimana pun juga rian tetaplah adik mas." jawab mas rey sambil melipat lengan kemejanya sampai siku.
" terima kasih mas...." ucap ku sambil mencium bibir mas rey sekilas.
__ADS_1
" jangan memancing ku atau kita tidak akan sampai kesana. " balasnya dengan tatapan memakan.
" apanya yang salah, aku hanya senang saja."
" ya mas tau kamu senang, setidaknya bersiaplah dan jangan menggoda mas..."
" aku tidak menggoda mas..." elak ku tak mau kalah.
" apakah hormon ibu hamil segitunya hingga istriku yang cantik ini selalu ingin menang sendiri.... " ujarnya menarik gemas hidung ku.
" ah...., sakit mas." gerutu ku pada mas rey.
" iya iya...., maafkan mas. Ya sudah sana pakai hijabmu."
" oke mas..." balas ku riang.
******
" ada apa sayang..... " tanya mas fian.
" nggak tau mas, rasanya semua posisi duduk tidak nyaman." jujur alisa.
Mas fian tampak bingung ia tidak mengerti bagaimana dan apa yang harus ia lakukan.
Tak lama kemudian alisa merasakan nyeri di perutnya.
" mas perut alisa sakit..." ucap alisa.
" apa...., jangan-jangan kamu mau lahiran sayang. " balas mas fian.
__ADS_1
" sepertinya begitu mas..." ucap alisa dengan nafas memburu.
Mas fian tampak panik seketika, namun ia segera membopong tubuh mungil alisa menuju mobilnya.
" kita ke rumah sakit sekarang..., " ucap mas fian di sela tindakannya.
Alisa hanya mengangguk pelan dalam pelukan sang suami.
*******
" wah, putri mama sangat cantik..." pujinya di depan putri semata wayangnya.
" terima kasih ma, mama juga cantik hari ini. " ucap fika.
Sang ibu tersenyum tulus mendengar kata-kata anaknya itu, dalam hatinya ia benar-benar bersyukur fika putri kecilnya akan segera menikah.
" apa kamu bahagia sayang..." tanya sang ibu.
" seperti yang mama lihat, fika sangat bahagia ma. " aku fika.
" syukurlah, mari kita turun semua sudah menunggumu nak." lanjutnya.
" baik ma."
Kedua wanita cantik itu menuruni anak tangga menuju tempat yang telah di sediakan. kak rian telah duduk dengan gagahnya sambil menunggu wanita yang akan segera bergelar istrinya.
Setelah fika duduk di posisinya acarapun di mulai, kak rian dan papanya fika tampak berjabat tangan sambil mengucapkan kata perkata dengan fasih dan tepat.
Happy reading gays.....😅😅😅
__ADS_1