
Aku berdiri tepat di depan mas revan, aku tidak tau keberanian dari mana yang aku dapatkan hingga aku berani menghadang mas revan.
" mas, kak rey tidak pernah memaksa aku untuk menikah dengannya. Kak rey juga tidak pernah mengancam aku, selama aku koma dan di rawat beberapa hari di rumah kak rey, dia tidak pernah menyakiti aku sedikit pun, baik itu secara fisik maupun perasaan. Kak rey tulus menjaga aku, aku bisa lihat itu meskipun dia sangat cuek dan terkadang kasar dalam bicara, tapi aku tau kalau kak rey tulus nolongin aku dan aku juga bisa merasakan kalau kak rey itu orang yang baik. " ucapku membela kak rey.
Kak rey menatap ku dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Begitu pun dengan mas fian dan yang lainnya mereka menatap ku bingung seolah tak mengenalku.
" dan masalah menikah, aku yang meminta kak rey untuk menemui mas fian dan keluargaku, dan aku juga yang meminta kepada kak rey agar menikah di sini karna aku mau mas fian yang menjadi waliku." ucap ku dengan linangan air mata.
" kerasukan apa nie gadis cengeng, bisa bersikap dewasa gitu, dan kata-katanya itu lo membela sekali seolah aku ini baik banget hehehehe, terkadang kamu lucu deh sal. " batin kak rey.
Bunda mendekatiku dan menghapus air mataku.
" nak, jangan menangis lagi ya. Bunda capek liat kamu sedih terus, sekarang katakan apa yang kamu inginkan. " ucap bunda.
" iya adek, maafkan mas nggak bisa jagain kamu, benar apa kata bunda sudah cukup mas liat kamu sedih, sekarang katakan apa yang bisa membuatmu senang, inshaallah kalau mas mampu mas akan kabulkan. " ucap mas fian mengenggam tanganku.
" mas, bun. sally nggak mau apa-apa dari mas dan bunda, sally cuma minta satu mas. jadilah wali nikah sally dan kak rey. " ucapku dengan wajah memelas menatap mas fian.
__ADS_1
Lagi-lagi semuanya menatap ku tidak percaya.
" adek, yakin?" tanya mas fian.
" iya mas, adek yakin dengan keputusan adek. " jawab ku.
" dek, mas kenal bagaimana reyhan dan tadi juga kamu sudah liat semua kan. apa kamu yakin kamu akan bahagia dengan dia? " tanya mas fian lagi.
" justru karna kejadian hari ini mas aku semakin yakin dengan keputusanku. " ucapku.
" sal, tolong pertimbangkan dulu semuanya sal, aku nggak mau kamu nyesal kemudian. " ucap kak rian.
" maafkan sally kak, sally tidak bermaksud menyakiti kakak, sally mintak maaf. " ucapku lagi.
" iya sal, kalau itu keputusan kamu aku akan terima semoga allah selalu memberimu kebahagiaan. " jawab kak rian
" terima kasih kak. " ucap ku.
__ADS_1
" baiklah, saya rasa semuanya sudah jelas. Saya permisi om, tante, mas fian dan semuanya. " ucap kak rian.
" hati-hati nak rian, " ucap bunda.
" iya tan, Assalamualaikum. " ucap kak rian.
" fika ayo pulang." pintanya pada fika.
" iya kak, sal aku pulang dulu ya, duluan semua. Assalamualaikum. " ucap fika dan menyusul kak rian.
" Waalaikumsalam." jawab kami bersamaan.
" kami juga pamit yan," ucap mas revan.
" iya van, terima kasih." ucap mas fian.
" santai aja, kayak sama siapa aja. " sambungnya.
__ADS_1
" kalau sampai mas dengar lo nyakitin sally, habis lo." ancam mas revan, yang di balas senyuman angkuh oleh kak reyhan.
# selamat membaca gays, jangan pernah bosanya nunggu up dari aku. Terima kasih.