Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 22


__ADS_3

Mas fian memandangi istrinya yang masih tertidur pulas, Ia merasa bersyukur dapat memiliki wanita yang ada di sampingnya itu. Azan subuh berkumandang dengan merdunya mas fian pun beranjak dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Setelah beberapa menit mas fian pun keluar dan membangunkan sang istri.


" adek..., bangun sudah subuh. kita sholat dulu ya." ucap mas fian sambil menggoyangkan badan istrinya dengan lembut


" hhuuuuww, iya mas adek mandi dulu." ucap alisa sambil beranjak ke kamar mandi.


Tapi baru selangkah kalinya berjalan alisa langsung berteriak.


" aaaawww..." teriak alisa, membuat mas fian langsung berlari ke arahnya


" ada apa adek?" tanya mas fian


" bawah adek sakit mas. " ucap alisa


" ya allah adek maafkan mas, yuk mas gendong ke kamar mandi." ucap mas fian


" tapi mas.... ade..k malu." ucap alisa gugup membuat mas fian tertawa kecil


" hehehhe, adek adek. Ngapain malu mas udah liat semuanya tadi malam." ucap mas fian membuat wajah alisa memerah seketika


" tapi... " belum sempat alisa bicara mas fian sudah menggendongnya menuju kamar mandi.


******


Seminggu sudah berlalu, kini aku tak perlu merindukan mas fian lagi karna setiap pagi aku bisa melihat nya seperti dulu.

__ADS_1


wisudaku dan alisa tinggal hitungan hari kami sangat bersemangat menanti kedatangan hari tersebut.


" sa, ngak terasa ya dua hari lagi kita akan wisuda aku senang banget deh." ucapku


" iya sal, aku juga senang banget akhirnya sarjana juga." ucap alisa


" oh ya sa, habis wisuda kamu ngak pergi liburan gitu sama mas fian?"


" rencana sih ada sal, tapi ngak tau juga jadi apa ngak. "


" lah jadi aja sa, sambil bulan madu gitu. " ucapku menaik turunkan alisku


" kamu apa-apaan sih sal. " ucap alisa


" hmmmm, seru banget kayaknya bicarain apa? " tanya mas fian kepo


" adek, mas ngak kepo cuma pengen tau aja kok." jawab mas fian


" sama aja kali mas hahaha." ucapku sambil tertawa


" hehehe ngak lucu dek. " ucap mas fian dengan wajah kesalnya


" ayok sayang kita pergi aja. " ucap mas fian menarik tangan alisa


" lah mas alisanya kok di bawa sih? " kesalku

__ADS_1


" emang kenapa istri mas kok, terserah mas donk mau bawa dia kemana." ucap mas fian


" kitakan masih ngobrol mas, enak aja main bawa pergi. Alisa juga sahabat aku jadi aku juga punya hak." jawab ku tak mau kalah


" alah lebay kamu dek, punya hak dari mana?" ejek mas fian


" ya pokoknya alisa ngak boleh pergi. " ucapku menarik tangan kanan alisa


" sa, kamu sama aku aja ya kalau sama mas fian kan bisa nanti malam. " ucap ku sambil menaikkan alisku.


" enak aja mas lebih berhak adek. " ucap mas fian lagi


" mas emang mau kemana sih, kapan-kapan aja ya lagian aku juga masih kangen sama sally." ucap alisa


" ini nie, kalau udah ketemu pasti suaminya di cuekin. " ucap mas fian cemberut


" ya elah mas, gitu aja cemberut udah sana aku sama alisa mau cerita dulu." ucapku


" kali ini kamu menang dek, tapi besok-besok mas yang akan menang. " ucap mas fian


" bodo amat, weeeekkkk." ucapku mencibir ke arah mas fian


" awas kamu ya dek mas akan balas. " ucap mas fian kesal dan pergi meninggalkan kami.


# sejauh ini gimana sahabat, saya harap kalian semua suka dengan cerita aku jangan lupa komentar ya sobat..

__ADS_1


Terima kasih. 😄


__ADS_2